Posts: 2,344
Threads: 0
Joined: Dec 2008
Reputation:
8
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
Posts: 890
Threads: 0
Joined: Nov 2010
Reputation:
17
Quote:waduh, kalo iklannya kondom, trus gratisss ".........."
kalo yg kyk iklan biskuit itu paling cocok, UTAMAKAN SELAMAT
Hahahaha²... ngakak abbissss ..... wah kalo kondom mah pasangnya gak disitu mas Bon², tepatnya di toiletnya ....
[spoiler= BRAKE.Emergency use only]

[/spoiler]
Posts: 358
Threads: 0
Joined: Jul 2009
Reputation:
2
16-04-2011, 05:05 PM
(This post was last modified: 16-04-2011, 05:10 PM by Hendrix.)
saya termasuk yg tidak setuju..apalagi klo d pasang di kelas exe..waduh malah jd ky bus kota gandeng yg pake roda besi atau mirip truk2 di indo dgn tulisan NYLENEH di belakang bak, blm lagi klo tampilan iklan dan tulisannya aneh aneh jadi makin norak & ngk enak dipandang... Klpun terpaksa masang iklan lbh baik di kereta komuter aj...
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
Cukuplah kereta argo ketel dan argo pupuk yg ada iklan PERTAMINA & PUSRI nya..
hidupkan lagi jalur KTA - PWR & feeder purworejo..
Posts: 1,487
Threads: 0
Joined: Jul 2009
Reputation:
5
Ga bisa ngebayangin Argo Wilis ditulisin "Tante, salah lokasi ya?" Hahahahaha
Posts: 249
Threads: 0
Joined: Aug 2009
Reputation:
3
Menurutku tidak masalah, coz menambah pendapatan PTKA & u/ mengurangi biaya operasional karena penolakan usulan kenaikan PSO. Tapi khusus untuk KA Komuter ato paling pol K3 jarak menengah. Opsi ini merupakan alternatif daripada menaikan tarif K3.
Posts: 890
Threads: 0
Joined: Nov 2010
Reputation:
17
(16-04-2011, 06:55 PM)spoorboedeg Wrote: Menurutku tidak masalah, coz menambah pendapatan PTKA & u/ mengurangi biaya operasional karena penolakan usulan kenaikan PSO. Tapi khusus untuk KA Komuter ato paling pol K3 jarak menengah. Opsi ini merupakan alternatif daripada menaikan tarif K3. Wah kalo gini berarti aku gak bisa nyalahin PT Kereta Api soalan " semua kebijakan yg diambil" seperti gerbong aling², kegagalan kenaikan tiket kereta "jatuhnya" serba dilema
Dari be²rapa ts yg Ane liat semua mempunyai argumen dan alasan tapi rata² ya cuma itu aja tanpa sumbangsih saran terbaiknya gimana, kalo dilihat prosentasenya "Just No and Because" not "No and I think than I suggest..........."
[spoiler= BRAKE.Emergency use only]

[/spoiler]
Posts: 2,344
Threads: 0
Joined: Dec 2008
Reputation:
8
seumpama di kasih Opsi (krn keterbatasan biaya operasional) pilih mana, pasang iklan di eksterior atau menaikan tarif ?
masing2 ada konsekuensinya, pasang iklan di eksterior, kurang elegan, nggak enak di pandang dsb bla..bla..bla, sedangkan kan menaikan tarif, jumlah penumpang mungkin menurun akibat tarif yg tidak kompetitif dgn bus dan pesawat terbang, bisa berujung "kematian" rangkaian/jurusan dan terperparah penutupan jalur KA berujung pegawai yg dirumahkan dsb...
Yang jadi pertanyaan lagi,
1.apa mayoritas pengguna K1 begitu "alergi"nya melihat K1 nya ada iklan di eksterior rangkaian KA nya ?
2.seberapa keberatan kah mereka atas iklan2 tersebut ?
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
Posts: 2,477
Threads: 0
Joined: Jul 2010
Reputation:
25
Bagus. Setuju banget. Ini pertanda awal PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mau bangkrut, karena udah nggak kuat lagi nanggung biaya operasionalnya. Lebih bagus lagi kalau semua lokomotif digambari pakaian dalam wanita.
Posts: 890
Threads: 0
Joined: Nov 2010
Reputation:
17
(16-04-2011, 09:44 PM)bonbon Wrote: seumpama di kasih Opsi (krn keterbatasan biaya operasional) pilih mana, pasang iklan di eksterior atau menaikan tarif ?
masing2 ada konsekuensinya, pasang iklan di eksterior, kurang elegan, nggak enak di pandang dsb bla..bla..bla, sedangkan kan menaikan tarif, jumlah penumpang mungkin menurun akibat tarif yg tidak kompetitif dgn bus dan pesawat terbang, bisa berujung "kematian" rangkaian/jurusan dan terperparah penutupan jalur KA berujung pegawai yg dirumahkan dsb...
Yang jadi pertanyaan lagi,
1.apa mayoritas pengguna K1 begitu "alergi"nya melihat K1 nya ada iklan di eksterior rangkaian KA nya ?
2.seberapa keberatan kah mereka atas iklan2 tersebut ? Makanya Mas bon², semua itu serba dilematis di PT KA.. kalo tarif dinaikin tar pada teriak², Gerbongnya masih inilah, Gerbongnya itulah ... Telatlah dll...
Ada tawaran baik untuk menghasilkan external icome, banyak juga complaint kurang eleganlah, khusus komuter atau ekonomi ajalah dll, emang entar keuntungannya buat komuter aja, atau buat ekonomi aja?? nggak-khan tapi buat semua bua PT KA
Melihat pertanyaan Mas bon², kagalah kalo alergi sepanjang dipasang dengan tata letak yg enaak dilihat,gak asal²an justru sapa tau orang² yg naik kelas 1 itu adalah pejabat²/bos² dikantor yg iklannya dipasang di gerbong tersebut... misalnya dari TELKOMSEL, tar kalo gathering se-Indonesia bisa charter KA kebanggaanya (*yg berstiker TELKOMSEL)
Kalo ane pribadi selagi pemasangannya baik,rapi,dan indah gpp asal jangan kyk krl diatas
* semua memang ada dampak, ada untungnya dan ada ruginya namun manakala dipandang keuntungan lebih besar dari kerugian disitulah eksekusi dilakukan,yg penting keuntungan full dikembalikan ke PT KA gak ada lagi pajak ke PEMDA karena memang jalan,tanah dan rel serta keretanya milik PT KA, Hancurnya keuntungan ini nanti kalo setiap PEMDA minta jatah apalagi Kereta Api kan kemana²....
[spoiler= BRAKE.Emergency use only]

