Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
[INFO] Istilah Teknis Perkeretaapian di Indonesia
#1
Dear Railfans....

Setelah mendengar dan (mencoba... Big Grin ) memahami istilah teknis KA koq saya masih ngga mudeng yah.... :shock: .

Threat ini mencoba untuk mengumpulkan istilah teknis KA dan tetek bengeknya.

Kalau yang tau tolong ditambahin yah, kita bagi-bagi ilmu disini...

Saya mulai :

  1. Semboyan 35 : peluit atau klakson lokomotif yang dibunyikan saat melintasi petak tertentu.
  2. Semboyan 21 : alat berbentuk pipih terbuat dari besi berwarna merah yang dipasang pada gerbong/kereta paling belakang untuk mengetahui akhir dari suatu rangkaian.

Ada tambahan???

[Image: spammingsj0.gif]
Reply
#2
semboyan 40 adalah peluit panjang saat kereta api berangkat berdasarkan perintah (PPKA).

ada tanda semisal huruf "T" yang terbuat dari plat besi dan biasanya terdapat sebelum "sinyal muka" dan ini menandakan bahwa didepan akan terdapat sinyal atau stasiun.

ada pula "lingkaran bundar" hijau sebanyak 2 (disusun vertikal) dan atau 1 (biasanya sebesar "tampah" kecil) dan ini menunjukan kecepatan yang di di ijinkan serta biasanya dipakai pada saat ada perbaikan atau perawatan jalan / rel kereta api.

atau adapula tanda "palang" plat besi yang dijumpai di sepanjang jalan/rel kereta api dengan dua posisi (yang satu kadang menunjuk ke bawah dan posisi ke dua menunjuk keatas atau sebaliknya). Ini menunjukan kemiringan jalan/rel kereta api.

sering dijumpai pula ada satu atau dua buah "tembok besi" yang diletakan di samping jalan/rel kereta api dengan posisi adak menyerong dan ini dibuat dengan maksud agar masinis tetap "terjaga" untuk tidak mengantuk saat berada dalam kabin dan kereta dalam keadaan berjalan.

masih banyak lagi "kode" serta "tanda" yang ada didalam "ilmu perkereta apian" dan ini sangat-sangat membahagiakan saat saya mendiskusikannya dengan keluarga terutama anak saya.

salam kenal dari saya dan ditunggu kabar serta info lainnya tak lupa mohon koreksi bila terdapat kesalahan.



salam,

== "Lok Bima Kunting" ==
Reply
#3
Wah mas Agus...

terima kasih sudah memberikan kontribusinya...

kalau ada ilmu yang bisa dishare lagih, jangan sungkan-sungkan yah...

Ada yang lainnya?

[Image: spammingsj0.gif]
Reply
#4
Ada lagih nih :

Milis Sebelah Wrote:Kalau kita sering naek kereta api baik kereta ekonomi sampai kelas eksekutif mungkin sering sekilas kita melihat tulisan seperti K3-67514 atau K2-86501 tulisan ini biasanya kita temukan di luar gerbong atau di dalam gerbong tepat di atas pintu keluar menuju bordes nah apa si arti kode itu, nah ini jawabannya tolong dikoreksi kalau salah :

Gerbong kereta api milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu kereta/gerbong penumpang kelas Ekonomi, Bisnis, Eksekutif. kemudian Kereta/gerbong makan kelas Ekonomi, Bisnis, Eksekutif. dan Kereta Pembangkit atau Kereta Bagasi.
nah kode sebelum tanda '-' itu menunjukkan jenis gerbong contoh :
  • K1 : Gerbong kelas Eksekutif
    KM1 : Gerbong Makan kelas Eksekutif
    K2 : Gerbong kelas Bisnis
    KM2 : Gerbong Makan kelas Bisnis
    K3 : Gerbong kelas Ekonomi
    KM3 : Gerbong Makan kelas Ekonomi
    KMP : Gerbong Makan Pembangkit (Jenis Kereta Makan + Pembangkit Mini) biasanya hanya untuk kelas Ekonomi dan Bisnis (KMP3 & KMP2)
    KP : Gerbong Pembangkit Listrik
    BP : Gerbong Bagasi Penumpang

kemudian 2 digit setelah tanda '-' menunjukkan tahun pembuatan gerbong
contoh : K1-67xxx berarti gerbong kelas Eksekutif tahun pembuatan gerbong 1967

kemudian 1 digit setelah tahun pembuatan menunjukkan kode seri boogie ( Rangkaian Roda Kereta ) setiap seri menunjukkan karakteristik dari beban dan batas kecepatan pacu gerbong , yang saya tahu ada 5 jenis seri yaitu seri 5,6,7,8,9 yang batas kecepatan nya berkisar antara 80km/h - 120 Km/h

