Posts: 1,546
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
39
wah berapa lok ya alokasi taon ni yang dimutasi dari BD
prioritas utama sih dipo THB, MN and JR
THB buat narik odong2 rangkas.... kasihan lok BB dipaksa buat narik 7 gerbong dengan penumpang berjubel bahkan smpe di atap... padahal di atas para atapers ada ALA 1500v dari JAKK-parung panjang.. semoga segera dapat beberapa lok CC biar peristiwa PLH palmerah/kebayoran tidak terjadi lagi... prioritas utama dan pertama adalah THB
prioritas selanjutnya adalah MN.. bayangkan MN punya 4 KA jarak jauh, yang artinya ada 8 set (BK, SK, Brantas and Kahuripan).. masa taon ini baru dapet itupun C1 n 2 biji. moga2 dapet 203xx and 204xx buat KA unggulan (SK and BK)
selanjutnya mungkin JR bisa diprioritaskan
baru PWT and CN
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Posts: 1,112
Threads: 0
Joined: Dec 2008
Reputation:
3
yang jelas untuk alokasi loko pasti sesuai dengan kebutuhan DAOP/DIPO masing-masing kayak MN mungkin baru dapet alokasi 2 loko C1 karena untuk KA BK atau SK kan bisa pake loko JNG, nah kalo jumlah loko dah sesuai standar mungkin nantinya MN bakal kebagian loko C3 or C4 buat narik KA unggulannya. jadi untuk sementara pemenuhan jumlah loko untuk DAOP/DIPO pasti disesuaikan dengan prioritas.
Posts: 1,546
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
39
08-02-2010, 08:37 AM
(This post was last modified: 08-02-2010, 08:39 AM by Bangunkarta.)
(07-02-2010, 10:23 AM)CC_20413 Wrote: yang jelas untuk alokasi loko pasti sesuai dengan kebutuhan DAOP/DIPO masing-masing kayak MN mungkin baru dapet alokasi 2 loko C1 karena untuk KA BK atau SK kan bisa pake loko JNG, nah kalo jumlah loko dah sesuai standar mungkin nantinya MN bakal kebagian loko C3 or C4 buat narik KA unggulannya. jadi untuk sementara pemenuhan jumlah loko untuk DAOP/DIPO pasti disesuaikan dengan prioritas.
bener juga boz.... mangkanya saya buatnya kebutuhan tersebut berdasarkan skala prioritas (meskipun dikit banyaknya juga versi saya

)... dimana beberapa dipo belum memiliki CC 20xxx padahal okupasi pnp sangat potensial, biar ada cc 20xxx yang stabbling di dipo buat jaga-jaga... iya juga koq kalo BK ma SK pake lok JNG dulu juga OK, karna T-18 untuk kedua KA tsb juga udah CC 203xx milik JNG.. bahkan sejak taon 2001 ato 2002 dolo T-18 BK juga udah CC 203xx milik JNG
cuman kalo THB... menurut saya, harus dapet prioritas pertama bro.. coz sekarang odong2 sungguh2 mengerikan.. masa BB dipaksa narik 7 gerbong, penuh banget pula dan penumpang ampe berjubel di atap2 kereta.. padahal diatas para atapers tersebut ada ALA 1500v dari JAKK/THB-parungpanjang.... dengan adanya alokasi odong2 pake lok CC, terutama buat yang ke 1 dan 2 dari rangkas ma yang jam 18.30 and 20.00 dari THB tidak membahayakan... jangan sampai PLH palmerah/kebayoran dimana atap kereta ampe runtuh terulang lagi
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Posts: 1,112
Threads: 0
Joined: Dec 2008
Reputation:
3
08-02-2010, 10:54 AM
(This post was last modified: 08-02-2010, 10:56 AM by CC_20413.)
kalo menurut ane seh THB belum mendapat prioritas dulu bos karena dengan loko BB pun sudah cukup (untuk sementara menunggu jumlah loko CC mencukupi), selain itu kan THB bisa minjem loko CC dari JNG karena untuk KA Babarandek relasi BKS-Cigading aja pake loko CC pinjeman dari JNG dan yg paling perlu mendapatkan prioritas alokasi loko CC menurut ane DAOP IX JR bos, karena kita bisa tau letak geografis lintasan KA di sana yang sangat gak mungkin dilewati sama loko BB (karena udah udzur usianya) apabila harus menggeret KA dengan rangkaian yang cukup panjang.
Posts: 4,518
Threads: 0
Joined: Jan 2008
Reputation:
35
Kalo mau disusun skala prioritas dengan melihat kondisi sekarang, yang paling urgent emang Dipo Jember karena alasan yang sudah disebutkan di atas.
Kedua Dipo Tanah Abang karena penumpang jalur rangkas sudah melebihi batas toleransi, kalo tetap pake BB304 yang notabene hanya bisa membawa 7 sangatlah tidak memadai, seharusnya untuk jalur sana semua rangkaiannya haruslah minimal 10-11 kereta.
Ketiga Dipo Madiun, karena memiliki banyak KA unggulan.........jadi sudah semestinya diberi alokasi lok........
Posts: 163
Threads: 0
Joined: Aug 2009
Reputation:
1
apa mungkin suatu saat nanti bb304 bisa narik ka eksa ???
Posts: 3,295
Threads: 0
Joined: Aug 2009
Reputation:
23
mungkin sj kl 201/203/204 mogok smua tp pasti ngos2an narik 8-10 gerbong.
eksa rata2 narik 8-10 gerbong bahkan 12 jg pernah. shg dibutuhkan tenaga yg lebih besar & itu dimiliki oleh 201,3,4
Keep Fighting Never Give