Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Bahan Bakar lokomotif
#81
^^^
belum tentu mbak,

kalo pakai listrik lebih murah, itu betul untuk biaya operasional mengingat harga bbm industri yang mahal. menurut hitung2an saya, perbandingannya bisa 1:3.

tapi kalau dengan menggunakan listrik maka harga karcis akan lebih murah, wah itu belum tentu. tergantung operatornya. karena bisa saja selisih harganya tidak dikembalikan ke konsumen tetapi dimasukkan sebagai pendapatan perusahaan. hehehe...

dan lagi kalau trafiknya belum padat, hitung2annya malah tidak feasible mengingat pembangunan infrastruktur kelistrikan itu sangat mahal (menurut berita2 yang saya tahu, per km jatuhnya bisa sekitar 30 mil atau setara pembangunan dobel trek baru). dan ini mempengaruhi pada berapa harga yang operator harus bayar untuk sewa gardu/jaringan laa, dll.

cmiiw...
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#82
kereta itu pakai HSD berapa liter per km? Kalau pakai solar mobil bisa gak? Bedanya apa?
Reply
#83
(13-10-2011, 10:50 PM)antonius_123 Wrote: kereta itu pakai HSD berapa liter per km? Kalau pakai solar mobil bisa gak? Bedanya apa?

wah ini menurut rekan2 di forum ini lho pak antonius, katanya sekitar 3-5 liter per km untuk yang lok cc. yang bb saya kurang tahu tapi pernah dengar bisa lebih irit cuma seberapa iritnya saya juga nggak tahu. kalo masalah hsd saya kurang tahu apa bisa diganti solar biasa.


"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#84
(13-10-2011, 10:50 PM)antonius_123 Wrote: kereta itu pakai HSD berapa liter per km? Kalau pakai solar mobil bisa gak? Bedanya apa?

Kalau biasanya, rata-rata
3 ltr HSD/ 1 km.
Reply
#85
ya irit ya. Mobil berat 1ton pakai 1 ltr 25km. Kereta berat total sekitar 400ton cuma 75x lebih banyak.

Apa beda HSD dng solar mobil? Berapa harganya apa lebih mahal?
Reply
#86
(13-10-2011, 10:34 PM)ady_mcady Wrote: ^^^
belum tentu mbak,

kalo pakai listrik lebih murah, itu betul untuk biaya operasional mengingat harga bbm industri yang mahal. menurut hitung2an saya, perbandingannya bisa 1:3.

tapi kalau dengan menggunakan listrik maka harga karcis akan lebih murah, wah itu belum tentu. tergantung operatornya. karena bisa saja selisih harganya tidak dikembalikan ke konsumen tetapi dimasukkan sebagai pendapatan perusahaan. hehehe...

dan lagi kalau trafiknya belum padat, hitung2annya malah tidak feasible mengingat pembangunan infrastruktur kelistrikan itu sangat mahal (menurut berita2 yang saya tahu, per km jatuhnya bisa sekitar 30 mil atau setara pembangunan dobel trek baru). dan ini mempengaruhi pada berapa harga yang operator harus bayar untuk sewa gardu/jaringan laa, dll.

cmiiw...

emang betul sih klo di indonesia mending ramein aja jalur2 komuter dan bikin double track dulu.... nungguin kereta komuter di bandung aja kerasa lama banget...
cuma geli aja baca pendapat orang yg menolak pemasangan LAA hanya karena soal merusak pemandangan... padahal keuntungannya (dengan kondisi jalur sekelas komuter daop I) jauh lebih banyak, baik dari segi lingkungan maupun operasional kereta
Ngakak

@antonius_123:
bener nih, rasionya sampai 4x lebih irit

CMIIW sptnya antara HSD dan solar sama aja y.... Bingung
visit my blog


Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api' Playboy

RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply
#87
malah saya mikir SHD kualitas lebih rendah dan murahan dari solar mobil krn lok 2000rpm max, mobil 5000rpm.
Reply
#88
Kalau solar yang dijual di SPBU Pertamina setahu saya adalah Bio Solar yaitu solar dari minyak bumi dicampur dengan bio diesel yang terbuat dari minyak kelapa sawit (CPO) dgn perbandingan 95:5. Bio Solar mempunyai keunggulan cetane number 51 yang lebih tinggi dari solar biasa (48) tapi lebih rendah dari Pertamina DEX (53). Semakin tinggi cetane number semakin ringan tarikannya. Selain itu Bio Solar mempunyai kandungan sulfur yang lebih rendah. Kadar sulfur yang tinggi dapat cepat memicu karat pada saluran bahan bakar.

Sehingga Bio Solar dapat digunakan pada mesin diesel mutakhir. Innova diesel dan Lokomotif CC204 yang sudah mempunyai teknologi common rail pada mesinnya dapat diberi bahan bakar Bio Solar. Bio Solar adalah merk dari Pertamina, yang termasuk dalam jenis HSD.
Dreaming of TTG-KEJ track (re)activation ---> My dreams will come true!
Reply
#89
saya ada mobil diesel tak isi minyak kacang bisa dan harga separoh harga solar.
Reply
#90
oh y... teknologi common rail itu apa y? Bingung
visit my blog


Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api' Playboy

RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)