Posts: 71
Threads: 0
Joined: Jun 2011
Reputation:
0
(14-07-2012, 06:07 AM)paulus Wrote: (14-07-2012, 05:09 AM)jonathan Wrote: saya ada usul
gimana klo bangunan sb.lama di jadiin museum lok. diesel ??
Boleh juga, tapi tempatnya muat gak? lok diesel kan jenisnya banyak juga. Terus apa nanti gak ngeganggu aktivitas di stasiun baru?
klo dipikir2 ya gk muat .
Tpi klo sb. Lama buat penumpang trus yang skakarang buat
musium gimana ?
sta. Sb yg skarang kan lbih besar, 2 lantai lagi pasti muat buat lok2 diesel.
Posts: 436
Threads: 0
Joined: Nov 2011
Reputation:
2
(15-07-2012, 06:01 AM)jonathan Wrote: (14-07-2012, 06:07 AM)paulus Wrote: (14-07-2012, 05:09 AM)jonathan Wrote: saya ada usul
gimana klo bangunan sb.lama di jadiin museum lok. diesel ??
Boleh juga, tapi tempatnya muat gak? lok diesel kan jenisnya banyak juga. Terus apa nanti gak ngeganggu aktivitas di stasiun baru?
klo dipikir2 ya gk muat .
Tpi klo sb. Lama buat penumpang trus yang skakarang buat
musium gimana ?
sta. Sb yg skarang kan lbih besar, 2 lantai lagi pasti muat buat lok2 diesel.
Saya sih setuju aja, kalau memang tempatnya memungkinkan (saya belum pernah ke TKP). Tapi saya gak yakin yg lantai 2 bisa dipake nyimpen lokomotif, krn konstruksinya blm tentu kuat menahan berat lokomotif berton-ton. Kalaupun kuat, menaikkan lokomotif ke lantai 2 caranya gimana??
Posts: 71
Threads: 0
Joined: Jun 2011
Reputation:
0
(15-07-2012, 06:15 AM)paulus Wrote: (15-07-2012, 06:01 AM)jonathan Wrote: (14-07-2012, 06:07 AM)paulus Wrote: (14-07-2012, 05:09 AM)jonathan Wrote: saya ada usul
gimana klo bangunan sb.lama di jadiin museum lok. diesel ??
Boleh juga, tapi tempatnya muat gak? lok diesel kan jenisnya banyak juga. Terus apa nanti gak ngeganggu aktivitas di stasiun baru?
klo dipikir2 ya gk muat .
Tpi klo sb. Lama buat penumpang trus yang skakarang buat
musium gimana ?
sta. Sb yg skarang kan lbih besar, 2 lantai lagi pasti muat buat lok2 diesel.
Saya sih setuju aja, kalau memang tempatnya memungkinkan (saya belum pernah ke TKP). Tapi saya gak yakin yg lantai 2 bisa dipake nyimpen lokomotif, krn konstruksinya blm tentu kuat menahan berat lokomotif berton-ton. Kalaupun kuat, menaikkan lokomotif ke lantai 2 caranya gimana??
iya jga emang susah klo mau nempatin 'barang besar' di situ.
Mungkin klo lok2 yg berat di taro situ udah ambruk. . . .
Posts: 344
Threads: 0
Joined: May 2012
Reputation:
2
Wah ya secara konstruksi bangunan ga mungkin banget kl lt 2 stasiun sb baru dipakai buat naruh lokomotif...karena menurut peraturan pembebanan bangunan lt 2 cuma didesain buat orang lalu lalang aja...kl dipakai buat naruh lokomotif bisa ambrol tuh bangunan...*analisa dari seorang kuli bangunan*...
Posts: 5,045
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
14
Kenapa ngga SB baru aja yg dibikin tmpat naro Lok? nanti yg dioperasikan SB lama. Cuma....tempat parkirnya gimana?
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Posts: 436
Threads: 0
Joined: Nov 2011
Reputation:
2
(15-07-2012, 11:01 AM)kuli bangunan Wrote: Wah ya secara konstruksi bangunan ga mungkin banget kl lt 2 stasiun sb baru dipakai buat naruh lokomotif...karena menurut peraturan pembebanan bangunan lt 2 cuma didesain buat orang lalu lalang aja...kl dipakai buat naruh lokomotif bisa ambrol tuh bangunan...*analisa dari seorang kuli bangunan*...
