Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Dompet Peduli Bpk Slamet Suradio (Ex Mass Tragedi Bintaro)
#41
Ok sekarang pake account siapa? Mas Agung gimana apa bersedia?
Kan kebetulan mas Agung ada di Jawa Tengah sama dengan Mas Bordes sebagai koordinator.

[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply
#42
(08-10-2010, 08:54 AM)lukaschris Wrote: Saya sangat mendukung. Silakan diputuskan saja mau menggunakan account mana. Disatukan dengan om Zudi juga boleh, atau bank lain yang lebih banyak penggunanya/ikut jaringan ATM Bersama juga ok. Untuk acaranya, sejauh saya tidak berhalangan untuk masuk kerja, saya pasti ikut berpartisipasi. Thanks.

Monggo saja, usulan dibukakan rekening BRI atas nama diri pak Slamet juga sangat bagus itu , apalagi beliau mencari nafkah gak jauh dari kantor BRI nya.
kalo seperti itu berarti teman2 RF yg berada di sekitar lokasi harus segera bertindak untuk membuatkan rekening BRI.

Just info , untuk di milist KA sudah ada beberapa orang yg ikut berpartisipasi , dapet hibahan beberapa Ringgit Malaysia juga , ya yg penting bukan jumlah nya atau nilai mata uang nya, tapi keiklasan kita membantu sesama.

Reply
#43
(08-10-2010, 08:58 AM)heroex Wrote:
(08-10-2010, 08:50 AM)kempor Wrote:
Quote:Dear temen cuma usul, bukan saya tidak percaya, bagaimana kalau accountnya langsung atas nama yg bersangkutan, jadi di acount itu langsung atas nama Bp Slamet nya dan saya yakin pada saat temen2 nyumbang melihat nama rek sudah bp slamet akan lebih terharu, dan sapa tahu tadinya mau nyumbang 100ribu, malah jadi 200rb.(aspek psikologos saja) dia kan jualan dekat BRI kutoarjo, bukakan saja rek di BRI kutuarjo. mungkin temen2 daerah sana bisa membantu membukakan rek nya(saling bantu dan kerja sosial)....dan buku serta ATM(kalau ada) kita serahkan pas sudah terkumpul semua atau pada saat gathering. ini cuma usul ya, maap kalau tidak berkenan.




Top Banget
Saya setuju sekali dengan usulan ini. Mohon bagi rekan2 RF yang deket Kutoarjo bisa menindaklanjuti. Nanti kalo sudah ada no.rek-nya, semua member Semboyan 35 bisa di-pm semua.
Untuk acara gathering benar mo dilaksanakan tgl 7 Nov?


usul juga bagus om.....tapi barangkali rekan koordinator punya ide lain....semoga secepatnya ada kabar dari rekan koordinator kegiatan

untuk waktu acara masih sekedar usulan ko om,belum benar2 fix......tergantung dari kesepakatan rekan2 RF semua

Saya kemarin malam di SMS oleh Zudi tentang ide ini. Bersyukurlah sudah "didahului" oleh Heru. Saya sebenarnya mau mengusulkan Rf setempat (Purworejo), tapi ok lah.. show must go on..

[Image: 4860986383_7d35fd903e_b.jpg]
Reply
#44
(08-10-2010, 09:36 AM)g10d Wrote:
(08-10-2010, 08:50 AM)kempor Wrote:
Quote:Dear temen cuma usul, bukan saya tidak percaya, bagaimana kalau accountnya langsung atas nama yg bersangkutan, jadi di acount itu langsung atas nama Bp Slamet nya dan saya yakin pada saat temen2 nyumbang melihat nama rek sudah bp slamet akan lebih terharu, dan sapa tahu tadinya mau nyumbang 100ribu, malah jadi 200rb.(aspek psikologos saja) dia kan jualan dekat BRI kutoarjo, bukakan saja rek di BRI kutuarjo. mungkin temen2 daerah sana bisa membantu membukakan rek nya(saling bantu dan kerja sosial)....dan buku serta ATM(kalau ada) kita serahkan pas sudah terkumpul semua atau pada saat gathering. ini cuma usul ya, maap kalau tidak berkenan.

