Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
PLH Luar Negeri (Kompilasi)
mungkin saking lebat nya salju dan jarak pandang yg terbatas sampe nggak ngeliat aspek merah bro ?
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
sedih juga liat PLH ini, negara semaju belgia masih juga terjadi PLH.....
Sedih

Reply
(17-02-2010, 09:56 AM)eling Wrote: sedih juga liat PLH ini, negara semaju belgia masih juga terjadi PLH.....
Sedih
Apalagi klo ternyata hasil investigasi benar2 ada yg melanggar aspek merah...
ternyata teknologi masih belum bisa menolong 100%

Rel, Wesel, dan ceceran oli
Reply
(17-02-2010, 10:03 AM)zilog80 Wrote:
(17-02-2010, 09:56 AM)eling Wrote: sedih juga liat PLH ini, negara semaju belgia masih juga terjadi PLH.....
Sedih
Apalagi klo ternyata hasil investigasi benar2 ada yg melanggar aspek merah...
ternyata teknologi masih belum bisa menolong 100%

Ini hipotesa saya ....

Karna saat kejadian di Eropa sedang musin dingin. Kemungkinan Mass minum minuman beralkohol untuk menghangatkan badan. Tapi karna overdosis, melihat signal merah disangkanya ijo.

Kalo lagi sange berat, merah sama ijo beda beda tipis
NgikikNgikikNgikik

Back on Topic
Ku mau terbang dan tenggelam, menjalani semua ini .....
"Terbang Tenggelam" ~ song by NETRAL
Reply
Semalam nonton berita ......

Ada ledakan di 2(dua) stasiun KA di Moskow (CMIIW), Rusia. Salah satu nya di stasiun KA bawah tanah tepat diatasnya terdapat markas badan intelejen Rusia (KGB). Yang satunya lagi di deket taman kota. Suasana nya kacau banget. Kaya'nya sih ulah teroris.

Beritanya ngga terlalu jelas, ada yang punya kabar (pict) lebih lengkap ????
Ku mau terbang dan tenggelam, menjalani semua ini .....
"Terbang Tenggelam" ~ song by NETRAL
Reply
Sudah ada belum ya?

Berita ledakan bom di kereta bawah tanah Moskow:

Quote:
March 29, 2010 17:28 UK

Moscow Metro hit by deadly suicide bombings


At least 38 people were killed and more than 60 injured in two suicide bomb attacks on the Moscow Metro during the morning rush hour, officials say.
Female suicide bombers are believed to have carried out the attacks on trains that had stopped at two stations in the heart of the Russian capital.
No group has yet claimed responsibility for being behind the attacks.
But Russian security services believe the bombers are linked to militant groups in the North Caucasus region.
Past suicide bombings in the capital have been carried out by or blamed on Islamist rebels fighting for independence from Russia in Chechnya.
Prime Minister Vladimir Putin cut short a visit to the Siberian city of Krasnoyarsk and said a crime that was "terrible in its consequences and heinous in its manner" had been committed.
"I am confident that law enforcement bodies will spare no effort to track down and punish the criminals. Terrorists will be destroyed," he added.
President Dmitry Medvedev echoed his words after laying a wreath at the site of one of the attacks, saying: "They are animals. I have no doubt that we will find and destroy them all."

'Panic'

The first explosion tore through the second carriage of a train at 07.56 (03.56 GMT), as it stood at central Lubyanka station waiting for morning rush hour commuters to board.
The station, on both the busy Sokolnicheskaya and Tagansko-Krasnopresnenskaya lines, lies beneath the headquarters of the Federal Security Service (FSB).

"I was moving up on the escalator when I heard a loud bang, a blast. A door near the passageway arched, was ripped out and a cloud of dust came down on the escalator," an eyewitness named Alexei told Rossiya 24 TV channel.