[/spoiler]
Posts: 1,336
Threads: 0
Joined: Dec 2010
Reputation:
18
(17-04-2011, 01:42 AM)nikmuracell Wrote: (16-04-2011, 09:44 PM)bonbon Wrote: seumpama di kasih Opsi (krn keterbatasan biaya operasional) pilih mana, pasang iklan di eksterior atau menaikan tarif ?
masing2 ada konsekuensinya, pasang iklan di eksterior, kurang elegan, nggak enak di pandang dsb bla..bla..bla, sedangkan kan menaikan tarif, jumlah penumpang mungkin menurun akibat tarif yg tidak kompetitif dgn bus dan pesawat terbang, bisa berujung "kematian" rangkaian/jurusan dan terperparah penutupan jalur KA berujung pegawai yg dirumahkan dsb...
Yang jadi pertanyaan lagi,
1.apa mayoritas pengguna K1 begitu "alergi"nya melihat K1 nya ada iklan di eksterior rangkaian KA nya ?
2.seberapa keberatan kah mereka atas iklan2 tersebut ? Makanya Mas bon², semua itu serba dilematis di PT KA.. kalo tarif dinaikin tar pada teriak², Gerbongnya masih inilah, Gerbongnya itulah ... Telatlah dll...
Ada tawaran baik untuk menghasilkan external icome, banyak juga complaint kurang eleganlah, khusus komuter atau ekonomi ajalah dll, emang entar keuntungannya buat komuter aja, atau buat ekonomi aja?? nggak-khan tapi buat semua bua PT KA
Melihat pertanyaan Mas bon², kagalah kalo alergi sepanjang dipasang dengan tata letak yg enaak dilihat,gak asal²an justru sapa tau orang² yg naik kelas 1 itu adalah pejabat²/bos² dikantor yg iklannya dipasang di gerbong tersebut... misalnya dari TELKOMSEL, tar kalo gathering se-Indonesia bisa charter KA kebanggaanya (*yg berstiker TELKOMSEL)
Kalo ane pribadi selagi pemasangannya baik,rapi,dan indah gpp asal jangan kyk krl diatas
* semua memang ada dampak, ada untungnya dan ada ruginya namun manakala dipandang keuntungan lebih besar dari kerugian disitulah eksekusi dilakukan,yg penting keuntungan full dikembalikan ke PT KA gak ada lagi pajak ke PEMDA karena memang jalan,tanah dan rel serta keretanya milik PT KA, Hancurnya keuntungan ini nanti kalo setiap PEMDA minta jatah apalagi Kereta Api kan kemana²....
Saya sebagai RF dan pengguna jasa KA tidak keberatan dengan iklan2 yg ada di KA ato Stasiun, hanya saja, perlu juga dipertimbangkan nilai estetika dan kelas dari KA itu sendiri. Jangan karena butuh uang lantas semua space di KA, stasiun, dipo dll jd ajang komersil. Biar bagaimana pun PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memiliki sejarah dan nilai dalam kehidupan rakyat. Cm kalo untuk KA jarak jauh baik itu kelas 1,2,3, mungkin lebih baik iklan tersebut dipasang di dalam dengan bingkai ato semacamnya, menurut saya itu lebih tepat sasaran, karena penumpang bisa lebih fokus membaca isi iklannya, kalo diluar, KA jarak jauh kan biasanya jalan cepat bahkan buat KA ekonomi sekalipun, siapa yg mau baca. Kalo di KRL, KRDE, KRDI ok lah di eksterior tp jgn melebihi dari 70 persen, biar identitas dan integritas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) masih bisa dipajang disana. Klao soal keuntungan, SAYA SETUJU SEKALI JD MILIK PT. Kereta Api Indonesia (Persero) 100%. Toh pemda/pemkot sudah punya keuntungan dari pajak ini itu, kecuali kalo KA nya adalah kepunyaan PEMDA/PEMKOT. Sori nih kalo komentar saya ada yg gak tepat sasaran ye
Murtini
Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012
Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.
Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
|