Top Banget
Saya setuju sekali dengan usulan ini. Mohon bagi rekan2 RF yang deket Kutoarjo bisa menindaklanjuti. Nanti kalo sudah ada no.rek-nya, semua member Semboyan 35 bisa di-pm semua.
Untuk acara gathering benar mo dilaksanakan tgl 7 Nov?

Saya juga setuju dengan usulan diatas, tapi sebaiknya dikumpulin dulu di salah satu rekening rekan RF, untuk selanjutnya kalo udah waktunya mo diserahkan ke Mbah Slamet baru di transfer ke buku tabungan atas nama Mbah Slamet. Bagaimana apa sebaiknya demikian?

Saya setuju dengan usul Pak Gio,

btw gimana kalo gatheringnya diadain sekaligus memperingati 23 tahun tragedi bintaro, tp berhubung 19 Oktober hari selasa, saya usul tanggal 24 Oktober.
Reply
#45
(08-10-2010, 10:00 AM)mrawan Wrote: Just info , untuk di milist KA sudah ada beberapa orang yg ikut berpartisipasi , dapet hibahan beberapa Ringgit Malaysia juga , ya yg penting bukan jumlah nya atau nilai mata uang nya, tapi keiklasan kita membantu sesama.

Betul sekali om Zudi,
Kebetulan kakek saya seusia mbah Slamet, saya tidak bisa membayangkan kalau kejadian serupa menimpa kakek saya. Kemudian dihari tuanya beliau masih harus banting tulang menghidupi anaknya yang masih kecil.
Reply
#46
Quote:Monggo saja, usulan dibukakan rekening BRI atas nama diri pak Slamet juga sangat bagus itu , apalagi beliau mencari nafkah gak jauh dari kantor BRI nya.
kalo seperti itu berarti teman2 RF yg berada di sekitar lokasi harus segera bertindak untuk membuatkan rekening BRI.
Usul yang bagus sekali mengingat saya juga punya rek di BRI, jadi bisa transfer ATM.
Cuma mungkin ada sedikit kendala teknis mengingat usia beliau yang sudah 71 tahun apakah masih memenuhi syarat untuk membuka rekening?

Monggo bagi yang berdomisili di Kutoarjo/Purworejo/Yogya dan sekitarnya, mohon bantuannya untuk bisa mengajukan diri sebagai koordinator di forum ini...

Saya posisi di Solo, tepatnya Pws..
merindukan Argo Shinkansen

Kapan ya...
Reply
#47
ayo rekan2 YK tolong di bantu kegiatan ini.....sudah 3 halaman thread ini.....tapi masih belum fix tentang account....apakah rekan2 berkenan buat sementara menggunakan rekening saya saja untuk forum di sini,nanti saya buatkan list daftar penyumbang biar transparan,seandainya ntar sudah ada rekan2 dari yogya/jateng atau rekan2 koordinator sudah ada account yang fix tinggal saya lakukan pemindahan saldo rekening.....gmn menurut rekan2 smua??

[Image: p1070453.jpg]

Bismania Feat Railfans
Reply
#48
Cerita dari forum tetangga tentang cerita masa lalu & kehidupan sehari harinya sekarang ini

[spoiler]
Kamis, 07 Oktober 2010
Nasib Masinis Dalam Tragedi Bintaro Kini Jadi Penjual Rokok


Share

Slamet SuradioSlamet Suradio, 71, masinis yang terlibat dalam tabrakan maut KA di Bintaro pada 1987, seperti hilang ditelan bumi. Namanya baru diungkit lagi menyusul terjadinya kecelakaan KA di Stasiun Petarukan, Pemalang.