Ciri Ciri Boogie seri :
  • 5 : 1 Boogie 4 roda ditiap tiap roda mengunakan per keong , termasuk per utamanya dengan mak kecepatan 100 km/h .
    6 : 1 Boogie 4 roda ditiap roda menggunakan per keong , per utama menggunakan per daun dengan mak kecepatan 100 km/h .
    7 : 1 Boogie 4 roda ditiap roda menggunakan per daun, termasuk per utamanya dengan mak kecepatan 100 km/h .
    8 : 1 Boogie 4 roda ditiap roda menggunakan suspensi pegas karet, suspensi sekunder menggunakan per keong dengan mak kecepatan 120 km/h .
    9 : 1 Boogie 4 roda ditiap roda menggunakan suspensi pegas karet, suspensi sekunder menggunakan pegas udara dengan mak kecepatan 120 km/h .

contoh : K2-xx5xx berarti kereta Bisnis yang menggunakan boogie seri 5 yang mampu melaju sampai kecepatan 100 km/h .
seri 5,6,7 biasanaya digunakan untuk gerbong seri lama dengan tahun pembuatan 60,70,80 seri 8 untuk tahun 90 an untuk kelas Argo Generasi 1 ( Argo Bromo ) namun karena dirasakan kurang nyaman oleh penumpang banyak yang di ganti dengan seri 5 yang dianggap lebih stabil
seri 9 digunakan kereta Argo terbaru seperti Argo Anggrek yang sekarang gerbongnya berwarna pink dan bentuknya seperti trapesium.

2 digit terakhir menunjukkan nomor inventaris biasanya dari nomor 1 sampek sebanyak gerbong yang dimiliki oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sesuai kelasnya .
contoh K1-02901 berarti gerbong kelas Eksekutif pertama milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang di buat tahun 2002.

Semoga bermanfaat...

[Image: spammingsj0.gif]
Reply
#5
Milis Sebelah Wrote:Buat penggila kereta maupun temen temen yang sering naek kereta api, sering kita melihat gerbong kereta yang kita naiki di tarik oleh lokomotif yang bentuknya kadang berbeda beda , atau ketika melihat lokomotif langsir di stasiun, sering kita membedakannya kadang hanya dari warnanya namun sebenarnya lokomotif itu juga memiliki nomor KTP seperti halnya kita warga negara indonesia, yaitu nomor lokomotif seperti BB 30101, CC 20340, D 30128 , nah penomoran lokomotif terutama lokomotif diesel di indonesia adalah sebagai berikut :
  • 1. kode B artinya 2 roda penggerak ,C = 3 , dan D = 4. jadi kode BB artinya lokomotif bergandar 2 2 jadi total penggeraknya ada 4 as roda atau memiliki 8 roda .
    2. kode CC artinya lokomotif bergandar 3 3 jadi total penggeraknya ada 6 as roda atau memiliki 12 roda .
    3. kode D artinya lokomotif bergandar 4 loko jenis ini biasanya hanya memiliki single gandar sehingga total penggeraknya ada 4 as roda dengan jumlah roda 8


[Image: 20080523092547_gandar_48362b2b6388b-t.jpg]

Kemudian setelah kode seri ada Kodefikasi 1,2,dan 3
  • - nomor 1 artinya transmisi Diesel mekanik (tahan banjir, karena transmisi spt mobil, lori dll.)
    - nomor 2 artinya transmisi Diesel elektrik (no flad, takut banjir)
    - nomor 3 artinya transmisi Diesel hidrolik (tahan banjir)

artinya Diesel elektrik adalah Diesel hanya sebagai pembangkit listrik, kemudian listriknya buat menjalankan motor listrik alias traksi motor karena traksi motor letaknya di bawah menyatu dengan rangkaian as roda maka kalau kena air jelas akan konslet atau rusak , kalau Diesel Hidrolik artinya penggeraknya diesel kemudian diteruskan dengan gardan ke roda2nya,

