Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Argo Wilis (Pengalaman, diskusi, video)
(17-09-2011, 07:38 PM)Andrew_CN Wrote: Nah itu dia, meskipun ada lodaya & sancaka KA ini masi tetep penting karna sancaka & lodaya ga cukup menampung smua. Karna keindahan & potensialnya karakter penumpang di selatan agak berbeda dg penumpang diutara, penumpang selatan antara perjalanan pagi dg malem ga terlalu drastis perbedaannya untuk jarak tengah, bayangkan kalo KA ini keilangan penumpang di petak itu & musti keutara yg blom tentu masi banyak penumpang sisa untuk SGU-SBI-SMT-CN atopun sebaliknya & CN-BD atopun sebaliknya, sangat eman2
Karna di utara sindoro, rajawali uda dibantu dg anggrek, kaligung mas & bahkan ciregal, itupun rangkaian anggrek pendek, ga bisa sepanjang dulu lagi, klo KA ini ikut keutara ga dapet apa2
betul mas..... KA ini tetap rame, baik oleh penumpang jarak terjauh ato penumpang tengah... meskipun dah ada Sacnaka dan Lodaya... ya karena disamping sebagai satu2nya KA yang prima yg jalan siang di lintas yg sepenuhnya lintas selatan... ni train tidak menggunakan mekanisme single tarif... jadi cukup worthed untuk bepergian yg ga dikejar waktu.... selain itu dengan jarak yg cukup jauh dan tarif yg beragam.. KA ini memberi pilihan pelayanan untuk rute2 tanggng seperti: Surabaya - Kroya, Banjar-Madiun dsb yg tentu saja tidak mungkin bisa dicover Sancaka dan Lodaya

selain itu... faktor pendukungnya adalah... di Jawa Timur dan Jawa Tengah,, lebih banyak kota besar atau kota2 dengan potensi penumpang besar yg ada di lintas selatan dibanding utara.... mari kita bandingkan
utara: Surabaya, Bojonegoro (mengcover wil. Bojonegoro, Lamongan Tuban), Semarang, Pekalongan, Tegal, CN dst...
selatan: Surabaya, Jombang (mengcover wil Jombang, Kediri, Lamongan, bahkan Blitar dan Malang), Kertosono (mengcover wil. Nganjuk, Kediri, Tulungagung) Madiun (mengcover wil. Madiun, Ponorogo, Pacitan, Magetan n Ngawi), Solo dan Jogja (jelas mengcover banyak wilayah).. Kutoarjo (mengcover wil. Purworejo, Wonosobo bahkan Magelang), Kroya (mengcover Cilacap dan Purwokerto) dst... tentu potensi tersebut sudah terbaca dengan sangat baik oleh perencana KA pada jaman PERUMKA ketika Wilis pertama kali diluncurkan... (tahun 1998)

selain itu dengan topografi jalur selatan yg cenderung bergunung-gunung... membuat KA mempunyai keunggulan mutlak dibanding moda pesaing... sebagai contoh: orang tua saya kalo pulkam ke Purwokerto dulunya pake mobil... dan membutuhkan waktu minimal 10 jam siang hari (itu kalo nyetirnya gantian dan istirahat cuman di pom)..sekarang Jombang Purwokerto bisa 12 jam pake mobil.... nah sekarang lebih milih naek Wilis... lah perjalanan cuman 6 jam (JG-KYA: 8.20 - 14.20 sementara KYA-JG 11.30 - 17.30)....

so justru di lintas selatan lah wilis bisa tetep eksis... bisa mengcover penumpang terjauh dan melayani penumpang jarak tanggung dengan tetep prima.... meskipun brentinya banyak (Gubeng, Jombang, Kertosono, Madiun, Solo, Jokdja, Kutoarjo, Kroya, Banjar, Tasik, Cipendey dan Bandung)
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply
Lok Merah Biru
(17-09-2011, 11:50 PM)Bangunkarta Wrote:
(17-09-2011, 07:38 PM)Andrew_CN Wrote: Nah itu dia, meskipun ada lodaya & sancaka KA ini masi tetep penting karna sancaka & lodaya ga cukup menampung smua. Karna keindahan & potensialnya karakter penumpang di selatan agak berbeda dg penumpang diutara, penumpang selatan antara perjalanan pagi dg malem ga terlalu drastis perbedaannya untuk jarak tengah, bayangkan kalo KA ini keilangan penumpang di petak itu & musti keutara yg blom tentu masi banyak penumpang sisa untuk SGU-SBI-SMT-CN atopun sebaliknya & CN-BD atopun sebaliknya, sangat eman2
Karna di utara sindoro, rajawali uda dibantu dg anggrek, kaligung mas & bahkan ciregal, itupun rangkaian anggrek pendek, ga bisa sepanjang dulu lagi, klo KA ini ikut keutara ga dapet apa2
betul mas..... KA ini tetap rame, baik oleh penumpang jarak terjauh ato penumpang tengah... meskipun dah ada Sacnaka dan Lodaya... ya karena disamping sebagai satu2nya KA yang prima yg jalan siang di lintas yg sepenuhnya lintas selatan... ni train tidak menggunakan mekanisme single tarif... jadi cukup worthed untuk bepergian yg ga dikejar waktu.... selain itu dengan jarak yg cukup jauh dan tarif yg beragam.. KA ini memberi pilihan pelayanan untuk rute2 tanggng seperti: Surabaya - Kroya, Banjar-Madiun dsb yg tentu saja tidak mungkin bisa dicover Sancaka dan Lodaya

