Poll: Manakah yang pantas disebut
You do not have permission to vote in this poll.
Jakarta
28.57%
24 28.57%
Bandung
16.67%
14 16.67%
Semarang
14.29%
12 14.29%
Yogyakarta
20.24%
17 20.24%
Solo
13.10%
11 13.10%
Madiun
2.38%
2 2.38%
Surabaya
4.76%
4 4.76%
Total 84 vote(s) 100%
* You voted for this item. [Show Results]

Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Manakah yang pantas disebut “Railcity Indonesia”?
#21
saya ngevote semarang karena disana ada segitiga pembalik yg lewat perkampunganPlayboy,loko BB200 juga kalau dijawa bermarkas disana dan kalau musim hujan diponya banjirNgakakPlayboy dan tentunya kampung saya disana Playboy
8618F New Stripping with Nagisa Furukawa
KCJ~After Story

[Image: 29x9hll.jpg]

Reply
#22
ya saya juga pernah baca artikel itu,,menurutku orang ini sangat naif hanya karena dia terkagum2 ma pembangunan tol di cina, knapa mbangun tol harus di atas jalur KA?padahal di cina jalur KA lo ga di ubah jadi tol, n tetap dikembangkan berdampingan dengan tol, dan keduannya saling mendukung,,, keduannya, tol dan KA memiliki peran berbeda yg saling mengisi, n ga bisa masing2 melenggang sendirian, harusnya dia ga perlu mempertentangkan keduannya karena di banyak negara maju, tol ada, KA pun ya ada,,kalo jalur KA smua diganti tol, bisa terjadi ketimpangan,bayangkan akibatnya,,ga ada lagi angkutan masal yg bisa ngangkut ribuan orang dan ton barang sekali jalan yg lebih sedikit mengkonsumsi BBM dan menghasilkan emisi dibandingkan total kendaraan roda ban yg ada, akhirnya peran yg ditinggalkan KA, harus diisi dengan kendaraan roda ban yg konsekuensinnya harus lebih banyak jumlahnnya yg akhirnya kebutuhan BBM pun akan membengkak, dan emisinya pun bakal jauh lebih besar daripada yg dihasilkan KA..dan biaya pun akan membengkak karena akan dibutuhkan lebih banyak kendaraan roda ban untuk menggantikan peran KA.. dan yg terpenting, angkutan murah akan lenyap.. apa orang ini ga mikir, kalo ga semua orang punya mobil untuk menikmati jalan tol? wong motor aja ga bisa masuk tol, n ga bisa untuk perjalanan jauh, n ga serta merta tanah petani yg tanahnya di sebelah tol akan kaya raya, karena tol ituga bisa keluar-masuk tanpa lewat gerbang tol, masa' maw mbangun gerbang tol di setiap tanah petani?
klo mmenurutku, meski saya arek suroboyo, tapi saya milih jakarta sebagai yg paling pantas di sebut railcity, alasannya mungkin agak naif, tpi coba liat, ga ada perkereta apian di indonesia raya ini yg seperti jakarta, yg fasilitasnnya paling lengkap, trafficnnya paling padat, percabangannya paling banyak, armada paling banyak, de-el-el, singkatnya, yg ga ada di kota lain, ada di jakarta, meskipun ada beberapa yg di kota lain ga ada di jakarta, tapi itu masih jauh lebih sedikit daripada yg ada di jakarta, bahkan sby yg kota ke-2 terbesar pun perbandingannya masih jauh berlipat-lipat dibandingkan jakarta.
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply
#23
Wah , masing 2 kota ada kelebihan dan kekurangannya , tapi andaikan boleh memilih saya juga masih bingung nih .
Menurut sejarah , Kereta api dilahirkan di Semarang setelah pencangkulan pertama oleh Gubjend Belanda Sloet Van Belle di koridor Kemijen - Tanggung.
Nggak ada salahnya sih , kalo Semarang terpilih . Jika kita mundur beberapa tahun silam , katakan saja tahun 1970. Hampir semua kota disekitar Semarang dihubungkan olek jaringan KA. Demak , Kudus , Pati , Rembang , Purwodadi , Blora , Kedungjati , Ambarawa. semua aktif .
Penggunaan Rel mulai dari R 25 sampai R 42 ada di sini , Lokomotip type B , C , D sampai BB dan CC juga pernah ada. Pengoperasian gerbong dari AR , BR , CR sampai AW , BW, CW dst juga pernah ada.Hebatnya lagi berbagai type lok uap ada di museum KA Ambarawa sebagai saksi sejarah .
Posisi Semarang berada ditengah pulau jawa merupakan nilai tambah tersendiri yang mudah di akses dari segala penjuru , Timur , Selatan , Barat.
yang agak minus dari kota ini menurut saya adalah sistem penetapan besarnya tarip KA yang notabene seharusnya mengambil hati terlebih dahulu dengan tarip yang murah sebagai awal perkenalan , katakan saja tarip KA Banyubiru yang begitu tinggi , sehingga masyarakat kurang antusias dalam menyambut kelahiran beberapa KRDI yang ada sehingga terkesan mahal.itulah minusnya. Juga masalah Rob yang sangat mengganggu kenyamanan.
Alternatip ke dua Adalah Solo
pertimbangannya sbb . Solo merupakan kota yang mampu mempertahankan KA yang melintas sejajar dengan jalan raya. Nilai yang perlu kita berikan. Nggak ada lagi di Jawa pemandangan KA melintas , menyatu dengan jalan raya. nilai plus yang kedua adanya dukungan dari aparat kota Solo yang benar-benar dibuktikan bukan hanya asal bunyi , asal janji. maaf jika tidak berkenan. CMIIW
Reply
#24
Semarang donk, dulu ga ada Semarang, ga ada kereta api di Indonesia. Terbukti jg DAOP 4 pernah menyabet penghargaan the best DAOP sebanyak 2 kali. So, jgn ragu untuk memvote Semarang, wkwkwkw.....
Reply
#25
Saya sendiri orang Surabaya, dan tak keberatan kalau, karena tulisannya pak DI kota Surabaya (terpaksa) saya cap kota yang kurang ramah untuk railfans pada saat itu.
Dan alasan itulah kenapa kok saya pindah ke Bandung yang lebih subur dunia railfanningnya.

