Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
KRDE Blitar-Malang-Surabaya
#11
(23-02-2010, 07:41 AM)Charles Wrote:
(21-02-2010, 10:51 AM)JaY Wrote: Gimana kalau jalur ini dihajar pake KRDE ? Kira2 kuat g ya !!
Yaa mungkin semenjak Tumapel, Jatayu, Maleks ilang sepertinya jalur ini jadi hambar! Pengennya sich da kejutan baru lagi untuk jalur milik Daop 8 Suroboyo ini !
Memang sih dari dulu smpe skrang yang ada cuma itu2 sma tetep2 ja pdhal qt semua butuh perubahan smua spya orng2 g pda bosan cri inspirasi dan smangat baru

Jangan pake KRDE mas, KRDE itu seringkali bermasalah karena ketidakcocokan antar komponen (sekarang saja KRDE eks Holec yang ada di daop lain sering trouble, sedangkan KRDE Arek Surokerto eks ABB/Hyundai masih dapat diandalkan meski ada saja masalah yang dialami).
Lebih baik menggunakan KRDI berkelas bisnis, sedangkan untuk urusan paket wisata yang terintegrasi dengan rangkaian KA ini serahkan saja ke divisi pariwisata PT KA.

Memang saat ini Daop 8 butuh inovasi baru supaya tidak terus merugi, biarlah berhentinya operasi Maleks menjadi dasar untuk mengembangkan rangkaian baru yang lebih menarik dan terjangkau bagi masyarakat.

CMIIW.
Lagian KRDE apakah cukup mampu melintasi tanjakan Sengon-Lawang?Tersenyuum

Jadi PT KA punya Div Pariwisata? IMHO, senafas dengan semangat otonomi daerah, mengapa pengembangan usaha PT KA (termasuk pariwisata) tidak diserahkan pada daerah alias masing-masing Daop saja?

Salam Spoor,
Reply
#12
Bner jga ! Aq g tau apakah KRDE pntez ato g di jalur ni ! Tp aq mmbyangkan klak jalur ni akan diisi oleh KRDE ntah tu upgrade dr Inka ato lnsng built up. Krn sya mrasa lhoh, bner ato g, jk pake konsep Jatayu ato Maleks, okupansi x jlaz dbwh 50 % krn faktor taspat shg wktu tmpuh lbih lama !
Reply
#13
. kalo krde kayaknya gak cocok deh . tau gak pas test run nya surokerto , kan dia test run beban di petak bangil-lawang , mogok dah dia di situ .
. sedangkan ni usulnya krde , apa tiap hari mau mogok .
. emang sih bagus kalo jalur BL-SB ada krd nya , tapi INKA bisa gak buat krde/krdi yg "ROSA" di tanjakan lawang-bangil ?
. kalau masalah taspat sih , sama aja , kalo ada taspat 60 , mau krde , mau sepur argo , mau kricak-an , maksimal tetep 60 kmh , .... ga boleh lebih

[Image: 79HOP8.jpg]
Hasil karya saya covering lagu di SOUNDCLOUD, like ya
Reply
#14
SAYA SANGAT SETUJU, penataran terus jadi bosen, okupansinya sangat tinggi padahal, perlu ada inovasi baru..

[Image: 140g9vn.jpg]
Reply
#15
(23-02-2010, 08:11 PM)gajayana Wrote: . kalo krde kayaknya gak cocok deh . tau gak pas test run nya surokerto , kan dia test run beban di petak bangil-lawang , mogok dah dia di situ .
. sedangkan ni usulnya krde , apa tiap hari mau mogok .
. emang sih bagus kalo jalur BL-SB ada krd nya , tapi INKA bisa gak buat krde/krdi yg "ROSA" di tanjakan lawang-bangil ?
. kalau masalah taspat sih , sama aja , kalo ada taspat 60 , mau krde , mau sepur argo , mau kricak-an , maksimal tetep 60 kmh , .... ga boleh lebih

Memang KRDE kurang cocok untuk lintas tsb, jadi KRDI sepantasnya dipertimbangkan karena stok rangkaian dasar yang akan dijadikan KRDE sendiri sudah habis (belum ada KRL lagi yang mangkrak di Jabotabek dan sesuai dengan syarat untuk dijadikan KRDE oleh INKA)...

