Posts: 10
Threads: 0
Joined: May 2010
Reputation:
0
rel itu ada beberapa tipe, diantaranya adalah sebagai berikut:
- R16
- R25
- R33
- R42
- R54
- R60
Mungkin masih adalagi tipe rel di luar yg disebutkan di atas.
Maksudnya dari nomor di belakang huruf "R" itu menyatakan satuan massa dalam kg per meter. Contohnya:
- R54, artinya massa rel itu sebesar 54 kg per meter-nya
- R60, artinya massa rel itu sebesar 60 kg per meter-nya.
Semakin besar tipe relnya, maka semakin besar pula beban yang dapat ditopang oleh rel tersebut. Hal ini akan mempengaruhi jenis kereta api yang dapat meintas di atas rel dengan tipe tertentu dan juga tonase (tonnage) dari rangkaian kereta tersebut.
Posts: 117
Threads: 0
Joined: Jun 2008
Reputation:
0
saya tertarik dengan statement ini :
[Kalo yg dibilang Pak Terry K.L. Chan (Project Engineer Civil Construction, RailCorp) dari Sydney, Australia yg jd pembicara kmren pada diskusi Sydney Metro Railways di Unika Semarang, soal taspat dan kondisi jalan rel di negeri kita masih jauh di bawah standar (Internasional) jika dibandingkan dg Australia dan negara2 maju yg lain. Ktnya sih lintas2 utama di sini (biarpun udah pake R-54, bntalan beton, penjepit pandrol/D.E. spring clip, dll) yg mengijinkan taspat hingga 100 km/jam jika di luar sana taspat standarnya cuma 40 km/jam. Brarti memang tinggi sekali standar keselamatan konstruksinya (ballas, andas, rel, penjepit, drainase, dll).
sebenernya bagaimana sih batasan - batasan yang sesuai dengan standar internasional, mohon penjelasan dari rekan2 edan sepur, arigato gosaimazu ...
bornneo68
Posts: 3,300
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
38
Regulasi keamanan taspat dan standart jalur serta equipmennya sebenarnya PT.KAI sudah mengantongi, akan tetapi pelaksanaannya berbeda karena tidak ada kontrol internasional seperti halnya penerbangan dan alhasil memakai peraturan domestik.
Untuk lintas utama dengan taspat 100 km/jam ukuran rel lebih aman memakai R.62 dan 2-3 meter kanan kiri jalur harus keras dan bebas dari rumput/gulma serta di bikin tanggul / drain nase, sehingga di waktu hujan tidak ada genangan air yang bisa melembekkan media.
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER
GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Posts: 254
Threads: 0
Joined: Jun 2010
Reputation:
6
Kalau tipe relnya lain seperti ini, apa tipe pandrol/penambatnya juga lain ?
Berharap Rangkas Jaya ditarik lokomotif listrik..
Posts: 1,185
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
22
ane bantu dweh...
Type Rel yang umum disebut di Indonesia adalah berdasarkan satuan berat per meter-nya...
Saat ini yang masih umum ditemui yaitu :
R54 : Rel dengan berat 54 Kg per meternya
R42 : Rel dengan berat 42 Kg per meternya
R33 : Rel dengan berat 33 Kg/m
R25 : Rel dengan berat 25 Kg/m
untuk lintas utama , rata-rata pake R54..
sedangkan untuk lintas cabang kadang ada yang pake R42/ R33..
sedangkan R25 untuk rel langsir namun sudah jarang, ...
maaf kalo ada yang kurang, soalnya nae juga taunya baru itu, hehehe
Posts: 688
Threads: 0
Joined: Jun 2009
Reputation:
6
knp di indonesia ga ada rel type R72?
CC20411 oh C20411
Posts: 1,708
Threads: 0
Joined: Jun 2010
Reputation:
51
07-07-2010, 07:12 PM
(This post was last modified: 07-07-2010, 07:34 PM by raditiya.)