"People started running, panicking, falling on each other," he said.
The second blast at Park Kultury, which is six stops away from Lubyanka on the Sokolnicheskaya line, came at 0838 (0438 GMT). It (◣_◢)┌∩┐ at the back of the train as people were getting on board.
"I was in the middle of the train when somewhere in the first or second carriage there was a loud blast. I felt the vibrations reverberate through my body," one passenger told the RIA news agency.
"People were yelling like hell," he said. "There was a lot of smoke and within about two minutes everything was covered in smoke."
The security services said the bomb that went off at Lubyanka station had an equivalent force of up to 4kg of TNT, while the bomb at Park Kultury was equivalent to 1.5-2kg of TNT.
The devices - believed to have been made with the powerful explosive, hexogen, which is more commonly known as RDX - were filled with chipped iron rods and screws for shrapnel.
"The whole city is a mess, people are calling each other, the operators can't cope with such a huge number of calls at a time," said Olga, a BBC News website reader in Moscow. "Those who witnessed the tragedy can't get over the shock."

Moscow's Metro is one of the most-used underground railways in the world, carrying about 5.5 million passengers a day.
The system was partially disrupted following the attacks, but damage to the stations was minimal and both had reportedly reopened by the evening rush hour.

President Medvedev asked officials to increase security on the public transport system nationwide.
"What was being done needs to be substantially strengthened," he said. "Look at this problem on the scale of the state, not only as it applies to a particular type of transport and a particular city."

Peta lokasi ledakan:

[Image: _47552808_moscow_blasts_466.gif]

Sumber: http://news.bbc.co.uk/2/hi/europe/8592190.stm

Ternyata Moskow juga ikut terguncang dengan ledakan bom bunuh diri, tetapi mengapa harus kereta bawah tanah (metro) yang diledakkan?
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi

[Image: 2r56iya.jpg]

Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
Berita lengkapnya ada di SINI.

Untuk info lebih lanjut silakan buka link yang disediakan.

Berita selanjutnya:

Quote:Kedubes Rusia Pastikan Tak Ada Korban Asal Indonesia
Irwan Nugroho - detikNews


[Image: moscow5.jpg]
Foto: reuters

Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) memastikan tidak ada korban warga negara Indonesia dalam ledakan bom di Rusia. Hal ini dikuatkan kembali oleh Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia di Jakarta.

"Beruntung, menurut informasi yang kami peroleh, tidak ada warga Indonesia yang tewas maupun terluka," kata Atase Pers dan Informasi Kedubes Rusia, Alexander Zimin, kepada detikcom, Selasa (30/3/2010).

Menurut Zimin, ada 3 pendatang dari Asia yang terluka dalam peristiwa dua ledakan bom bunuh diri pada Senin (29/3), kemarin pagi, itu. Namun, setelah mendapatkan perawatan medis, mereka diperbolehkan pulang.

"Mereka terdiri dari satu warga negara Filipina dan dua dari Malaysia," jelas dia.

Setidaknya 38 orang tewas akibat ledakan bom yang mengguncang dua stasiun metro Moskow. Bom tersebut diledakkan oleh dua pengebom bunuh diri yang semuanya perempuan.

Ledakan pertama terjadi sebelum pukul 08.00 waktu setempat dan menghantam gerbong kedua sebuah kereta yang berhenti di stasiun metro Lubyanka, dekat markas badan keamanan domestik Rusia, FSB. Sedangkan ledakan kedua terjadi sekitar 40 menit kemudian di stasiun metro Park Kultury.

Peristiwa ini merupakan serangan bom terburuk dalam enam tahun terakhir di Rusia. Pada Februari 2004 lalu, serangan bom bunuh diri menewaskan 39 orang di sebuah kereta api di Moskow. Lebih dari 100 orang lainnya terluka dalam serangan itu.
(irw/asy)

Sumber: http://www.detiknews.com/read/2010/03/30...-indonesia
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi

[Image: 2r56iya.jpg]

Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
Thanks info nya kang CHARLES.

BTW kenapa berita yang ditampilkan kang CHARLES tdk dimasukan ke forum PLH ???

Xie Xie
Ku mau terbang dan tenggelam, menjalani semua ini .....
"Terbang Tenggelam" ~ song by NETRAL
Reply
(30-03-2010, 11:06 AM)Agus Riyanto Wrote: Thanks info nya kang CHARLES.

