Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Solo Operasikan Kereta Wisata dgn Loko Uap
Maaf OOT
Ayam sori Mas , abis internet di sini heng mulu , avatar jadi tertinggal .Skali lagi Maaf.
Reply
PESONA KERETA UAP "EMPAT RASA"

Sabtu, 19 Juni 2010 | 14:46 WIB

Tujuh wisatawan asal Jerman, Swiss, Inggris, dan Belanda, yang tergabung dalam Far Rail Tours mengunjungi Ambarawa, Solo, Karanganyar, dan Cepu, awal Juni. Mereka tertarik menjajal kereta uap tua "empat rasa" yang berada di setiap kota tersebut.

Tentu saja yang mereka buru bukan semata kesenangan berekreasi, tetapi juga keotentikan fungsi masing-masing kereta uap tua itu pada masa silam. Melalui kegiatan itu, mereka berupaya menghidupkan kembali sejarah masa lalu yang tidak terlalu dihargai di negeri sendiri.

Kereta uap di Ambarawa menawarkan kekhasan panorama dan rute pegunungan dengan rel bergerigi. Solo membawa wisatawan menikmati pemandangan kota Solo dan perkebunan tebu, mulai dari Stasiun Purwosari hingga perbatasan Solo-Sukoharjo.

Di Karanganyar, kereta uap tua pembawa tebu berkeliling di kompleks Pabrik Gula Tasikmadu yang terkenal dengan Agrowisata Sondokoro. Adapun di Cepu, kereta uap tua menjelajah hutan jati sejauh 22 kilometer dengan menarik gerbong berisi potongan-potongan kayu jati.

"Di Eropa, kebanyakan kereta uap tua sudah masuk museum," kata Bernd Seiler, turis asal Jerman.

Sayang seribu sayang, kereta uap "empat rasa" itu baru tercecap bagi kalangan berduit saja. Untuk menikmati empat paket kereta tua itu, Far Rail Tour harus mengeluarkan biaya 4.000 Euro atau senilai Rp 44.800.000.

Saat ini, baru kereta uap di Pabrik Gula Tasikmadu yang menawarkan harga murah, Rp 7.000 per orang. Kereta uap lainnya memasang harga Rp 7 juta-Rp 15 juta sekali pakai. Teks: Hendriyo Widi/Iwan Setiyawan

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/06...empat.rasa


Aset Wisata
Kereta Uap Terakhir...

Sabtu, 19 Juni 2010 | 14:00 WIB

Ny Surip (57) duduk di dekat tanaman pagar, lima meter dari jalur rel di Stasiun Sangkrah, Solo, Rabu (9/6). Ia duduk bersama para tetangganya menunggu sepur kluthuk Jaladara memasuki Stasiun Sangkrah. Kali ini, lokomotif uap ini membawa gerbong-gerbong barang kosong yang dulunya biasa untuk membawa kricak atau batu-batu seukuran kepalan tangan orang dewasa yang diletakkan di sekitar rel.

Ingatannya melayang pada masa beberapa puluh tahun lalu. Saat usianya 5 tahun, ia masih mengalami naik kereta uap dari Solo ke kampung halamannya di Nguter, Sukoharjo. Dengan dioperasikannya kereta uap Jaladara, meski hanya untuk kepentingan pariwisata, Ny Surip tidak pernah melewatkan kesempatan menanti kedatangan sepur uap itu saat tiba di Stasiun Sangkrah.

"Keretanya antik, pakai kayu untuk bahan bakar. Kalau datang biasanya juga ada atraksi di stasiun, seperti barongsai. Tetapi sayang, yang ini saya belum pernah naik, tidak kebagian karcis waktu ada promosi naik gratis," ungkap Ny Surip.

Mantan Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasi IV Semarang, Suprapto, yang kini ikut mengelola sepur kluthuk Jaladara mengatakan, kereta-kereta uap milik PT Kereta Api mulai digantikan kereta diesel hidrolik pada tahun 1952, seiring nilai ekonomi dan perawatan lokomotif uap yang semakin mahal dan sulit. Operasional lokomotif uap terakhir yang mengangkut penumpang terjadi pada tahun 1981 untuk jurusan Solo-Madiun.

Untunglah selang bertahun-tahun kemudian, kereta uap ini tidak benar-benar menjadi kereta uap terakhir. Dengan munculnya pariwisata yang memanfaatkan lokomotif uap, kereta yang sempat hanya tinggal cerita ini, kini memulai sejarahnya kembali.

Lokomotif uap milik PT KA yang saat ini masih dijalankan hanya empat buah, yakni di Ambarawa (2 buah), Solo (1), dan Sawahlunto (1). Sisanya disimpan di Taman Mini Indonesia Indah sebanyak 25 buah dan Museum Ambarawa 21 buah. Lokomotif uap lainnya banyak yang menjadi korban kanibal untuk kereta lainnya.

Di Eropa, terutama di Jerman, lokomotif uap tua sangat dihargai. "Si tua" itu selalu diperiksa "kesehatan" dan "tempat berjalan"-nya pun masih tertata rapi dan terawat.

"Amat disayangkan jika peninggalan sejarah itu ditelantarkan. Di Indonesia, yang tak terawat kebanyakan rel dan jembatannya," kata Bernd Seiler, wisatawan asal Berlin, Jerman, saat berkunjung ke Cepu, Blora, awal Juni.

Bernd yang tergabung dalam Far Rail Tours, bersama enam turis lain, mengunjungi Cepu, Ambarawa, Sukoharjo, dan Karanganyar. Tujuannya adalah menikmati dan mengabadikan wisata lokomotif uap tua di setiap daerah itu.

