Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Salah Kaprah Awam terhadap Perkeretapian
#81
(19-03-2009, 05:09 PM)dedy vh Wrote: saya senang dengan diskusi ini dan memang saat ini sudah banyak raifans yang salah kaprah membedakan antara KD , KRD , COMMUTER. pada dasarnya semua sebutan ini sangat berbeda jauh sekali kalau belum boleh di katakan " FATAL "
menurut saya KD adalah rangkaian kereta yang di tarik oleh sebuah lokomotif yang bermesin disel.
KRD adalah rangkaian kereta yang mempunyai mesin sendiri di bawahnya seperti baraya geulis dan bumi geulis walaupun sama sama bermesin disel namun dia mempunyai tenaga penggerak sendiri dan mesinnya ada di bawah frame keretanya.
sedangkan COMMUTER adalah kereta yang kebanyakan di gerakkaan oleh listrik sebagai sumber tenaganya.semacam kRL

dari ketiganya semuanya mempunyai keungguan tersendiri. semacam lokomotif yang lebih kuat untuk jalan jauh dan berkontur ekstrim.dan traksi nya / daya tariknya lebih unggul di bandingkan KRD dan COMMUTER

KRD lebih unggul untuk jarak menengah yang belum mempunyai LAA makanya kebanyakan krd di pakai untuk menghubungkan kota kota di sekitar nya yang berjarak agak sedikit jauh. seperti jakarta dengan purwakarta.
sedangkan commuter lebih unggul di akselerasinya yang lebih cepat namun terbentur terbatasnya panjang LAA di sekitarnya.sehingga gerbongnya berpintu banyak yang berguna untuk memudahkan mobilitas para penggunanya. untuk mendapatkan kecepatan yang lebih tinggi krl lebih cepat di bandingkan KD dan KRD. sehingga lebih cepat sampai di stasiun tujuan makanya jenis KRL ini lebih cocok di terapkan di kota kota besar yang sudah ada LAA seperti jakarta


[Image: 20090319164320_lebak_jero_036_49c213b8919c6.jpg]

kaya KRD cicalengka ini orang masih menyebutnya KRD padahal di tarik oleh lokomotif walupun gerbongnya eks KRD
Jika anda di surabaya dan menyebut istilah 'komuter', maka yang dimaksud adalh KRD tanpa loko yang menghubungkan surabaya dengan kota2 penyanggahnya, sebaliknya, jika anda menyebut istilah 'KRD',maka yg dimaksud adalah kereta penumpang biasa yg ditarik loko yg melayani koridor sby-kts dan sby-bjnegoro. Sebutan 'komuter' umum dipakai oleh masyarakat untuk menyebut KRD2 ini dan ini bukanlah suatu kesalahan atau sebutan masyarakat awam semata karena 'komuter' adalah nama resmi yg disematkan pada KRD2 ini sejak awal pengoperasiannya, ini bisa dilihat di jadwal2 di stasiun2 di sby dan sekitarnya dan media2 lokal di Jatim pun juga biasa menggunakan istilah 'komuter'. Sehingga penyebutan yg lebih lazim adalah 'komuter sumo', komuter susi', dan 'komuter sulam', bukan 'KRD susi,sumo, ato, sulam. karena itu, di sby jika anda menyebut 'KRD' pada armada komuter sby, terutama kepada masyarakat awam, maka malah akan sangat rancu. Mengapa terjadi kerancuan ini? menurut saya, istlah 'KRD' telah mengalami perluasan sehingga bermakna ganda ditambah perbedaan sikon dan budaya serta kebiasaan di daerah2. KRD(1). Kereta rel Diesel, kereta(car) yg punya mesin sendiri dibawah,inilah definisi KRD sebenarnya. KRD(2). Kereta lokal biasa yg ditarik loko, seperti KRD bjnegoro,Kts,dan KRD Mandra. Pemaknaan no.2 mungkin terjadi krena trayek2 tersebut dulunya menggunakan KRD sungguhan,dan ketika iganti kereta biasa sebutan 'KRD' sudah terlanjur melekat sehingga tetap disebut 'KRD' meskipun kenyataannya kereta penumpang biasa yg ditarik loko. Sedangkan istilah 'komuter' adalah penglaju yang bekerja di pusat kota namun tinggal di wilayah sub-urban, dan kereta yg digunakan untuk mengangkut mereka disebut kereta komuter, seperti KRL jabotabek, Pramex, Baraya Geulis, komuter surabaya, dsb. Jadi tidak mesti berupa KRL, sebutan 'kereta komuter' malah tidak terlalu common di jabotabek kecuali untuk sebutan yg lebih formal dan ilmiah. Istilah komuter justru sangat common dan populer di Surabaya. Jika kita tanya pada masyarakat sby tentang KRD(1), pasti mereka menyebutnya 'komuter'.
maaf jika ada kesalahan.wallahu'alam
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply
#82
(19-03-2009, 05:09 PM)dedy vh Wrote: saya senang dengan diskusi ini dan memang saat ini sudah banyak raifans yang salah kaprah membedakan antara KD , KRD , COMMUTER. pada dasarnya semua sebutan ini sangat berbeda jauh sekali kalau belum boleh di katakan " FATAL "
menurut saya KD adalah rangkaian kereta yang di tarik oleh sebuah lokomotif yang bermesin disel.
KRD adalah rangkaian kereta yang mempunyai mesin sendiri di bawahnya seperti baraya geulis dan bumi geulis walaupun sama sama bermesin disel namun dia mempunyai tenaga penggerak sendiri dan mesinnya ada di bawah frame keretanya.
sedangkan COMMUTER adalah kereta yang kebanyakan di gerakkaan oleh listrik sebagai sumber tenaganya.semacam kRL