BTW kenapa berita yang ditampilkan kang CHARLES tdk dimasukan ke forum PLH ???

Xie Xie

Karena berita tersebut menurut saya saat dipost masuknya ke berita umum dan bukan berita PLH.

Lanjutan berita tentang pengeboman metro Moskow:

Quote:Dua ledakan di Moskow tewaskan puluhan

Sumber:BBC Indonesia


[Image: 100329061945_moscow_explosion_466.jpg]

Petugas darurat Rusia mengevakuasi sebagian korban ledakan maut di jaringan Metro Moskow

Sedikitnya 37 orang tewas dalam dua serangan bom bunuh diri di jaringan kereta bawah tanah di Moskow.

Pihak berwenang mengatakan ledakan pertama terjadi di stasiun kereta api Lubyanka pukul 07.56 waktu setempat (10.56 WIB). Polisi mengatakan korban tewas termasuk 14 orang di dalam gerbong kereta dan 11 di peron.

Stasiun tersebut berada di bawah markas badan intelijen utama Rusia, FSB.

Ledakan kedua terjadi sekitar 40 menit kemudian di stasiun Park Kultury, dengan korban jiwa 12 orang.

"Berdasarkan laporan awal yang diberikan oleh FSB, dua pembom bunuh diri wanita terlibat," kata walikota Moskow Yuri Luzhkov kepada para wartawan yang berkumpul di luar Park Kultury.

Dalam ledakan di Park Kultury, pembom menggunakan sabuk yang berisi bahan peledak plastik dan memicunya ketika pintu kereta terbuka, menurut seorang juru bicara FSS.

Rekaman CCTV yang dipublikasikan di internet memperlihatkan jasad yang tergeletak kaku di lobi dan petugas darurat merawat korban.

Dugaan terorisme

Jaksa penuntut federal mengatakan membuka penyelidikan tentang dugaan terorisme.

"Kami bisa berasumsi bahwa sabuk dengan bahan peledak dilekatkan ke tubuh mereka," kata Yuri Syomin, Kepala Kejaksaan Moskow.

Seluruh jaringan kereta bawah tanah Moskow sudah ditutup sebagai tindakan berjaga-jaga sementara otorita penerbangan sipil Rusia memerintahkan semua bandara untuk meningkatkan keamanan.

Perdana Menteri Vladimir Putin, yang sedang berada di Siberia menerima rincian informasi dari lembaga keamanan dan dinas sosial sehubungan dengan serangan tersebut dan upaya menolong para korban.

Tidak seorang pun mengaku melakukan serangan paling mematikan di Moskow ini sejak Februari 2004, ketika pemberontak separatis Chechya dituding melakukan pemboman kereta yang menewaskan sedikitya 39 orang.

Enam bulan kemudian seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya di luar sebuah stasiun kereta api dan menewaskan 10 orang.

Wartawan BBC Richard Galpin di Moskow melaporkan serangan bom bunuh diri dipersalahkan pada pemberontak Islam yang memperjuangan kemerdekaan di Chechnya kawasan bergejolak Kaukasus Utara.

Aparat keamanan Rusia menggelar sejumlah operasi melawan kelompok militan dalam beberapa pekan ini. Bulan Februari 1010, sedikitnya 20 pemberontak dilaporkan tewas dalam operasi keamanan di Ingushetia.

Metro Moskow termasuk salah satu jaringan kereta bawah tanah yang tersibuk dunia dengan sekitar 5,5 juta penumpang setiap harinya menggunakan jasa Metro Moskow.
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi

[Image: 2r56iya.jpg]

Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
(30-03-2010, 11:17 AM)Charles Wrote: [spoiler= ]

[Image: 100329061945_moscow_explosion_466.jpg]
[/spoiler]

Itu, regu penolong yang sebelah kiri. Baju yang dikenakan regu penolong dan papan pembawa korbannya merah terkena darah yah !!!!

Nyerah
Ku mau terbang dan tenggelam, menjalani semua ini .....
"Terbang Tenggelam" ~ song by NETRAL
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 8 Guest(s)