Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Gambir Non KRL Ekonomi AC
#1
Ada gak yang pernah menyangka seperti saya sewaktu mau dioperasikannya KRL Ekonomi AC khususnya Jakarta - Bogor pp? Saya sempat bingung dan pusing memikirkan apakah gerangan KRL Ekonomi AC akan singgah juga di stasiun Gambir yang notabene untuk perjalanan KRL Ekspres dan AC? Sudah bukan pemandangan asing lagi kalau KRL Ekonomi tidak berhenti di stasiun Gambir. Namun, KRL Ekonomi AC khan statusnya tetap KRL Ekonomi. Hanya saja berpendingin udara AC sentral. Karena berpendingin AC itulah saya sempet berpikir kalau meski statusnya tetep Klas Ekonomi tapi tetap berhenti di Gambir. Dengan pertimbangan para penumpangnya hampir semuanya klas menengah dan menengah ke atas yang selama ini hampir mayoritas menyanggupi diri mereka untuk berkomuter dengan KRL tentunya Klas AC. Cukup turun di stasiun Gambir, Gonbdangdia dan Juanda untuk lintas selatan Jakarta mereka bisa ngelanjutin dg ojek (dulu khan blom ada busway) dan bus2 lainnya.

Eh... ternyata saya salah duga... Gak taunya memang tetap biar gimana pun juga statusnya tetap Klas Ekonomi yang notabene berhenti di tiap stasiun. Saya sempat alergi melihat para penumpang yang naik ke atap KRL Ekonomi. Belum lagi khan saat itu belum dicanangkan operasi ketertiban menggunakan KRL. Mereka yang naik di atap disemprot cairan cuka, cat minyak, dsb sampai bener2 jera.

Reply
#2
bulan april kemaren saya juga baru tau ada KRL ekonomi AC,
walaupun AC-nya meragukan,
soalnya masih pake kipas angin!!! Ngikik
jerit peluit iringi putaran cakram membelai batang baja
. . . . .



[Image: new2copy.jpg]
Reply
#3
nino Wrote:bulan april kemaren saya juga baru tau ada KRL ekonomi AC,
walaupun AC-nya meragukan,
soalnya masih pake kipas angin!!! Ngikik


kipas angin itu gunanya kalo penumpang penuh alias full, ACnya masih tetp terasa dingin....

kalo semua peumpang kabagian tepat duduk atau dengan kata lain gak ada yang berdiri, ACnya dingin banget, kecuali KRl seri 6000....

yang gak ada Kipasnya itu seri 6000 loh!!!!! Curiga Baget

and seri 6000 itu KRl paling panas....!!! Red Bull

cobain dah seri lainnya, dijamin maknyus dingin...


@dana kom....

emang ada yang pernah naik ke atap KrL ekonomi AC???
Reply
#4
Dana Komuter Wrote:Ada gak yang pernah menyangka seperti saya sewaktu mau dioperasikannya KRL Ekonomi AC khususnya Jakarta - Bogor pp? Saya sempat bingung dan pusing memikirkan apakah gerangan KRL Ekonomi AC akan singgah juga di stasiun Gambir yang notabene untuk perjalanan KRL Ekspres dan AC? Sudah bukan pemandangan asing lagi kalau KRL Ekonomi tidak berhenti di stasiun Gambir. Namun, KRL Ekonomi AC khan statusnya tetap KRL Ekonomi. Hanya saja berpendingin udara AC sentral. Karena berpendingin AC itulah saya sempet berpikir kalau meski statusnya tetep Klas Ekonomi tapi tetap berhenti di Gambir. Dengan pertimbangan para penumpangnya hampir semuanya klas menengah dan menengah ke atas yang selama ini hampir mayoritas menyanggupi diri mereka untuk berkomuter dengan KRL tentunya Klas AC. Cukup turun di stasiun Gambir, Gonbdangdia dan Juanda untuk lintas selatan Jakarta mereka bisa ngelanjutin dg ojek (dulu khan blom ada busway) dan bus2 lainnya.

