Posts: 3,191
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
16
(24-03-2010, 08:42 PM)Adam Faridl Wrote: (24-03-2010, 07:41 PM)argo sindoro Wrote: (25-02-2009, 02:17 PM)bonbon Wrote: 3 hari kemaren (senin 23/2) gw liat di depan rumah, KRD Kuning dengan susah payah dan agak ngeden lagi narik2 KRL Hibah dari jepang. Pemerintah RI kyknye seneng2 aje dpt hibah dari jepang terus tanpa merhatiin nasib INKA, maklum lah dpt KRL yang ngga gratis2 banget (ada rempeyek udang dibalik batu). Trus gimana nasib INKA kalo ngga dapet order ? Pengembangan KA nya pasti macet kan ? Sia2 dong insinyur yang kerja disana kalo cuman ngerjain yang itu2 aja
Jadi menurut Railfans. lebih baik mana KRL Hibah atau KRL Made In INKA ?
Kalo jawaban pemerintah RI paling " Lumayan cuman bayar pengapalan "
saya sependapat dengan mas
ah paling KRL eks jepun dihantam CC203/204 batch2 langsung remuk kaya CC201135R digubug kali ya  
gini lo mas.., Jabotabek itu, butuh banyak KRL dan mendesak.., kalo harus mesen ke INKA, kelamaan nunggunya lah..,
Jelas, kapasitas INKA dalam memproduksi KRL masih terbatas dan butuh beberapa tahun untuk membuat rangkaian siap pakai, sementara PT. KA saat itu membutuhkan banyak armada KRL siap pakai sesegera mungkin sehingga terpaksa didatangkan KRL hibah dan impor dari Jepang.
Rencananya INKA akan melakukan update teknologi secara bertahap seiring banyaknya ditemukan cacat pada rangkaian yang sebelumnya telah diproduksi.
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi
Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Posts: 163
Threads: 0
Joined: Aug 2009
Reputation:
1
(25-03-2010, 07:51 AM)Charles Wrote: (24-03-2010, 08:42 PM)Adam Faridl Wrote: (24-03-2010, 07:41 PM)argo sindoro Wrote: (25-02-2009, 02:17 PM)bonbon Wrote: 3 hari kemaren (senin 23/2) gw liat di depan rumah, KRD Kuning dengan susah payah dan agak ngeden lagi narik2 KRL Hibah dari jepang. Pemerintah RI kyknye seneng2 aje dpt hibah dari jepang terus tanpa merhatiin nasib INKA, maklum lah dpt KRL yang ngga gratis2 banget (ada rempeyek udang dibalik batu). Trus gimana nasib INKA kalo ngga dapet order ? Pengembangan KA nya pasti macet kan ? Sia2 dong insinyur yang kerja disana kalo cuman ngerjain yang itu2 aja
Jadi menurut Railfans. lebih baik mana KRL Hibah atau KRL Made In INKA ?
Kalo jawaban pemerintah RI paling " Lumayan cuman bayar pengapalan "
saya sependapat dengan mas
ah paling KRL eks jepun dihantam CC203/204 batch2 langsung remuk kaya CC201135R digubug kali ya  
gini lo mas.., Jabotabek itu, butuh banyak KRL dan mendesak.., kalo harus mesen ke INKA, kelamaan nunggunya lah..,
Jelas, kapasitas INKA dalam memproduksi KRL masih terbatas dan butuh beberapa tahun untuk membuat rangkaian siap pakai, sementara PT. KA saat itu membutuhkan banyak armada KRL siap pakai sesegera mungkin sehingga terpaksa didatangkan KRL hibah dan impor dari Jepang.
Rencananya INKA akan melakukan update teknologi secara bertahap seiring banyaknya ditemukan cacat pada rangkaian yang sebelumnya telah diproduksi. Jangankan KRL seken, bis seken yang umurnya 10 taun aja kalo dari Jepang emang murah bgt ! Jadi inget bis ex Jepun punya PPD, baru dikirim masih kinclong tapi dua tahun diasuh PPD wadoow
Posts: 3,191
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
16
(25-03-2010, 08:45 AM)morkies Wrote: (25-03-2010, 07:51 AM)Charles Wrote: (24-03-2010, 08:42 PM)Adam Faridl Wrote: (24-03-2010, 07:41 PM)argo sindoro Wrote: (25-02-2009, 02:17 PM)bonbon Wrote: 3 hari kemaren (senin 23/2) gw liat di depan rumah, KRD Kuning dengan susah payah dan agak ngeden lagi narik2 KRL Hibah dari jepang. Pemerintah RI kyknye seneng2 aje dpt hibah dari jepang terus tanpa merhatiin nasib INKA, maklum lah dpt KRL yang ngga gratis2 banget (ada rempeyek udang dibalik batu). Trus gimana nasib INKA kalo ngga dapet order ? Pengembangan KA nya pasti macet kan ? Sia2 dong insinyur yang kerja disana kalo cuman ngerjain yang itu2 aja
Jadi menurut Railfans. lebih baik mana KRL Hibah atau KRL Made In INKA ?
