Posts: 345
Threads: 0
Joined: Jun 2013
Reputation:
2
(16-03-2014, 11:11 AM)Sinichikudo Wrote: (04-02-2014, 11:49 PM)Rail_Ram Wrote: KAI Daop 8 Surabaya luncurkan empat KA baru
Surabaya (ANTARA News) - PT Kereta Api Indonesia (PT. Kereta Api Indonesia (Persero)) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya memberangkatkan empat KA baru pada bulan Februari 2014 dengan berbagai tujuan di Jawa Timur.Manajer Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya, Sri Winarto, Selasa di Surabaya mengatakan, peluncuran empat KA baru itu bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan transportasi umum yang aman, nyaman serta bebas dari kemacetan jalan raya.Empat KA baru itu meliputi KA Bima kelas eksekutif untuk tujuan Surabaya-Malang atau sebaliknya, dan mulai beroperasi Rabu (5/2) dengan kapasitas 250 tempat duduk serta waktu tempuh hanya 2 jam. "Untuk tiket KA Bima Rp30 ribu, dan berangkat dari Stasiun Surabaya Gubeng pukul 06.30 WIB sampai Stasiun Malang pukul 08.31 WIB. Kemudian berangkat lagi dari Stasiun Malang pukul 14.25 WIB sampai di Stasiun Surabaya gubeng pukul 16.27 WIB," katanya.Dikatakannya, dalam perjalanannya KA Bima akan berhenti di tiga stasiun, masing-masing adalah Stasiun Sidoarjo, Lawang serta Malang. Berikutnya, KA Sarangan kelas bisnis AC dengan tujuan Surabaya-Madiun atau sebaliknya dengan kapasitas 360 tempat duduk dan harga tiket sesuai jarak tempuh, seperti Surabaya-Kertosono Rp25 ribu, Surabaya-Madiun Rp40 ribu. "Untuk KA Sarangan ini juga mulai beroperasi Rabu (5/2), dan berangkat dari Surabaya Gubeng pukul 07.00 WIB, sampai di Stasiun Madiun pukul 09.24 WIB. Kemudian berangkat lagi dari Stasiun Madiun pukul 13.45 WIB sampai di Stasiun Surabaya Gubeng pukul 16.10 WIB," katanya.Dalam perjalanannya, KA Sarangan akan berhenti di Stasiun Krian, Mojokerto, Jombang, Kertosono dan Madiun dengan waktu tempuh 2 jam 4 menit.Selanjutnya, KA Probowangi kelas ekonomi AC dengan tujuan Surabaya-Probolinggo yang akan mulai beroperasi Rabu (5/2) dengan kapasitas 300 tempat duduk dan harga tiket Rp20 ribu."KA Probowangi ini berangkat dari Stasiun Surabaya Gubeng pukul 22.40 WIB dan sampai di Stasiun Probolinggo pukul 00.45 WIB. Sedangkan jadwal berangkat dari Stasiun Probolinggo pukul 19.30 WIB, sampai di Surabaya Gubeng pukul 21.24 WIB. Dan dalam perjalanannya, akan berhenti di Stasiun Sidoarjo, Bangil, Pasuruan dan Probolinggo dengan waktu tempuh 2 jam 5 menit," katanya.Terakhir, adalah KA Maharani kelas ekonomi AC dengan tujuan Surabaya Pasar Turi-Cepu atau sebaliknya dengan kapasitas 700 tempat duduk.Dikatakannya, KA Maharani akan mulai beroperasi pada tanggal 7 Februari 2014 dengan harga tiket Rp15 ribu, dan berangkat dari Stasiun Surabaya Pasar Turi pukul 06.15 WIB dan sampai di Stasiun Cepu pukul 08.48 WIB. Sedangkan jadwal berangkat dari Stasiun Cepu adalah pukul 09.20 WIB, sampai di Surabaya Pasar Turi pukul 11.40 WIB, sementara dalam perjalanannya KA Maharani akan berhenti di Stasiun Lamongan, Babat, Bojonegoro dan Cepu dengan waktu tempuh 2 jam 55 menit.Untuk pemesanan tiket, bisa dilakukan di loket stasiun serta secara "on-line" melalui nomor telepon 121, atau melalui aplikasi android, blackberry serta beberapa bank seperti BRI, Mandiri, BII, BCA, BNI, BTN, Panin Bank, CIMB Niaga, BPR KS, OCBC NISP, BPD DIY, Bank Mega, BRI Syariah, Bank Mayapada, BJB, Bank Pundi, dan sejumlah pasar modern seperti Indomaret, Alfamart, Alfamidi, Alfa ekspress, Lawson, Kantor Pos dan agen penjualan resmi.
