Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
PT KCJ impor KRL?
(15-12-2009, 12:22 PM)Shin Muhammad Wrote: yang bermasalah itu pengadaan goceng-seceng, kita beli ke tukang scrap. Tuh si Soemino udah masuk tangkapan KPK.

http://korupsi.vivanews.com/news/read/11..._tersangka dan http://korupsi.vivanews.com/news/read/11..._diperiksa

Akibat beli ke tukang scrap, sekarang 5016F itu kagak jalan aka jadi korban kanibalisasi karena Dephub bukan beli ke Tokyo Metro langsung, jadi TM nolak kasih bantuan suku cadang. Kalau seri 6000 itu kan jelas dari mana.

Untuk impor TM 7000 insya Allah bebas kongkalingkong karena PTKA langsung yg beli aka tidak lewat Dephub nan korup.

Bukannya yang merupakan KRL hibah itu seri 6000?
Memangnya 5016F itu beli lewat mana (kok bukan ke TMnya langsung)?
Bagaimana nasib 5009F dan 5017F yang sama-sama KRL eks TM?
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi

[Image: 2r56iya.jpg]

Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
mekanismenya sedikit dibocorkan deh....

Yang dimaksud "Hibah" di sini adalah KRL yang dihibahkan ke PTKA. Sedangkan yang "beli" adalah KRL yang dibeli langsung oleh PTKA.

Kasus seri 6000, 1000, 5000: HIBAH
Seri 8000, 8500, 7000: BELI

Jadi, KRL seri 5000 dan 1000 awalnya memang akan di-scrap oleh Tokyo Metro (join Toyo Rapid) dan sebenarnya semua seri 1000 dan sebagian seri 5000 sudah dijual ke tukang scrap (yang menghancurkan barang sampah aka pemulung). Dephub via Sumitomo sebagai makelar ternyata beli ke si tukang scrap ini.

Karena kontrak Dephub dengan si tukang scrap ini, maka ketika KRL ini akan dicari suku cadangnya ke pihak Tokyo Metro, maka pihak TM menolak memberi suku cadang karena memang tidak pernah ada kontrak antara PTKA dan Tokyo Metro.

Jadilah kasus seri 1000 dan 5000 ini seperti KRL Holec, dan ternyata salah satu alasan saya sangat jarang melihat si Sonozaki Mion (aka 5016F) karena ternyata rangkaian ini yang dikorbankan, sehingga komponennya dilepas untuk KRL lain yang masih berjalan (5009F, 5017F, 1090F, 1080F, 1060F).

Untuk pengadaan seri 7000, PTKA langsung mengadakan kontrak dengan Tokyo Metro, sehingga insya Allah bebas masalah seperti ini.
Reply
(15-12-2009, 01:04 PM)Shin Muhammad Wrote: mekanismenya sedikit dibocorkan deh....

Yang dimaksud "Hibah" di sini adalah KRL yang dihibahkan ke PTKA. Sedangkan yang "beli" adalah KRL yang dibeli langsung oleh PTKA.

Kasus seri 6000, 1000, 5000: HIBAH
Seri 8000, 8500, 7000: BELI

Jadi, KRL seri 5000 dan 1000 awalnya memang akan di-scrap oleh Tokyo Metro (join Toyo Rapid) dan sebenarnya semua seri 1000 dan sebagian seri 5000 sudah dijual ke tukang scrap (yang menghancurkan barang sampah aka pemulung). Dephub via Sumitomo sebagai makelar ternyata beli ke si tukang scrap ini.

Karena kontrak Dephub dengan si tukang scrap ini, maka ketika KRL ini akan dicari suku cadangnya ke pihak Tokyo Metro, maka pihak TM menolak memberi suku cadang karena memang tidak pernah ada kontrak antara PTKA dan Tokyo Metro.

Jadilah kasus seri 1000 dan 5000 ini seperti KRL Holec, dan ternyata salah satu alasan saya sangat jarang melihat si Sonozaki Mion (aka 5016F) karena ternyata rangkaian ini yang dikorbankan, sehingga komponennya dilepas untuk KRL lain yang masih berjalan (5009F, 5017F, 1090F, 1080F, 1060F).

Untuk pengadaan seri 7000, PTKA langsung mengadakan kontrak dengan Tokyo Metro, sehingga insya Allah bebas masalah seperti ini.

