Posts: 841
Threads: 0
Joined: May 2008
Reputation:
4
hedwigus Wrote:Gege Wrote:Ada masalah nih, masih soal istilah teknis Kereta Api...
Kalau BLB, KLB, PLH (dan yang lain-lain ...mungkin ada yang mau nambahin ) itu artinya apah?
Ada yang mo share?
BLB : Berhenti Luar Biasa
KLB : Kereta Luar Biasa
PL : Peristiwa Luar Biasa
PLH : Peristiwa Luar Biasa Hebat
mungkin ada yang bisa koreksi, khususnya untuk PLH.
om Hed... mohon bantuan untuk maksudnya apa sih dari singkatan tersebut diatas ?... kalau nggak salah BLB itu sering dipakai oleh masinis bila menjumpai sinyal muka kuning dan berhenti distasiun atau dengan kata lain berhenti bukan pada stasiun yang terdapat didalam petunjuk "map biru".. mohon pencerahannya mas.....
thank's ya..
== Lok Bima Kunting ==
Posts: 2,014
Threads: 0
Joined: Jan 2008
Reputation:
39
Agus Budhy Nugroho Wrote:om Hed... mohon bantuan untuk maksudnya apa sih dari singkatan tersebut diatas ?... kalau nggak salah BLB itu sering dipakai oleh masinis bila menjumpai sinyal muka kuning dan berhenti distasiun atau dengan kata lain berhenti bukan pada stasiun yang terdapat didalam petunjuk "map biru".. mohon pencerahannya mas.....
thank's ya..
== Lok Bima Kunting ==
Sesuai GAPEKA (he he he map-biru), setiap rangkaian memiliki jadual berhenti yang sudah ditentukan sejak awal, baik itu berhenti untuk naik/turun penumpang, atau berhenti karena silangan atau disusul.
BLB: Berhenti Luar Biasa, terjadi karena hal-hal tertentu.
Misalnya ada rangkaian yang mengalami kerusakan sehingga harus berhenti dan mengakibatkan GAPEKA menjadi tidak akurat lagi.
Di wilayah divisi jabotabek, BLB dilakukan jika penumpang menumpuk di satu stasion dan terpaksa harus menghentikan kereta express untuk menaikan penumpang dengan tujuan yang sama.
contoh: Dulu saya sering naik Pakuan Express jurusan BOO-THB dari DPK. Karena Depex THB mengalami banyak keterlambatan.
Yang lain adalah BLB illegal, saat banyak kambing yang berkumpul di pinggir rel
Posts: 737
Threads: 0
Joined: May 2008
Reputation:
0
hedwigus Wrote:Agus Budhy Nugroho Wrote:om Hed... mohon bantuan untuk maksudnya apa sih dari singkatan tersebut diatas ?... kalau nggak salah BLB itu sering dipakai oleh masinis bila menjumpai sinyal muka kuning dan berhenti distasiun atau dengan kata lain berhenti bukan pada stasiun yang terdapat didalam petunjuk "map biru".. mohon pencerahannya mas.....
thank's ya..
== Lok Bima Kunting ==
Sesuai GAPEKA (he he he map-biru), setiap rangkaian memiliki jadual berhenti yang sudah ditentukan sejak awal, baik itu berhenti untuk naik/turun penumpang, atau berhenti karena silangan atau disusul.
BLB: Berhenti Luar Biasa, terjadi karena hal-hal tertentu.
Misalnya ada rangkaian yang mengalami kerusakan sehingga harus berhenti dan mengakibatkan GAPEKA menjadi tidak akurat lagi.
Di wilayah divisi jabotabek, BLB dilakukan jika penumpang menumpuk di satu stasion dan terpaksa harus menghentikan kereta express untuk menaikan penumpang dengan tujuan yang sama.
contoh: Dulu saya sering naik Pakuan Express jurusan BOO-THB dari DPK. Karena Depex THB mengalami banyak keterlambatan.
Yang lain adalah BLB illegal, saat banyak kambing yang berkumpul di pinggir rel 
sepengetahuankku sih BLB itu brenti di luar Gapeka yang telah ditetapkan... baik karena ada kerusakan atau apapun (silang atau naik turunin kambing)
Posts: 25
Threads: 0
Joined: Jul 2008
Reputation:
0
10-07-2008, 08:44 AM
(This post was last modified: 07-07-2009, 09:23 AM by Gege.)
