09-12-2008, 08:14 PM
Ada gak yang pernah menyangka seperti saya sewaktu mau dioperasikannya KRL Ekonomi AC khususnya Jakarta - Bogor pp? Saya sempat bingung dan pusing memikirkan apakah gerangan KRL Ekonomi AC akan singgah juga di stasiun Gambir yang notabene untuk perjalanan KRL Ekspres dan AC? Sudah bukan pemandangan asing lagi kalau KRL Ekonomi tidak berhenti di stasiun Gambir. Namun, KRL Ekonomi AC khan statusnya tetap KRL Ekonomi. Hanya saja berpendingin udara AC sentral. Karena berpendingin AC itulah saya sempet berpikir kalau meski statusnya tetep Klas Ekonomi tapi tetap berhenti di Gambir. Dengan pertimbangan para penumpangnya hampir semuanya klas menengah dan menengah ke atas yang selama ini hampir mayoritas menyanggupi diri mereka untuk berkomuter dengan KRL tentunya Klas AC. Cukup turun di stasiun Gambir, Gonbdangdia dan Juanda untuk lintas selatan Jakarta mereka bisa ngelanjutin dg ojek (dulu khan blom ada busway) dan bus2 lainnya.
Eh... ternyata saya salah duga... Gak taunya memang tetap biar gimana pun juga statusnya tetap Klas Ekonomi yang notabene berhenti di tiap stasiun. Saya sempat alergi melihat para penumpang yang naik ke atap KRL Ekonomi. Belum lagi khan saat itu belum dicanangkan operasi ketertiban menggunakan KRL. Mereka yang naik di atap disemprot cairan cuka, cat minyak, dsb sampai bener2 jera.
Eh... ternyata saya salah duga... Gak taunya memang tetap biar gimana pun juga statusnya tetap Klas Ekonomi yang notabene berhenti di tiap stasiun. Saya sempat alergi melihat para penumpang yang naik ke atap KRL Ekonomi. Belum lagi khan saat itu belum dicanangkan operasi ketertiban menggunakan KRL. Mereka yang naik di atap disemprot cairan cuka, cat minyak, dsb sampai bener2 jera.



![[Image: new2copy.jpg]](https://img254.imageshack.us/img254/7018/new2copy.jpg)
![[Image: ooters.jpg]](http://i872.photobucket.com/albums/ab285/ardianpuput/ooters.jpg)


![[Image: train_gif2.gif]](http://indonesianheritagerailway.com/templates/heritage_railway/images/train_gif2.gif)
