Posts: 535
Threads: 0
Joined: Aug 2009
Reputation:
2
Pola subsidi di Indonesia memang keliru,seharusnya yang disubsidi adalah orang bukan barang. Kalau mengikuti pola sekarang, barang yang disubsidi hasilnya tidak tepat sasaran. Malah sebagian besar subsidi dinikmati orang mampu. Kalaupun semua KRL ekonomi dihapus diganti Commuter Line juga tidak masalah,yang tidak mampu pun tetap bisa naik KRL karena dia dapat subsidi. Tidak seperti sekarang, orang yang mampu pun bisa naik KRL ekonomi (menikmati subsidi) dengan alasan KRL ekonomi berangkat duluan.
Memang line BKS/SRP lumayan tertolong dengan keberadaan KA AKAP atau KA Lokal, line BOO yang sepenuhnya hanya bisa mengandalkan KRL. Tidak ada KA alternatif. Dengan kebijakan ini yang mengurangi perka KRL ekonomi dan mencabut subsidi KRL Ekonomi AC dikhawatirkan bakal terjadi migrasi dari KA ke jalan raya. Suatu kemunduran. Mungkin ini hanya terjadi pada penumpang jarak dekat, seperti penumpang dari Pasar Minggu hingga Depok.
Lalu bagaimana nasib Ciliwung, apa tarif Rp.3500 subsidinya akan ikut dicabut juga??
Posts: 147
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
2
18-06-2011, 10:35 AM
(This post was last modified: 20-06-2011, 08:46 AM by Gege.)
Quote:~Edited By Gege~
aduh mas, kl sampe kayak gini sih... yg rugi juga kita. ya kita menuntut mereka dengan cara yang santun juga, kekuatan politis mereka kita lawan dengan kekuatan sosial kita.... makanya temen2 KRLMania melakukan pengumpulan tandatangan. akhirnya banyak pejabat yang mau gak mau harus ngomong, entah mengikuti kata hatinya atau menyelamatkan mukanya..... either way, itu kekuatan yang kita gunakan..... bahkan salah satu petinggi PTKA sendiri juga mengatakan kok, kl dia gak setuju sama kenaikan tarif ala KCJ.... tapi ya dia gak bisa ngomong karena bukan bagian dia dalam mengkaji itu, cuma kebagian sialnya aja...
Quote:Kalaupun semua KRL ekonomi dihapus diganti Commuter Line juga tidak masalah,yang tidak mampu pun tetap bisa naik KRL karena dia dapat subsidi. Tidak seperti sekarang, orang yang mampu pun bisa naik KRL ekonomi (menikmati subsidi) dengan alasan KRL ekonomi berangkat duluan.
gini om, ane setuju kl subsidi harus tepat sasaran.... tapi sebenarnya untuk angkutan umum ini ada yang namanya subsidi ada yg namanya insentif. subsidi bisa berupa pengurangan tarif listrik, bantuan perawatan sarana, dan semacamnya. tapi ingat, pengguna angkutan umum ini juga mengurangi penggunaan subsidi bbm, jadi harusnya mereka mendapatkan insentif... na insentif ini bisa disalurkan ke perusahaan angkutan umum seperti PTKA, damri, ppd, atau perusahaan swasta. Sehingga mereka akan memperbaiki diri agar banyak yg beralih menjadi pengguna transportasi umum.
Tapi jangan dilupakan, prasarana itu milik pemerintah.... jadi mereka wajib merawatnya. karena sudah dikelola oleh PTKA, bukan berarti mereka lepas tangan. mereka harus menyediakan dana untuk membayar PTKA merawat aset mereka, ya efeknya PTKA harus membayar kewajibannya. tapi itu semua harus jelas hitungannya.... yang sampe sekarang dimainin sama para tikus2. kl PTKA mo dapat, harus lewat calo segala.... rakyat yang akhirnya kena getahnya......