Gege Wrote:Milis Sebelah Wrote:Buat penggila kereta maupun temen temen yang sering naek kereta api, sering kita melihat gerbong kereta yang kita naiki di tarik oleh lokomotif yang bentuknya kadang berbeda beda , atau ketika melihat lokomotif langsir di stasiun, sering kita membedakannya kadang hanya dari warnanya namun sebenarnya lokomotif itu juga memiliki nomor KTP seperti halnya kita warga negara indonesia, yaitu nomor lokomotif seperti BB 30101, CC 20340, D 30128 , nah penomoran lokomotif terutama lokomotif diesel di indonesia adalah sebagai berikut :- 1. kode B artinya 2 roda penggerak ,C = 3 , dan D = 4. jadi kode BB artinya lokomotif bergandar 2 2 jadi total penggeraknya ada 4 as roda atau memiliki 8 roda .
2. kode CC artinya lokomotif bergandar 3 3 jadi total penggeraknya ada 6 as roda atau memiliki 12 roda .
3. kode D artinya lokomotif bergandar 4 loko jenis ini biasanya hanya memiliki single gandar sehingga total penggeraknya ada 4 as roda dengan jumlah roda 8
![[Image: 20080523092547_gandar_48362b2b6388b-t.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20080523092547_gandar_48362b2b6388b-t.jpg)
Kemudian setelah kode seri ada Kodefikasi 1,2,dan 3- - nomor 1 artinya transmisi Diesel mekanik (tahan banjir, karena transmisi spt mobil, lori dll.)
- nomor 2 artinya transmisi Diesel elektrik (no flad, takut banjir)
- nomor 3 artinya transmisi Diesel hidrolik (tahan banjir)
artinya Diesel elektrik adalah Diesel hanya sebagai pembangkit listrik, kemudian listriknya buat menjalankan motor listrik alias traksi motor karena traksi motor letaknya di bawah menyatu dengan rangkaian as roda maka kalau kena air jelas akan konslet atau rusak , kalau Diesel Hidrolik artinya penggeraknya diesel kemudian diteruskan dengan gardan ke roda2nya,
2 Digit setelah kodefikasi adalah perbedaan fitur fitur yang dimiliki lokomotif biasanya dari kode 00,02,03,04 dst
Contoh :- - BB200, BB 201, BB 203, BB 205 ,CC 201, CC 202, CC 203, CC 204 bertransmisi elektrik yg takut air
- C 300, D 300, D 301, BB 300, BB 301, BB 302, BB 304, BB 305, BB 306 bertransmisi hidrolik yang berani nerjang banjir
NB : Buat yang merasa punya foto-foto ini pinjem yah.....
Klik untuk memperbesar ....
Quote:
![[Image: 20080522162117_2401838223_e91dd09152_o_4...daa3-t.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20080522162117_2401838223_e91dd09152_o_48353b0d5daa3-t.jpg)
![[Image: 20080522163028_D30146_48353d34782d8-t.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20080522163028_D30146_48353d34782d8-t.jpg)
![[Image: 20080522163030_BB200_48353d36b7a5b-t.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20080522163030_BB200_48353d36b7a5b-t.jpg)
![[Image: 20080522163036_BB20326_48353d3ceaed1-t.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20080522163036_BB20326_48353d3ceaed1-t.jpg)
![[Image: 20080522163048_BB30617small_48353d4822c75-t.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20080522163048_BB30617small_48353d4822c75-t.jpg)
![[Image: 20080522163053_BB20103IjoatMaos2_48353d4dc3eab-t.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20080522163053_BB20103IjoatMaos2_48353d4dc3eab-t.jpg)
![[Image: 20080522163055_BB20208_48353d4f33e36-t.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20080522163055_BB20208_48353d4f33e36-t.jpg)
![[Image: 20080522163057_BB20338_48353d51a4306-t.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20080522163057_BB20338_48353d51a4306-t.jpg)
![[Image: 20080522163059_BB20404_48353d53561ee-t.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20080522163059_BB20404_48353d53561ee-t.jpg)
![[Image: 20080522163105_BB300064_48353d59b0704-t.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20080522163105_BB300064_48353d59b0704-t.jpg)
![[Image: 20080522163106_BB30105_48353d5aefeb5-t.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20080522163106_BB30105_48353d5aefeb5-t.jpg)
![[Image: 20080522163117_BB3020410725_48353d659f61a-t.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20080522163117_BB3020410725_48353d659f61a-t.jpg)
![[Image: 20080522163120_BB30339_48353d687af52-t.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20080522163120_BB30339_48353d687af52-t.jpg)
![[Image: 20080522163127_BB30404_48353d6f7ad45-t.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20080522163127_BB30404_48353d6f7ad45-t.jpg)
![[Image: 20080522163129_BB30611_48353d7122e97-t.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20080522163129_BB30611_48353d7122e97-t.jpg)
![[Image: 20080522163130_CC200152_48353d7262655-t.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20080522163130_CC200152_48353d7262655-t.jpg)
![[Image: 20080522163134_CC20104_48353d76207d5-t.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20080522163134_CC20104_48353d76207d5-t.jpg)
![[Image: 20080522163135_CC20229_k_48353d77aba97-t.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20080522163135_CC20229_k_48353d77aba97-t.jpg)
![[Image: 20080522163141_CC203061_48353d7de16c2-t.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20080522163141_CC203061_48353d7de16c2-t.jpg)
![[Image: 20080522163143_CC20401_48353d7f62701-t.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20080522163143_CC20401_48353d7f62701-t.jpg)
![[Image: 20080522163209_CC201107_48353d990d523-t.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20080522163209_CC201107_48353d990d523-t.jpg)
![[Image: 20080522163211_D30006_48353d9b0aa84-t.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20080522163211_D30006_48353d9b0aa84-t.jpg)
pengecualian buat seri BB200 dan BB201....