dari ketiganya semuanya mempunyai keungguan tersendiri. semacam lokomotif yang lebih kuat untuk jalan jauh dan berkontur ekstrim.dan traksi nya / daya tariknya lebih unggul di bandingkan KRD dan COMMUTER

KRD lebih unggul untuk jarak menengah yang belum mempunyai LAA makanya kebanyakan krd di pakai untuk menghubungkan kota kota di sekitar nya yang berjarak agak sedikit jauh. seperti jakarta dengan purwakarta.
sedangkan commuter lebih unggul di akselerasinya yang lebih cepat namun terbentur terbatasnya panjang LAA di sekitarnya.sehingga gerbongnya berpintu banyak yang berguna untuk memudahkan mobilitas para penggunanya. untuk mendapatkan kecepatan yang lebih tinggi krl lebih cepat di bandingkan KD dan KRD. sehingga lebih cepat sampai di stasiun tujuan makanya jenis KRL ini lebih cocok di terapkan di kota kota besar yang sudah ada LAA seperti jakarta


[Image: 20090319164320_lebak_jero_036_49c213b8919c6.jpg]

kaya KRD cicalengka ini orang masih menyebutnya KRD padahal di tarik oleh lokomotif walupun gerbongnya eks KRD

Jika anda di surabaya dan menyebut istilah 'komuter', maka yang dimaksud adalh KRD tanpa loko yang menghubungkan surabaya dengan kota2 penyanggahnya, sebaliknya, jika anda menyebut istilah 'KRD',maka yg dimaksud adalah kereta penumpang biasa yg ditarik loko yg melayani koridor sby-kts dan sby-bjnegoro. Sebutan 'komuter' umum dipakai oleh masyarakat untuk menyebut KRD2 ini dan ini bukanlah suatu kesalahan atau sebutan masyarakat awam semata karena 'komuter' adalah nama resmi yg disematkan pada KRD2 ini sejak awal pengoperasiannya, ini bisa dilihat di jadwal2 di stasiun2 di sby dan sekitarnya dan media2 lokal di Jatim pun juga biasa menggunakan istilah 'komuter'. Sehingga penyebutan yg lebih lazim adalah 'komuter sumo', komuter susi', dan 'komuter sulam', bukan 'KRD susi,sumo, ato, sulam. karena itu, di sby jika anda menyebut 'KRD' pada armada komuter sby, terutama kepada masyarakat awam, maka malah akan sangat rancu. Mengapa terjadi kerancuan ini? menurut saya, istlah 'KRD' telah mengalami perluasan sehingga bermakna ganda ditambah perbedaan sikon dan budaya serta kebiasaan di daerah2. KRD(1). Kereta rel Diesel, kereta(car) yg punya mesin sendiri dibawah,inilah definisi KRD sebenarnya. KRD(2). Kereta lokal biasa yg ditarik loko, seperti KRD bjnegoro,Kts,dan KRD Mandra. Pemaknaan no.2 mungkin terjadi krena trayek2 tersebut dulunya menggunakan KRD sungguhan,dan ketika iganti kereta biasa sebutan 'KRD' sudah terlanjur melekat sehingga tetap disebut 'KRD' meskipun kenyataannya kereta penumpang biasa yg ditarik loko. Sedangkan istilah 'komuter' adalah penglaju yang bekerja di pusat kota namun tinggal di wilayah sub-urban, dan kereta yg digunakan untuk mengangkut mereka disebut kereta komuter, seperti KRL jabotabek, Pramex, Baraya Geulis, komuter surabaya, dsb. Jadi tidak mesti berupa KRL, sebutan 'kereta komuter' malah tidak terlalu common di jabotabek kecuali untuk sebutan yg lebih formal dan ilmiah. Istilah komuter justru sangat common dan populer di Surabaya. Jika kita tanya pada masyarakat sby tentang KRD(1), pasti mereka menyebutnya 'komuter'.
maaf jika ada kesalahan.wallahu'alam.
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply
#83
wa·gon n gerobak kereta api; gerbong: kereta api barang biasanya terdiri atas banyak --