Kalo jawaban pemerintah RI paling " Lumayan cuman bayar pengapalan "
saya sependapat dengan mas
ah paling KRL eks jepun dihantam CC203/204 batch2 langsung remuk kaya CC201135R digubug kali ya  
gini lo mas.., Jabotabek itu, butuh banyak KRL dan mendesak.., kalo harus mesen ke INKA, kelamaan nunggunya lah..,
Jelas, kapasitas INKA dalam memproduksi KRL masih terbatas dan butuh beberapa tahun untuk membuat rangkaian siap pakai, sementara PT. KA saat itu membutuhkan banyak armada KRL siap pakai sesegera mungkin sehingga terpaksa didatangkan KRL hibah dan impor dari Jepang.
Rencananya INKA akan melakukan update teknologi secara bertahap seiring banyaknya ditemukan cacat pada rangkaian yang sebelumnya telah diproduksi. Jangankan KRL seken, bis seken yang umurnya 10 taun aja kalo dari Jepang emang murah bgt ! Jadi inget bis ex Jepun punya PPD, baru dikirim masih kinclong tapi dua tahun diasuh PPD wadoow 
Bis PPD yang dimaksud itu buatan Meitetsu Corp, yang juga perusahaan yang memproduksi KA.
KRL second hand memang lebih murah karena kinerjanya sudah jauh berkurang dibandingkan saat awal dinasan.
Bagaimana langkah PT. INKA selanjutnya untuk pengadaan KRL lokal ini?
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi
Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Posts: 144
Threads: 0
Joined: Aug 2009
Reputation:
5
25-03-2010, 06:26 PM
(This post was last modified: 25-03-2010, 06:29 PM by peseg5.)
Kalau kemampuan fiskal, saya rasa sih pemerintah mampu2 aja beli 10 set KRL / KRDE baru buatan INKA setiap tahunnya. Tinggal nanti didistribusikan buat DAOP mana saja set tersebut.
Nah, pemikiran saya kalau selama ini pemerintah selalu beralasan dana terbatas u/ membeli KA sehingga program pemerintah beli KA dari INKA lalu menghibahkan ke PT KA dalam jumlahnya seiprit2, gimana kalau pemerintah beli KA dari INKA, tapi menjual ke PT KA secara kredit dengan bunga 0%. Apakah secara anggaran negara bisa menerapkan skema seperti itu ?
Dengan PT KA membeli KRL / KRDE secara kredit berarti gugur sudah alasan beli KRL baru dengan harga mahal, karena pembelian bisa kredit dengan bunga 0% pula. Atau bisa juga dengan skema 50:50, atau 30:70, atau proporsi lainnya jadi pembelian kereta baru disubsidi oleh pemerintah dengan cara pemerintah beli KA tersebut ke INKA dengan harga pasar, lalu menjual ke PT KA dengan harga diskon. Ini menurut saya bisa menguntungkan dari segi menghemat uang negara sekaligus keuangan PT KA, tapi INKA juga gak rugi.
The only thing necessary for the triumph of evil is for good man to do nothing.
(Edmund Burke 1729-1797)
Posts: 2,344
Threads: 0
Joined: Dec 2008
Reputation:
8
(25-03-2010, 06:26 PM)peseg5 Wrote: Kalau kemampuan fiskal, saya rasa sih pemerintah mampu2 aja beli 10 set KRL / KRDE baru buatan INKA setiap tahunnya. Tinggal nanti didistribusikan buat DAOP mana saja set tersebut.
Nah, pemikiran saya kalau selama ini pemerintah selalu beralasan dana terbatas u/ membeli KA sehingga program pemerintah beli KA dari INKA lalu menghibahkan ke PT KA dalam jumlahnya seiprit2, gimana kalau pemerintah beli KA dari INKA, tapi menjual ke PT KA secara kredit dengan bunga 0%. Apakah secara anggaran negara bisa menerapkan skema seperti itu ?
Dengan PT KA membeli KRL / KRDE secara kredit berarti gugur sudah alasan beli KRL baru dengan harga mahal, karena pembelian bisa kredit dengan bunga 0% pula. Atau bisa juga dengan skema 50:50, atau 30:70, atau proporsi lainnya jadi pembelian kereta baru disubsidi oleh pemerintah dengan cara pemerintah beli KA tersebut ke INKA dengan harga pasar, lalu menjual ke PT KA dengan harga diskon. Ini menurut saya bisa menguntungkan dari segi menghemat uang negara sekaligus keuangan PT KA, tapi INKA juga gak rugi.
kyknya susah mas nerapin kyk gitu hingga 2014, bagi mereka a.k.a oknum pejabat pemerintah, mana yg menguntungkan buat kantong mereka itu yg didahulukan. Mungkin buat oknum tersebut dengan pembelian baru ke INKA susah mark up nya
Ingetkan kasus KRL Hibah Jepang yg bermasalah skrg masuk KPK, maap buka2 borok masa lalu
Quote:Mantan Dirjen Dephub Tersangka Proyek KRL
By redaksi
Kamis, 05-November-2009, 07:15:14
JAKARTA - Kereta api listrik (KRL) hibah dari pemerintah Jepang ternyata bermasalah. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan indikasi kuat adanya dugaan korupsi dalam pengiriman KRL dari Jepang ke Indonesia.
