Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Jalan tol mengancam potensi kereta api ?
(30-06-2010, 05:04 PM)ahmad imam Wrote: komentar dari mas .mgdpw di blog tsb:
Eh para railfans! Anda jangan terlalu mengata-ngatai mobil ataupun motor, karena berkat kendaraan itu anda bisa ke stasiun. Kalo enggak loe mu jalan kaki ato naek sepeda? Mau loe tarok mana tuh sepeda kalo lu naik sepeda? Bisa jawab gak loe? Lu railfans jangan membela kereta sampai rela harga diri dan nyawa lu hilang. Karena sifat berpikir seperti itu bisa menghancurkan transportasi di indonesia!!!!!!!!

<Quote>
Ini sungguh menyinggung kita para railfans, jika dilihat oleh railfans seluruh dunia, wah pasti ntu orang diperangin deh
Dziiigg Batu Bata

hehe..dia itu pikirannya terlalu "domestik"..Ngeledek

klo di kota2 bsar dunia kayak tokyo, transportasi utama adalah subway, sedangkan kendaraan roda ban hanya pendukung..warga jarang menggunakan kendaraan pribadinya kecuali untuk urusank husus saja, sedangkan untuk sehari-hari dan rutinitsnya mereka menggunakan subway..jadinya klo di luar negeri mungkin pertanyaannya bukan gmana klo gk ada sepeda atau mobil, tapi bagaimana klo seandainya gk ada sepur, mau naik apa ke kantor, sekolah, pasar , mal, dll

di Indonesia memang infrastruktur KA jauh terbelakang dibandingkan luar negeri, karena itu gk bsa diandalkan sbagai alat transportasi utama..tapi fakta menunjukkan, dngan terbelakangnya perkeretaapian kita, secara overall sistem transportasi indonesia juga ikutan jauh terbelakang dibandingkan luar negeri bukan. karena perkeretaapian gk bsa efektif, akibatnya beban jalan jadi besar, karenanya jalanan padat, polusi sngat parah, bnyak jalan yg rusak berat dan angka kecelakaan lalu lintas pun sangat tinggi. .sedangkan di negara yg transportasinya maju mayoritas perkeretaapiannya pun maju..jadi gk bisa kita menghakimi kereta api secara keseluruhan gk berkontribusi terhadap sistem transportasi hanya dengan mengaca pada perkeretaapian di indonesia..
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply
(02-07-2010, 11:37 AM)Adolph Wrote:
(30-06-2010, 05:04 PM)ahmad imam Wrote: komentar dari mas .mgdpw di blog tsb:
Eh para railfans! Anda jangan terlalu mengata-ngatai mobil ataupun motor, karena berkat kendaraan itu anda bisa ke stasiun. Kalo enggak loe mu jalan kaki ato naek sepeda? Mau loe tarok mana tuh sepeda kalo lu naik sepeda? Bisa jawab gak loe? Lu railfans jangan membela kereta sampai rela harga diri dan nyawa lu hilang. Karena sifat berpikir seperti itu bisa menghancurkan transportasi di indonesia!!!!!!!!

<Quote>
Ini sungguh menyinggung kita para railfans, jika dilihat oleh railfans seluruh dunia, wah pasti ntu orang diperangin deh
Dziiigg Batu Bata

hehe..dia itu pikirannya terlalu "domestik"..Ngeledek

klo di kota2 bsar dunia kayak tokyo, transportasi utama adalah subway, sedangkan kendaraan roda ban hanya pendukung..warga jarang menggunakan kendaraan pribadinya kecuali untuk urusank husus saja, sedangkan untuk sehari-hari dan rutinitsnya mereka menggunakan subway..jadinya klo di luar negeri mungkin pertanyaannya bukan gmana klo gk ada sepeda atau mobil, tapi bagaimana klo seandainya gk ada sepur, mau naik apa ke kantor, sekolah, pasar , mal, dll

di Indonesia memang infrastruktur KA jauh terbelakang dibandingkan luar negeri, karena itu gk bsa diandalkan sbagai alat transportasi utama..tapi fakta menunjukkan, dngan terbelakangnya perkeretaapian kita, secara overall sistem transportasi indonesia juga ikutan jauh terbelakang dibandingkan luar negeri bukan..sedangkan di negara yg transportasinya maju mayoritas perkeretaapiannya pun maju..jadi gk bisa kita menghakimi kereta api secara keseluruhan gk berkontribusi terhadap sistem transportasi hanya dengan mengaca pada perkeretaapian di indonesia..