meski kode seri lokomotifnya BB, tapi konfigurasi roda adalah A-1-A A-1-A, mirip dengan Co-Co, hanya pada BB motor traksi ada 2 disetiap gandar, yaitu pada kode A, sedang angka 1 menunjukkan roda idle. (CC/Co-Co puya 3 motor traksi disetiap gandar).
Penggunaan konfigurasi A-1-A adalah mempertimbangkan tekanan gandar pada rel, yang apabila tetap dengan konfigurasi BB, tekanan gandarnya lebih tinggi/besar dibanding konfigurasi A-1-A
Posts: 737
Threads: 0
Joined: May 2008
Reputation:
0
Posts: 25
Threads: 0
Joined: Jul 2008
Reputation:
0
nambahin lagi satu istilah perkeretaapian...cuman sekarang jarang sekali ditulis di carbody bagian bawah, deket tanda dongkrak.
periuk gandar golong, jika berhenti abar harus terikat
ternyata ini terjemahan dari "roller bearing axle box; please apply brake when parked"
karena mulai tahun 1953 (kalo gak salah) udah pake roller bearing, yang berakibat pada mudahnya kereta meluncur, maka untuk antisipasi agar kereta tidak nyelonong saat parkir dibuatlah peringatan seperti ini. (penjelasan ini saya dapat dari pak Tjeng Ciao)
Posts: 296
Threads: 0
Joined: May 2008
Reputation:
1
Periuk Gandar Golong Jika Berhenti Abar Harus Terikat
Periuk Gandar = Pot penutup laher roda
Abar = Rem angin
:econfused: Kenapa ya kok ditulis seperti ini,apa hubungannya pot ama abar?
Posts: 103
Threads: 0
Joined: May 2008
Reputation:
0
Karena axles (didalam axle boxes) ditumpu oleh/dengan ROLER BEARING, jadi sangat mudah berputar, miring memanjang rel (longitudinal gradient) yang kecilpun bisa menyebabkan kereta/gerobag menggelinding sendiri dan LARAT (bhs khas PTKA - atau "runaway" kata org. Inggris) jika tidak di ABAR, maka "jika berhenti ABAR (lagi2 bhs Khas PTKA buat REM) harus Terikat"
Jadi ditulis di semua kereta/gerbong tak peduli kelasnya, jika memakai "Periuk Gandar Golong"
Hasil nanya mbah google.. :gembira:
Posts: 90
Threads: 0
Joined: Jul 2008
Reputation:
0
17-07-2008, 01:48 PM
(This post was last modified: 08-10-2009, 10:35 AM by Gege.)
sekedar menambah:
Untuk memudahkan, peringatan tersebut kita baca sebagai berikut:
Awas, as roda menggunakan tumpuan gelincir. Pada saat berhenti rem harus terkunci (untuk mencegah Larat ).
Peringatan ini sama dengan kita mengaktifkan rem tangan (rem parkir) pada mobil guna mencegah kendaraan menggelinding di jalan yang miring saat parkir.
salam s-35
Posts: 296
Threads: 0
Joined: May 2008
Reputation:
1
lho yang ada tulisan "Periuk Gandar Golong Jika Berhenti Abar Harus Terikat" kan biaanya gerbong penumpang,nah gerbong penumpang sekarang kan remnya pake sistem tekan en bilamana selang sudah tidak ada koneksi dengan mesin kompresor rem(lokomotif) dia akan mengunci.Jadi apa masih perlu pake kalimat bahasa planet ini?Kecuali untuk gerbong barang yang masih pake sistem rem manual.
|