Poll: Lebih suka suara PJL yang mana?
You do not have permission to vote in this poll.
Tulit tulit 2 nada (konvensional,kebanyakan di Jawa)
67.95%
53 67.95%
Teng teng 1 nada (seperti yg di Jakarta)
23.08%
18 23.08%
Suara rekaman wanita yang mensosialisasikan UU tentang perkereta apian
8.97%
7 8.97%
Total 78 vote(s) 100%
* You voted for this item. [Show Results]

Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Lebih suka suara PJL yang mana?
#11
Opsinya begini ya,,,,Bingung
Tulit tulit 2 nada (konvensional,kebanyakan di Jawa)
Teng teng 1 nada (seperti yg di Jakarta)
Suara rekaman wanita yang mensosialisasikan UU tentang perkereta apian
Bingung
- kalo yang pake Teng teng 1 nada (seperti yg di Jakarta) sih saya jarang banget mendengarnya....... ini biasanya banyak terdapat di PJL luar negeri
- Suara rekaman wanita yang mensosialisasikan UU tentang perkereta apian lumayan bagus juga, tapi sayang dianggap angin lalu saja tidak dihiraukan pelintas
- saya pilih yang Tulit tulit 2 nada (konvensional,kebanyakan di Jawa) aja dech.....Xie Xie
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
#12
tulit2 dan suara himbauan tertib lalu lintas, suara wanita Ngikik di solo lumayan bagus suara wanita itu bisa mengurangi pelanggaran di palang pintu. Khususnya di PJL Gilingan/Balapan.
.
Reply
#13
kalo yang 2 nada (Jawa) setau saya ada 2 versi.

Yang versi lama itu yang kira2 seperti ini :
'' tloo..leee..tloo..leee..tloo..leee "

Tapi ada juga yang beda,kayak di PJL Pemalang Timur (setelah Ring Road dari arah Pekalongan)
seperti ini kira2 :
"noooo..niiiiiit..nooooo..niiiiiit..nooooo..niiiiiit.."
693-5073-893-673
Reply
#14
FYI: nada ting-ting satu nada yang umum ditemui di Jakarta itu karena palang pintu dan sirinenya berasal dari Jepang. Sementara yang palang dua nada itu adalah buatan Belanda.
Di kemudian hari, beberapa palang Alkmaar buatan Belanda, nadanya diganti dari 2 nada, menjadi ucapan cewek...Playboy
Reply
#15
(11-07-2010, 08:47 PM)bagus70 Wrote: FYI: nada ting-ting satu nada yang umum ditemui di Jakarta itu karena palang pintu dan sirinenya berasal dari Jepang. Sementara yang palang dua nada itu adalah buatan Belanda.
Di kemudian hari, beberapa palang Alkmaar buatan Belanda, nadanya diganti dari 2 nada, menjadi ucapan cewek...Playboy

ooo yg satu nada dari Jepun, pantesan aja gak enak didenger, dasar jepun...

Reply
#16
(11-07-2010, 03:37 PM)Warteg Wrote: Opsinya begini ya,,,,Bingung
Tulit tulit 2 nada (konvensional,kebanyakan di Jawa)
Teng teng 1 nada (seperti yg di Jakarta)
Suara rekaman wanita yang mensosialisasikan UU tentang perkereta apian
Bingung
- kalo yang pake Teng teng 1 nada (seperti yg di Jakarta) sih saya jarang banget mendengarnya....... ini biasanya banyak terdapat di PJL luar negeri
- Suara rekaman wanita yang mensosialisasikan UU tentang perkereta apian lumayan bagus juga, tapi sayang dianggap angin lalu saja tidak dihiraukan pelintas
- saya pilih yang Tulit tulit 2 nada (konvensional,kebanyakan di Jawa) aja dech.....Xie Xie

kalo Teng Teng dijakarta bisa di dengar di PJL ST Pasar Senen, PJL ST. Kemayoran, PJL ST Jatinegara & PJL ST. Cipinang Ngakak

Kalo Suara Tulit Tulit sudah banyak di daerah jakarta Barat terutama yang khas banget di PJL. ST Kebayoran & PJL. ST. Palmerah

kalo suara wanita pernah dengar di jakarta, kalo tidak salah di PJL. ST. Angke (mohon dikoreksi)

tapi sih menurut saya sih lebih suka yang teng teng di PJL ST. Pasar senen. suaranya rek bisa ampe kedengaran 2 KM Ngeledek
Reply
#17
Wogh,,2 KM??yang d PJL kaga budeg tuh kupingnya??Bethe

emang bener yang 1 nada serupa jepun,coba liat d youtube..
Dan 2 nada memang ada 2,versi lama lebih merdu,versi baru cempreng..
Kalo yang rekaman wanita,awalnya didahului pake sirine 2 nada,tapi setelah palang pintu horizontal,baru dah dimulai ceramahnya,,tapi kadang jadi g berguna,lha udah dikasih peringatan apapun pengendara sama ngeyelnya maen slonong..mungkin emang harus dikasih PKD satu" tiap PJL,,ato petugas PJLnya siapin kricak,kalo ada yang nyelonong lempar aje...Ngakak

Pernah ada mobil nylonong trus macet,akhirnya yang repot PJL & warga sekitar,berpacu dgn waktu sblm kreta dateng. Alhasil setelah selamat tu sopir dibentak" orang yang nolongin.. (hebat ya orang Indonesia,,benci & marah sekalipun masih mau nolong) Top Banget
Reply
#18
aq sih suka yang Rekaman wanita...di Daop 7 sekarang mulai dipakai disemua PJL... heheheheh
Reply
#19
Lebih suka suara sirine, ato yg genta yg skarang dah ga ada
Suara lokomotif C201 yg bikin kangenLok Merah Biru
Reply
#20
tulit tulit dua nada lebih merdu... Ngeledek
INDONESIA adalah Zamrud yang berserakan di Khatulistiwa.
Untaian Zamrud Khatulistiwa akan lebih indah jika dirajut dengan REL KERETA! (BUKAN JALAN TOL!)
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)