Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
[ASK] MU=Multiply Unit=Double Traksi=DT
#11
:esurprise:

Maap Mas Agus...
Salah saya :worry:
Ngga diujicoba sebelum dilaunching... Big Grin

Link telah diperbaiki atau Panjenengan ke Board index » Peron » PPKA » [ASK] MU=Multiply Unit=Double Traksi=DT <---- cari yang judulnya ini...

Mohon maaf sekali lagih...

Monggo

[Image: spammingsj0.gif]
Reply
#12
baik bravo... S40........
Reply
#13
Agus Budhy Nugroho Wrote:dear rail fans...

mohon pencerahannya untuk hal ini...

bagaimana cara kerja Loko saat mulai pertama kali throtle posisi 1 (hingga seterusnya) sedangkan Lok keadaan dalam kondisi double traksi (double Lok)... mengapa kedua traksi tersebut (khususnya) mesin dieselnya dapat bekerja ?... :econfused:

Cara yang paling modern untuk multiple traction adalah dengan menggunakan multiple unit (MU) port yang berada di sisi depan/belakang dari lokomotif. Sehingga rangkaian lokomotif dapat dioperasikan oleh 1 man dan 1 jra.
Sementara yang biasanya terjadi di sini, multiple traction tidak menggunakan MU port dan hanya mengandalkan insting dari para masinis yang berada di lokomotif yang aktif. Biasanya dapat dibantu dengan komunikasi radio. Tetapi lebih banyak hanya menggunakan perasaan para masinis aja saat menarik trhotle dan membuka rem udara.
Pernah ada kejadian saat doble lok / doble traksi, salah satu loko terkunci system rem nya karena sang masinis belum biasa menjalankan konfigurasi ini.

Untuk wessel, sebenarnya bisa dilihat apakah sifatnya turn-out atau turn-in.
Saat turn-out, wesel digunakan untuk memindahkan rangkaian ke jalur lain, dimana jarum wesel berfungsi sebagai alat pemindah (muka jarum wesel berada di lintasan kereta yang melaluinya). Dalam kondisi seperti ini, jarum harus terkunci dengan baik sehingga tidak terlepas dan menyebabkan rangkaian anjlog.

Sementara turn-in, jarum wesel berada di akhir lintasan, jadi saat dilalui rangkaian, dia akan ikut tertekan oleh roda-roda rangkaian dan kemungkinan rangkaian anjlog sangat kecil terjadi.

Reply
#14
oke om Hed dan mas Gege, thank's atas informasi dan pencerahannya.....

iseng-iseng kalau ada waktu luang akan saya coba ilustrasinya melalui gambar....

so... thank's ya, coz hari ini dapat pelajaran lagi tentang KA dari para "dedengkot" KA...




salam,

== Lok Bima Kunting ==
Reply
#15
sedikit tambahan,
maksud dari pada MU ( Multiple Unit ) adalah menggandakan daya tarik lokomotif.
Dari pabriknya, sudah dirancang agar pengendalian cukup dilakukan dari satu loko ( disebut LEAD atau "Pemimpin") untuk mengendalikan loko-loko dibelakangnya ( disebut TRAIL atau "Pengikut")

Seutas kabel kontrol harus disambungkan antara Lead dan Trail , serta antar trail jika trail lebih dari satu.
( catatan: Trail dapat lebih dari satu loko dalam sebuah rangkaian ).
Selain kabel kontrol, sistem pengaturan udara tekan ( pneumatic ) untuk pengereman juga harus disambungkan mengikuti petunjuk. ( lihat ilustrasi dalam thread ini yang disajikan oleh rekan kita ).

Di Amerika, ada lok khusus untuk trail, namanya SLUG. Dia tidak mempunyai kabin untuk masinis, karena hanya berisi Diesel-Electric unit.

Ada persyaratan dari AAR ( regulator perkeretaapian di Amerika ), bahwa kombinasi MU direkomendasikan dengan lok dari jenis dan kapasitas yang sama.