Untuk taspat lintas itu diatur oleh bagian tersendiri dari PT KA...
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi

[Image: 2r56iya.jpg]

Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
#16
Mending KRDEny lintas BL - KTS - SBY PP, lebih relistis.
RF Blitar Express, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Nov 2010.
Reply
#17
(15-11-2010, 07:55 PM)Blitar Express Wrote: Mending KRDEny lintas BL - KTS - SBY PP, lebih relistis.

Mas, tolong lihat dong judul topiknya! Thrit ini membahas KRDE SB-ML-BL, bukan SB-KTS-BL.
Back to topic yuk.....
Aktif kembali setelah dibanned sama pak momod dan orang tua.
Reply
#18
Thumbs Up 
(23-02-2010, 07:41 AM)Charles Wrote:
(21-02-2010, 10:51 AM)JaY Wrote: Gimana kalau jalur ini dihajar pake KRDE ? Kira2 kuat g ya !!
Yaa mungkin semenjak Tumapel, Jatayu, Maleks ilang sepertinya jalur ini jadi hambar! Pengennya sich da kejutan baru lagi untuk jalur milik Daop 8 Suroboyo ini !
Memang sih dari dulu smpe skrang yang ada cuma itu2 sma tetep2 ja pdhal qt semua butuh perubahan smua spya orng2 g pda bosan cri inspirasi dan smangat baru

Jangan pake KRDE mas, KRDE itu seringkali bermasalah karena ketidakcocokan antar komponen (sekarang saja KRDE eks Holec yang ada di daop lain sering trouble, sedangkan KRDE Arek Surokerto eks ABB/Hyundai masih dapat diandalkan meski ada saja masalah yang dialami).
Lebih baik menggunakan KRDI berkelas bisnis, sedangkan untuk urusan paket wisata yang terintegrasi dengan rangkaian KA ini serahkan saja ke divisi pariwisata PT KA.

Memang saat ini Daop 8 butuh inovasi baru supaya tidak terus merugi, biarlah berhentinya operasi Maleks menjadi dasar untuk mengembangkan rangkaian baru yang lebih menarik dan terjangkau bagi masyarakat.

CMIIW.

IMHO :

klo diliat potensinya sih memungkinkan,.. tp begitu banyak pertimbangan. tapi aniwe saya setuju dari pada KRDE mending KRDI,.. asal KDRT aja,.. ehehhe

Salam Satu Spoor (adopsi dari Salam SatuJiwa),

Bro Fahroe

Jejaring :
Y! Koprol
twitter
FlicKr
Reply
#19
@alfan.kereta-pesawat: Ya kan sama ujung2nya tujuan awal dan akhirny tetap Blitar & Sby. Y mmg lebih realistis ky gt menurut saya, seperti tahun 1990 ke bawah dulu jg sudah ada KRD BL - KTS - SBY. Perbedaan argumen itu indah mas, sabar.
RF Blitar Express, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Nov 2010.
Reply
#20
askum.. Melihat dr ap yg ditulis rekan2 RF sekalian sangat responsif tentang pengadaan KRD yg melayani rute SBY-BL-KTS-JB-SBY atau komuter. Terus terang saya sangat setuju. Mengapa?? Semenjak dinonaktifkan malex beberaapa tahun silam,okupansi dhoho/penataran sangzt tinggi bahkan overload bila libur. Sudah seharusnya dipikirkan oleh daops 8,dimana untuk menciptakan sekaligus menggerakan perekonomian di wilayaha selatan jatim,tentu moda transportasi harus mendukung. Terlebih,pasca luapan lumpur lapindo,praktis mematikan jalur transportasi jalan raya. Bagi saya,ini adalah prospek yg sangat besar bagi daops 8,disini,investasi dapat berkembang. Khusus bagi kota malang,dapat dijadikan tempat tujuan wisata refleksi mengingat banyak resort2 yang exotis seperti layaknya di puncak atau pun lembang. Sy menulis berdasarkan realita di kala saya ke malang ingin joyriding ke sby,tapi melihat penataran penuh sesak,jadi malesssssssssss....
seandainya ada kereta ke Pangandaran... mungkin bisa lebih hidup pariwisata di wilayah priangan timur, sedikit emisi untuk menyelamatkan bumi kita, naiklah kereta api....
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)