Posts: 1,780
Threads: 0
Joined: Nov 2008
Reputation:
5
Tarif Sepur Kluthuk Jaladara konon terlalu tinggi makanya banyak pihak Jasa Pariwisata (Travel Agencies) meminta untuk menurunkan tarifnya agar supaya bisa turut memasarkan kereta ini.
Tempo Interaktif Wrote:Pelaku Wisata Minta Tarif Kereta Wisata Diturunkan
Senin, 07 Juni 2010 | 15:15 WIB
TEMPO Interaktif, Surakarta - Pelaku wisata yang tergabung di ASITA (Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies) Surakarta meminta pemerintah kota Surakarta dan pengelola kereta wisata menurunkan tarifnya. Sebab, tarif yang cukup mahal membuat biro wisata kesulitan menjual paket wisata yang menggunakan kereta wisata.
Ketua ASITA Surakarta Suharto mengatakan sejatinya banyak biro wisata yang ingin menjual paket kereta wisata yang biasa disebut Sepur Kluthuk Jaladara tersebut. “Terutama biro wisata di luar Solo,†jelasnya kepada Tempo, Senin (7/6). Keinginan tersebut diketahuinya saat penyelenggaraan Bengawan Travel Mart beberapa waktu lalu.
Jika tarifnya diturunkan, biro wisata di luar Surakarta dikatakannya siap untuk membawa banyak wisatawan ke Surakarta. “Mereka yakin bisa menjualnya,†tuturnya.
Selain itu, tarif yang lebih rendah dibanding sekarang akan memperluas pasar peminat kereta wisata. “Kalau selama ini kan kesannya eksklusif dan hanya diperuntukkan bagi mereka yang berduit,†tambahnya.
Kepala Dinas Pariwisata, Seni, dan Budaya Surakarta Purnomo Subagyo menyambut baik usulan para pelaku wisata. Dia juga menyadari bahwa harga tiket yang berkisar Rp 100-200 ribu per orang membuat tidak semua orang berkesempatan menikmatinya. “Saya sendiri setuju. Tentunya ada konsekuensinya,†ucapnya.
Dia mencontohkan, pengurangan harga tiket berarti ada fasilitas yang terpaksa dihilangkan. Misalnya meniadakan pertunjukan musik saat perjalanan. “Rasanya tanpa pertunjukan musik tidak masalah,†lanjutnya. Dia juga sepakat bahwa pengurangan harga tiket akan membuat Sepur Kluthuk Jaladara semakin banyak peminatnya.
Sementara itu, pengelola kereta wisata Oka Zakaria mengatakan pengurangan harga tiket harus dibicarakan bersama oleh semua pihak. “Dari sisi kami sendiri, tidak ada masalah dengan tarif yang sudah ditetapkan. Tidak pernah ada komplain dari konsumen,†tandasnya.
Menurutnya, selama ini pihaknya memang menyasar pemesanan secara berkelompok dengan harga paket bervariasi antara Rp 6-15 juta. Pemesan berasal dari kota besar seperti Jakarta atau luar negeri. “Kami memang menghindari penjualan secara ritel,†pungkasnya.
UKKY PRIMARTANTYO
Sumber: Tempo Interaktif
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Posts: 2,217
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
25
Yang mengeluh tingginya tarif memang banyak
.
Posts: 2,564
Threads: 0
Joined: Feb 2008
Kecuali kalau mereka mau susunya gede  ...ooops! Sorry, kok malah kebawa ke sini sih yang dilihat tadi..
Maksud saya kecuali kalau mereka mau KA tersebut ditarik loko diesel. Karena memang perlu disosialisasikan ke masyarakat bahwa biaya operasional loko uap itu mahal sekali. Apalagi yang umurnya sudah kisaran 100 tahun.
Oya, besok rabu akan ada sekelompok railfans Swiss yang mengorganisir Sepur Klutuk Jaladara menarik beberapa gerbong barang untuk sesi foto.
Dia menawarkan kalau ada railfans lokal yang mau ikut naik. Namanya Thomas. Saya sebenarnya ditawari, tapi sayangnya pekerjaan di Bandung menumpuk..
Posts: 1,813
Threads: 0
Joined: Mar 2010
Reputation:
23
(08-06-2010, 11:55 AM)bagus70 Wrote: Kecuali kalau mereka mau susunya gede ...ooops! Sorry, kok malah kebawa ke sini sih yang dilihat tadi.. 