Sumber: http://m.antaranews.com/berita/417411/ka...at-ka-baru
berita bagus ini tp sayang gak lewat jalur daerah ane 
Diantara 4 jadwal itu, saya kasih pendapat kalo Maharani dan Probowangi adalah KA yang paling gak prospek kalo jadwalnya seperti itu.
Maharani : Kepagian dari SBI nya. Baiknya dia mencontoh KRD KTS, brkt dari SBI sore magrib, dan dari CU nya subuh2 buta jam 4.00.
Probowangi : ini lebih aneh lagi, siapa juga mau ke Probolinggo jam 11 malem
Posts: 1,103
Threads: 0
Joined: Jul 2009
Reputation:
30
awalnya ane kira KA sby-pb nantinya pake jam commuting, trnyata jadwalnya maksa menyesuaiakn sama jadwalnya probowangi... jadi bukan KA yang commuting minded,,padahal dari probolinggo n pasuruan belum ada KA penglaju yang ke sby vise versa....
Silence Is Golden
But My Eyes Still See
Posts: 1,823
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
21
(16-03-2014, 04:22 PM)Adolph Wrote: awalnya ane kira KA sby-pb nantinya pake jam commuting, trnyata jadwalnya maksa menyesuaiakn sama jadwalnya probowangi... jadi bukan KA yang commuting minded,,padahal dari probolinggo n pasuruan belum ada KA penglaju yang ke sby vise versa.... Ya,harusnya kalo jamnya Probowangi ke SGU nya semalam itu,sekalian aja gak usah jalan. Aturan pake K3 SDT yang nganggur,berangkat jam 10 an pagi dari SGU ke PB,baliknya malam dari PB
Posts: 2,657
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
43
Sundul trit buatan sendiri dulu... 
Bagi RF daop 8 sekalian, yg barangkali punya usul buat daop 8, baik perbaikan sarpras, kereta baru, jalur yg ini itu, dsb., monggo dishare ke sini, thx...
Posts: 1,823
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
21
Saran untuk Daop 8 :
- Segera aktifkan shortcut SBI - SGU.
- Menambah KA Barang baru. Perusahaan barang kedepannya lebih memilih KA untuk distribusi barang 2x dari timur Jawa ke Jawa Tengah ato Jawa Barat
Posts: 912
Threads: 0
Joined: Dec 2012
Reputation:
9
Saran buat DAOP 8 :
-Buat dipo SDT sama SBI kalau ngerawat K1 jangan asal2an......... (Kursi jadi kulit meja disunaaaattttttt dan recline diganti tuas)
-Semua K1 RTF Turangga dan ABA(L) dirombak total dicat putih interiornya dan kursi diganti kayak punyanya BK. Dirombak jadi kyk punyanya Gajayana (kalau bisa bagasinya dirombak juga jadi kyk punyanya Gajayana)
-SOPnya kayak SLO, Klu udah diatas jam 22:00 lampu diganti lampu tidur (minimal lampu tengah dimatiin, kalau g semua lampu dimatiin dan yang nyala cuma lampu dibawah bagasi doang, klu g lampu pinggir diganti pake LED dan digelapin pake dimmer, setahu ane K1 Gajayana ada dimmernya klu g salah)
-Kursi2 K1 kaca lebar SDT (K1 99/01) diganti total juga sama kursi BK/Dwipangga
Itu saja sih, yang penting perawatannya harus dibenerin biar minimal kyk CN/SLO lah...........
Posts: 2,657
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
43
(22-03-2014, 10:23 PM)LufthansaPilot Wrote: Saran buat DAOP 8 :
-Buat dipo SDT sama SBI kalau ngerawat K1 jangan asal2an......... (Kursi jadi kulit meja disunaaaattttttt dan recline diganti tuas)
-Semua K1 RTF Turangga dan ABA(L) dirombak total dicat putih interiornya dan kursi diganti kayak punyanya BK. Dirombak jadi kyk punyanya Gajayana (kalau bisa bagasinya dirombak juga jadi kyk punyanya Gajayana)
-SOPnya kayak SLO, Klu udah diatas jam 22:00 lampu diganti lampu tidur (minimal lampu tengah dimatiin, kalau g semua lampu dimatiin dan yang nyala cuma lampu dibawah bagasi doang, klu g lampu pinggir diganti pake LED dan digelapin pake dimmer, setahu ane K1 Gajayana ada dimmernya klu g salah)
-Kursi2 K1 kaca lebar SDT (K1 99/01) diganti total juga sama kursi BK/Dwipangga
Itu saja sih, yang penting perawatannya harus dibenerin biar minimal kyk CN/SLO lah...........