Pelaksana tugas (Plt) Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR, Rabu (4/11), mengungkapkan bahwa ada beberapa dugaan korupsi yang telah dinaikkan dari penyelidikan ke tahap penyidikan.
“Yang bergulir (dari penyelidikan ke penyidikan-red) adalah pengadaan jasa angkutan KRL hibah eks Jepang yang terjadi di Dephub tahun 2006-2007,†ucap Tumpak.
Kasus ini berawal ketika Direktorat Jendral Perkeretaapian melakukan penunjukan langsung proyek dalam pengadaan KRL hibah dari Jepang. Sebanyak 60 KRL yang tidak digunakan lagi di Jepang sejak 1998 dihibahkan ke Indonesia.
Kasus yang lain adalah pengadaan mobil pemadam kebakaran. Cukup banyak yang sekarang bergulir. Sekarang ini, terjadi di Otorita Batam pada periode 2004-2005.
Sedangkan Deputi Penindakan KPK Ade Rahardja di sela-sela rapat mengungkapkan bahwa mantan Direktur Jenderal Perkereta Apian Dephub Samino Eko Saputro telah ditetapkan sebagai tersangka. Menurut Ade, KPK menemukan adanya penggelembungan ongkos kirim beberapa set KRL hibah dari Jepang ke Jakarta.
“Modusnya mark up biaya angkutan dari Jepang ke Indonesia,†ungkap Ade. (jpnn)
Sumbernya
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
Posts: 909
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
3
ini pertanyaan teknis..
"apa sih susahnya bikin KRL?"
Posts: 163
Threads: 0
Joined: Aug 2009
Reputation:
1
Sebenarnya, kapasitas produkis PT INKA untuk mengkonstruksi KRL per tahun berapa set ? Terus kebutuhan KRL Jabodetabek berapa ? kurangnya berapa ? Kalau urgent ya itu baru ditambah dengan KRL bekas Jepang.
Posts: 3,191
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
16
26-03-2010, 12:44 PM
(This post was last modified: 26-03-2010, 12:45 PM by Charles.)
(26-03-2010, 09:28 AM)morkies Wrote: Sebenarnya, kapasitas produkis PT INKA untuk mengkonstruksi KRL per tahun berapa set ? Terus kebutuhan KRL Jabodetabek berapa ? kurangnya berapa ? Kalau urgent ya itu baru ditambah dengan KRL bekas Jepang.
Untuk kapasitas produksi PT. INKA saya kurang mengetahui, karena bergantung pada jumlah pemesanan.
Armada KRL Jabotabek saat ini yang siap beroperasi berjumlah 480 unit kereta yang terbagi dalam set ber-AC dan non AC, sedangkan kebutuhan armada KRL Jabotabek diperkirakan sekitar 700-800 unit (masih tersisa sekitar 300 unit kereta lagi yang belum terpenuhi) dan INKA akan mencoba memenuhi kebutuhan tsb dengan kerjasama dengan Bombardier Jerman seraya diiringi dengan impor KRL eks Jepang yang sudah kaisou (tak beroperasi).
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi
Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Posts: 144
Threads: 0
Joined: Aug 2009
Reputation:
5
(26-03-2010, 09:28 AM)morkies Wrote: Sebenarnya, kapasitas produkis PT INKA untuk mengkonstruksi KRL per tahun berapa set ? Terus kebutuhan KRL Jabodetabek berapa ? kurangnya berapa ? Kalau urgent ya itu baru ditambah dengan KRL bekas Jepang.
Pernah denger statement-nya Dirut INKA.
Quote:"Kalau pemesanan kontinyu, kami akan bangun workshop KRL lagi sehingga kapasitasnya menjadi 80 KRL per tahun," ujar Roos. Sampai saat ini, lanjutnya, kapasitas produksi Inka rata-rata mencapai 40 unit KRL per tahun karena tidak ada kepastian pemesanan dari PT KA dan pemerintah dalam jangka panjang. "Harapan kami separuh dari pengadaan 1.182 KRL bisa diserahkan ke Inka," ungkap Roos.
dikutip dari http://bataviase.co.id/node/92189
Artinya setahun bisa produksi kurang lebih 10 set, jika 1 set = 8 KRL. Tapi karena tidak pernah ada order mantap untuk KRL nya, kapasitas terpakainya cuman 5 set per tahun.
The only thing necessary for the triumph of evil is for good man to do nothing.
(Edmund Burke 1729-1797)
Posts: 802
Threads: 0
Joined: Mar 2010
Reputation:
22
jika KRL INKA BOMBARDIER sudah banyak,bagaimana nasib KRL eks jepun?saya berharap seri seceng dan goceng jadi KRDE ac
|