Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
KA Barang angkutan pasir Wates-Nambo
#31
(25-12-2014, 09:43 AM)Ardhani Muhad Wrote: Pasirnya buat Sta.Nambo? untuk memperbesar sta.Nambo kah?
Bingung

Bukan Bro betul om Febri buat operasional Kamen om gk tau itu buat bahan baku atau tidak Big Grin
Menerima pemesanan Tiket KA Online Tersenyuum
------------------------------------------
Kunjungi blog sederhana ku : syahrul0702.blogspot.com
Facebook : Syahrul Arduktim Sevenfour
Pin BBM : 56C2E1BA
Line : syahrulmanchunian
Sms : 083854710017
Terima kasih Xie Xie
Reply
#32
Regards,
Public Transportation Enthusiast Arrow

Reply
#33
(20-12-2014, 09:14 PM)Warteg Wrote: Pasir Merapi

Sebetulnya jenis pasir apa sih yang diangkut ? Pasir kali (pasir endapan sungai) untuk bahan bangunan kah ?
Kenapa pengangkutan menggunakan GD dan dalam bentuk bungkusan karung ?  Bingung Bingung

[Spoiler=Kenapa tidak memakai gerbong TTW, YYW, atau pakai Gerbong Ballast saja ya ?  Xie Xie]
http://foto.semboyan35.com/showthread.php?id=1099


[/Spoiler]

setau saya yg diangkut itu pasir besi,bukan pasir bangunan
(1). SDA pasir merapi daerah Kulonprogo kalah banyak dibanding daerah Sleman/Klaten
(2). sumber pasir merapi terbesar di Kulonprogo ada di kali progo..yg setau saya sekarang sudah dibatasi penambangannya oleh pemkab
klo memang butuh pasir bangunan pasti pengusaha lebih memilih di tambang daerah Sleman/Klaten yg lebih melimpah pasirnya

kenapa ga pke TTW/YYW/GB?...klo diperjalanan kena air hujan bakal kaya apa tuh berat tiap gerbongnya?masih harus diterpal jg..sama aja klo pke GD,jd efisiensinya ga terlalu jauh beda,selain itu populasi TTW/YYW dan gerbong ballast itu tinggal berapa yg benar2 SO?beda dengan GD yg sekarang jumlahnya ada puluhan set
SAVE HARIMAU SUMATERA (PANTHERA TIGRIS SUMATRAE)
Reply
#34
Pabrik pengolahan pasir besi sudah beroperasi kah? Setahu saya pabrik pengolahan pasir besi di Kulon Progo belum beroperasi, bahkan belum dibangun...
IMO, tidak masalah pasirnya diambil dari langsung dari lereng merapi. Pengusaha dari Semarang, Kudus, Pati, dan sekitarnya saja rela jauh-jauh ngangkut pasir Merapi, apalagi kalo lokasinya cuma di Wates. Pemilihan sta.Wates sebagai titik awal relasi KA angkutan pasir dimungkinkan karena infrastrukturnya lebih mencukupi dibandingkan stasiun lainnya
Regards,
Public Transportation Enthusiast Arrow

Reply
#35
wah kalau mesti lewat utara ya nggak efektif menurut saya karena harus agak jauh memutar dan lagi di lintas jebres hingga semarang kan lintasnya terkena taspat karena jalur tua. kalau menurut saya lewat selatan ndak apa apa kok ! kalau hanya sedikit ngeden saya rasa dengan lok c 06 masih bisa narik ko ! namun jika bebannya cukup berat dan panjang ya saya rasa lebih masuk akal jika di dt saja lokonya daripada harus memutar.
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
http://www.flickr.com/photos/36503981@N02/

Reply
#36
(29-12-2014, 10:35 AM)dedy vh Wrote: wah kalau mesti lewat utara ya nggak efektif menurut saya karena harus agak jauh memutar dan lagi di lintas jebres hingga semarang kan lintasnya terkena taspat karena jalur tua. kalau menurut saya lewat selatan ndak apa apa kok ! kalau hanya sedikit ngeden saya rasa dengan lok c 06 masih bisa narik ko ! namun jika bebannya cukup berat dan panjang ya saya rasa lebih masuk akal jika di dt saja lokonya daripada harus memutar.

mungkin karena selain lintas KYA-PWT yang terjal, juga karena masih single track yang juga cukup rame lintasnya. sedangkan SLO-SMC kan rame lintasnya pas malem dengan kontur yang lumayan datar
selain itu jika lewat SLO-SMC bisa langsung nyambung DT Pantura, sedangkan kalau lewat CN mesti ngantri dulu
semoga komuter di Surabaya dan sekitarnya lebih baik lagi Malaikat
Reply
#37
urun foto yes Big Grin

langsiran

[Image: P_20141224_075455.jpg]

proses bongkar muat

[Image: P_20141224_075415.jpg]
kalau mau di add monggo, ga di add/follow juga ora popo Ngeledek

Reply
#38
(30-12-2014, 11:52 AM)Maulana Malik Wrote: urun foto yes Big Grin

langsiran

[Image: P_20141224_075455.jpg]

proses bongkar muat

[Image: P_20141224_075415.jpg]

ini pas proses pengangkutan ya?
semoga komuter di Surabaya dan sekitarnya lebih baik lagi Malaikat
Reply
#39
Itu sepertinya di Wates, kliatan rangkaian gerbong ballast-nya.
Ternyata proses angkutnya lebih simpel, tinggal diangkat pake forklif, bukan pakai  crane. Pantas saja pake GD, jadi SDM yang dibutuhin pas proses tersebut ga terlalu banyak
Regards,
Public Transportation Enthusiast Arrow

Reply
#40
Ya, menurut saya, itu lah alasan mengapa tidak menggunakan TTW, YYW, KKBW, dan semacamnya, karena, penggunaan gerbong jenis tersebutmembutuhkan sarpras yang memadai, dan hanya efisien untuk skala besar

[Image: SsqiV4o.jpg]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)