Paling lantai 2 dipake bwt pajang peralatan kyk seragam masinis dan peralatan semboyan,dll. Kalaupun kuat menahan lokomotif paling C300 atw bima kunting. itu juga gk tau cara menaikkannya ke Lt 2 gimana
Posts: 344
Threads: 0
Joined: May 2012
Reputation:
2
(15-07-2012, 08:32 PM)paulus Wrote: (15-07-2012, 11:01 AM)kuli bangunan Wrote: Wah ya secara konstruksi bangunan ga mungkin banget kl lt 2 stasiun sb baru dipakai buat naruh lokomotif...karena menurut peraturan pembebanan bangunan lt 2 cuma didesain buat orang lalu lalang aja...kl dipakai buat naruh lokomotif bisa ambrol tuh bangunan...*analisa dari seorang kuli bangunan*...
Paling lantai 2 dipake bwt pajang peralatan kyk seragam masinis dan peralatan semboyan,dll. Kalaupun kuat menahan lokomotif paling C300 atw bima kunting. itu juga gk tau cara menaikkannya ke Lt 2 gimana Dibilangin masih ngeyel aja...lt 2 itu didesain cuma buat lalu lalang orang bukan buat naruh lokomotif...walaupun lokomotif kelas d300 sekalipun
Posts: 453
Threads: 0
Joined: Mar 2012
Reputation:
6
Ironisnya, Begitu wujud stasiun ini berhasil kembali seperti sediakala,
2 rumah sinyal kunonya justru langsung "mangkrak"  
karena di saat yang sama sedang ada proses elektrifikasi persinyalan.....
ah, kok sepertinya kurang pas,ya kalau stasiun ber-arsitektur klasik tanpa Rumah Sinyal dengan sinyal mekaniknya......
Posts: 436
Threads: 0
Joined: Nov 2011
Reputation:
2
19-07-2012, 12:02 AM
(This post was last modified: 19-07-2012, 12:05 AM by paulus.)
(15-07-2012, 11:59 PM)kuli bangunan Wrote: (15-07-2012, 08:32 PM)paulus Wrote: (15-07-2012, 11:01 AM)kuli bangunan Wrote: Wah ya secara konstruksi bangunan ga mungkin banget kl lt 2 stasiun sb baru dipakai buat naruh lokomotif...karena menurut peraturan pembebanan bangunan lt 2 cuma didesain buat orang lalu lalang aja...kl dipakai buat naruh lokomotif bisa ambrol tuh bangunan...*analisa dari seorang kuli bangunan*...
Paling lantai 2 dipake bwt pajang peralatan kyk seragam masinis dan peralatan semboyan,dll. Kalaupun kuat menahan lokomotif paling C300 atw bima kunting. itu juga gk tau cara menaikkannya ke Lt 2 gimana Dibilangin masih ngeyel aja...lt 2 itu didesain cuma buat lalu lalang orang bukan buat naruh lokomotif...walaupun lokomotif kelas d300 sekalipun
(19-07-2012, 12:02 AM)paulus Wrote: (15-07-2012, 11:59 PM)kuli bangunan Wrote: (15-07-2012, 08:32 PM)paulus Wrote: (15-07-2012, 11:01 AM)kuli bangunan Wrote: Wah ya secara konstruksi bangunan ga mungkin banget kl lt 2 stasiun sb baru dipakai buat naruh lokomotif...karena menurut peraturan pembebanan bangunan lt 2 cuma didesain buat orang lalu lalang aja...kl dipakai buat naruh lokomotif bisa ambrol tuh bangunan...*analisa dari seorang kuli bangunan*...
Paling lantai 2 dipake bwt pajang peralatan kyk seragam masinis dan peralatan semboyan,dll. Kalaupun kuat menahan lokomotif paling C300 atw bima kunting. itu juga gk tau cara menaikkannya ke Lt 2 gimana Dibilangin masih ngeyel aja...lt 2 itu didesain cuma buat lalu lalang orang bukan buat naruh lokomotif...walaupun lokomotif kelas d300 sekalipun
Ya maap om,jangan marah, ulah ngambek, ojo nesu,...  Berarti (mungkin) Lt.2 dipake bwt pajang peralatan kyk seragam masinis dan peralatan semboyan,dll. OK??
Posts: 895
Threads: 0
Joined: Nov 2011
Reputation:
2
Sepi ni tread, ni Ane kasih kabar terbaru (mudah2 bukan repost) tentang St Semut Ex Surabaya Kota terbaru
Quote:
Peresmian Pemugaran eks. Stasiun Surabaya Kota (St. Semut)
![[Image: peresmian%20sb%20kota%206.jpg]](http://indonesianheritagerailway.com/images/stories/02_berita_artikel/0201_berita/peresmian%20sb%20kota%206.jpg)
Stasiun Surabaya Kota pada jaman dahulu (sumber foto KITLV).