Coba kalau sepur kita terseok-seok seperti di negara sebelah sono (Filipina, maaf saya tdk bermaksud mengejek Anda), bukankah kita harus mengeluarkan uang lebih kalau mau pergi ke Yogya, Bandung, Surabaya atau bahkan Jakarta? Umpamanya saja tarif ke Yogya adl 1000 rupiah tapi kalau sapra-nya saja buruk maka bis dan mobil akan menjejali jalan raya. Tarif bis bisa saja naik 5000 atau 10000 karena banyaknya penumpang dari KA yg beralih ke moda transportasi darat tsb. KA bisa dipandang sbg salah satu moda angkutan yg bisa mengurangi kepadatan jalan raya dan pemandangan yg terlihat selama perjalanan lebih mengasyikkan. Penumpang gak perlu mikir beli bengsin atau rodanya bocor di jalan karena KA adl moda angkutan yg lain daripada yg lain.

Saya hanya bisa mengatakan kpd penulis umpatan di atas: "Pergilah ke neraka dengan perkataanmu itu!"
Reply
Benar om..orang luar negri emang jarang tuh naek kendaraan pribadi, walau punya mobil, tapi kalau cuma dalam kota mereka biasanya pake subway ato kendaraan umum laenya, (mungkin kalo di negara kita orang punya mobil tu udah wah, laen sama di luar sana yg kayanya biasa aja punya mobil). Biarin aja deh, ntar kalo jalan tol panjangnya udah sepulau jawa dan lebarnya udah 1km, bbm terkuras habis, kita balik kejaman batu, aku mau bertani saja di belakang rumah, itupun kalau halaman belakang gak jadi jalan tol.. Aku juga suka aja ko sama jalan tol..coz gak selalu kan kita bisa naek KA. Untuk urusan dan sebab tertentu kita sering juga butuh moda laen lewat jalan raya ato tol, tapi sekali lagi jangan lebay bangun tolnya.. (Kalo udah urusan balik modal ato duit emang susah ya, gak mikir kedepanya ntar gimana..)Sakit
Aku ingin striping dan livery kereta dan loko matching dan nyambung, kaya jaman K3 merah biru + loko merah biru pada era perumka...Ngiler
Reply
sebenarnya, jalan tol bukanlah dimaksudkan untuk menjadi "saingan" bagi KA..karena masing2 moda memiliki keunggulan dan kekurangan tersendiri, sehingga antr moda seharusnya saling mendukung untuk menciptakan keseimbangan/equlbrium bagi suatu sistem transportasi..di luar negeri, taruhlah cina, ada jalan tol, tapi KA juga ada. Di Jepang dan eropa juga gitu, jalan raya maupun perkerataapianya bagus, yg jelas, jalan raya gk bisa digantikan oleh KA, begitu juga sebaliknya..jadi keduanya saling mengisi.
[Image: overstappen.png]
(02-07-2010, 11:53 AM)sepur_lori Wrote:
(02-07-2010, 11:37 AM)Adolph Wrote:
(30-06-2010, 05:04 PM)ahmad imam Wrote: komentar dari mas .mgdpw di blog tsb:
Eh para railfans! Anda jangan terlalu mengata-ngatai mobil ataupun motor, karena berkat kendaraan itu anda bisa ke stasiun. Kalo enggak loe mu jalan kaki ato naek sepeda? Mau loe tarok mana tuh sepeda kalo lu naik sepeda? Bisa jawab gak loe? Lu railfans jangan membela kereta sampai rela harga diri dan nyawa lu hilang. Karena sifat berpikir seperti itu bisa menghancurkan transportasi di indonesia!!!!!!!!

