Posts: 3,300
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
38
(24-07-2010, 04:21 PM)C20EMP Wrote: akhirnya ada juga trid yang bahas jalur mati yang wafat sangat muda ini
aku orang asli TA,memang betul jembatan tsb jalur KA ke trenggalek sampai tugu
jalur tsb masih dipake sampai taun 1930
2 tahun kemudian ditutup karena ada krisis Malaise yang melanda dunia
tapi sampai tahun 50,bekas2 jalur tsb masih ada (pengakuan grandpa RF TA)
jalur tsb melewati campurdarat lalu serong ke barat laut sampai TLK (Trenggalek) dan terus sampai tugu
sangat sulit menemukan bekas jalur tsb,memang sih berada di samping jalan raya Tulungagung-Popoh,tapi bekasnya tak bersisa sama sekali
shg sulit dilacak,saksi hidup jalur tsb juga sudah banyak yang wafat,shg semakin sulit untuk mengetahui lebih lanjut jalur ini
soal lori,di stasiun TA dulu juga ada penimbunan gula dari PG Modjopanggung
jalurnya lewat utara lalu berbelok ke barat di PJL 250 (plandaan)
jadi dahulu sepanjang +/- 500M jalur KA n lori bersandingan
itulah yang ku tahu
catatan: pegawai stasiun TA ada yang TIDAK TAHU kalau ada rel ke TLK
@mas Candra : masih ada picnya yang di jalur ini.??
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER
GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Posts: 359
Threads: 0
Joined: May 2008
Reputation:
4
minggu lalu backridingan pake rapih dhoho, dapat sisa percabangan ini, maaf pake kamera hape, jadi agak blur..
[SPOILER]
![[Image: 91i9gz.jpg]](http://i26.tinypic.com/91i9gz.jpg) [/SPOILER]
Yang jalan setapak yang sebelah kanan itu lanjut ke jembatan yang persis di postingan pertama trit ini...
Posts: 373
Threads: 0
Joined: Nov 2009
Reputation:
11
(24-07-2010, 06:12 PM)eko winarno Wrote: @mas Candra : masih ada picnya yang di jalur ini.??
monggo fotone
![[Image: b46xz5.jpg]](http://i31.tinypic.com/b46xz5.jpg)
sebetulnya itu jembatan KA,tapi udah di re-gauge ama jasa tirta buat relnya pintu bendungan
Lokasi di selatan UNITA
![[Image: 2cjyic.jpg]](http://i28.tinypic.com/2cjyic.jpg)
bekas jembatan KA ke TLK
![[Image: 6r6b75.jpg]](http://i26.tinypic.com/6r6b75.jpg)
Disamping rumah orang
![[Image: 2l0thc.jpg]](http://i25.tinypic.com/2l0thc.jpg)
sama kayak atas,tapi beda sudut pengambilan
Posts: 593
Threads: 0
Joined: Apr 2009
Reputation:
6
wah manteb.... masih terus lanjut nih......
sukses dah yang mau mblusukan ke daerah itu.....
Posts: 83
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
2
(17-05-2009, 03:24 PM)masboleng Wrote: (17-05-2009, 12:49 AM)dytto_argo Wrote: Wah, baru denger ada jalur ka ke Trenggalek, rutenya dari Trenggalek kemana tuh?
masih belum jelas bro...
masih dalam penyelidikan lebih lanjut
Sebenarnya jalur ini dari Tulungagung tidak hanya sampai Trenggalek, tetapi ujungnya di Tugu. Jalannya tidak langsung dari Tulungaggung ke Trenggalek tetapi berbentuk huruf U. Mungkin NL dahulu berencana menyambung hingga Slahung lalu ke Baturetno untuk mendukung selatan Jawa yang banyak perkebunan.
Posts: 823
Threads: 0
Joined: Jun 2009
Reputation:
18
(12-08-2010, 03:54 PM)spoorweg maatschappij Wrote: Sebenarnya jalur ini dari Tulungagung tidak hanya sampai Trenggalek, tetapi ujungnya di Tugu. Jalannya tidak langsung dari Tulungaggung ke Trenggalek tetapi berbentuk huruf U. Mungkin NL dahulu berencana menyambung hingga Slahung lalu ke Baturetno untuk mendukung selatan Jawa yang banyak perkebunan.
Di thread serupa, pernah saya ungkapkan bahwa memang Belanda tak pernah membuat jalur buntu -kecuali mentok laut-. Rencananya jalur-jalur Tugu-Slahung, Wonosobo-Parakan, Tanjungsari-Sumedang, Paiton-Panarukan tersambung semua. Sayangnya biaya yang cukup besar menghambatnya. Selain itu kendala alam dan supranaturalnya juga cukup besar. Konon di lereng Wilis itu masih ada terowongan yang sedianya dijadikan jalan tembus rel kereta api ke dari Tugu ke Slahung itu.