Makanya, ane sering ngomong kl PTKA emang merasa dipermainkan PSO-nya, lebih baik aset2 negara dikembalikan ke pemerintah. minta mereka urus sendiri, PTKA bayar TAC aja, jadi gak ada kewajiban merawat aset negara. Nah, supaya mereka ngerti.... PTKA mogok gak jalanin KA aja, dua hari, suruh para pejabat itu liat dampaknya.... resikonya emang besar, para direksi bisa jadi pengangguran.... makanya gak ada yang berani.....
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
wah wah wah, ada yang membandingkan dengan busway ya? untuk sekedar info, busway itu bisa rp 3500 karena dapat subsidi oleh pemda dki. kalau seandainya umpamanya misalnya itu subsidi busway dicabut sekarang juga, tarifnya bakal melonjak menjadi rp 6500. itupun tanpa keuntungan dari pengelola alias impas. tentunya rf masih ingat beberapa waktu yang lalu pernah ada wacana tiket busway naik jadi rp 10.000 apabila tidak dapat subsidi dari pemda dki?
menurut ketua dewan pembina maska, pak hendrowiyono dalam tulisannya disini, besarnya ongkos angkut perpenumpang krl adalah sebesar rp 8000. nah, jadi kalo misalnya krl diberikan ke swasta tanpa subsidi, sepertinya tarifnya juga tidak berkisar jauh dari rp 8000-9000.
@tukangbengkel, setuju dengan pendapat anda. mestinya imo harus mutlak tanggungjawab negara bukan jadi beban operator kereta. penyamaan imo=tac, dengan kondisi infrastruktur yang semakin tua, beban perawatan menjadi sangat besar dan bisa mengerogoti pendapatan operator karena imo pasti akan lebih besar dari tac nya sendiri. dan masalah ini belum ada kejelasan sampai saat ini.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 2,640
Threads: 0
Joined: Jun 2010
Reputation:
19
kembali ke masalah JADWAL..
perubahan signifikan di jalur BKS adalah..keberangkatan KRL Ekonomi 691 (lingkar BKS-THB) dan 693 (BKS-MRI-JUA-JAKK) yang sebelumnya 6.30 dan 6.45, digabung menjadi KRL Ekonomi 5833 BKS-MRI-JUA-JAKK pukul 6.47
691 berganti menjadi KRL Commuter Line 5581 BKS-THB-KPB pukul 6.17
musti buru2 neh sampe BKS,biar nggak ketinggalan itu 5833..
-----------------------------------------------------------
Oh,iya.
Butuh pencerahan nih dari Rekan2 RF dan Bravo nya.
KA Barang kn 1000an,
KA "baru" macam bogowonto dan malabar yg masih menunggu penyesuaian gapeka kan 7000an.
Nah,pola KRL sekarang nomornya menjadi 5000an,
apakah Slot gapeka 5000-an itu memang sebelumnya jatah untuk kereta komuter,atau bagaimana? Karena kalau sesuai urutan,harusnya dibawahnya bogowonto dan malabar menjadi 7500an..bukan diatas nya menjadi 5000an..
menunggu pencerahan..
693-5073-893-673
Posts: 147
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
2
om tomrys:
nomor gapeka 5000an itu kayaknya sih karena slot itu yang tersedia, gak mungkin pake slot dibawah 1000. bogowonto n malabar kayaknya gapeka tahun besok bakal masuk di slot ratusan, kayak KA ekonomi lainnya. Semua KA baru yg dikeluarkan setelah gapeka tahunan direlease biasanya kan gitu, pake slot 1000an....
