(08-10-2010, 11:53 AM)Penjelajah Wrote: Saya sudah search berkali-kali, tapi tak menemukan thread serupa. Namun jika tidak, monggo digabung,thx..
Dari koleksi kliping
Lok diesel C 301 buatan NCM Holland dengan lebar sepur 750 mm seperti di gambar tsb kabarnya semua unitnya sudah dirucat di dipo Sigli, yang dilakukan secara bertahap seiring dengan ditutupnya jalur Banda Aceh-Sigli-Lhokseumawe.
Sebelum operasional KA di Aceh benar-benar terhenti, lok C 301 tersebut seringkali mengalami masalah dikarenakan ketiadaan suku cadang dan mahalnya biaya operasional perawatan, sehingga kalah total dengan transportasi jalan raya beroda karet.
Pertanyaan saya:
1. PLH apa yang terjadi pada tahun 1975 di lintas Tamiang sehingga merenggut nyawa sang masinis yang mengendalikan rangkaian?
2. Lok-lok diesel milik dipo Sigli apa saja yang pernah terlibat PLH dan bagaimanakah urutan perucatan semua lok diesel tersebut (yang dimaksud adalah urutan nomor seri lok yang dirucat paling awal hingga paling akhir)?
3. Faktor apa lagi selain masalah armada yang membuat perkeretaapian di Aceh mengalami kolaps dan akhirnya berhenti total?
CMIIW.


![[Image: 4880950986_ffaf31e81f_b.jpg]](http://farm5.static.flickr.com/4142/4880950986_ffaf31e81f_b.jpg)
![[Image: 2r56iya.jpg]](http://i56.tinypic.com/2r56iya.jpg)




![[Image: 4860986383_7d35fd903e_b.jpg]](http://farm5.static.flickr.com/4100/4860986383_7d35fd903e_b.jpg)

