Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Jalur KA Cikampek - Padalarang VS Jalan Tol Cipularang
#21
pantes waktu last trip kemaren saya liat di jembatan cisomang lama kayaknya jalur yang ke arah utara dari jembatan gak nyambung dengan jalur yang sekarang. saya juga lihat di jalur yang sebelum ciganea dari arah bandung ada pondasi jembatan lama yang menurut saya mungkin dahulu jalur KA di daerah tersebut agak memutar. namun begitu dibuat DT , jalur tersebut dipindahkan ke tempat yang sekarang.
saya sangat setuju untuk elektrifikasi jalur ini. kan lumayan juga pemandangannya bisa kayak jalur - jalur di eropa gitu :ngiler:
Reply
#22
Tol Cipularang :
- Ditawarkannya kecepatan waktu.
- Tiba di tujuan bisa di mana aja. Depan rumah, kosan, Jl. Dago, Cihampelas, dll ketimbang naik KA selalu di stasiun Bandung.

Petak rel Purwakarta - Padalarang pp :
- Ditawarkannya panorama alam yang gak ada bosennya kita pandangin.
- Gak di Klas Bisnis atau juga Eksekutif sama2 dapet udara sejuk.
- Sajian kuliner yang gak cuma nasi goreng dan rames aja, tapi juga steak sapi. Kalo beruntung akan bisa pesan zupa sup.

Reply
#23
provokasi dikit... Ngeledek


[Image: scaled.php?server=155&filename=cipularan...res=medium]
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#24
(22-04-2010, 10:59 AM)pinguin Wrote:
(22-04-2010, 10:27 AM)fun_plano Wrote: Tapi mengapa Jalan Tol Cipularang sepertinya mampu menembus perbukitan dan lembah dengan jalan yang lurus? Walaupun saya dari armada timur dan belum pernah kesana, tapi dari foto satelit (Google Earth) saya menemukan gambaran yang miris. Gambar 1 menunjukkan jalur KA harus memutari lembah terlebih dahulu, sedangkan tol Cipularang dengan tegas melewati lembah tersebut dengan jembatan. Sehingga timbul pertanyaan dalam benak saya kenapa tol Cipularang bisa tapi kenapa jalur KA tidak bisa?
Rel buatan jaman dahulu kala, teknologinya belum semaju sekarang pada saat dibuat, sedangkan jalan tol kan baru saja dibuat.
Jalur KA bisa saja dibuatkan seperti jalan tol, lurus, kalo perlu bikin jembatan yg panjang kaya jalan tol, tapi pertanyaannya...berapa investasinya? kapan balik modalnya? siapa yg mau jadi investornya?
Pemerintah atau swasta? ruwet kalo masalah birokrasi dan duit...
jalan KA cuman bisa dilewati KA, kalo tol semua bisa lewat, investasi mungkin (sekali lagi mungkin) lebih menguntungkan jalan tol (cepet balik duitnya).

Bingung hanya sekedar ide...yang lain mungkin?

Saya kemaren pas maen ke BD sempat lewat Cipularang naek mobil, menurut saya suasana disitu kurang menarik soalnya pas saya lewat situ kabut ada dimana2(ato memang tiap hari kayak gitu?).Dan tentang investorn tadi,barangkali Investor dari Cina mau, soalnya Suramadu kan investornya dari mereka juga. Udah gitu kan Cina udah mampu bikin rel tertinggi di dunia yang nglewatin lereng Himalaya menuju Tibet. Mungkin teknologi mereka juga bisa dipakai bwt bikin jalur rel baru di ruas Cikampek-Padalarang ini, bikin yang tidak banyak kelokan dan bikin banyak terowongan.
Reply
#25
kalo menurut saya.. bagus juga idenya mungkin kedepan bisa dijadikan renungan buat PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dan Dinas Perhubungan Darat khususnya serta pemerintah pada umumnya.. tapi melihat rencana pemerintah saat ini, cenderung mementingkan untuk memfokuskan terhadap pembangunan jembatan lintas pulau "Selat Sunda". butuh dana yang ga sedikit bukan untuk membabat habis perbukitan serta pembuatan rangka betonnya.. lagian sekarang juga lintasan KA Cikampek-Ciganea kayaknya mau dibuat double track.. 1 lagi.. selain sebagai warisan nenek moyang kita,heheh.. lintasan yang sekarang menurut saya, sangat eksotis karna merupakan ciri khas dari jalur ini bahkan anda bisa menikmati sampai stasiun banjar. hanya saja, sayangnya ga ada kereta bisnis eksekutif yang melayani rute ini hanya ekonomi serayu yang harus dirumahkan semua gerbongnya ajaNgeledek
itu sih menurut pendapat saya, harapan ke depan sih moga aja ada perubahan yang berarti, jadi ga ada penghapusan jadwal, ga ada lagi yang rugi..Ngeledek
seandainya ada kereta ke Pangandaran... mungkin bisa lebih hidup pariwisata di wilayah priangan timur, sedikit emisi untuk menyelamatkan bumi kita, naiklah kereta api....
Reply
#26
Iya bener juga....

Tapi...sekarang teknologi semakin maju...lembah dan bukit bisa ditebas dengan menggunakan jembatan atau terowongan sehingga tidak perlu memutar seperti sekarang. Jadi PT.KAI harus bisa mengalahkan tol Cipularang yang merupakan salah satu penyebab rendahnya okupansi di jalur ini.