Stasiun Surabaya Kota atau akrab dipanggil Stasiun Semut merupakan Stasiun kereta api peninggalan perusahaan kereta api Negara Staatspoorwegen (SS). Stasiun ini dibangun pada tahun 1870 bersamaan dengan pembukaan jalur kereta api pertama milik perusahaan Staatspoorwegen dari Surabaya - Pasuruan. Bangunan Stasiun ini diresmikan pada tanggal 16 Mei 1878 dan pada tanggal 11 November 1911 bangunan stasiun ini mengalami perubahan seiring meningkatnya aktifitas.
Stasiun Semut pada tahun 2002 mengalami pembongkaran karena pada lahan stasiun tersebut telah dikerjasamakan (KSO) dengan PT Senopati Perkasa. Stasiun tersebut merupakan Bangunan Cagar Budaya yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata No PM 23/PW007/MKP/2007 tentang Penetapan Stasiun Kereta Api Semut Surabaya sebagai Bangunan Cagar Budaya yang dilindungi Undang-Undang No 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Sehingga pembongkaran tersebut telah melanggar ketentuan sehingga harus dilakukan pemugaran kembali ke bentuk semula.
![[Image: peresmian%20sb%20kota%203.jpg]](http://indonesianheritagerailway.com/images/stories/02_berita_artikel/0201_berita/peresmian%20sb%20kota%203.jpg)
Sambutan EVP Pusat Pelestarian & Benda Bersejarah PT. KAI Ella Ubaidi dengan latar belakang bangunan cagar budaya eks. Stasiun Surabaya Kota (Semut)
Setelah melalui proses prosedur cagar budaya yang difasilitasi oleh Pemerintah Kota Surabaya dan musyawarah para pihak terkait serta dirampungkannya Studi Teknis Pemugaran oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Timur Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, maka telah dicapai kesepakatan untuk memulai pelaksanaan pemugaran Stasiun Semut pada hari Jum’at, (13/7) yang bertempat di lokasi Stasiun Surabaya Kota (Stasiun Semut lama).
![[Image: peresmian%20sb%20kota%204.jpg]](http://indonesianheritagerailway.com/images/stories/02_berita_artikel/0201_berita/peresmian%20sb%20kota%204.jpg)
Photo 2.
Photo 1 & photo 2 : Penandatangan Prasasti & Penekanan tombol bel tanda dimulainya proses pemugaran eks. Stasiun Surabaya Kota oleh Komisaris Utama PT. KAI Bpk. Yahya Ombara dengan disaksikan EVP. Pusat Pelestarian dan Benda Bersejarah Ella Ubaidi (kedua kanan), EVP DAOP 8 Surabaya Bambang Eko Martono (kanan), serta perwakilan dari PT. Senopati Perkasa (kiri).
Penandatanganan prasasti dilakukan sebagai tanda dimulainya restorasi Stasiun Semut oleh Komisaris PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Yahya Ombara. Pencanangan pemugaran Stasiun Semut juga dihadiri oleh jajaran Direksi dan Manajemen PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Kantor Pusat, EVP Pusat Pelestarian dan Benda Bersejarah PT. KAI, Ella Ubaidi, Dewan Komisaris, juga dari instansi seperti Dirjen KA, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Cipta Karya, Dinas Perhubungan, BP3 Trowulan, Tim Cagar Budaya, Bappeko, Polsek & Polres, Lurah, Camat dan pihak terkait lainnya.
![[Image: peresmian%20sb%20kota%202.jpg]](http://indonesianheritagerailway.com/images/stories/02_berita_artikel/0201_berita/peresmian%20sb%20kota%202.jpg)
Para undangan yang datang dalam acara menyaksikan tonggak-tonggak sejarah perkeretaapian Indonesia yang turut dipamerkan.
Pemugaran ini direncanakan selesai pada Juni 2014 mendatang dengan berbagai tahapan pekerjaan. PT Senopati Perkasa sebagai penanggungjawab pelaksanaaan proyek, pembiayaan dan tim engineering dalam restorasi Stasiun Semut dengan perkiraan biaya restorasi mencapai Rp 12 miliar. Dalam perencanaannya ke depan Stasiun Semut akan dikembalikan dalam bentuk aslinya dan tetap berfungsi sebagai Stasiun pada umumnya.
![[Image: peresmian%20sb%20kota%201.jpg]](http://indonesianheritagerailway.com/images/stories/02_berita_artikel/0201_berita/peresmian%20sb%20kota%201.jpg)
Suasana pameran photo yang berlangsung di hall eks. Stasiun Surabaya Kota.
Sumber
In Memoriam MV Karana Sembilan first JR E 103 Carrier to Indonesia
|