Posts: 928
Threads: 0
Joined: Jan 2009
Reputation:
3
(24-02-2010, 02:00 PM)Agung Wrote: skarang si mana ada timbangan kereta.......
masinis itu taunya cuma berat siap rangkaian yang akan ditariknya, biasanya dihitung dari angka yang tertempel di setiap pintu gerbong, contohnya E40, nah itu yang dihitung.
biasanya si masinis sudah hapal semua berat gerbong karena rata2 berat gerbong itu hampir sama semua.
seperti kalo BP itu di kisaran 40-42 ton, K1 rata2 40 ton, K2 di kisaran 37-39 ton ( plus genset kalo KMP2/KP3), K3 di kisaran 35-38 ton (plus genset di KMP3/KP3).
jadi dimisalkan kayak contoh mas dedy itu lagi narik senja utama, masinis tinggal menghitung brapa gerbong yang harus dia bawa, misalkan membawa 11 gerbong dengan susunan 10 K2 1 KMP2, maka berat totalnya menjadi (10 K2 x 37 ton) + (1 KMP2 x 39 ton) = 409 ton. dalam contoh saya mengestimasikan semua berat rangkaian sama, namun pada kenyataannya tidak, ada yang 37, 38 dan 39 ton, tapi kalo mau ringkas ya disamaratakan.
bener mas agung yang deket jendela toilet kalo ga salah ada tulisan E40 itu menandakan bahwa berat gerbong tersebut diitung dengan jumlah maksimal penumpang itu 40 ton klo pengen tau berat kosong dari gerbong itu biasanya ada di bagian tengah bawah gerbong....
Posts: 3,191
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
16
(25-02-2010, 07:42 AM)Joe_cn Wrote: Wah ada juga timbangan buat gerbong ya...
Saya kira cuma buat kontainer dan truk saja yang punya....
Tentu saja ada mas, gunanya untuk menimbang massa total keseluruhan rangkaian apakah sudah layak untuk dinasan atau belum.
Di masa lalu timbangan KA sering dipakai di beberapa stasiun, bentuknya seperti jembatan timbang yang ada di jalan raya (sisanya masih ada di trit sepur mati Jogja-Magelang, coba dicek TKP-nya di sini untuk melihat bentuknya) dengan beberapa anak timbangan yang berbeda ukuran.
Mesin timbangannya mirip dengan timbangan yang dipakai di penjual loak dan rongsokan, tetapi posisi lengannya berbeda.
CMIIW.
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi
Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Posts: 2,972
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
14
(25-02-2010, 09:22 AM)ebret_cc20191 Wrote: (24-02-2010, 02:00 PM)Agung Wrote: skarang si mana ada timbangan kereta.......
masinis itu taunya cuma berat siap rangkaian yang akan ditariknya, biasanya dihitung dari angka yang tertempel di setiap pintu gerbong, contohnya E40, nah itu yang dihitung.
biasanya si masinis sudah hapal semua berat gerbong karena rata2 berat gerbong itu hampir sama semua.
seperti kalo BP itu di kisaran 40-42 ton, K1 rata2 40 ton, K2 di kisaran 37-39 ton ( plus genset kalo KMP2/KP3), K3 di kisaran 35-38 ton (plus genset di KMP3/KP3).
jadi dimisalkan kayak contoh mas dedy itu lagi narik senja utama, masinis tinggal menghitung brapa gerbong yang harus dia bawa, misalkan membawa 11 gerbong dengan susunan 10 K2 1 KMP2, maka berat totalnya menjadi (10 K2 x 37 ton) + (1 KMP2 x 39 ton) = 409 ton. dalam contoh saya mengestimasikan semua berat rangkaian sama, namun pada kenyataannya tidak, ada yang 37, 38 dan 39 ton, tapi kalo mau ringkas ya disamaratakan.