R54 berarti rel memiliki berat rata-rata 54,4 kilogram/meter, tinggi 159mm, lebar kaki 140mm, lebar kepala 70mm, lebar badan 16mm, dengan panjang standar 16m..
Makin besar maka makin tebal pula batang rel tersebut.
Tipe batang rel mempengaruhi besar tekanan maksimum (axle load) yang dapat diterima rel saat KA melintas. Semakin besar axle load, KA yang melintas dapat melaju pada kecepatan yang tinggi dengan stabil dan aman..
Begitulah kira2 yg saya tau. Mohon koreksinya
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
R25 berat rata2 25,74 kg/m, tinggi 110mm, lebar kaki 90mm, lebar kepala 53mm, tebal badan 10mm, dengan panjang standar 6,8m..
R33 berat rata2 33,4 kg/m, tinggi 134mm, lebar kaki 105mm, lebar kepala 58mm, tebal badan 16mm, dengan panjang standar 11,9m..
R42 berat rata2 42,18 kg/m, tinggi 138mm, lebar kaki 110mm, lebar kepala 68,5mm, tebal badan 13,5mm, dengan panjang standar 13,6m
Posts: 7,452
Threads: 0
Joined: Apr 2010
Reputation:
62
Maaf niech saya mau tanya,,, ijin dulu sama om momod barangkali OOT,,,, 
kalo boleh tau apasih maksudnya PINDAD, saya sering menjumpainya di sekitaran rel,,, ada yang tu ga,,,?
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !
![[Image: warteg.png]](https://img832.imageshack.us/img832/6434/warteg.png)
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Posts: 167
Threads: 0
Joined: May 2010
Reputation:
5
(07-07-2010, 08:34 PM)Warteg Wrote: Maaf niech saya mau tanya,,, ijin dulu sama om momod barangkali OOT,,,,
kalo boleh tau apasih maksudnya PINDAD, saya sering menjumpainya di sekitaran rel,,, ada yang tu ga,,,?
Kalo PINDAD mah bukan masuk istilah tekhnis,,tapi nama pabrik pembuatnya
Sejarah
Era kolonial
Pada tahun 1808 didirikan sebuah bengkel peralatan militer di Surabaya dengan nama Artillerie Constructie Winkel (ACW), bengkel ini berkembang menjadi sebuah pabrik dan sesudah mengalami perubahan nama pengelola kemudian dipindahkan lokasinya ke Bandung pada tahun 1923[1].
Pabrik Senjata dan Mesiu (PSM)
Pemerintah Belanda pada tahun 1950 menyerahkan pabrik tersebut kepada Pemerintah Indonesia, kemudian pabrik tersebut diberi nama Pabrik Senjata dan Mesiu (PSM) yang berlokasi di PT. PINDAD sekarang ini.
Perusahaan Negara
Sejak saat itu PT. PINDAD berubah menjadi sebuah industri alat peralatan militer yang dikelola oleh Angkatan Darat. PT. PINDAD berubah status menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan nama PT. PINDAD (Persero) pada tanggak 29 April 1983, kemudian pada tahun 1989 perusahaan ini berada dibawah pembinaan Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS) yang kemudian pada tahun 1999 berubah menjadi PT. Pakarya Industri (Persero) dan kemudian berubah lagi namanya menjadi PT. Bahana Pakarya Industri Strategis (Persero).
PT. PINDAD (Persero)
Tahun 2002 PT. BPIS (Persero) dibubarkan oleh Pemerintah, dan sejak itu PT. PINDAD beralih status menjadi PT. PINDAD (Persero) yang langsung berada dibawah pembinaan Kementerian BUMN.
Klik for Sumber
Posts: 254
Threads: 0
Joined: Jun 2010
Reputation:
6
08-07-2010, 07:07 PM
(This post was last modified: 13-07-2010, 05:45 PM by Krusty Krupp.)
Berharap Rangkas Jaya ditarik lokomotif listrik..
|