selain itu... faktor pendukungnya adalah... di Jawa Timur dan Jawa Tengah,, lebih banyak kota besar atau kota2 dengan potensi penumpang besar yg ada di lintas selatan dibanding utara.... mari kita bandingkan
utara: Surabaya, Bojonegoro (mengcover wil. Bojonegoro, Lamongan Tuban), Semarang, Pekalongan, Tegal, CN dst...
selatan: Surabaya, Jombang (mengcover wil Jombang, Kediri, Lamongan, bahkan Blitar dan Malang), Kertosono (mengcover wil. Nganjuk, Kediri, Tulungagung) Madiun (mengcover wil. Madiun, Ponorogo, Pacitan, Magetan n Ngawi), Solo dan Jogja (jelas mengcover banyak wilayah).. Kutoarjo (mengcover wil. Purworejo, Wonosobo bahkan Magelang), Kroya (mengcover Cilacap dan Purwokerto) dst... tentu potensi tersebut sudah terbaca dengan sangat baik oleh perencana KA pada jaman PERUMKA ketika Wilis pertama kali diluncurkan... (tahun 1998)

selain itu dengan topografi jalur selatan yg cenderung bergunung-gunung... membuat KA mempunyai keunggulan mutlak dibanding moda pesaing... sebagai contoh: orang tua saya kalo pulkam ke Purwokerto dulunya pake mobil... dan membutuhkan waktu minimal 10 jam siang hari (itu kalo nyetirnya gantian dan istirahat cuman di pom)..sekarang Jombang Purwokerto bisa 12 jam pake mobil.... nah sekarang lebih milih naek Wilis... lah perjalanan cuman 6 jam (JG-KYA: 8.20 - 14.20 sementara KYA-JG 11.30 - 17.30)....

so justru di lintas selatan lah wilis bisa tetep eksis... bisa mengcover penumpang terjauh dan melayani penumpang jarak tanggung dengan tetep prima.... meskipun brentinya banyak (Gubeng, Jombang, Kertosono, Madiun, Solo, Jokdja, Kutoarjo, Kroya, Banjar, Tasik, Cipendey dan Bandung)

kalou menurut sy lintas utara nantinya masih memungkinkan ada ka setara argo relasi Sbi-Bj-Cu-Smt-Pk-Tg-Cn-Pwk-Pdl-Cmi-Bd bisa megcover penumpang dari sbi yang lebih menyenangi waktu tempuh laksana analog ka varian (ka 33 dengan 35). ka ini bisa berangkat siang /malam mungkin untuk awal2 satu x saja dulu perjalanannya bisa siang bisa jam 09.00 /kalou malam bisa 19.00 // 6/7 petak dibelakang/didepan ka1/ka3 dengan prediksi cukup relevan nantinya ka ini waktu tempuh nya bisa 11 jam bahkan bisa kurang, hal ini bisa dilakukan jika setting jam keberangkatan dan juga menimbang merupakan waktu favorit penumpang. adapun basis penumpang bisa dari Bj(megcover lamongan/babat/tuban kota kaya minyak dan Cu/cepu; juga kota kaya minyak mengcover blora rembang,purwodadiLok Merah Biru
juga ka ini bisa sampai Smt sekitar jam 13.00 atau 23.00 sehingga tidak berdekatan dengan ka 47/ ka 17177 dan basis penumpang lainnya di pk(mengcover batang,pemalang)(industri (≖᷆︵︣≖)/batik) juga di tg (mencover slawi,brebes) prediksi sampai Cn 16.15/ 02.15 kemudian jika shortcut Tjs-Cbr clear bisa sampai Bd jam 20.00 / 06.00 ...apalagi kalou shortcut sbi-sgu sudah diresmikan maka relasi ka ini bisa menjadi Ml-Sgs-Bg-Sda-Wo-Sgu-Sbi-Bj-Cu-Smt-Pk-Tg-Cn-Pwk-Pdl-Cmi-Bd Bye Bye
Reply
info KA Argo wilis BD ke SGU tadi pagi mengunakan lok CC 201 92 04 LH + 4K1 + M1 + BP
yg aneh kok LH ya biasanya kan SH ?
Train is never death for my life specially KA Lodaya
Reply
(19-09-2011, 07:28 AM)gerryrockygelardy Wrote: info KA Argo wilis BD ke SGU tadi pagi mengunakan lok CC 201 92 04 LH + 4K1 + M1 + BP
yg aneh kok LH ya biasanya kan SH ?