Saya dalam menulis artikel itu tak ada niatan untuk mendiskreditkan siapapun atau kota manapun.
Reply
#26
sy milih Surabaya, coz selain sy org sby, KA - KA tujuan sby pun masih ramai, begitu pula dgn yg keluar sby dgn KA, berarti masyarakat sby masih ada yg memerlukan sarana perkeretaapian
(CMIIW)
Visit my Facebook:

M Galih Ilham Gifari

and Follow my Twitter


@lihilh
Reply
#27
Dan saya berharap semoga para railfans, dan komunitas perkereta apian Surabaya, bersatu padu "menumbangkan" tokoh masyarakat yang mengeluarkan pendapat bodoh itu.

(06-04-2010, 07:40 PM)Galih Ilham G Wrote: sy milih Surabaya, coz selain sy org sby, KA - KA tujuan sby pun masih ramai, begitu pula dgn yg keluar sby dgn KA, berarti masyarakat sby masih ada yg memerlukan sarana perkeretaapian
(CMIIW)
Reply
#28
Apa boleh buat karena saya melihat keterikatan antara konsumen, operator dan yang hidup di sekitarnya, My vote goes to Ngayogyakarta
Reply
#29
[spoiler]Karyawan PT KA di sini (khususnya yang divisi KRL) terkenal paling sombong dan angkuh dibandingkan dengan wilayah kerja PT KA yang lainnya. Mulai dari penjual tiket hingga masinis, anda akan menemui bahwa mereka arogan dan tidak peduli dengan masyarakat pengguna jasa KA. Apalagi kalau mereka tahu anda dari luar Jakarta, anda akan diinjak habis-habisan, karena dianggap lemah.[/spoiler]

Wak'sssHeran yakin neh mas bagus ? ambil sampelnya seluruh karyawan divisi KRL atau sebagian dikit ?
Yang di bold itu knp jadi mirip2 TKI pulang kampung di Bandara Soekarno-HattaNgakak Sayah nggak ngerti mksdnya ?
Sementara ABSTAIN dulu Big Grin
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#30
saya Vote Yogyakarta, walaupun saya RF DAOP I tapi saya memberikan applause untuk ketertiban pengguna kereta disana, bener bener hebat.
menurut saya untuk sarana Kereta dan Lokomotif cukup terawat, walaupun kadang mengalami gangguan tapi tidak sampai mengganggu perka. Lalu untuk kegiatan RF, YK memberikan spot spot hebat yang jarang diketahui orang, cara mencapainya mudah. Bisa dengan angkutan umum atau jika anda dinilai ramah oleh RF setempat, anda bisa di jamu bak raja oleh para RF YK yang kompak. paket Tournya meliputi Spot yang bagus, pesiar kuliner, hingga tempat menginap.
Dari jakarta juga mencapainya gak terlalu susah. Jadi pengne ke YK lagi
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)