bener mas agung yang deket jendela toilet kalo ga salah ada tulisan E40 itu menandakan bahwa berat gerbong tersebut diitung dengan jumlah maksimal penumpang itu 40 ton klo pengen tau berat kosong dari gerbong itu biasanya ada di bagian tengah bawah gerbong....
memang benar apa yang sudah kalian ungkapkan namun apakah petugas pencatat dalam hal yang saya lihat yaitu ass mass mengecek satu persatu dari rangkaian belakang hingga ke depan ? dalam kasus saya di atas saya ikut dari jng untuk menjemput rangkaian di stasiun senen yang pada saat itu sudah tersedia di jalur 2.nah pas ketika sudah di gandeng lalu rangkaian ini mundur untuk selanjutnya di pindah ke jalur 3 untun pemberangkatan selanjutnya.nah pas kereta mundur inilah ini ass mass melihat ke arah luar dan mencatatnya di kertas.
Posts: 89
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
1
kalo yang di deket sinyal masuk sts, JAKG ntu timbangan juga deh,,,
tapi leb ih modern, cos sistem digital (CMIIW)
ni penampakannya.....
Posts: 4,518
Threads: 0
Joined: Jan 2008
Reputation:
35
[spoiler]
(25-02-2010, 05:25 PM)dedy vh Wrote: (25-02-2010, 09:22 AM)ebret_cc20191 Wrote: (24-02-2010, 02:00 PM)Agung Wrote: skarang si mana ada timbangan kereta.......
masinis itu taunya cuma berat siap rangkaian yang akan ditariknya, biasanya dihitung dari angka yang tertempel di setiap pintu gerbong, contohnya E40, nah itu yang dihitung.
biasanya si masinis sudah hapal semua berat gerbong karena rata2 berat gerbong itu hampir sama semua.
seperti kalo BP itu di kisaran 40-42 ton, K1 rata2 40 ton, K2 di kisaran 37-39 ton ( plus genset kalo KMP2/KP3), K3 di kisaran 35-38 ton (plus genset di KMP3/KP3).
jadi dimisalkan kayak contoh mas dedy itu lagi narik senja utama, masinis tinggal menghitung brapa gerbong yang harus dia bawa, misalkan membawa 11 gerbong dengan susunan 10 K2 1 KMP2, maka berat totalnya menjadi (10 K2 x 37 ton) + (1 KMP2 x 39 ton) = 409 ton. dalam contoh saya mengestimasikan semua berat rangkaian sama, namun pada kenyataannya tidak, ada yang 37, 38 dan 39 ton, tapi kalo mau ringkas ya disamaratakan.
bener mas agung yang deket jendela toilet kalo ga salah ada tulisan E40 itu menandakan bahwa berat gerbong tersebut diitung dengan jumlah maksimal penumpang itu 40 ton klo pengen tau berat kosong dari gerbong itu biasanya ada di bagian tengah bawah gerbong....
memang benar apa yang sudah kalian ungkapkan namun apakah petugas pencatat dalam hal yang saya lihat yaitu ass mass mengecek satu persatu dari rangkaian belakang hingga ke depan ? dalam kasus saya di atas saya ikut dari jng untuk menjemput rangkaian di stasiun senen yang pada saat itu sudah tersedia di jalur 2.nah pas ketika sudah di gandeng lalu rangkaian ini mundur untuk selanjutnya di pindah ke jalur 3 untun pemberangkatan selanjutnya.nah pas kereta mundur inilah ini ass mass melihat ke arah luar dan mencatatnya di kertas. [/spoiler]
sebelumnya saya mau tanya mas.........
apakah pas lokomotif masuk stasiun dan sebelom menggandeng rangkaian dan melangsirnya ke jalur 3, ass mass sudah berjalan turun dolo ????
biasanya ass mass akan turun menuju ruang PPKA untuk melaporkan lok yang akan digunakan untuk menarik rangkaian, kemudian PPKA akan menyerahkan laporan berisi data no kereta beserta berat totalnya
|