Saya tidak habis mengerti jika MU di PT.KAI Pulau Jawa tidak menggunakan pola diatas, tapi justru menggunakan pola "Insting".
Yang lebih aneh buat saya, kenapa justru kehandalan instting ini jadi salah satu mata ujian masinis!!!??
Terlalu mahal resiko yang dipertaruhkan ( untuk masinis/operator, penumpang, pihak ketiga dan juga asset itu sendiri ) dengan cara seperti ini.
Dan satu lagi, banyak colokan MU di lokomotif sudah pada "didelete" dengan seribu satu alasan.
Sungguh menyedihkan, loko yang mestinya canggih dan praktis telah di"kebiri"salah satu kemampuannya.

Demikian sedikit tambahan, mohon dikoreksi jika ada kekeliruan....
Reply
#16
periuk_gandar Wrote:sedikit tambahan,
maksud dari pada MU ( Multiple Unit ) adalah menggandakan daya tarik lokomotif.
Dari pabriknya, sudah dirancang agar pengendalian cukup dilakukan dari satu loko ( disebut LEAD atau "Pemimpin") untuk mengendalikan loko-loko dibelakangnya ( disebut TRAIL atau "Pengikut")

Seutas kabel kontrol harus disambungkan antara Lead dan Trail , serta antar trail jika trail lebih dari satu.
( catatan: Trail dapat lebih dari satu loko dalam sebuah rangkaian ).
Selain kabel kontrol, sistem pengaturan udara tekan ( pneumatic ) untuk pengereman juga harus disambungkan mengikuti petunjuk. ( lihat ilustrasi dalam thread ini yang disajikan oleh rekan kita ).

Di Amerika, ada lok khusus untuk trail, namanya SLUG. Dia tidak mempunyai kabin untuk masinis, karena hanya berisi Diesel-Electric unit.

Ada persyaratan dari AAR ( regulator perkeretaapian di Amerika ), bahwa kombinasi MU direkomendasikan dengan lok dari jenis dan kapasitas yang sama.

Saya tidak habis mengerti jika MU di PT.PT. Kereta Api (Persero) Pulau Jawa tidak menggunakan pola diatas, tapi justru menggunakan pola "Insting".
Yang lebih aneh buat saya, kenapa justru kehandalan instting ini jadi salah satu mata ujian masinis!!!??
Terlalu mahal resiko yang dipertaruhkan ( untuk masinis/operator, penumpang, pihak ketiga dan juga asset itu sendiri ) dengan cara seperti ini.
Dan satu lagi, banyak colokan MU di lokomotif sudah pada "didelete" dengan seribu satu alasan.
Sungguh menyedihkan, loko yang mestinya canggih dan praktis telah di"kebiri"salah satu kemampuannya.

Demikian sedikit tambahan, mohon dikoreksi jika ada kekeliruan....

kadang di Indonesia menyepelekan hal2 seperti ini....mungkin nanti kalo ada kejadian,baru difungsikan soket untuk MU.... Lok Merah Biru Lok Merah Biru

Reply
#17
eling Wrote:kadang di Indonesia menyepelekan hal2 seperti ini....mungkin nanti kalo ada kejadian,baru difungsikan soket untuk MU.... Lok Merah Biru Lok Merah Biru

Sbenernya sih udah banyak PLH karena "insting" tapi kenapa tetep ga dipake ya? Ngamuk
Reply
#18
luke_q Wrote:Sbenernya sih udah banyak PLH karena "insting" tapi kenapa tetep ga dipake ya? Ngamuk

belom ada PLH yanh parah... Lolol
Lok Merah Biru Lok Merah Biru S35

Reply
#19
yang pasti ada maksud tertentu kenapa ini tidak dilakukan... akan saya coba cari tahu alasan mengapa ini tidak dilakukan ...... :econfused:

yang pasti akan ke Dipo lagi.... :esad:

thank's atas info dan masukannya....... Tersenyuum
Reply
#20
Agus Budhy Nugroho Wrote:yang pasti ada maksud tertentu kenapa ini tidak dilakukan... akan saya coba cari tahu alasan mengapa ini tidak dilakukan ...... :econfused:

yang pasti akan ke Dipo lagi.... :esad:

thank's atas info dan masukannya....... Tersenyuum

thanks bro... :gembira:
ditunggu kabar beritanya... S35

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)