[Image: a2vric.jpg]
Reply
#27
(23-04-2010, 09:14 AM)denzuko Wrote: maslahnya adalah faktor geografis, klo mbl mungkin bisa lari dijalan nanjak coba klo KA bisa2 kepleset terus.ilustrasinya ketinggaan st Purwakarta +64mdpl, sedangkan Bd +709mdpl. jd mau g mau mesti berkelok2 terus, kecuali pemerintah serius dan menomer 1 kan moda Kereta api ini. bukannya malah jan tol yg terus dipikirin

Menurut saya, salah satu faktor mendasarnya ada di pernyataan kang Denzuko. Yaitu yang mana yang dipilih pemerintah untuk diprioritaskan pengembangannya? Tetapi, apapun pilihan pemerintah, pasti sudah ada kalkulasi dan perhitungan tersendiri.

Kesimpulannya, moda transportasi kendaraan bermotor, dalam hal ini jalan tol, yang lebih diprioritaskan. Akan tetapi, seandainya PT. KA jeli dalam menyikapi persoalan ini, sebenarnya tidaklah perlu khawatir. Menurut saya, mau dilakukan cara apapun juga sangatlah sulit untuk mempersingkat jarak tempuh Cikampek-Padalarang, kecuali rombak total rel nya, terobos semua bukit dan buat rel lurus berdampingan dengan jalan tol. Kita lihat siapa yang lebih cepat. Tetapi, hal itu kan tidak mungkin dilakukan, terutama dari segi investasi dan biaya.

Oleh sebab itu, mari melihat dari kenyataan yang sudah ada, bahwa memang petak Cikampek-Padalarang situasinya seperti sekarang ini, yaitu kalah cepat dibandingkan dengan jalan tol. Disinilah PT. KA bisa mengambil kesempatan untuk membuat perjalanan kereta api Cikampek-Padalarang menjadi lebih menarik (bukan lebih cepat, karena selama ini kita selalu fokus untuk berusaha lebih cepat) dibandingkan dengan jalan tol Cipularang.

Misalnya:
1. Keamanan. Dengan Kereta Api, meskipun cepat tetapi aman. Untuk jalan tol Cipularang, bila dipacu kendaraan tetap saja memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan Kereta Api. Jadi Kereta Api memiliki keunggulan dari segi safety nya.

2. Kenyamanan. Mungkin khusus kereta yang melayani Jakarta-Bandung bisa dibuatkan tempat duduk khusus (semua kelas) yang lebih nyaman. Sehingga meskipun berkelok-kelok, tetap merasa nyaman (paling tidak setara dengan kualitas jok mobil). Sementara kalau di jalan tol, meskipun mayoritas lurus, tetapi kontur jalan sangatlah bumpy, alias naik turun. Sekali lagi, Kereta Api memiliki kesempatan untuk unggul di faktor kenyamanan.

3. Keindahan yang dapat dinikmati. Kalau sudah nyaman, sudah pasti keindahan alam di luar sana sangat dapat dinikmati dengan maksimal. Bandingkan bila berkendaraan, kalau umumnya sulit untuk bisa menikmati keindahan panorama alam bumi Priangan.

4. Full Service. Nah, ini dia. Kalau bawa mobil, itu self service. Kalau naik Kereta Api, full diservice. Diladeni, dilayani.Konsisten menerapkan excellent service. Optimalkan ini bagi pengguna jasa kereta api.

Ingat, pertumbuhan jalan tol akan semakin cepat dibandingkan dengan rel kereta. Tetapi tetap saja, masyarakat akan memilih mana yang terbaik bagi selera ataupun kondisi mereka. Pastikan, PT. KA memberikan pilihan yang terbaik untuk dipilih oleh masyarakat.

Saya rasa, masih banyak pengguna jasa travel atau kendaraan pribadi atau bus, yang bukan saja hanya mencari cepat atau lambatnya untuk mencapai Jakarta-Bandung, tetapi banyak yang mencari 4 faktor tadi.

Kalau itu benar-benar dioptimalkan, saya percaya jalur Cikampek-Padalarang tidak akan kalah dengan jalan tol Cipularang.
As the train goes by, the memory remains
Reply
#28
Tapi kang...sepertinya PT.KAI sudah mengusahakan itu semua sebelum KA Parahyangan bubar...dan alasan utama dari beberapa berita di media maupun dari PT.KAI sendiri memang kalah dalam waktu tempuh dengan tol cipularang. Karena itulah sekarang banyak travel bermunculan karena memang penumpang menginginkan waktu tempuh yang lebih singkat, walaupun dalam travel mereka tidak menemukan kenyamanan, keamanan, keindahan, dan full service. Apabila KA memenuhi 4 kriteria yang disebutkan kang spoorism ditambah kecepatan dan ketepatan, pasti KA jauh lebih unggul dibandingkan Tol Cipularang.

[Image: a2vric.jpg]
Reply
#29
pernah lihat di yutub tentang shiokaze. wih keren banget. rel sempit tapi lari buanter banget. dah gitu gak goyang blas sepurnya.

trus inget sama tret ini. mbayangin seandainya jakarta-bandung pake shiokaze, 2 jam kayaknya bisa deh. Ngiler
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#30
Sebenarnya simple kok kenapa pemerintah lebih mengprospek pembangunan Tol Trans Jawa ketimbang Pembangunan Fasilitas Kereta Api...
Karna Fasilitas Jalan Tol lebih menyentuh pada kebutuhan masyarakat banyak ketimbang sarana Kereta Api. Alasan karena yang bisa menjalankan Kereta Api cuma PT. KAI aja... Seandainya ada lebih dari 5 operator Kereta Api gw yakin pasti pengembangan fasilitas kereta api juga menjadi prioritas ..

Seandainya perusahaan Eksebisi punya Kereta Api sendiri, Perusahaan Transportasi darat misalnya Lorena Transport punya Kereta Api selain Bis Malam.. Blue Bird Group punya Kereta Api..pasti fasilitas sarana dan pra sarana kereta Api berkembang Pesat
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)