
Dulu sekali, saya dan beberapa teman teman sekampung di Gondokusuman Yogyakarta sering berenang di kali Gajah wong.
Kala itu kali Gajah wong masih bersih dengan debit air yang masih berlimpah, terutama dekat bendungan.
Kebiasaan kami ketika berangkat selalu melewati hutan karet kecil " matras ". Dari arah sana pemandangan sangat indah yaitu rel kereta dengan latar belakan gunung Merapi yang berasap.
Sepulang dari berenang di kali Gajah wong, seperti biasa kami berjalan menelusuri rel kereta.
Sering saya menemukan beberapa komponen rel yang terlepas, seperti paku penambat dan penambat elastis. Sebagai iseng benda itu saya bawa pulang buat sekedar koleksi. ( off the record nich... )
Tapi sekarang kebiasaan itu sudah tidak lagi, kapok.
Ceritanya begini :
Suatu ketika saat berjalan sendirian, tiba tiba dari kejauhan mata saya tertuju pada deretan batu batu balast yang besar besar di letakkan tangan tangan jahil diatas rel kereta disebelah kiri dan di kanannya.
Dengan refleks saya singkirkan deretan batu balast itu.
Berselang 2 atau 3 menit kemudian, melintaslah rangkaian kereta penumpang kelas ekonomi yang dihela lokomotif hidrolik dari arah Maguwo menuju stasiun Tugu.
Kereta berlalu cepat dengan selamat melintasi tebing tinggi kali Gajah wong..
Saya dapat membayangkan, betapa berbahayanya ulah iseng seperti menaruh batu, paku, atau mengambil komponen rel.






![[Image: 10p0h7r.jpg]](http://i37.tinypic.com/10p0h7r.jpg)



![[Image: 5147433576_a332603046.jpg]](http://farm5.staticflickr.com/4049/5147433576_a332603046.jpg)



![[Image: BonBon.jpg]](http://i1255.photobucket.com/albums/hh636/kadaop_x/BonBon.jpg)