2 Digit setelah kodefikasi adalah perbedaan fitur fitur yang dimiliki lokomotif biasanya dari kode 00,02,03,04 dst

Contoh :
  • - BB200, BB 201, BB 203, BB 205 ,CC 201, CC 202, CC 203, CC 204 bertransmisi elektrik yg takut air
    - C 300, D 300, D 301, BB 300, BB 301, BB 302, BB 304, BB 305, BB 306 bertransmisi hidrolik yang berani nerjang banjir


NB : Buat yang merasa punya foto-foto ini pinjem yah..... Big Grin
Klik untuk memperbesar ....
Quote:
[Image: 20080522162117_2401838223_e91dd09152_o_4...daa3-t.jpg]

[Image: 20080522163028_D30146_48353d34782d8-t.jpg]

[Image: 20080522163030_BB200_48353d36b7a5b-t.jpg]

[Image: 20080522163036_BB20326_48353d3ceaed1-t.jpg]


[Image: 20080522163048_BB30617small_48353d4822c75-t.jpg]

[Image: 20080522163053_BB20103IjoatMaos2_48353d4dc3eab-t.jpg]

[Image: 20080522163055_BB20208_48353d4f33e36-t.jpg]

[Image: 20080522163057_BB20338_48353d51a4306-t.jpg]

[Image: 20080522163059_BB20404_48353d53561ee-t.jpg]


[Image: 20080522163105_BB300064_48353d59b0704-t.jpg]

[Image: 20080522163106_BB30105_48353d5aefeb5-t.jpg]

[Image: 20080522163117_BB3020410725_48353d659f61a-t.jpg]

[Image: 20080522163120_BB30339_48353d687af52-t.jpg]


[Image: 20080522163127_BB30404_48353d6f7ad45-t.jpg]

[Image: 20080522163129_BB30611_48353d7122e97-t.jpg]

[Image: 20080522163130_CC200152_48353d7262655-t.jpg]

[Image: 20080522163134_CC20104_48353d76207d5-t.jpg]


[Image: 20080522163135_CC20229_k_48353d77aba97-t.jpg]

[Image: 20080522163141_CC203061_48353d7de16c2-t.jpg]

[Image: 20080522163143_CC20401_48353d7f62701-t.jpg]

[Image: 20080522163209_CC201107_48353d990d523-t.jpg]

[Image: 20080522163211_D30006_48353d9b0aa84-t.jpg]

[Image: spammingsj0.gif]
Reply
#6
Gege Wrote:Ada lagih nih :

Milis Sebelah Wrote:Kalau kita sering naek kereta api baik kereta ekonomi sampai kelas eksekutif mungkin sering sekilas kita melihat tulisan seperti K3-67514 atau K2-86501 tulisan ini biasanya kita temukan di luar gerbong atau di dalam gerbong tepat di atas pintu keluar menuju bordes nah apa si arti kode itu, nah ini jawabannya tolong dikoreksi kalau salah :

Gerbong kereta api milik PT ********** dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu kereta/gerbong penumpang kelas Ekonomi, Bisnis, Eksekutif. kemudian Kereta/gerbong makan kelas Ekonomi, Bisnis, Eksekutif. dan Kereta Pembangkit atau Kereta Bagasi.
nah kode sebelum tanda '-' itu menunjukkan jenis gerbong contoh :
  • K1 : Gerbong kelas Eksekutif
    KM1 : Gerbong Makan kelas Eksekutif
    K2 : Gerbong kelas Bisnis
    KM2 : Gerbong Makan kelas Bisnis
    K3 : Gerbong kelas Ekonomi
    KM3 : Gerbong Makan kelas Ekonomi
    KMP : Gerbong Makan Pembangkit (Jenis Kereta Makan + Pembangkit Mini) biasanya hanya untuk kelas Ekonomi dan Bisnis (KMP3 & KMP2)
    KP : Gerbong Pembangkit Listrik
    BP : Gerbong Bagasi Penumpang

kemudian 2 digit setelah tanda '-' menunjukkan tahun pembuatan gerbong
contoh : K1-67xxx berarti gerbong kelas Eksekutif tahun pembuatan gerbong 1967

kemudian 1 digit setelah tahun pembuatan menunjukkan kode seri boogie ( Rangkaian Roda Kereta ) setiap seri menunjukkan karakteristik dari beban dan batas kecepatan pacu gerbong , yang saya tahu ada 5 jenis seri yaitu seri 5,6,7,8,9 yang batas kecepatan nya berkisar antara 80km/h - 120 Km/h

