29-11-2010, 04:02 AM
Jelas sepertinya masalah anak tiri dan anak emas. Jumlah pengguna trayek suatu kereta dengan jarak tempuh dekat sangat berkorelasi dengan banyak hal, kota-kota penopang ekonomi Jakarta (Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi) dimana ada beberapa variabel yang harus diperhitungkan, tingkat kemacetan, jarak tempuh, dan alternatif pilihan (angkutan).
Bogor, mungkin jika jalan tol lancar, semua pengguna kereta akan berpaling menggunakan bus, atau angkutan jalan raya lainnya, namun sayangnya hal tersebut kurang mengena karena turunnya penumpang harus dipinggir jalan tol (keluar tol harus dengan biaya ekstra) dan jalur yang mereka lalui juga jarang menjangkau perumahan, tidak seperti stasiun kereta yang dibangun strategis. Hal tersebut juga berlaku untuk jurusan Bekasi. Sedangkan untuk jurusan Tangerang, tidak bisa berkomentar banyak karena tidak pernah menggunakan jasa kereta api menuju tangerang
Bogor, mungkin jika jalan tol lancar, semua pengguna kereta akan berpaling menggunakan bus, atau angkutan jalan raya lainnya, namun sayangnya hal tersebut kurang mengena karena turunnya penumpang harus dipinggir jalan tol (keluar tol harus dengan biaya ekstra) dan jalur yang mereka lalui juga jarang menjangkau perumahan, tidak seperti stasiun kereta yang dibangun strategis. Hal tersebut juga berlaku untuk jurusan Bekasi. Sedangkan untuk jurusan Tangerang, tidak bisa berkomentar banyak karena tidak pernah menggunakan jasa kereta api menuju tangerang
RF andhykandrian, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.



kalaw yang luar JABODETABEK..
tuutuuutt


![[Image: 2r56iya.jpg]](http://i56.tinypic.com/2r56iya.jpg)

![[Image: stasiunkeretaapibogor.jpg]](http://i908.photobucket.com/albums/ac282/andakh/stasiunkeretaapibogor.jpg)