MENCARI Slamet Suradio di Purworejo memang tidak mudah, nama masinis yang pernah menggemparkan Indonesia itu tidak terdata di PT KA (Kereta Api) Kutoarjo.

Petugas di Stasiun Besar Kutoarjo malah terkejut saat diberita tahu bahwa masinis KA 225 (Rangkasbitung-Jakarta) yang terlibat tabrakan dengan KA 220 (Tanah Abang-Merak) dan menewaskan 156 orang itu tinggal di Purworejo.

Alamat Slamet akhirnya ditemukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Purworejo. Slamet Suradio tercatat sebagai warga RT 01, RW 02, Dusun Krajan Kidul, Desa Gintungan, Kecamatan Gebang, Purworejo.

Laki-laki yang oleh warga sekitar lebih akrab disapa Slamet Bintaro itu sedang tidak ada. Rumahnya sepi. Tetangganya memberi tahu bahwa Slamet sedang berjualan rokok keliling di perempatan besar dekat BRI Cabang Kutoarjo.

Slamet yang mengenakan baju biru lusuh dan topi biru berjalan di trotoar dengan tertatih-tatih. Di pundaknya tergantung tas berisi beberapa bungkus rokok yang dijual keliling. Dia kaget ketika disapa dengan nama "Slamet Bintaro".

Antusias Slamet menceritakan tragedi kecelakaan kereta yang terjadi pada Senin Pon, 19 Oktober 1987, pukul 07.30 tersebut. Tabrakan frontal dua KA itu dianggap sebagai kecelakaan terburuk dalam sejarah perkeretaapian Indonesia. Selain menewaskan 156 orang, tabrakan tersebut melukai sekitar 300 penumpang lainnya.

Dalam kasus itu, Slamet akhirnya dihukum lima tahun penjara. Begitu bebas dari Lapas Cipinang pada 1993, Slamet masih boleh ngantor, meski hanya disuruh apel pagi. Namun, pada 1994, dia diberhentikan dengan tidak hormat. Secara otomatis dia tidak mendapatkan uang pensiun. Padahal, Slamet mulai mengabdi di PJKA (kini PT KA, Red) sejak 1964 dan mulai 1971 menjadi masinis.

"Pengabdian saya selama puluhan tahun seperti tidak berarti," ujar suami Tuginem, 45, itu dengan nada kelu. Tuginem merupakan istri kedua Slamet. Istri pertamanya, Kasmi, kawin lagi dengan masinis kawan Slamet ketika laki-laki berkulit hitam legam itu menjalani hukuman di Lapas Cipinang.

Slamet kemudian membongkar isi tas cangklongnya. Selain rokok, ternyata Slamet ke mana-mana membawa "surat-surat penting" yang menjadi saksi bisu pengabdian dirinya sebagai masinis. Di antaranya, surat tanda pengenal masinis dan surat pemberhentian dirinya oleh Kementerian Perhubungan.

Dia tampak terluka. Selain merasa menjadi kambing hitam dalam tragedi Bintaro, dia mendapatkan tekanan dari mana-mana. Dia menjalani pemeriksaan yang melelahkan dan membuatnya stres.

Dia juga tiga kali pindah rumah sakit saat menjalani pengobatan luka-luka akibat kecelakaan itu. Pertama, dia dirawat di RS Pelni Jakarta. Namun, lantaran mendapat teror dari massa "korban Bintaro", Slamet kemudian diamankan dan dipindahkan ke RS Cipto Mangunkusumo, sebelum dipindah lagi ke RS Kramat Jati.

Di ICU RS Kramat Jati, Slamet dirawat tiga bulan. Selama menjalani perawatan itu, dia masih sering dimintai keterangan oleh aparat kepolisian. "Bahkan, saya pernah diinterograsi dengan todongan pistol agar mengakui apa yang tidak saya lakukan. Namun, saya tetap kukuh karena saya menjalankan kereta setelah mendapat sinyal aman ketika masuk Bintaro. Saya sempat bilang, tembak saja Pak. Saya rela mati karena saya merasa tidak melakukan kesalahan," paparnya mengenang.