BTT,
kl jalur bekasi kayak gitu... di jalur bogor, dari 13 perjalanan KRL eko dari jam 5 sampe jam 8 berubah menjadi 9 perjalanan. 4 perjalanan hilang diganti jadi krl CL ini..... katanya bakalan optimal 8 gerbong, hehehe.... gak efek kayaknya...... lah mulai subuh aja udah penuh krlnya... trus dikurangin, gimana gak numpuk ke siangnya......
oh ya berkaitan jadwal baru ini, karena ada pemisahan krl subsidi dan non-subsidi padahal di armada kcj yg krl ac ada beberapa rangkaian hibah dan rangkaian yg dibeli dephub (yg nyangkut kasus korupsi), apakah rangkaian itu diperkenankan jadi rangkaian non-subsidi? atau menjadi krl subsidi (konsekuensinya krlnya downgrade jadi krl eko, ac-nya gak dinyalain)? pegimane pendapat rekan2 sekalian???
Posts: 1,546
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
39
tanggal 18-19 Juni ini ada uji coba penggunaan jadwal yang mo dipake untuk 2 Juli mendatang... ahhh.. untung gw beraktivitas ga naek KRL
Laporan pandangan mata aja.. semalem (18 Juni 2011 jam 21 'an deh).. ane kebetulan di deket DPB posisi di jalan baru nya tapi mepet stasiun lihat KRL ekonomi panas melaju ke arah bogor dengan kepadatan yang luar biasa dan kondisi KRL yang dipenuhi oleh atapers.... untuk hari sabtu dan jam segitu  menurut ane sih itu aneh... secara sabtu dan udah malem
selanjutnya ane liat KRL AC yang kondisinya lengang banget... terlihat penumpang yg turun pada menggerutu, dan yg naek ke Boo cuman seorang/dua orang penumpang... oh iya St. DPB mengumumkannya KRL AC...
dan silahkan menilik berita terkait uji coba tersebut... dapat disimpulkan bahwa penumpang kecewa dan terkejut... karena tarif yang segitu tapi ngga ada keunggulannya, trus udah tarifnya mahal jadwal dikurangin... jadi deh, pada komplen... masa nunggu KRL aja ampe 1 jam... mana neh yg katanya demi perbaikan pelayanan dan memang benar... terjadi kenaikan luar biasa dalam penjualan tiket KRL ekonomi panas, dan tiket KRL AC ngga diminati.....
oh iya sebagai informasi... KCJ hebat ya.. untuk KRL malem dipangkas habis... biasanya untuk jalur Jakk-Boo jam 21.00 (Pakuan Express), 21.15 (eko AC), 21.30 (Eko AC), 22.30 (Eko AC)... nah nanti tinggal jam 21.00 (KRL AC) jam 21.30 (ekonomi panas) dan 22.30 KRL AC... manteb banget nih... malem2 pun penumpang harus jadi pepesan teri  dan juga jadwal KRL THB ke Boo.. biasanya antara jam 16-18 ada 6 KRL, nantinya cuman ada 3 KRL....
@ MAs Masukangin => saya juga bisa memahami akan frustasinya penumpang terhgadap manajemen KRL yang makin mendzalimi penumpang (bahasa KRL mania)... karena saya juga menjadi korban... cuman saya rasa tindakan2 vandalisme tersebut sangat tidak tepat, meskipun kita benci dan saya juga mengakui, saya pribadi sangat tidak suka dengan manajemen KA, namun bagaimanapun juga KA adalah sebuah aset masyarakat yang harus kita jaga kan... tidak ada yang salah dengan KA... selain salah urus aja seh
terkait kejengahan penumpang... saya rasa yang paling dikhawatirkan adalah... penumpang akan tetap membeli tiket KRL ekonomi, namun mereka tidak peduli..dan akan tetep naek KRL apapun yang ada di depan mereka.... mereka tidak peduli, karena KCJ juga sudah tidak peduli lagi dengan penumpang...... dan lagi2 korbannya adalah penumpang yang telah tertib dengan membeli karcis KRL AC, maka hak2 nya akan terampas oleh serbuan penumpang KRL ekonomi Panas yang juga frustasi karena mereka ga bisa naek KRL sesuai tarif karena KRL mereka juga udah overload dari tasiun sebelumnya
oh iya sebagai informasi... temen2 KRL mania telah mengumpulkan sejumlah besar tanda-tangan pengguna KRL yang memprotes rencana bahlul tersebut, di stasiun Sudirman, tempo hari.. [sayang saya di Juanda, jadi mohon maaf kalo belum memungkinkan bantu2]...dan akan menyerahkan petisi beserta tanda tangan tersebut kepada Presiden dan Wakil Presiden... dan ada rencana kami para roker, akan membuat class action dengan menggugat KCJ, baik itu melalui YLKI, melalui PITUN dan melalui Komisi Ombudsman, karena KCJ sebagai salah satu unsur penyelenggara negara dinilai telah mengabaikan hak-hak publik dan pelayanan layak kepada publik (karena KAI a.k.a KCJ termasuk BUMN yang mendapat hak istimewa berupa subsidi dan keistimewaan monopili, sehingga orientasinya harus pada pelayanan masyarakat)..... mohon doa dan dukungannya nya ya......