ger·bong n wagon kereta api (untuk orang atau barang);
-- administrasi gerbong tempat kerja kondektur; -- datar gerbong yg tidak berdinding dan tidak beratap untuk mengangkut barang-barang yg berukuran panjang dan peti kemas; -- kuda gerbong tertutup yg dibuat khusus untuk mengangkut kuda dng kereta api atau mobil; -- lekuk gerbong datar yg berlekuk pd lantainya untuk mengangkut barang besar dan berat

ke·re·ta /keréta/ n 1 kendaraan yg beroda (biasanya ditarik oleh kuda); 2 kereta api;
-- angin sepeda; -- baja mobil berlapis baja; -- barang kereta yg khusus untuk mengangkut barang; -- bogi kereta kecil (biasanya beroda dua dan ditarik oleh seekor kuda); -- dorong kereta (gerobak, dsb) yg didorong untuk membawa sesuatu; -- jenazah kendaraan (mobil dsb) untuk membawa mayat; -- gandeng trailer; -- kuda kereta beroda dua yg ditarik oleh kuda; -- lereng sepeda; -- makan gerbong kereta api yg dipakai sbg tempat makan (restoran); -- mati kereta jenazah; -- mayat kereta jenazah; -- pelangkin kereta yg bentuknya spt tandu; -- penumpang kereta (gerbong) untuk mengangkut penumpang (orang); -- pos kereta yg membawa surat-surat pos; -- saji meja kecil, pendek, beroda, biasa digunakan sbg tempat membawa makanan untuk diedarkan kpd para tamu; -- salju kereta yg khusus dikendarai di atas salju; -- sorong kereta dorong; -- troli kereta untuk membawa barang-barang;
ber·ke·re·ta v naik kereta; menumpang kereta; mengendarai kereta: saya ~ sejauh 200 km

kalau buat saya,
- wagon lebih dekat ke gerbong barang.
- gerbong bisa untuk penumpang atau barang, tinggal namanya saja gerbong penumpang atau gerbong barang
- kereta adalah rangkaian gerbong atau wagon. Tapi ppka menyebut kereta 1, kereta 2, kereta makan, kereta pembangkit, ya sah sah aja. Tapi kan jadi rancu dengan sebutan Kereta sawunggalih, Kereta Argo gede dsb. Karena rangkaian kereta 1-10 mestinya kan jamak, jadi "Kereta-kereta Sawunggalih", lha jadi panjang menyebutnya.

*maap kalo bikin rusuhBig Grin
Reply
#84
Terinspirasi dari trit serupa di IF (dan menjadi trit yg cukup laris) saya kepikiran,apa ada RF di sini yg pernah mendengar (atau melihat) perkataan/persepsi/tindakan orang awam terhadap perkeretaapian?
Saya dulu berpikir bahwa lokomotif dapat menarik gerbong & kereta tanpa batasan jumlah.Ngakak
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Reply
#85
Maksudnya salah kaprah gitu?


Note : Judul tak genti....

[Image: spammingsj0.gif]
Reply
#86
Iya,betul om.Kesalahkaprahan/miskonsepsi,serta komentar orang2 awam terhadap perkeretaapian.
ya udah judulnya ganti aja
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Reply
#87
Kereta = Armada (KA) yang digunakan untuk mengangkut penumpang
Gerbong = Armada (KA) yang digunakan untuk mengangkut (komoditi) barang

Tetapi kadang orang salah kaprah, bilangnya gerbong ya kereta (dianggap antara gerbong dan kereta sama saja) padahalkan sudah jelas berbeda BetheBethe
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
#88
Yg paling umum ya antara gerbong dan kereta.. Orang awam beranggapan bahwa gerbong ya yg dinaiki itu, mau itu buat penumpang ato barang bagi mereka ya namanya tetap 'gerbong', dan kalau bilang kereta yg di maksud adalah 'kereta api' secara keseluruhan..
Aku ingin striping dan livery kereta dan loko matching dan nyambung, kaya jaman K3 merah biru + loko merah biru pada era perumka...Ngiler
Reply
#89
(05-03-2012, 06:06 PM)sonyazis Wrote: Yg paling umum ya antara gerbong dan kereta.. Orang awam beranggapan bahwa gerbong ya yg dinaiki itu, mau itu buat penumpang ato barang bagi mereka ya namanya tetap 'gerbong', dan kalau bilang kereta yg di maksud adalah 'kereta api' secara keseluruhan..

Betul, Tepuk Tangan
Penjelasan mengenai perbedaannya ada dalam (Reglemen) Peraturan Dinas
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
#90
peron= tiket masuk stasiun, pdhl sebenarnya adl t4 naik turun penumpang
Keep Fighting Never Give
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)