Meski demikian, Slamet Bintaro tetap menjadi terdakwa. Jaksa penuntut umum di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan saat itu menuntut Slamet dengan hukuman 14 tahun penjara. Namun, hakim menjatuhi hukuman 5 tahun penjara.

Setelah bebas dari Lapas Cipinang, Slamet Bintaro pulang ke kampung halaman, menemani istrinya yang bekerja sebagai buruh dan perajin emping. Slamet memilih berprofesi menjadi pengasong rokok keliling untuk mengisi hari-harinya.

Di perempatan BRI Kutoarjo yang letaknya tidak jauh dari Stasiun Kutoarjo, saban hari dia dia menghabiskan waktu bersama para tukang becak dan tukang ojek yang mangkal di situ.

"Yang penting, pekerjaan saya halal. Saya tidak mencuri dan korupsi," tutur Slamet yang sehari rata-rata hanya mendapatkan penghasilan sekitar Rp 5.000.

sumber http://wahw33d.blogspot.com/2010/10/nasi...z11jhB37eU
[/spoiler]


hayo, kita rame rame membantu secara sukarela kepada orang yang telah mengabdikan diri yang sekarang telah dilupakan
Ku mau terbang dan tenggelam, menjalani semua ini .....
"Terbang Tenggelam" ~ song by NETRAL
Reply
#49
masalah pembuatan rekening ke pak slamet bisa kita buatkan dengan mudah ..kita tinggal antar pak slamet ke bank BRI karena buka rekening harus yang bersangkutan dgn KTP pak slamet bukan kita yang mewakilkan

kalo pun kita transfer sumbanganya ke rekening pak slamet langsung sblm acara intinya kurang afdol juga


mekanisme nya begini:
acara gathering nya kurang khidmat tidak ada penyerahan simbolis sumbangann dari para RF jika uangnya tidak ada secara nyata

jika uang sudah terkumpul kita serahkan ke pak slamet secara simbolis nah nantinya dari uang itu kita arahkan mengantar ke pak slamet untuk membuka tabungan di bank

INGAT: Pak slamet memikirkan biaya sekolah anak2 nya ini yang perlu kita ketahui para RF



monggo urun rembug saya bisa jadi masukan dalam rangka terwujudnya acara ini..

kalau pun pake rekening saya tidak masalah saya akuntable transparan saja tentunya ada dampingan dari RF lain dalam rangka mengumplukan sumbangan ini.








oke dari pada nanti berlarut-larut saya saya mengundang RF yang mau gabung membicarakan kegiatan ini bisa PM saya atau SMS di 0856 2987137

RF JAWA TENGAH MOHON BANTUANYA SEGERA...

HANYA KERETA API YANG MEMBUATKU HAPPY



[Image: 2117305260.jpg]






Reply
#50
(08-10-2010, 10:25 AM)kempor Wrote:
Quote:Monggo saja, usulan dibukakan rekening BRI atas nama diri pak Slamet juga sangat bagus itu , apalagi beliau mencari nafkah gak jauh dari kantor BRI nya.
kalo seperti itu berarti teman2 RF yg berada di sekitar lokasi harus segera bertindak untuk membuatkan rekening BRI.
Usul yang bagus sekali mengingat saya juga punya rek di BRI, jadi bisa transfer ATM.
Cuma mungkin ada sedikit kendala teknis mengingat usia beliau yang sudah 71 tahun apakah masih memenuhi syarat untuk membuka rekening?

Monggo bagi yang berdomisili di Kutoarjo/Purworejo/Yogya dan sekitarnya, mohon bantuannya untuk bisa mengajukan diri sebagai koordinator di forum ini...

Saya posisi di Solo, tepatnya Pws..

Mengomentari yang di bold. Jika ada kendala, bagaimana bila atas nama anaknya atau Istrinya?


[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)