Jadi praktik kanibalisme komponen tidak hanya KRL Holec saja yang mengalaminya, ternyata TM 5000 dan TR 1000 juga... Sedih
Setelah TM 7000, apakah ada KRL eks Jepang lain yang akan diimpor berikutnya, atau menggunakan KRL INKA-Bombardier?
Adakah kejelasan untuk impor KRL eks JR E203 yang sudah memasuki status kaisou permanen di Joban Line seperti yang diberitakan akhir2 ini?
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi

[Image: 2r56iya.jpg]

Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
(15-12-2009, 01:04 PM)Shin Muhammad Wrote: mekanismenya sedikit dibocorkan deh....

Yang dimaksud "Hibah" di sini adalah KRL yang dihibahkan ke PTKA. Sedangkan yang "beli" adalah KRL yang dibeli langsung oleh PTKA.

Kasus seri 6000, 1000, 5000: HIBAH
Seri 8000, 8500, 7000: BELI

Jadi, KRL seri 5000 dan 1000 awalnya memang akan di-scrap oleh Tokyo Metro (join Toyo Rapid) dan sebenarnya semua seri 1000 dan sebagian seri 5000 sudah dijual ke tukang scrap (yang menghancurkan barang sampah aka pemulung). Dephub via Sumitomo sebagai makelar ternyata beli ke si tukang scrap ini.

Karena kontrak Dephub dengan si tukang scrap ini, maka ketika KRL ini akan dicari suku cadangnya ke pihak Tokyo Metro, maka pihak TM menolak memberi suku cadang karena memang tidak pernah ada kontrak antara PTKA dan Tokyo Metro.

Jadilah kasus seri 1000 dan 5000 ini seperti KRL Holec, dan ternyata salah satu alasan saya sangat jarang melihat si Sonozaki Mion (aka 5016F) karena ternyata rangkaian ini yang dikorbankan, sehingga komponennya dilepas untuk KRL lain yang masih berjalan (5009F, 5017F, 1090F, 1080F, 1060F).

Untuk pengadaan seri 7000, PTKA langsung mengadakan kontrak dengan Tokyo Metro, sehingga insya Allah bebas masalah seperti ini.

kenapa harus beli ke tokyo metro ??? emangnya tokyo metro manufaktur seri 1000 dan 5000 ???
kenapa juga gak beli ke pabriknya pembuatnya seri 5000 dan 1000 ???

Reply
(15-12-2009, 01:45 PM)eling Wrote:
(15-12-2009, 01:04 PM)Shin Muhammad Wrote: mekanismenya sedikit dibocorkan deh....

Yang dimaksud "Hibah" di sini adalah KRL yang dihibahkan ke PTKA. Sedangkan yang "beli" adalah KRL yang dibeli langsung oleh PTKA.

Kasus seri 6000, 1000, 5000: HIBAH
Seri 8000, 8500, 7000: BELI

Jadi, KRL seri 5000 dan 1000 awalnya memang akan di-scrap oleh Tokyo Metro (join Toyo Rapid) dan sebenarnya semua seri 1000 dan sebagian seri 5000 sudah dijual ke tukang scrap (yang menghancurkan barang sampah aka pemulung). Dephub via Sumitomo sebagai makelar ternyata beli ke si tukang scrap ini.

Karena kontrak Dephub dengan si tukang scrap ini, maka ketika KRL ini akan dicari suku cadangnya ke pihak Tokyo Metro, maka pihak TM menolak memberi suku cadang karena memang tidak pernah ada kontrak antara PTKA dan Tokyo Metro.

Jadilah kasus seri 1000 dan 5000 ini seperti KRL Holec, dan ternyata salah satu alasan saya sangat jarang melihat si Sonozaki Mion (aka 5016F) karena ternyata rangkaian ini yang dikorbankan, sehingga komponennya dilepas untuk KRL lain yang masih berjalan (5009F, 5017F, 1090F, 1080F, 1060F).

Untuk pengadaan seri 7000, PTKA langsung mengadakan kontrak dengan Tokyo Metro, sehingga insya Allah bebas masalah seperti ini.

kenapa harus beli ke tokyo metro ??? emangnya tokyo metro manufaktur seri 1000 dan 5000 ???
kenapa juga gak beli ke pabriknya pembuatnya seri 5000 dan 1000 ???

Sekedar info, pembuat KRL TM 5000 dan TR 1000 bukanlah TM, tetapi TM bekerjasama dengan perusahaan Tokyu Car Corp, Kawasaki, Kisha, Kinki, Nippon Sharyo, Kawasha dan Teikoku untuk perakitan rangkaian dan pengadaan suku cadang bagi KRL-KRL tsb.