Posts: 275
Threads: 0
Joined: Oct 2010
Reputation:
7
(19-06-2011, 06:17 PM)Bangunkarta Wrote: tanggal 18-19 Juni ini ada uji coba penggunaan jadwal yang mo dipake untuk 2 Juli mendatang... ahhh.. untung gw beraktivitas ga naek KRL
Laporan pandangan mata aja.. semalem (18 Juni 2011 jam 21 'an deh).. ane kebetulan di deket DPB posisi di jalan baru nya tapi mepet stasiun lihat KRL ekonomi panas melaju ke arah bogor dengan kepadatan yang luar biasa dan kondisi KRL yang dipenuhi oleh atapers.... untuk hari sabtu dan jam segitu menurut ane sih itu aneh... secara sabtu dan udah malem
selanjutnya ane liat KRL AC yang kondisinya lengang banget... terlihat penumpang yg turun pada menggerutu, dan yg naek ke Boo cuman seorang/dua orang penumpang... oh iya St. DPB mengumumkannya KRL AC...
dan silahkan menilik berita terkait uji coba tersebut... dapat disimpulkan bahwa penumpang kecewa dan terkejut... karena tarif yang segitu tapi ngga ada keunggulannya, trus udah tarifnya mahal jadwal dikurangin... jadi deh, pada komplen... masa nunggu KRL aja ampe 1 jam... mana neh yg katanya demi perbaikan pelayanan dan memang benar... terjadi kenaikan luar biasa dalam penjualan tiket KRL ekonomi panas, dan tiket KRL AC ngga diminati.....
oh iya sebagai informasi... KCJ hebat ya.. untuk KRL malem dipangkas habis... biasanya untuk jalur Jakk-Boo jam 21.00 (Pakuan Express), 21.15 (eko AC), 21.30 (Eko AC), 22.30 (Eko AC)... nah nanti tinggal jam 21.00 (KRL AC) jam 21.30 (ekonomi panas) dan 22.30 KRL AC... manteb banget nih... malem2 pun penumpang harus jadi pepesan teri dan juga jadwal KRL THB ke Boo.. biasanya antara jam 16-18 ada 6 KRL, nantinya cuman ada 3 KRL....
