big bro Wrote:udah jadi konsumsi public ato baru rahasia intern PT KA???
sebenernya ... sesuatu yg berkaitan dgn pelayanan publik nggak ada istilah rahasia intern .... rahasia intern boleh hanya dalam kebijakan manajemen dalam hal strategi perusahaan dan masalah keuangan .... tp malah berkembang ke arah rahasia jabatan .... kalo semua masalah tidak dirahasiakan akan terjadi banyak pen-COPOT-an jabatan pada jabatan yg terkait dgn suatu kejadian .... itu masih berlaku sampe sekarang .....
tentang siapa yang salah : PERTAMA adalah PIHAK MANAJEMEN, KEDUA dst adalah
PPKA SDM : memberikan bentuk PTP kepada Mas KA 225 tanpa ada persetujuan sebelumnya
PPKA KBY : tidak memberi aman pada KA 225 ke SDM padahal tau bahwa emplasemen SDM penuh (beszet) ... proses minta aman untuk KA 220 tidak dilakukan dengan benar yaitu minta aman, dapat aman dan berangkat KA 220 ... hanya berselang 3 menit .... mnrt peraturan proses minta aman sedikitnya 10 menit sebelum KA masuk di sta KBY ...
KEDUA PPKA (KBY dan SDM) : tidak ada saling pengertian melihat situasi dan kondisi yang ada ...
PPKA SDM : pemberitahuan langsir kepada Mas KA 225 dengan suling PPKA seharusnya dgn terompet langsir ... sebelum langsir harus membatalkan PTP yg sudah diberikan ke Mas KA 225 dengan diambil kembali ..... dan jangan melangsir KA jika belum yakin bahwa situasi benar2 mengijinkan utk melakukan langsiran ....
PPKA KBY : tidak segera membunyikan semboyan genta berbahaya ... atw berusaha menghentikan KA 220 dgn mengerakkan sinyal masuk KBY pihak SDM ..... sewaktu mengetahui bahwa KA 225 "kabur" ....
PJL Pndokbetung : tidak memahami semboyan genta .... hingga swktu mendengan semboyan genta berbahaya tidak berusaha memberhentikan KA yg lewat JPL nya ....
JURU LANGSIR SDM : berhasil naik ke rangkaian terakhir KA 225 namun tdk berusaha menarik rem bahaya ...
MAS KA 225 : membiarkan penumpang di lok hingga menutup ruang pandang ... tidak memastikan S40 dan S41 namun hanya menanyakan kpd penumpang ...