Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Oleh2 Diklat Episode II: Lintas Mati seluruh Jawa
#41
Dan kesalahan yg dilakukan PT KA atau jawatan pada saat itu adalah tidak menandai atau memberi patok peringatan untuk tidak membangun apapun di sekitar jalur rel dalam jarak tertentu, dan lagi, seharusnya biarkan 1 kereta api atau lokomotif atau lori untuk melewati jalur yg ditutup sementara itu setidaknya 1 bulan sekali, agar orang tahu kalau jalur itu tidak 'dibuang'.Lok Merah Biru
Aku ingin striping dan livery kereta dan loko matching dan nyambung, kaya jaman K3 merah biru + loko merah biru pada era perumka...Ngiler
Reply
#42
(25-09-2010, 10:57 AM)sonyazis Wrote: Dan kesalahan yg dilakukan PT KA atau jawatan pada saat itu adalah tidak menandai atau memberi patok peringatan untuk tidak membangun apapun di sekitar jalur rel dalam jarak tertentu, dan lagi, seharusnya biarkan 1 kereta api atau lokomotif atau lori untuk melewati jalur yg ditutup sementara itu setidaknya 1 bulan sekali, agar orang tahu kalau jalur itu tidak 'dibuang'.Lok Merah Biru


Sangat setuju..dahulu seandainya jalur itu di bekukan entah sementara atau tidak sementara katakanlah..taroh setiap seminggu sekali dengan 50 ltr bensin menggunakan lori inspeksi memang harus aktif patroli...itu kalau ada management yang baku...pada waktu itu.
Dengan demikian masyarakat akan mengerti sendiri situasi sekitar lintasan.
OOhh ada yang punya...sedang melintas.
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER

GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Reply
#43
Kok jalur Bandung-Sumedang nggak masuk ya?

Setidaknya yang nomer 156 dalam waktu dekat akan menjadi jalur yang hidup kembali. Entar CC 201 bisa lewat lagi Lok Merah Biru Ngiler
Reply
#44
wonogori-baturetno???
probolinggo-kraksaan-paiton???

(26-09-2010, 12:45 AM)Aldio Yudha Trisandy Wrote: Kok jalur Bandung-Sumedang nggak masuk ya?

jalurnya cuma sampe tanjungsari yang ditanyain ama mas ahmadi di atas...
jerit peluit iringi putaran cakram membelai batang baja
. . . . .



[Image: new2copy.jpg]

Reply
#45
(25-09-2010, 07:05 PM)eko winarno Wrote:
(25-09-2010, 10:57 AM)sonyazis Wrote: Dan kesalahan yg dilakukan PT KA atau jawatan pada saat itu adalah tidak menandai atau memberi patok peringatan untuk tidak membangun apapun di sekitar jalur rel dalam jarak tertentu, dan lagi, seharusnya biarkan 1 kereta api atau lokomotif atau lori untuk melewati jalur yg ditutup sementara itu setidaknya 1 bulan sekali, agar orang tahu kalau jalur itu tidak 'dibuang'.Lok Merah Biru


Sangat setuju..dahulu seandainya jalur itu di bekukan entah sementara atau tidak sementara katakanlah..taroh setiap seminggu sekali dengan 50 ltr bensin menggunakan lori inspeksi memang harus aktif patroli...itu kalau ada management yang baku...pada waktu itu.
Dengan demikian masyarakat akan mengerti sendiri situasi sekitar lintasan.
OOhh ada yang punya...sedang melintas.


Orang kita kan terlalu "kreatif" kang Eko,
coba liat para penghuni liar sekitar petak Angke - Tanahabang ataw ya daerah Jabotabek dah,
kalo gak ada yg lewat kereta sebulan aja, udah ilang kali tuh rel nya dan berubah jadi hunian liar.
Yang baru baru ini heboh malah penghidupan jalur mati di Indro sana ,
udah jelas lahan mereka yg diduduki punya PT KA , lah kok malah demo menolak penggusuran,
piyee tooohhh???

Yah perawatan maintenance secara periodik dan ada nya kereta atau minimal lori kecil mondar mandir emang salah satu cara
untuk menunjukan ke penduduk sekitar kalo rel KA nya masih exist dan masih berfungsi .

Coba berapa Km rel yg sudah menyusut ilang atau berubah fungsi dari jaman Belanda ampe sekarang?
mudah mudahan kedepan nya gak ada penyusutan KM rel lagi ( baca penutupan jalur ), apalagi kita menghadapi ancaman terbesar yaitu
project tolisasi pulau Jawa.



Reply
#46
Sementara, saya baru mendapatkan segitu, nanti kalau dapat lagi, segera saua upload kan lagi, atau kalau ada yang mau melengkapi, monggo.....
Reply
#47
(24-09-2010, 11:01 PM)Adi Sutjipto Wrote: Bagi para pemerhati Jalur Mati Kereta Api,
tadi baru saja mendapatkan lembaran edisi terbaru ini, jadi langsung dicopy dulu, yang semoga dapat bermanfaat.

[spoiler]
Mungkin untuk no 152 dan 153, sepertinya ada kesalahan ketik ?
Mungkin tahun 1968 juga.



[Image: jlrmati-2.jpg]

[Image: jlrmati-1.jpg]
[/spoiler]

Boleh tahu Sumber Rujukan (apa nama majalah atau buku ini, kapan majalah atau buku tersebut terbit dan siapa yang menerbitkan) dari data di atas?. terima kasih untuk informasinya, pak Adi.
RF spoor_jadul, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jul 2010.
Reply
#48
citayam-nambo ga masuk list ya? Kapan ya...
Reply
#49
yang jalur Kediri - Wates kq gag da...??? Bingung

[Image: oldpatent_1937525c.jpg]
Hasil penemuan Mbah Richard Trevithick yang terus berkembang...
Reply
#50
wah ternyata benar lintas rangkas-labuhan udh lumayan lama di nonaktifkan. tp stasiun labuan sampai sekarang masih ada dan unik nya berada di tengah pasar dan masih ada platname nya. tp di sekitaran itu sudah tak ada bentuk lajur ka itu sendiri!
JOGJA! JOGJA! TETAP ISTIMEWA, ISTIMEWA NEGRI NYA, ISTIMEWA ORANG NYA

"JOGJA HIP-HOP FOUNDATION"

FACEBOOK

TWITTER

POSTIMAGE

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)