<Quote>
Ini sungguh menyinggung kita para railfans, jika dilihat oleh railfans seluruh dunia, wah pasti ntu orang diperangin deh
Dziiigg Batu Bata

hehe..dia itu pikirannya terlalu "domestik"..Ngeledek

klo di kota2 bsar dunia kayak tokyo, transportasi utama adalah subway, sedangkan kendaraan roda ban hanya pendukung..warga jarang menggunakan kendaraan pribadinya kecuali untuk urusank husus saja, sedangkan untuk sehari-hari dan rutinitsnya mereka menggunakan subway..jadinya klo di luar negeri mungkin pertanyaannya bukan gmana klo gk ada sepeda atau mobil, tapi bagaimana klo seandainya gk ada sepur, mau naik apa ke kantor, sekolah, pasar , mal, dll

di Indonesia memang infrastruktur KA jauh terbelakang dibandingkan luar negeri, karena itu gk bsa diandalkan sbagai alat transportasi utama..tapi fakta menunjukkan, dngan terbelakangnya perkeretaapian kita, secara overall sistem transportasi indonesia juga ikutan jauh terbelakang dibandingkan luar negeri bukan..sedangkan di negara yg transportasinya maju mayoritas perkeretaapiannya pun maju..jadi gk bisa kita menghakimi kereta api secara keseluruhan gk berkontribusi terhadap sistem transportasi hanya dengan mengaca pada perkeretaapian di indonesia..

Coba kalau sepur kita terseok-seok seperti di negara sebelah sono (Filipina, maaf saya tdk bermaksud mengejek Anda), bukankah kita harus mengeluarkan uang lebih kalau mau pergi ke Yogya, Bandung, Surabaya atau bahkan Jakarta? Umpamanya saja tarif ke Yogya adl 1000 rupiah tapi kalau sapra-nya saja buruk maka bis dan mobil akan menjejali jalan raya. Tarif bis bisa saja naik 5000 atau 10000 karena banyaknya penumpang dari KA yg beralih ke moda transportasi darat tsb. KA bisa dipandang sbg salah satu moda angkutan yg bisa mengurangi kepadatan jalan raya dan pemandangan yg terlihat selama perjalanan lebih mengasyikkan. Penumpang gak perlu mikir beli bengsin atau rodanya bocor di jalan karena KA adl moda angkutan yg lain daripada yg lain.

Saya hanya bisa mengatakan kpd penulis umpatan di atas: "Pergilah ke neraka dengan perkataanmu itu!"

setuju gan..klo KA lenyap, maka persaingan jadi gk imbang karena hnya ada moda beroda ban, sehingga roa ban akan memonopoli dan kemungkinan tarifnya pun jadi..ya tau sndiri lah
yg jelas KA gk bisa digantikan oleh roda ban, karena roda ban gk akan bisa menandingi KA terutama dlam hal daya angkut dan efisiensi bbm, apalagi cadangan bbm( SDA yg gk bsa diperbarui)smakin menipis dan cepat atau lambat, insya Allah akan habis. KA kan masih bisa dengan tenaga listrik, sedangkan yg pake bbm pun klo ditotal perbandingan pengeluaran bbm dngan jumlah daya angkut masih jauh lebih efisien ketimbang roda ban. sehingga, penggunaan roda ban secara masal untuk menggantikan kapasitas angkut KA sangatlah tidak efisien dan bijak dan menurut ane (maaf)silly/konyol. Selain akan semakin borosnya penggunaan bbm, polusinya pun bakal kian luar biasa dan pemanasan global bakal menjadi2, dan ozon pun kian tipis dan lama2 jebolBethe(ngeri).
klo sudah gitu, menurut ane KA jelas merupakan jawaban bagi garda depan transportasi masal di masa depan karena jelas lebih efisien penggunaan bbm-nya, bisa digantikan KA listrik, dan daya angkut jauh lebih besar. Harusnya KA lebih sesuai untuk pengembangan sistem transportasi masa depan, apalagi kita liat di negara maju,KA merupakan unsur utama transportasi masal. namun sayangnya,kyaknya sedikit yg menyadari hal ini dikalangan policy maker di indonesia raya ini.
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply
wah, saya nggak setuju.
masa' rel kereta api mau di ubah jadi jalan tol.

jalan tol ya jalan tol, jalur kereta api ya jalur kereta api.
ckckck
Reply
(30-06-2010, 06:41 PM)bayucool Wrote:
(30-06-2010, 05:04 PM)ahmad imam Wrote: komentar dari mas .mgdpw di blog tsb:
Eh para railfans! Anda jangan terlalu mengata-ngatai mobil ataupun motor, karena berkat kendaraan itu anda bisa ke stasiun. Kalo enggak loe mu jalan kaki ato naek sepeda? Mau loe tarok mana tuh sepeda kalo lu naik sepeda? Bisa jawab gak loe? Lu railfans jangan membela kereta sampai rela harga diri dan nyawa lu hilang. Karena sifat berpikir seperti itu bisa menghancurkan transportasi di indonesia!!!!!!!!

