Posts: 987
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
3
(22-03-2010, 09:33 AM)eling Wrote: bisa aja jalur Utara di kasi Setrum Aliran Atas dari BKS-SBI, asalkan tukang Setrumnya (PLN) sanggup supplai setrum buat kebutuhan Lok electric/EMU
:p
saya rasa pihak PLN kedepannya sanggup menyediakan listrik utk LAA, kan sudah ada pembangunan Pembangkit sekian megawatt...
kmrn sempet baca2 buku sejarah, kl sebenarnya setelah elektrifikasi JAKK - JNG - BOO dianggap berhasil Belanda akan mengelektrifikasi Jakarta - Surabaya tp sblm terlaksana keburu krisis ekonomi thn 30-an ketika ekonomi mulai stabil di thn 40-an ada perang dunia...
akhirnya sampe detik ini blm terealisir...
seandainya terlalu utopia ya minimal BKS - CN aja dipasangi LAA dulu...
jd nanti Argo Jati dan Cireks bisa diganti KRL / EMU tp jgn menggunakan KRL Jabotabek milik PT KACJ...
Tambah kecepatan kereta api agar tdk kalah bersaing setelah Toll Trans-Jawa rampung...
Posts: 909
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
3
kalau LAA untuk jarak jauh rugi dayanya besar, karena pakai tegangan rendah. Jadi tiap beberapa km harus dibuatkan gardu. Biayanya jadi tambah mahal deh.
Posts: 341
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Maaf agak OOT bentar, untuk elektrifikasi sekarang ini yang baru saja selesai adalah dari Parungpanjang ke Maja bahkan sudah bertegangan ! Wow ! Truz untuk Padalarang-Cicalengka masih dalam tahap Engginering Service (kelamaen ), selanjutnnya adalah petak Bekasi-Cikampek (kelarnya baru 2012 mungkin lhoh ) lanjut deh sampai Surabaya g tau tahun berapa selesai ! Tapi yang jelaz perlu diingat bahwa Produksi Minyak Bumi dunia diperkirakan akan mencapai puncak pada tahun 2014. Jadi beruntunglah jalur yang sudah dielektrifikasi dan setelah ini adalah masa High Speed Train !
Posts: 178
Threads: 0
Joined: Jun 2008
Reputation:
2
(21-03-2010, 10:07 PM)Hares PKST Wrote: Sangat mungkin dan double track memg mengharuskan sistem persinyalan elektrik. Lintas Solo - Jogja dr PWS sampe Maguwo sharusnya jg sudah dielektrifikasi. Menurut keterangan dr salah seorg pgawai PT KA, mgkin th ini petak Alastua - Brumbung akan dielektrifikasi.
Mas Hares, yang dimaksud TS adalah elektrifikasi jalur alias dipasangin LAA alias nanti keretanya pake tenaga listrik, kayak KRL. Bukan sinyalnya yang elektrik.. Hihihi...
Posts: 3,191
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
16
(22-03-2010, 09:24 AM)CC_20413 Wrote: wah... kalo mang bener ada LAA/elektrifikasi dari BKS ke SBI pasti gak bakal pake KRL yg ada sekarang karena pernah ngobrol ma mass KRL BKS Express, katanya kalo KRL yg dari jepang sekarang mang enak buat tarikan pertama bisa langsung kenceng tp kalo buat jarak jauh agak susah karena letak geografis di P.Jawa ma di Jepang beda, bisa2 tuh KRL ngadat di tengah jalan. kalopun ada LAA dari BKS ke SBI pasti bukan KRL yg sekarang beroperasi yg jalan jadi KA lintas jauh tapi bakal pake loko listrik, bisa aja loko CC yg ada sekarang dijadiin loko listrik kan katanya udah dc-dc apa ac-dc gitu, yg tinggal ditambah pantograf jadi deh loko listrik
Tidak semudah itu mengubah lok DE murni menjadi lok listrik/elektrodiesel, karena banyak parameter yang harus diubah total...
Kalau menggunakan KRL memang cukup berisiko overheat, karena KRL dikhususkan untuk angkutan komuter, sedangkan untuk KA jarak jauh direkomendasikan menggunakan sistem elektrodiesel (untuk mencegah listrik tiba-tiba padam disediakan generator diesel cadangan).
Elektrifikasi itu sendiri membutuhkan studi kelayakan terlebih dahulu agar nantinya rangkaian dapat berjalan lancar di lintas.