@ MAs Masukangin => saya juga bisa memahami akan frustasinya penumpang terhgadap manajemen KRL yang makin mendzalimi penumpang (bahasa KRL mania)... karena saya juga menjadi korban... cuman saya rasa tindakan2 vandalisme tersebut sangat tidak tepat, meskipun kita benci dan saya juga mengakui, saya pribadi sangat tidak suka dengan manajemen KA, namun bagaimanapun juga KA adalah sebuah aset masyarakat yang harus kita jaga kan... tidak ada yang salah dengan KA... selain salah urus aja seh
terkait kejengahan penumpang... saya rasa yang paling dikhawatirkan adalah... penumpang akan tetap membeli tiket KRL ekonomi, namun mereka tidak peduli..dan akan tetep naek KRL apapun yang ada di depan mereka.... mereka tidak peduli, karena KCJ juga sudah tidak peduli lagi dengan penumpang...... dan lagi2 korbannya adalah penumpang yang telah tertib dengan membeli karcis KRL AC, maka hak2 nya akan terampas oleh serbuan penumpang KRL ekonomi Panas yang juga frustasi karena mereka ga bisa naek KRL sesuai tarif karena KRL mereka juga udah overload dari tasiun sebelumnya
oh iya sebagai informasi... temen2 KRL mania telah mengumpulkan sejumlah besar tanda-tangan pengguna KRL yang memprotes rencana bahlul tersebut, di stasiun Sudirman, tempo hari.. [sayang saya di Juanda, jadi mohon maaf kalo belum memungkinkan bantu2]...dan akan menyerahkan petisi beserta tanda tangan tersebut kepada Presiden dan Wakil Presiden... dan ada rencana kami para roker, akan membuat class action dengan menggugat KCJ, baik itu melalui YLKI, melalui PITUN dan melalui Komisi Ombudsman, karena KCJ sebagai salah satu unsur penyelenggara negara dinilai telah mengabaikan hak-hak publik dan pelayanan layak kepada publik (karena KAI a.k.a KCJ termasuk BUMN yang mendapat hak istimewa berupa subsidi dan keistimewaan monopili, sehingga orientasinya harus pada pelayanan masyarakat)..... mohon doa dan dukungannya nya ya...... 
yg digaris tebal kemungkinan besar terjadi
dengan tiket eko naik KRL apapun yg ada walaupun AC. ya tinggal gebukin aja tuh petugas seragam hitam kalo ngusir. Hahaha. . Penumpang ratusan lawan petugas pembolong "seragam hitam" yg cuma 5-8 org tiap rangkaian toh udh ktauan siapa pemenangnya.
ini udah termasuk salah satu cara KORUPSI yg halus. dengan pengurangan jadwal dan menaikkan harga.
REVOLUSI MANAJEMEN KAI !! HAPUSKAN ALING-ALING !! HAPUSKAN KRL COMMUTER LINE !!
KPK HARAP USUT KASUS "CL" INI !! KARENA BAU KORUPSI SANGAT TERASA DENGAN ADANYA KEBIJAKAN INI.
yang kami harapkan :
[center] Pengurangan Harga Penambahan Jadwal, Bukan Penambahan Harga Pengurangan Jadwal [/center]
Posts: 436
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
7
Kenapa ya BUMN sekalas PT. KAI belum pernah mendapat jatah dirut sekelas Emirsyah Satar (GIA), Agus Martowardoyo (BM) atau Dahlan Iskan (PLN). InsyaAllah kalo dapet jatah dirut yg punya visi jelas dan berani menggebrak BUMN ini bisa lebih maju.
Bukan hanya dapat dirut bekas pensiunan pejabat penting atau orang parpol.
Btw menhub nya sekarang orang parpol kan?! Makanya ancur2 deh transportasi Indonesia.
Posts: 178
Threads: 0
Joined: Oct 2010
Reputation:
0
Makin panas aja
Jauh lebih happy naik kereta dari pd pesawat, ngak tau kenapa
Menunggu kebangkitan era transportasi Kereta Api seperti dulu 
BIS akap, pesawat, jalan tol merupakan pesaing terberat
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
menurut pak taufik hidayat idealnya pso untuk krl sebesar 300 mil. sekarang yang didapat hanya 70mil. apakah ini dijadikan alasan operator untuk mengurangi layanan ekonomi sesuai pso yang diterima?
(19-06-2011, 08:04 PM)rapih_dhoho Wrote: Kenapa ya BUMN sekalas PT. KAI belum pernah mendapat jatah dirut sekelas Emirsyah Satar (GIA), Agus Martowardoyo (BM) atau Dahlan Iskan (PLN). InsyaAllah kalo dapet jatah dirut yg punya visi jelas dan berani menggebrak BUMN ini bisa lebih maju.
berani? nanti diatas koridor krl bakalan dibangun jalan layang tol...
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
|