Ciri Ciri Boogie seri :
  • 5 : 1 Boogie 4 roda ditiap tiap roda mengunakan per keong , termasuk per utamanya dengan mak kecepatan 100 km/h .
    6 : 1 Boogie 4 roda ditiap roda menggunakan per keong , per utama menggunakan per daun dengan mak kecepatan 100 km/h .
    7 : 1 Boogie 4 roda ditiap roda menggunakan per daun, termasuk per utamanya dengan mak kecepatan 100 km/h .
    8 : 1 Boogie 4 roda ditiap roda menggunakan suspensi pegas karet, suspensi sekunder menggunakan per keong dengan mak kecepatan 120 km/h .
    9 : 1 Boogie 4 roda ditiap roda menggunakan suspensi pegas karet, suspensi sekunder menggunakan pegas udara dengan mak kecepatan 120 km/h .

contoh : K2-xx5xx berarti kereta Bisnis yang menggunakan boogie seri 5 yang mampu melaju sampai kecepatan 100 km/h .
seri 5,6,7 biasanaya digunakan untuk gerbong seri lama dengan tahun pembuatan 60,70,80 seri 8 untuk tahun 90 an untuk kelas Argo Generasi 1 ( Argo Bromo ) namun karena dirasakan kurang nyaman oleh penumpang banyak yang di ganti dengan seri 5 yang dianggap lebih stabil
seri 9 digunakan kereta Argo terbaru seperti Argo Anggrek yang sekarang gerbongnya berwarna pink dan bentuknya seperti trapesium.

2 digit terakhir menunjukkan nomor inventaris biasanya dari nomor 1 sampek sebanyak gerbong yang dimiliki oleh PT ********** sesuai kelasnya .
contoh K1-02901 berarti gerbong kelas Eksekutif pertama milik PT ********** yang di buat tahun 2002.

Semoga bermanfaat...

ada lagi mas Gege..

pada setiap gerbong itu sering ada kode di dekat pintu yang tertulis (misalnya) E32 yang artinya menunjukan berat kosong sebesar 32 ton atau 32.000 kg.

enaknya sih kita foto salah satu gerbong dari samping yang kemudian kita jelaskan melalui "S35" ini, gimana ?...
Reply
#7
Boleh...

Kebetulan saya blom punya dokumentasinya tuh.
Mungkin mas Agus mau menyumbang?

[Image: spammingsj0.gif]
Reply
#8
Kalo istilah "kambing" ini masuk dalam jajaran istilah teknis kereta api ngga yah? Big Grin

Soale kambing khan kadang mengganggu petugas dan perjalanan kereta api. Big Grin

Asal jangan mengatasnamakan railfans trus jadi kambing, wuitss... salah itu!!!!

Berarti definisi kambing di dunia kereta api adalah :

Gege Wrote:Orang atau sekumpulan orang yang naik kereta api tanpa membayar tiket kereta api baik di gerbong penumpang maupun di lokomotif Lolol

Aturan Pemerintah tentang kambing ada di SINI

So.... masih mau jadi kambing?

[Image: spammingsj0.gif]
Reply
#9
Ada masalah nih, masih soal istilah teknis Kereta Api...

Kalau BLB, KLB, PLH (dan yang lain-lain ...mungkin ada yang mau nambahin Big Grin ) itu artinya apah?

Ada yang mo share?

[Image: spammingsj0.gif]
Reply
#10
Gege Wrote:Ada masalah nih, masih soal istilah teknis Kereta Api...
Kalau BLB, KLB, PLH (dan yang lain-lain ...mungkin ada yang mau nambahin Big Grin ) itu artinya apah?
Ada yang mo share?

BLB : Berhenti Luar Biasa
KLB : Kereta Luar Biasa
PL : Peristiwa Luar Biasa
PLH : Peristiwa Luar Biasa Hebat

mungkin ada yang bisa koreksi, khususnya untuk PLH.

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)