Maksud saya kecuali kalau mereka mau KA tersebut ditarik loko diesel. Karena memang perlu disosialisasikan ke masyarakat bahwa biaya operasional loko uap itu mahal sekali. Apalagi yang umurnya sudah kisaran 100 tahun.
Oya, besok rabu akan ada sekelompok railfans Swiss yang mengorganisir Sepur Klutuk Jaladara menarik beberapa gerbong barang untuk sesi foto.
Dia menawarkan kalau ada railfans lokal yang mau ikut naik. Namanya Thomas. Saya sebenarnya ditawari, tapi sayangnya pekerjaan di Bandung menumpuk.. 
Waah, bagaimana itu   piss cuma geguyon kok.
Masyarakat sini taunya cuma harga sewanya mahal, tapi g tau sebabnya itu apa. Ya benar tuh dari tahun 1896 sampai sekarang masih dioperasikan, tapi chusus utk wisata. OOT nih, di PG Meritjan 2 loko uapnya buatan tahun 1901 dan sekarang masih dinas menarik lori tebu, tapi itu setiap musim giling. Kalau sdh selesai lokonya pada tidur ...
Kalau Spoor Djaladara dirangkai dgn gerbong barang, berarti nostalgia tahun 1970-1980an dong, khan KA Wonogiri waktu itu masih membawa gerbong barang dari Purwosari ke Wonogiri.
Posts: 2,217
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
25
jangan2 itu RF Swiss yang mau carter Jaladara cuma 6 orang... :p
soalnya ada rencana 6 orang carter Jaladara dalam waktu dekat ini
.
Posts: 3,300
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
38
(08-06-2010, 02:13 PM)animaX Wrote: jangan2 itu RF Swiss yang mau carter Jaladara cuma 6 orang... :p
soalnya ada rencana 6 orang carter Jaladara dalam waktu dekat ini
@ mas Ani : Harus tahu dong rencana pencarteran jaladara itu... 
nanti di ambil ya potonya....  reques..
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER
GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Posts: 2,564
Threads: 0
Joined: Feb 2008
Apalagi makin jarang jalannya sudah pasti makin mahal beban cost bahan bakarnya. Tapi kalau dipaksa sering jalan, bisa jebol nanti lokonya.
Jalan tengah? Ya sosialisasi. Pasti nantinya akan ditemukan jalan tengahnya.
Besok rabu stand by aja yang di Solo.
Posts: 2,217
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
25
08-06-2010, 08:52 PM
(This post was last modified: 08-06-2010, 08:56 PM by animaX.)
(08-06-2010, 05:07 PM)eko winarno Wrote: (08-06-2010, 02:13 PM)animaX Wrote: jangan2 itu RF Swiss yang mau carter Jaladara cuma 6 orang... :p
soalnya ada rencana 6 orang carter Jaladara dalam waktu dekat ini
@ mas Ani : Harus tahu dong rencana pencarteran jaladara itu...
nanti di ambil ya potonya.... reques..
eh salah yg 6 orang itu turis Jepang. Berarti bukan yang ini..
Kalau mau ditekan biaya operasionalnya ya dari jamu gendong, gamelan, atraksi2 lainnya dihapus bisa lebih murah. Tanpa mengurangi biaya perawatan, bahan bakar sepur kluthuk..
(08-06-2010, 05:43 PM)bagus70 Wrote: Apalagi makin jarang jalannya sudah pasti makin mahal beban cost bahan bakarnya. Tapi kalau dipaksa sering jalan, bisa jebol nanti lokonya.
Jalan tengah? Ya sosialisasi. Pasti nantinya akan ditemukan jalan tengahnya.
Besok rabu stand by aja yang di Solo.
bulan ini bakal sering jalan,ada konferensi yg melibatkan banyak negara di solo. tentunya full service dengan atraksi2 di loji gandrung, kampung batik, stasiun solo kota. Pemkot siapkan dana 1.5 m untuk promo kota. Mungkin juga untuk jaladara juga selama digunakan oleh peserta konferensi
(08-06-2010, 05:43 PM)bagus70 Wrote: Apalagi makin jarang jalannya sudah pasti makin mahal beban cost bahan bakarnya. Tapi kalau dipaksa sering jalan, bisa jebol nanti lokonya.
Jalan tengah? Ya sosialisasi. Pasti nantinya akan ditemukan jalan tengahnya.