Ketauan kalo sukanya naik K1, pasti pada rewel kalo udah berurusan ma K1nya SDT/SBI... 
Kalo menurut gw, mending standar K1 SDT cukup disejajarkan ma ML/BW aja sebenernya udah cukup, koq. Tinggal gimana dipo SDT/SBI menanggapi...
Posts: 912
Threads: 0
Joined: Dec 2012
Reputation:
9
(22-03-2014, 10:35 PM)stasiunkastephanie Wrote: (22-03-2014, 10:23 PM)LufthansaPilot Wrote: Saran buat DAOP 8 :
-Buat dipo SDT sama SBI kalau ngerawat K1 jangan asal2an......... (Kursi jadi kulit meja disunaaaattttttt dan recline diganti tuas)
-Semua K1 RTF Turangga dan ABA(L) dirombak total dicat putih interiornya dan kursi diganti kayak punyanya BK. Dirombak jadi kyk punyanya Gajayana (kalau bisa bagasinya dirombak juga jadi kyk punyanya Gajayana)
-SOPnya kayak SLO, Klu udah diatas jam 22:00 lampu diganti lampu tidur (minimal lampu tengah dimatiin, kalau g semua lampu dimatiin dan yang nyala cuma lampu dibawah bagasi doang, klu g lampu pinggir diganti pake LED dan digelapin pake dimmer, setahu ane K1 Gajayana ada dimmernya klu g salah)
-Kursi2 K1 kaca lebar SDT (K1 99/01) diganti total juga sama kursi BK/Dwipangga
Itu saja sih, yang penting perawatannya harus dibenerin biar minimal kyk CN/SLO lah...........
Ketauan kalo sukanya naik K1, pasti pada rewel kalo udah berurusan ma K1nya SDT/SBI...
Kalo menurut gw, mending standar K1 SDT cukup disejajarkan ma ML/BW aja sebenernya udah cukup, koq. Tinggal gimana dipo SDT/SBI menanggapi...
Maklum, mesti ane sama bapak ane kadang rada rewel kalau naik K1 SDT (Turangga, dll) Ane tambun dan tinggi (tinggi ane 178cm dan rada gendut) dan bapak ane udah 40+ butuh yang empuk2
Sama BW? BW pake kursi kulit abu2 lumayan keras lho. Mending sama ML aja
Posts: 2,657
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
43
(23-03-2014, 06:59 AM)LufthansaPilot Wrote: (22-03-2014, 10:35 PM)stasiunkastephanie Wrote: (22-03-2014, 10:23 PM)LufthansaPilot Wrote: Saran buat DAOP 8 :
-Buat dipo SDT sama SBI kalau ngerawat K1 jangan asal2an......... (Kursi jadi kulit meja disunaaaattttttt dan recline diganti tuas)
-Semua K1 RTF Turangga dan ABA(L) dirombak total dicat putih interiornya dan kursi diganti kayak punyanya BK. Dirombak jadi kyk punyanya Gajayana (kalau bisa bagasinya dirombak juga jadi kyk punyanya Gajayana)
-SOPnya kayak SLO, Klu udah diatas jam 22:00 lampu diganti lampu tidur (minimal lampu tengah dimatiin, kalau g semua lampu dimatiin dan yang nyala cuma lampu dibawah bagasi doang, klu g lampu pinggir diganti pake LED dan digelapin pake dimmer, setahu ane K1 Gajayana ada dimmernya klu g salah)
-Kursi2 K1 kaca lebar SDT (K1 99/01) diganti total juga sama kursi BK/Dwipangga
Itu saja sih, yang penting perawatannya harus dibenerin biar minimal kyk CN/SLO lah...........
Ketauan kalo sukanya naik K1, pasti pada rewel kalo udah berurusan ma K1nya SDT/SBI...
Kalo menurut gw, mending standar K1 SDT cukup disejajarkan ma ML/BW aja sebenernya udah cukup, koq. Tinggal gimana dipo SDT/SBI menanggapi...