Eh... ternyata saya salah duga... Gak taunya memang tetap biar gimana pun juga statusnya tetap Klas Ekonomi yang notabene berhenti di tiap stasiun. Saya sempat alergi melihat para penumpang yang naik ke atap KRL Ekonomi. Belum lagi khan saat itu belum dicanangkan operasi ketertiban menggunakan KRL. Mereka yang naik di atap disemprot cairan cuka, cat minyak, dsb sampai bener2 jera.

gak semua ekonomi ac gak berhenti di Gambir ko mas.. KRL eko AC malam terakhir berhenti juga di Gambir..
ketika dunia aviasi dan kereta api menyatu di tubuhku Playboy
Reply
#5
adlian_1090 Wrote:
Dana Komuter Wrote:Ada gak yang pernah menyangka seperti saya sewaktu mau dioperasikannya KRL Ekonomi AC khususnya Jakarta - Bogor pp? Saya sempat bingung dan pusing memikirkan apakah gerangan KRL Ekonomi AC akan singgah juga di stasiun Gambir yang notabene untuk perjalanan KRL Ekspres dan AC? Sudah bukan pemandangan asing lagi kalau KRL Ekonomi tidak berhenti di stasiun Gambir. Namun, KRL Ekonomi AC khan statusnya tetap KRL Ekonomi. Hanya saja berpendingin udara AC sentral. Karena berpendingin AC itulah saya sempet berpikir kalau meski statusnya tetep Klas Ekonomi tapi tetap berhenti di Gambir. Dengan pertimbangan para penumpangnya hampir semuanya klas menengah dan menengah ke atas yang selama ini hampir mayoritas menyanggupi diri mereka untuk berkomuter dengan KRL tentunya Klas AC. Cukup turun di stasiun Gambir, Gonbdangdia dan Juanda untuk lintas selatan Jakarta mereka bisa ngelanjutin dg ojek (dulu khan blom ada busway) dan bus2 lainnya.

Eh... ternyata saya salah duga... Gak taunya memang tetap biar gimana pun juga statusnya tetap Klas Ekonomi yang notabene berhenti di tiap stasiun. Saya sempat alergi melihat para penumpang yang naik ke atap KRL Ekonomi. Belum lagi khan saat itu belum dicanangkan operasi ketertiban menggunakan KRL. Mereka yang naik di atap disemprot cairan cuka, cat minyak, dsb sampai bener2 jera.

gak semua ekonomi ac gak berhenti di Gambir ko mas.. KRL eko AC malam terakhir berhenti juga di Gambir..

wah kuncen DIPO DP keluar neh.... Nyengir
Reply
#6
Tga 21 juli pas saya di jkt saya naik ekonomi AC Bogor yg jm 11an..ternyata g berhenti di GMR..GMR mank "haram" untuk kereta ekonomi apapun jenisnya.
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply
#7
(12-08-2009, 09:26 PM)Adolph Wrote: Tga 21 juli pas saya di jkt saya naik ekonomi AC Bogor yg jm 11an..ternyata g berhenti di GMR..GMR mank "haram" untuk kereta ekonomi apapun jenisnya.

KRL eko AC berenti di gambir cuma untuk KRL Eko AC malem yang tiba di gambir diatas jam 9 malem.... Tersenyuum
Reply
#8
Tapi seharusnya yang ekonomi AC tetap harus berhenti di Gambir.

Saya tahu asalnya peraturan KA ekonomi tidak berhenti di Gambir adalah untuk mencegah agar Gambir tidak menjadi kumuh. Tahu sajalah, KRL ekonomi non-AC kan lebih mirip tong sampah berjalan daripada kereta api komuter.

Tetapi KRL ekonomi AC adalah pengecualian. Pangsa pasarnya adalah mirip KRL ekspress, yaitu penumpang kelas menengah yang ingin kenyamanan KA ber-AC.

Bahkan lebih lagi, mereka juga mengangkut penumpang kelas atas yang ingin benar-benar bisa mengandalkan jasa angkutan KA.
Jadi kalau tempat pemberhentiannya tidak fleksibel, berarti KA ini gagal mengurangi kemacetan jalan raya, malah menjadi bagian masalah transportasi Jakarta.

Dan tak semua orang dari luar kota tahu, kalau mau pindah kereta bisa dilakukan di Juanda atau Gondangdia.
Reply
#9
ho'oh, gambir udeh lama banged steril dari KRL EKO sampe tuh KRL EKO di ACin tetep aje "haram" berhenti di gambir. Gimane yeh kalo gambir di perpanjang aje Stasiunnye ampe ke arah mesjid istiqal (diatas jalan yg mau ke arah medan merdeka utara/istana) atau bikin 2 jalur baru di sisi barat gambir khusus KRL tapi tetep di pisahkan dengan penumpang jarak jauh dan komuter
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#10
wah susah itu kalo mau nambah stasiun..flyovernya mesti dibongkar dulu dong?
~Because Your Smilling Is Our Happiness~
My Railway Photos
My Video Collection

YAHOO!

petr_cech_indo
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)