Penuturan orang sepuh di Trenggalek
Posts: 83
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
2
(12-08-2010, 09:09 PM)Penjelajah Wrote: (12-08-2010, 03:54 PM)spoorweg maatschappij Wrote: Sebenarnya jalur ini dari Tulungagung tidak hanya sampai Trenggalek, tetapi ujungnya di Tugu. Jalannya tidak langsung dari Tulungaggung ke Trenggalek tetapi berbentuk huruf U. Mungkin NL dahulu berencana menyambung hingga Slahung lalu ke Baturetno untuk mendukung selatan Jawa yang banyak perkebunan.
Di thread serupa, pernah saya ungkapkan bahwa memang Belanda tak pernah membuat jalur buntu -kecuali mentok laut-. Rencananya jalur-jalur Tugu-Slahung, Wonosobo-Parakan, Tanjungsari-Sumedang, Paiton-Panarukan tersambung semua. Sayangnya biaya yang cukup besar menghambatnya. Selain itu kendala alam dan supranaturalnya juga cukup besar. Konon di lereng Wilis itu masih ada terowongan yang sedianya dijadikan jalan tembus rel kereta api ke dari Tugu ke Slahung itu.
Penuturan orang sepuh di Trenggalek
Selain faktor biaya faktor supranatural sebaiknya jangan dimasukkan. Lebih tepatnya faktor teknologi yang belum sampai. Faktor lain lagi yang saya dapat dari seorang rekan orang Belanda adalah faktor persaingan dua maskapai yang berbeda. Contohnya Wonosobo - Parakan yang satunya SDS, yang satunya SS. Jika keduanya SS pasti sudah disambung dengan bela-belain biaya yang mahal karena harus menembus terowongan atau rel bergerigi.
Posts: 1,813
Threads: 0
Joined: Mar 2010
Reputation:
23
(12-08-2010, 09:17 PM)spoorweg maatschappij Wrote: (12-08-2010, 09:09 PM)Penjelajah Wrote: (12-08-2010, 03:54 PM)spoorweg maatschappij Wrote: Sebenarnya jalur ini dari Tulungagung tidak hanya sampai Trenggalek, tetapi ujungnya di Tugu. Jalannya tidak langsung dari Tulungaggung ke Trenggalek tetapi berbentuk huruf U. Mungkin NL dahulu berencana menyambung hingga Slahung lalu ke Baturetno untuk mendukung selatan Jawa yang banyak perkebunan.
Di thread serupa, pernah saya ungkapkan bahwa memang Belanda tak pernah membuat jalur buntu -kecuali mentok laut-. Rencananya jalur-jalur Tugu-Slahung, Wonosobo-Parakan, Tanjungsari-Sumedang, Paiton-Panarukan tersambung semua. Sayangnya biaya yang cukup besar menghambatnya. Selain itu kendala alam dan supranaturalnya juga cukup besar. Konon di lereng Wilis itu masih ada terowongan yang sedianya dijadikan jalan tembus rel kereta api ke dari Tugu ke Slahung itu.
Penuturan orang sepuh di Trenggalek
Selain faktor biaya faktor supranatural sebaiknya jangan dimasukkan. Lebih tepatnya faktor teknologi yang belum sampai. Faktor lain lagi yang saya dapat dari seorang rekan orang Belanda adalah faktor persaingan dua maskapai yang berbeda. Contohnya Wonosobo - Parakan yang satunya SDS, yang satunya SS. Jika keduanya SS pasti sudah disambung dengan bela-belain biaya yang mahal karena harus menembus terowongan atau rel bergerigi.
Maap mas, bukannya yg menguasai jalur Parakan itu NIS ya? SS tdk pernah membangun jalur dari Secang smp ke Parakan. Kalau di Wonosobo jls yg membangun adl SDS
Posts: 593
Threads: 0
Joined: Apr 2009
Reputation:
6
itu juga pasti dulunya ada rencana sumoroto tembus wonogiri pastinya diliat dari peta diatas...
Posts: 83
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
2
Maap mas, bukannya yg menguasai jalur Parakan itu NIS ya? SS tdk pernah membangun jalur dari Secang smp ke Parakan. Kalau di Wonosobo jls yg membangun adl SDS
[/quote]
Sepertinya memang SS mas karena yang ke arah Secang dan Parakan dari Tugu 1067 mm yang terletak di utara. Kalau NIS itu yang ke Palbapang dari tugu 1435 mm. SS dan NIS ini bertemu lagi di St Ambarawa.
|