<Quote>
Ini sungguh menyinggung kita para railfans, jika dilihat oleh railfans seluruh dunia, wah pasti ntu orang diperangin deh
Dziiigg Batu Bata

maaf sebelumnya,perkataan diatas memang ada benarnya,soalnya mobil dan motor memang suka atau tidak suka adalah alat transportasi paling utama....hanya saja cara menyampaikannya yang kurang pas,gak usah tersinggung,anggap saja angin lalu,daripada pusing mikirin orang2 seperti itu lebih baik kan kita berpikir untuk memajukan perkereta-apian di indonesia...setuju?Pisss ahhh...

setuju mas!
majulah perkeretaapian indonesia!
Tak pelak lagi, hanya mem-postkan identitas..............hehehe
fesbuk = Ahmad Railfans Tebet
twitter = @ahmadimam1

[Image: 15wdv6o.jpg]
Reply
(08-11-2008, 09:34 AM)adhie_ka33 Wrote: alasan knp KA di anak tirikan?
1. Karena Investasi dikereta api Break Even Point Lama, Orang Indonesia maunya instans, pengen cepet untung, pengen cepet dapet duit, tanpa memikirkan dampak lingkungan n pemborosan bahan bakar.
2. melindungi industri outomotif karena banyak menyerap tenaga kerja.
3. Investasi ...jalan tol lebih menjanjikan n Menggairahkan...( Katanya sichh....)
4. Tidak ada keinginan baik dari pemerintah untuk menjadikan angkutan massal dalam hal ini kereta api menjadi Moda angkutan utama
5. dinegara2 eropa pemerintahnya menjadikan kereta api sebagai angkutan utama...

Bethe
Sekarang bagaimana caranya kita sebagai railfan mengiklankan ato setidaknya mengajak kepada masyrakat umum untuk mengenal kelebihan2 dari alat transportasi ini dan bercermin pada tranportasi negara maju (yang mengutamakan KA), agar minat masyarakat kita khususnya kalangan menengah atas untuk terbiasa dan senang naik KA ato setidaknya kendaraan umum lain dan ujung2nya minat pemerintah untuk mengutamakan KA akan semakin tinggi
Berharap Rangkas Jaya ditarik lokomotif listrik..
Reply
Haduuhh... udah deh, ga usah ngurusin ntu orang lagi... lebih baik kita lanjutkan aja diskusi soal sepur dan LANJUTKAN HUNTING! Ngakak

Soal ini lebih baik ga usah di permasalahkan lagi deh... mendingan dari pada ngurusin orang ini kita lanjutkan ke hal hal yang lebih berguna...

Sekian dari saya Xie Xie
Tak banyak cakap dan lain²... hanya promosi Facebook

(FACEBOOK SILAHKAN KLIK GAMBAR DIBAWAH BERIKUT)
Reply
(07-07-2010, 07:37 PM)Afghani Trisna Ramadhan Wrote: Haduuhh... udah deh, ga usah ngurusin ntu orang lagi... lebih baik kita lanjutkan aja diskusi soal sepur dan LANJUTKAN HUNTING! Ngakak

Soal ini lebih baik ga usah di permasalahkan lagi deh... mendingan dari pada ngurusin orang ini kita lanjutkan ke hal hal yang lebih berguna...

Sekian dari saya Xie Xie

SETUJU..Xie XieNgakak
CC20411 oh C20411Patah Hati
Reply
wahhh mahal booo kalo naymbung pasti tarifnya,
mending liwat jalan biasa dahh,
tapi gak tahan juga kalo tuh truk2 gak kuat nanjak
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)