Maklum, mesti ane sama bapak ane kadang rada rewel kalau naik K1 SDT (Turangga, dll) Ane tambun dan tinggi (tinggi ane 178cm dan rada gendut) dan bapak ane udah 40+ butuh yang empuk2
Sama BW? BW pake kursi kulit abu2 lumayan keras lho. Mending sama ML aja
Wah wah wah, padahal gw tingginya sekita 175 cm, bobot 62 kg, tapi kalo ma kursinya SDT fine2 aja, tuh. Malah kalo itu "trapped seat" alias zonk bawaannya pengen ngetawain mulu... 
Sebenernya standar mana yg dipake sih mau itu ML, BD, dsb., yg penting harapannya dipo SDT/SBI lebih memperhatikan masalah kenyamanan seat K1. Jadi, biar gak ada lagi istilah "rewel dg K1 dipo SDT/SBI" :v
Sebenernya gak cuman loe aja yg "rewel" ma K1nya SDT/SBI, ada lagi member yg namanya @CC-201-23 juga termasuk yg "rewelnya" tingkat dewa kalo udah berurusan dg K1nya SDT/SBI. Malah sukanya koar2 di forum ini kalo berurusan dg K1nya SDT/SBI. Mending kasih "surprise" aja buat dia, eits jangan bilang2 kalo gw yg nyuruh... 
Posts: 5,045
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
14
(23-03-2014, 07:24 AM)stasiunkastephanie Wrote: (23-03-2014, 06:59 AM)LufthansaPilot Wrote: (22-03-2014, 10:35 PM)stasiunkastephanie Wrote: (22-03-2014, 10:23 PM)LufthansaPilot Wrote: Saran buat DAOP 8 :
-Buat dipo SDT sama SBI kalau ngerawat K1 jangan asal2an......... (Kursi jadi kulit meja disunaaaattttttt dan recline diganti tuas)
-Semua K1 RTF Turangga dan ABA(L) dirombak total dicat putih interiornya dan kursi diganti kayak punyanya BK. Dirombak jadi kyk punyanya Gajayana (kalau bisa bagasinya dirombak juga jadi kyk punyanya Gajayana)
-SOPnya kayak SLO, Klu udah diatas jam 22:00 lampu diganti lampu tidur (minimal lampu tengah dimatiin, kalau g semua lampu dimatiin dan yang nyala cuma lampu dibawah bagasi doang, klu g lampu pinggir diganti pake LED dan digelapin pake dimmer, setahu ane K1 Gajayana ada dimmernya klu g salah)
-Kursi2 K1 kaca lebar SDT (K1 99/01) diganti total juga sama kursi BK/Dwipangga
Itu saja sih, yang penting perawatannya harus dibenerin biar minimal kyk CN/SLO lah...........
Ketauan kalo sukanya naik K1, pasti pada rewel kalo udah berurusan ma K1nya SDT/SBI...
Kalo menurut gw, mending standar K1 SDT cukup disejajarkan ma ML/BW aja sebenernya udah cukup, koq. Tinggal gimana dipo SDT/SBI menanggapi...
Maklum, mesti ane sama bapak ane kadang rada rewel kalau naik K1 SDT (Turangga, dll) Ane tambun dan tinggi (tinggi ane 178cm dan rada gendut) dan bapak ane udah 40+ butuh yang empuk2
Sama BW? BW pake kursi kulit abu2 lumayan keras lho. Mending sama ML aja
Wah wah wah, padahal gw tingginya sekita 175 cm, bobot 62 kg, tapi kalo ma kursinya SDT fine2 aja, tuh. Malah kalo itu "trapped seat" alias zonk bawaannya pengen ngetawain mulu...
Sebenernya standar mana yg dipake sih mau itu ML, BD, dsb., yg penting harapannya dipo SDT/SBI lebih memperhatikan masalah kenyamanan seat K1. Jadi, biar gak ada lagi istilah "rewel dg K1 dipo SDT/SBI" :v
Sebenernya gak cuman loe aja yg "rewel" ma K1nya SDT/SBI, ada lagi member yg namanya @CC-201-23 juga termasuk yg "rewelnya" tingkat dewa kalo udah berurusan dg K1nya SDT/SBI. Malah sukanya koar2 di forum ini kalo berurusan dg K1nya SDT/SBI. Mending kasih "surprise" aja buat dia, eits jangan bilang2 kalo gw yg nyuruh... 

Gimana ngga rewel jeng, naik BK ekspektasi Gajayana berkaca lebar realitanya dapet Turangzonk K1 jendela pesawat kursi batu
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
|