11-07-2010, 03:37 PM
Opsinya begini ya,,,,
Tulit tulit 2 nada (konvensional,kebanyakan di Jawa)
Teng teng 1 nada (seperti yg di Jakarta)
Suara rekaman wanita yang mensosialisasikan UU tentang perkereta apian

- kalo yang pake Teng teng 1 nada (seperti yg di Jakarta) sih saya jarang banget mendengarnya....... ini biasanya banyak terdapat di PJL luar negeri
- Suara rekaman wanita yang mensosialisasikan UU tentang perkereta apian lumayan bagus juga, tapi sayang dianggap angin lalu saja tidak dihiraukan pelintas
- saya pilih yang Tulit tulit 2 nada (konvensional,kebanyakan di Jawa) aja dech.....

Tulit tulit 2 nada (konvensional,kebanyakan di Jawa)
Teng teng 1 nada (seperti yg di Jakarta)
Suara rekaman wanita yang mensosialisasikan UU tentang perkereta apian

- kalo yang pake Teng teng 1 nada (seperti yg di Jakarta) sih saya jarang banget mendengarnya....... ini biasanya banyak terdapat di PJL luar negeri
- Suara rekaman wanita yang mensosialisasikan UU tentang perkereta apian lumayan bagus juga, tapi sayang dianggap angin lalu saja tidak dihiraukan pelintas
- saya pilih yang Tulit tulit 2 nada (konvensional,kebanyakan di Jawa) aja dech.....
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !
![[Image: warteg.png]](https://img832.imageshack.us/img832/6434/warteg.png)
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Keluarga Anda Menanti di Rumah !
![[Image: warteg.png]](https://img832.imageshack.us/img832/6434/warteg.png)
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA



di solo lumayan bagus suara wanita itu bisa mengurangi pelanggaran di palang pintu. Khususnya di PJL Gilingan/Balapan.