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi
Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
22-03-2010, 06:18 PM
(This post was last modified: 22-03-2010, 06:18 PM by ady_mcady.)
wow, mau bikin LAA jakk-sbi? boleh boleh saja.
tapi menurut saya, kalo trafiknya belum padat malah bisa tekor biaya operasionalnya. makanya diproiritaskan jalur2 padat saja yang dieletkrifikasi semisal jabodetabek, dan koridor bandung raya.
lagipula pake listrik belum tentu ekonomis selama kebijakan energi negara masih menganakemaskan bbm seperti diindonesia dan amerika. kalo di eropa, wajar mereka pake listrik karena disana bbm harganya selangit karena kena pajak.
ubah dulu rezim energi di indonesia, benahi kelistrikan nasional, baru bicara kereta listrik.
@hares PKST,
hampir ketipu saya.ternyata petak alastuwo-brumbung yang dielektrifikasi sinyalnya ya? tak kira rel nya kayak di jakarta.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 31
Threads: 0
Joined: Jan 2010
Reputation:
0
(21-03-2010, 10:00 PM)brantas Wrote: Mungkin ga ya selain Double Track jalur BKS - CKP - CN - SMT - SBI juga sekalian dielektrifikasi biar nanti Jakarta - Surabaya bisa menggunakan KRL?
Posts: 3,295
Threads: 0
Joined: Aug 2009
Reputation:
23
smuanya pasti mungkin, yg mendekati realita yaitu DT. setelah itu LAA BKS-SBI coz kl mengandalkan Lok diesel jg kurang bagus. Kenapa? HSD adalah bahan bakar fosil yg ga bs diperbaharui n asapnya bikin polusi n memicu global warning. Tengok saja pabrikan mobil berlomba2 bikin mobil ramah lingkungan akibat imbas dr global warming. So kedepannya nanti bakal perkeretaapian bakal sistem elektrik. Bagi yg msh mengandalkan Lok disel, mungkin, ini mungkin loh, pabrik Lok tdk lg produksi lok disel maupun sparepartnya, so lok disel yg kita punyai bakal pensiun, RF siap2 ngecup loko bwt souvenir dirumah.
hehe....
Keep Fighting Never Give
Posts: 347
Threads: 0
Joined: Dec 2008
Reputation:
0
(22-03-2010, 11:24 PM)ouilevio Wrote: smuanya pasti mungkin, yg mendekati realita yaitu DT. setelah itu LAA BKS-SBI coz kl mengandalkan Lok diesel jg kurang bagus. Kenapa? HSD adalah bahan bakar fosil yg ga bs diperbaharui n asapnya bikin polusi n memicu global warning. Tengok saja pabrikan mobil berlomba2 bikin mobil ramah lingkungan akibat imbas dr global warming. So kedepannya nanti bakal perkeretaapian bakal sistem elektrik. Bagi yg msh mengandalkan Lok disel, mungkin, ini mungkin loh, pabrik Lok tdk lg produksi lok disel maupun sparepartnya, so lok disel yg kita punyai bakal pensiun, RF siap2 ngecup loko bwt souvenir dirumah.
hehe....
lok DE itu ramah lingkungan lho..apalagi yg hybrid. kalo sekarang blum mampu beli hybrid-nya GE, bisa diakalin campur biodiesel, tp kudu beli loknya jerman dulu yg uda familiar ama biodisel
lagian kalo pake listrik sekarang sma juga boong teteup aj ga ramah lingkungan, cz listriknya pake batubara.
soal takut onderdil ga diproduksi lg itu ga mungkin.wong mayortas di dunia pake DE (listrik cuma eropa & beberapa negara asia yg punya nuklir) pabrik loko bakal bangkrut kalo cuma buat onderdil listrik.
kalo taun 2030 sih emang uda harus pasang LAA..tp klo taun dibawahnya sama jg bunuh diri,cz sopo sing nggawe setrume
PLN uda H2C sambil tahajud tiap malem supaya trafo-nya ga ad yg rusak ampe 2015 (cz cadangannya uda gda lg) pengen pake batubara yg murah inves bangun PLTU mahal, pengen pake gas tp barangnya gak ad cz dijual k cina, pengen bangun nuklir di protes mulu
Posts: 909
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
3
yang penting dilakukan sekarang ini adalah efisiensi aja, dan peningkatan trafik dengan dobel track dan kebijakan yang mendukung transportasi rel.
Jangan terlalu takut minyak habis. Masih banyak tapi ngebor nya makin dalam. Kalau untuk transportasi massal, semahal-mahal nya minyak, bayarnya kan masih urunan  .
kalau LAA sejauh itu, tegangan rendah, loss nya sangat besar. Jadi teknologi lok diesel, masih cocok.
|