Momen langka nih ...
Btw ... tanya di belakang lok apa ada gerbong K1 aling-aling ? Xie Xie
Reply
(19-09-2011, 09:20 AM)Eko Budy Santoso Wrote:
(19-09-2011, 07:28 AM)gerryrockygelardy Wrote: info KA Argo wilis BD ke SGU tadi pagi mengunakan lok CC 201 92 04 LH + 4K1 + M1 + BP
yg aneh kok LH ya biasanya kan SH ?

Momen langka nih ...
Btw ... tanya di belakang lok apa ada gerbong K1 aling-aling ? Xie Xie

Ternyata lokomotifnya posisi LH dikarenakan turn table Dipo Induk BD sedang diperbaiki, makanya ga ada lokomotif yang diputar arahnya...
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
Lok Merah Biru
(19-09-2011, 09:20 AM)Eko Budy Santoso Wrote:
(19-09-2011, 07:28 AM)gerryrockygelardy Wrote: info KA Argo wilis BD ke SGU tadi pagi mengunakan lok CC 201 92 04 LH + 4K1 + M1 + BP
yg aneh kok LH ya biasanya kan SH ?

Momen langka nih ...
Btw ... tanya di belakang lok apa ada gerbong K1 aling-aling ? Xie Xie
Sakitberarti kalo k1.laNGSUNG di bebelakang cc 201 92 04 berarti itu berbong aling-aling + cuma bawa K1-1 s/d K1-3( cuma ada 3 gerbong penumpang) +M1+ bp..
Lok Merah BiruDepok ExpressSakit
Reply
(19-09-2011, 04:31 PM)slamtrack Wrote: Lok Merah Biru
(19-09-2011, 09:20 AM)Eko Budy Santoso Wrote:
(19-09-2011, 07:28 AM)gerryrockygelardy Wrote: info KA Argo wilis BD ke SGU tadi pagi mengunakan lok CC 201 92 04 LH + 4K1 + M1 + BP
yg aneh kok LH ya biasanya kan SH ?

Momen langka nih ...
Btw ... tanya di belakang lok apa ada gerbong K1 aling-aling ? Xie Xie
Sakitberarti kalo k1.laNGSUNG di bebelakang cc 201 92 04 berarti itu berbong aling-aling + cuma bawa K1-1 s/d K1-3( cuma ada 3 gerbong penumpang) +M1+ bp..
Lok Merah BiruDepok ExpressSakit

Nggak juga kok,waktu gw ke YK dibelakang lok diisi penumpang:p
My Facebook = Bilal Ragil Saputra

Nama akun baru dari CC203 35

Reply
(19-09-2011, 04:47 PM)CC203 35 Wrote:
(19-09-2011, 04:31 PM)slamtrack Wrote: Lok Merah Biru
Sakitberarti kalo k1.laNGSUNG di bebelakang cc 201 92 04 berarti itu berbong aling-aling + cuma bawa K1-1 s/d K1-3( cuma ada 3 gerbong penumpang) +M1+ bp..
Lok Merah BiruDepok ExpressSakit

Nggak juga kok,waktu gw ke YK dibelakang lok diisi penumpang:p

Sekarang kereta di belakang lok itu diisi penumpang, udah ga pake aling-aling di belakang lok... Jadi dari keempat K1 yang ada semuanya mengangkut penumpang sebagaimana mestinya...

Kecuali K1 yg ditaruh di belakang lok itu cuma nebeng doank, kayak pas KA 6 tanggal 15 kemarin, bawa K1 0 86 11 YK LD diantara lok dan Eksekutif 1...
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
tadi pagi jg pun begitu lok penariknya CC 203 08 LH klo tdk salah saya liat di PJL Merdeka KA 6 BD ke SGU membawa 4 K1 + M1 + BP Tanpa aling2 belakang lok.
Train is never death for my life specially KA Lodaya
Reply
(20-09-2011, 10:32 AM)gerryrockygelardy Wrote: tadi pagi jg pun begitu lok penariknya CC 203 08 LH klo tdk salah saya liat di PJL Merdeka KA 6 BD ke SGU membawa 4 K1 + M1 + BP Tanpa aling2 belakang lok.

apa turntable BD lagi rusak sampe Golis LH gitu??
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 6 Guest(s)