Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Rencana pembangunan rel KA di Kalimantan [Diskusi, Solusi]
#41
^

sudah di bail out kok cak sama pemerintahnya. gak tahu berapa milyar dollar. kayaknya $10 milyar. jadi insvestor sudah bisa tenang lagi.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#42
Pembuatan jaringan ini sebetulnya sudah mendesak karena diangkut pakai truk memacetkan jalan dan batubara yang di supply ke jawa antara lain:
-Paiton,Tuban,Cigading,cilacap ( ini sudah jalan lama )
-Cirebon ( scadule ).
Sebagian dilayani oleh PT.ADARO dan mitra PT.MARITIM BARITO PERKASA
ma'af OOT nya sebentar.
Dan rencana untuk pembuatan jaringan KA di Kalteng sampai Kalsel juga untuk angkutan batubara.
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER

GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Reply
#43
kapan nih mulai bangunnya??
Reply
#44
Proyek utk mengangkut hasil bumi seperti inilah yg menarik banyak investor, termasuk investor yg baru saja di "bail out" oleh pemerintahnya. Kemungkinan besar proyek ini akan terealisasi, mengingat ini juga akan menguntungkan pemerintah. Tetapi, apakah ini juga akan turut memperbaiki mobilitas masyarakat setempat? Kita lihat saja nanti.
Reply
#45
info yang saya dapet di milis.
rel kereta ini nantinya adalah rel kereta privat. alias kepunyaan investor tersebut...
jadi kalau untuk angkutan penumpang.....
tergantung kebijakan yang punya jalur... :p
Reply
#46
Masih sama2 nunggu nich mudah2an cepat..Mikir Dulu
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER

GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Reply
#47
Adakah info terbaru? Kapan ya...
Loco Project Designer for better Indonesian Railways Tengsin
Reply
#48
Berita terbaru dari situs http://www.vivaborneo.com/jalur-kereta-a...ent-page-1. Ditulisnya sih udah sebulan lalu.

Jalur Kereta Api Swasta Pertama di Indonesia Siap Dibangun

Pembangunan fasilitas industri terpadu MEC senilai US$5 Miliar di Kalimantan Timur berjalan sesuai rencana

Dubai – Dalam pertemuan antara Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dan Putra Mahkota dan Wakil Penguasa Ras Al Khaimah HH Sheikh Saud Bin Saqr Al Qasimi, diumumkan bahwa jalur kereta api swasta pertama di Indonesia telah siap dibangun.Presiden Yudhoyono dan HH Sheikh Saud didampingi oleh Gita Irawan Wirjawan, Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia, Madhu Koneru, Group CEO MEC Holdings, Hari Sankaran, Managing Director & CEO, Infrastructure Leasing & Financial Services Limited (IL&FS) dan Allen Alexander, Ketua, Presiden dan CEO SavageCANAC Corporation.

MEC Coal dan MEC Infra, perusahaan patungan antara Otoritas Investasi Ras Al Khaimah dan MEC Holdings telah mengajukan proposal pembangunan jalur kereta api sepanjang 130 km untuk memfasilitasi transportasi bahan mentah dan produk jadi dari dan ke Kabupaten Kutai Timur di Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Proyek ini mendapat dukungan sepenuhnya dari BKPM dan pemerintah daerah setempat, baik dari provinsi Kalimtanan Timur maupun Kabupaten Kutai Timur

“Kerja sama ini akan menciptakan beragam manfaat bagi pembangunan ekonomi daerah di Kalimantan Timur. Selain itu, juga menciptakan dampak positif bagi penanaman modal dari Timur Tengah di masa depan,” kata Presiden Yudhoyono.

“Kami sangat berterima kasih kepada Presiden Yudhoyono dan Gita Wirjawan, Ketua BKPM, atas visi, kepemimpinan dan dukungannya untuk proyek pembangunan infrastruktur penting ini,” kata HH Sheikh Saud. “Jenis inisiatif proyek publik-swasta, Timur Tengah dan Indonesia ini adalah contoh luar biasa atas apa yang dapat dicapai saat seluruh aspek fundamental yang ada dapat diterima oleh seluruh pihak yang terlibat. Proyek ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pembangunan masyarakat Kalimantan Timur, sementara pada saat yang sama dapat melayani kebutuhan energi kawasan negara-negara sekitar, khususnya India dan China.”

MEC Infra akan menginvestasikan US$1 miliar untuk membangun koridor jalur kereta api sepanjang 130 kilometer yang menghubungkan lokasi pertambangan di Muara Wahau ke wilayah perairan laut Bengalon. Terlepas dari persepsi tertentu tentang Indonesia, MEC Infra dapat membeli dan melakukan pembebasan lahan untuk keseluruhan koridor jalur kereta api sepanjang 130 km tersebut dalam beberapa bulan. Pertambangan dan jalan kereta api MEC berperan sangat penting terhadap pembangunan beragam fasilitas komplek industri terpadu yang di dalamnya termasuk pembangkit tenaga listrik berbahan bakar batu bara dari tambang MEC, pabrik pengolahan smelter alumunium, pabrik pupuk, dan terminal bongkar muat batu bara kapasitas tinggi dengan total investasi senilai US$5 miliar. MEC telah merumuskan kemitraan strategis dengan para pemimpin industri untuk merealisasikan visi “Mines to Market”. Madhu Koneru, Group CEO MEC Holdings, melihat penunjukan para pemimpin industri tersebut sebagai sebuah pengakuan terhadap masa depan Indonesia yang berkembang dengan cepat. Investasi ini menandakan sebuah bentuk kepercayaan yang sangat besar dari sudut pandang penanam modal bahwa Indonesia memiliki potensi kerjasama strategis jangka panjang,” menurut Gita Wirjawan.

“Akuisisi lahan hampir selesai dilaksanakan dan pengerjaan proyek berjalan sesuai dengan jadwal. Dalam lima tahun ke depan investasi MEC saja akan menciptakan 5.000 pekerjaan baru di Kalimantan Timur. Lebih penting lagi, investasi ini akan mengubah Kalimantan Timur menjadi contoh bagi masa depan Indonesia dengan memberikan dasar yang kuat untuk pertumbuhan, membantu Indonesia untuk menarik investasi tambahan senilai US$20 miliar pada tahun 2030 dan menciptakan lebih dari 100.000 pekerjaan,” kata Koneru. “Kami bangga dapat berperan aktif dalam meningkatkan standar kehidupan masyarakat setempat dan tetap akan berkomitmen untuk melakukan hal itu setelah jalur kereta api tersebut dibangun.” (**)
SAYA BERHARAP SEMUA PULAU BESAR DI INDONESIA MEMILIKI JALUR KERETA API
Reply
#49
Sekarang kabarnya udah sampe mana pembangunannya. Ada yang tau?

[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply
#50
Posisi PT KA nantinya gimana nih? Apa perusahaan swasta Dubai ntar jadi kompetitor PT KA kelak atau jadi mitra ?
Karena tidak bisa dipungkiri pembangunan rel KA yang secara khusus diperuntukkan untuk kepentingan tranportasi industri, ketika menghubungkan kota strategis akan berpotensi juga untuk bisa melayani angkutan KA penumpang ...
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 3 Guest(s)