"Di negara kami, tontonan yang terkenal adalah sepak bola atau superbike. Kami ingin berganti suasana dengan menikmati tontonan yang lebih unik dan kuno yang telah dilupakan banyak orang," kata Bernd yang berkesempatan mengendalikan lokomotif uap tua di Cepu.

Bagian Sarana dan Prasarana Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Cepu mencatat, jalur lokomotif uap tua di Cepu sepanjang 22 kilometer membutuhkan perbaikan. Bantalan yang harus diganti sebanyak 3.000 buah dari 32.000 bantalan yang ada. Bautbaut dan besi jembatan penyangga rel juga mesti diganti karena banyak yang hilang, rusak, dan berkarat. Sejak lima tahun lalu, lokomotif uap belum diuji tera atau uji kelayakan beroperasi.

"Kami membutuhkan dana Rp 1 miliar untuk membenahi lokomotif beserta sarana dan prasarananya itu. KPH Cepu tak mampu membiayai sendiri sehingga butuh bantuan dari Perhutani pusat," kata Wakil Kepala Seksi Sarana dan Prasarana KPH Cepu Agus Susanto.

Koordinator Cepu International Heritage, Sisworo, berharap pengelola serius menangani lokotur. Salah satu bentuknya adalah dengan memulihkan dan merawat lokomotif dan infrastrukturnya.

"Keselamatan itu adalah bagian terpenting dari lokotur. Para wisatawan membutuhkan jaminan tersebut," kata Sisworo. (SRI REJEKI/HENDRIYO WIDI)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/06...p.terakhir...
.
Reply
@ mas Ani : Memang betul di dalam pembenahan insfrastruktur haritage petak Cepu tertinggal karena di kelola oleh Perhutani sedangkan yang di bawah naungan PT.KAI sudah mulai dibenahi dan sudah beroperasi, di harap bisa kerjasamnya antar instansi yang terkait untuk pembiyaan di lintas hutan jati cepu serta perawatan loko uapnya.
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER

GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Reply
(20-06-2010, 11:21 AM)eko winarno Wrote: @ mas Ani : Memang betul di dalam pembenahan insfrastruktur haritage petak Cepu tertinggal karena di kelola oleh Perhutani sedangkan yang di bawah naungan PT.KAI sudah mulai dibenahi dan sudah beroperasi, di harap bisa kerjasamnya antar instansi yang terkait untuk pembiyaan di lintas hutan jati cepu serta perawatan loko uapnya.

iya di cepu di bawah perhutani
.
Reply

[Image: 37325_409771834077_140646444077_420.jpg]
Foto: Ratna Puspita Dewi/Solopos

WISATA NAIK SEPUR KLUTHUK JALADARA-- Wisatawan asing dari Jepang yang merupakan penggemar kereta mendokumentasikan kereta api uap Sepur Jaladara saat perjalanan wisata di Kota Solo, melintas di kawasan Slamet Riyadi, Senin (21/6). Sepur Jaladara menjadi daya tarik wisatawan mancanegara karena merupakan satu-satunya kereta wisata yang melintasi kawasan perkotaan.
.
Reply
(21-06-2010, 08:55 PM)animaX Wrote:
[Image: 37325_409771834077_140646444077_420.jpg]
Foto: Ratna Puspita Dewi/Solopos

WISATA NAIK SEPUR KLUTHUK JALADARA-- Wisatawan asing dari Jepang yang merupakan penggemar kereta mendokumentasikan kereta api uap Sepur Jaladara saat perjalanan wisata di Kota Solo, melintas di kawasan Slamet Riyadi, Senin (21/6). Sepur Jaladara menjadi daya tarik wisatawan mancanegara karena merupakan satu-satunya kereta wisata yang melintasi kawasan perkotaan.

Wow RF Jepang juga ngikut motret Jaladara. Ngumung2 nih mas Ani punya jadwal carteran Jaladara dari RF luar ya? Bingung
Reply
(21-06-2010, 09:08 PM)sepur_lori Wrote: Wow RF Jepang juga ngikut motret Jaladara. Ngumung2 nih mas Ani punya jadwal carteran Jaladara dari RF luar ya? Bingung
saya diberitahu temen... dulu kerjanya di SKJ.. Sepur Kluthuk Jaladara Ngikik

tapi memang untuk beberapa hari ke depan ini Jaladara jalan lagi menyambut liburan dan tamu negara yang berkunjung ke Solo Big Grin
.
Reply
(21-06-2010, 09:15 PM)animaX Wrote:
(21-06-2010, 09:08 PM)sepur_lori Wrote: Wow RF Jepang juga ngikut motret Jaladara. Ngumung2 nih mas Ani punya jadwal carteran Jaladara dari RF luar ya? Bingung
saya diberitahu temen... dulu kerjanya di SKJ.. Sepur Kluthuk Jaladara Ngikik

tapi memang untuk beberapa hari ke depan ini Jaladara jalan lagi menyambut liburan dan tamu negara yang berkunjung ke Solo Big Grin


Tambah manteb saja gaungnya jaladara di mancanegara karena untuk hitungan orang sana itu di anggap murah..Ngakak
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER

GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Reply
buat sekali paket murah... kalau ambil 4 paket seperti wisatawan Eropa kemarin sekitar Rp 45 juta lho (Ambarawa, Cepu, Solo, Tasikmadu-Karanganyar)
.
Reply
(21-06-2010, 09:49 PM)animaX Wrote: buat sekali paket murah... kalau ambil 4 paket seperti wisatawan Eropa kemarin sekitar Rp 45 juta lho (Ambarawa, Cepu, Solo, Tasikmadu-Karanganyar)

Waduh, mahal amat ... yg nyarter berapa orang sich? Heran
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)