Besok rabu stand by aja yang di Solo.
bulan ini bakal sering jalan,ada konferensi yg melibatkan banyak negara di solo. tentunya full service dengan atraksi2 di loji gandrung, kampung batik, stasiun solo kota. Pemkot siapkan dana 1.5 m untuk promo kota. Mungkin juga untuk jaladara juga selama digunakan oleh peserta konferensi
.
Posts: 2,217
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
25
09-06-2010, 10:18 PM
(This post was last modified: 09-06-2010, 10:34 PM by animaX.)
nih sepur kluthuk bawa gerbong barang
![[Image: 30514_405969789077_140646444077_4114471_8096261_n.jpg]](http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs558.snc3/30514_405969789077_140646444077_4114471_8096261_n.jpg)
Foto: Ratna Puspita Dewi / Solopos
ada uang apapun bisa  di atas gerbong kelihatan dikawal petugas Dishub kota Solo..... bukan pegawai PT KA :p
ini bablas .... lewat Solo Kota
Quote:Pariwisata
Jateng "Surga" Lokomotif Uap
Selasa, 8 Juni 2010 | 15:33 WIB
SEMARANG, KOMPAS - Bagi wisatawan Eropa, Provinsi Jawa Tengah merupakan surga lokomotif uap karena masih memiliki sejumlah lokasi yang menyajikan perjalanan dengan lokomotif uap di saat pabrik pembuatnya sudah lama tutup. Namun, potensi itu belum optimal karena minimnya konektivitas antarlokasi.
Di Jawa Tengah, setidaknya ada delapan lokasi yang masih memfungsikan lokomotif uap dengan empat di antaranya bisa diakses wisatawan. Di Ambarawa, Kabupaten Semarang, dengan lokomotif bergigi khusus untuk daerah pegunungan, di Solo dengan loko uap yang melintas tengah kota, Cepu (Blora) dengan lanskap hutan jati, serta Karanganyar dengan pemandangan Pabrik Gula Tasikmadu.
"Dibanding beberapa daerah lain di Pulau Jawa, Jawa Tengah itu potensinya lebih besar karena memiliki lokomotif dan stasiun yang relatif asli, seperti Ambarawa," kata Steve Noon, pencinta lokomotif uap asal Birmingham, Inggris, di Museum Kereta Api Ambarawa, Senin (7/6).
Steve dan tujuh pencinta lokomotif uap dari sejumlah negara Eropa, seperti Jerman, Austria, dan Swiss, berburu loko uap di sejumlah daerah di Pulau Jawa. Mereka juga mengunjungi Ambarawa, Solo, Karanganyar, dan Cepu untuk mengabadikan loko uap ini dalam bentuk video dan foto.
Di Eropa, kata Steve, wisata lokomotif uap menjadi industri yang sangat besar. Jika Jawa Tengah mampu mempertahankan lokomotif ini sebagai pusaka budaya, ia yakin akan banyak turis Eropa datang. Terlebih jika pencinta lokomotif uap memublikasikan hasil foto-foto mereka di majalah. Di Inggris, setidaknya ada tiga majalah khusus kereta uap dan lima majalah kereta api.
Direktur Cepu International Heritage Club, Sisworo, yang mendampingi wisatawan minat khusus itu mengatakan, potensi besar Jateng belum sepenuhnya tergali karena minimnya konektivitas di antara pengelola lokomotif uap tersebut. Selain harga paket yang ditawarkan bisa sangat mahal, semisal loko Ambarawa sekitar Rp 5 juta, Cepu Rp 15 juta, dan Solo Rp 8 juta. "Mestinya bisa ada satu paket Ambarawa-Solo-Karanganyar-Cepu, setidaknya tiap bulan bisa lima kali," tuturnya.
Kepala Stasiun Ambarawa Eko S Mulyanto menuturkan, koneksi itu setidaknya bisa diawali dengan saling menukar brosur informasi di antara empat pengelola lokomotif uap. Beberapa kali wisatawan menanyakan lokomotif uap sejenis, tetapi informasi itu terbatas. "Kalau membuat satu paket dengan sekali membayar, itu masih harus dibicarakan dengan kantor pusat PT KA," tuturnya. (GAL)
.
Posts: 3,300
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
38
Memang harus mengakui kalau RF barat itu adalah sudah tingkat penikmat..dan kita RF baru tingkat pengagum .....tuuuuuhhhh malah carter gerbong kricak djadul.......... 
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER
GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
|