Jika harus membeli suku cadang ke pabrik2 yang sudah disebutkan di atas sepertinya akan lebih sulit sebab pabrik2 tsb sudah tidak lagi memproduksi suku cadang untuk KRL-KRL yang dimaksud, dan kalau dapat pun harganya lebih mahal dari yang ada saat KRL-KRL tsb masih beroperasi karena sudah semakin langka.
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi

[Image: 2r56iya.jpg]

Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
^^^^^

resiko beli seken

ga di jamin after sales nya
koleksi jepretan ane
http://www.flickr.com/photos/jhon_ipenk/


[Image: meshoostggyt-1.jpg]
me whit ss-2v5 PInDAD
Reply
Belum sempet naek, 5016 udah sekarat duluan Sedih

[Image: photo.php?pid=379024&id=100000253048256&ref=fbx_album]

KCJ 7000 series-7117F
Reply
(15-12-2009, 01:55 PM)Charles Wrote:
(15-12-2009, 01:45 PM)eling Wrote: [spoiler]
(15-12-2009, 01:04 PM)Shin Muhammad Wrote: mekanismenya sedikit dibocorkan deh....

Yang dimaksud "Hibah" di sini adalah KRL yang dihibahkan ke PTKA. Sedangkan yang "beli" adalah KRL yang dibeli langsung oleh PTKA.

Kasus seri 6000, 1000, 5000: HIBAH
Seri 8000, 8500, 7000: BELI

Jadi, KRL seri 5000 dan 1000 awalnya memang akan di-scrap oleh Tokyo Metro (join Toyo Rapid) dan sebenarnya semua seri 1000 dan sebagian seri 5000 sudah dijual ke tukang scrap (yang menghancurkan barang sampah aka pemulung). Dephub via Sumitomo sebagai makelar ternyata beli ke si tukang scrap ini.

Karena kontrak Dephub dengan si tukang scrap ini, maka ketika KRL ini akan dicari suku cadangnya ke pihak Tokyo Metro, maka pihak TM menolak memberi suku cadang karena memang tidak pernah ada kontrak antara PTKA dan Tokyo Metro.

Jadilah kasus seri 1000 dan 5000 ini seperti KRL Holec, dan ternyata salah satu alasan saya sangat jarang melihat si Sonozaki Mion (aka 5016F) karena ternyata rangkaian ini yang dikorbankan, sehingga komponennya dilepas untuk KRL lain yang masih berjalan (5009F, 5017F, 1090F, 1080F, 1060F).

Untuk pengadaan seri 7000, PTKA langsung mengadakan kontrak dengan Tokyo Metro, sehingga insya Allah bebas masalah seperti ini.
[/spoiler]

kenapa harus beli ke tokyo metro ??? emangnya tokyo metro manufaktur seri 1000 dan 5000 ???
kenapa juga gak beli ke pabriknya pembuatnya seri 5000 dan 1000 ???

Sekedar info, pembuat KRL TM 5000 dan TR 1000 bukanlah TM, tetapi TM bekerjasama dengan perusahaan Tokyu Car Corp, Kawasaki, Kisha, Kinki, Nippon Sharyo, Kawasha dan Teikoku untuk perakitan rangkaian dan pengadaan suku cadang bagi KRL-KRL tsb.

Jika harus membeli suku cadang ke pabrik2 yang sudah disebutkan di atas sepertinya akan lebih sulit sebab pabrik2 tsb sudah tidak lagi memproduksi suku cadang untuk KRL-KRL yang dimaksud, dan kalau dapat pun harganya lebih mahal dari yang ada saat KRL-KRL tsb masih beroperasi karena sudah semakin langka.

thanks penjelasannya bro...
stop beli kereta setrum 2nd, jika sparepartnya sdh discontinue, kereta2 tersebut umur pakainya malah pendek & bikin sarang hantu di dipo/BY....
Big Grin

Reply
kalo boleh dibilang oknum dephub ini beli ama pemulung gitu ? Trus di operasiin disinii...Atapiloh alajim...
Yah tinggal ambil hikmah dan pasrraaahhhh
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
lah, memang saat diimpor itu hanya akan dipakai selama 10 tahun....

saa... kita lihat saja nanti seperti apa.... kecuali kalau INKA mampu membuat 100 kereta per tahun...
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)