19-12-2009, 03:25 PM
Terobos Palang Pintu Kereta, Wasino-Swantari Tewas Tergilas
Dua pria yang berboncengan sepeda motor mengalami nasib naas, Sabtu (19/12). Keduanya tewas tertabrak kereta api Prambanan Ekspres jurusan Yogyakarta-Solo, saat akan melintas di perlintasan 318 Dusun Kranggan, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta.
Peristiwa itu terjadi Sabtu pagi sekitar pukul 6.30. Kedua pria diketahui bernama Wasino (26) warga Desa Manisrenggo, Klaten, Jawa Tengah dan Swantari, warga Gondokusuman, Yogyakarta.
Dari keterangan saksi mata yang dihimpun kepolisian, diketahui keduanya tengah berboncengan dari arah selatan menuju utara melewati perlintasan kereta api tersebut. Palang pintu pengaman perlintasan saat kejadian sudah hampir menutup karena KA Prameks dari arah timur (Solo) menuju Yogyakarta (barat) akan lewat.
Namun , Wasino yang mengendarai motor itu tidak menghiraukan peringatan yang diberikan petugas penjaga perlintasan serta berusaha menerobos palang pintu. Karena kereta api yang sudah begitu dekat dan melaju kencang, tabrakan pun tak terhindarkan.
Sepeda motor Honda GL Pro bernomor polisi AD 3659 WJ itu tergilas dan sempat terseret sejauh 10 meter sebelum KA bernimor loko motif 751 itu bisa berhenti. Keduanya pun langsung tewas di tempat dan sepeda motor ringsek tak berbentuk.
Kepala Unit Patroli Polsek Prambanan Inspektur Dua Bisri Mustofa mengatakan, kedua korban langsung dibawa ke rumah sakit Dr Sardjito Yogayakarta untuk diotopsi sebelum diserahkan ke keluarga.
Lebih jauh, Bisri mengatakan sementara ini pihaknya menyimpulkan kejadian itu murni kecelakaan akibat kelalaian pengendara sepeda motor. Pengendara dinilai tidak menghiraukan palang pintu dan peringatan di perlintasan KA sehingga menyebabkan kecelakaan.
Terpisah, Kepala Humas PT KA Daop VI Eko Budiyanto mengatakan, kejadian itu merupakan kejadian pertama di sekitar perlintasan 318. Ia mengatakan, selama ini pengamanan perlintasan KA di wilayah itu relatif lengkap dengan penempatan petugas penjaga, rambu-rambu, serta palang pintu kereta.
"Hal ini harus menjadi pelajaran masyarakat agar senantiasa mematuhi semua rambu peringatan di perlintasan. Jangan hanya berpatokan kepada palang pintu," kata Eko.
sumber kompas.com
Dua pria yang berboncengan sepeda motor mengalami nasib naas, Sabtu (19/12). Keduanya tewas tertabrak kereta api Prambanan Ekspres jurusan Yogyakarta-Solo, saat akan melintas di perlintasan 318 Dusun Kranggan, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta.
Peristiwa itu terjadi Sabtu pagi sekitar pukul 6.30. Kedua pria diketahui bernama Wasino (26) warga Desa Manisrenggo, Klaten, Jawa Tengah dan Swantari, warga Gondokusuman, Yogyakarta.
Dari keterangan saksi mata yang dihimpun kepolisian, diketahui keduanya tengah berboncengan dari arah selatan menuju utara melewati perlintasan kereta api tersebut. Palang pintu pengaman perlintasan saat kejadian sudah hampir menutup karena KA Prameks dari arah timur (Solo) menuju Yogyakarta (barat) akan lewat.
Namun , Wasino yang mengendarai motor itu tidak menghiraukan peringatan yang diberikan petugas penjaga perlintasan serta berusaha menerobos palang pintu. Karena kereta api yang sudah begitu dekat dan melaju kencang, tabrakan pun tak terhindarkan.
Sepeda motor Honda GL Pro bernomor polisi AD 3659 WJ itu tergilas dan sempat terseret sejauh 10 meter sebelum KA bernimor loko motif 751 itu bisa berhenti. Keduanya pun langsung tewas di tempat dan sepeda motor ringsek tak berbentuk.
Kepala Unit Patroli Polsek Prambanan Inspektur Dua Bisri Mustofa mengatakan, kedua korban langsung dibawa ke rumah sakit Dr Sardjito Yogayakarta untuk diotopsi sebelum diserahkan ke keluarga.
Lebih jauh, Bisri mengatakan sementara ini pihaknya menyimpulkan kejadian itu murni kecelakaan akibat kelalaian pengendara sepeda motor. Pengendara dinilai tidak menghiraukan palang pintu dan peringatan di perlintasan KA sehingga menyebabkan kecelakaan.
Terpisah, Kepala Humas PT KA Daop VI Eko Budiyanto mengatakan, kejadian itu merupakan kejadian pertama di sekitar perlintasan 318. Ia mengatakan, selama ini pengamanan perlintasan KA di wilayah itu relatif lengkap dengan penempatan petugas penjaga, rambu-rambu, serta palang pintu kereta.
"Hal ini harus menjadi pelajaran masyarakat agar senantiasa mematuhi semua rambu peringatan di perlintasan. Jangan hanya berpatokan kepada palang pintu," kata Eko.
sumber kompas.com
SAWUNGGALIH UTAMA
SELALU DI HATI
SELALU DI HATI






![[Image: 79HOP8.jpg]](http://i.cubeupload.com/79HOP8.jpg)


![[Image: 21kkvba.jpg]](http://i57.tinypic.com/21kkvba.jpg)