Posts: 841
Threads: 0
Joined: May 2008
Reputation:
4
baik bravo... S40........
Posts: 841
Threads: 0
Joined: May 2008
Reputation:
4
oke om Hed dan mas Gege, thank's atas informasi dan pencerahannya.....
iseng-iseng kalau ada waktu luang akan saya coba ilustrasinya melalui gambar....
so... thank's ya, coz hari ini dapat pelajaran lagi tentang KA dari para "dedengkot" KA...
salam,
== Lok Bima Kunting ==
Posts: 90
Threads: 0
Joined: Jul 2008
Reputation:
0
sedikit tambahan,
maksud dari pada MU ( Multiple Unit ) adalah menggandakan daya tarik lokomotif.
Dari pabriknya, sudah dirancang agar pengendalian cukup dilakukan dari satu loko ( disebut LEAD atau "Pemimpin") untuk mengendalikan loko-loko dibelakangnya ( disebut TRAIL atau "Pengikut")
Seutas kabel kontrol harus disambungkan antara Lead dan Trail , serta antar trail jika trail lebih dari satu.
( catatan: Trail dapat lebih dari satu loko dalam sebuah rangkaian ).
Selain kabel kontrol, sistem pengaturan udara tekan ( pneumatic ) untuk pengereman juga harus disambungkan mengikuti petunjuk. ( lihat ilustrasi dalam thread ini yang disajikan oleh rekan kita ).
Di Amerika, ada lok khusus untuk trail, namanya SLUG. Dia tidak mempunyai kabin untuk masinis, karena hanya berisi Diesel-Electric unit.
Ada persyaratan dari AAR ( regulator perkeretaapian di Amerika ), bahwa kombinasi MU direkomendasikan dengan lok dari jenis dan kapasitas yang sama.
Saya tidak habis mengerti jika MU di PT.KAI Pulau Jawa tidak menggunakan pola diatas, tapi justru menggunakan pola "Insting".
Yang lebih aneh buat saya, kenapa justru kehandalan instting ini jadi salah satu mata ujian masinis!!!??
Terlalu mahal resiko yang dipertaruhkan ( untuk masinis/operator, penumpang, pihak ketiga dan juga asset itu sendiri ) dengan cara seperti ini.
Dan satu lagi, banyak colokan MU di lokomotif sudah pada "didelete" dengan seribu satu alasan.
Sungguh menyedihkan, loko yang mestinya canggih dan praktis telah di"kebiri"salah satu kemampuannya.
Demikian sedikit tambahan, mohon dikoreksi jika ada kekeliruan....