Posts: 535
Threads: 0
Joined: Jul 2009
Reputation:
11
(20-12-2014, 09:14 PM)Warteg Wrote: Pasir Merapi
Sebetulnya jenis pasir apa sih yang diangkut ? Pasir kali (pasir endapan sungai) untuk bahan bangunan kah ?
Kenapa pengangkutan menggunakan GD dan dalam bentuk bungkusan karung ?Â
[Spoiler=Kenapa tidak memakai gerbong TTW, YYW, atau pakai Gerbong Ballast saja ya ?Â
]
http://foto.semboyan35.com/showthread.php?id=1099
[/Spoiler]
setau saya yg diangkut itu pasir besi,bukan pasir bangunan
(1). SDA pasir merapi daerah Kulonprogo kalah banyak dibanding daerah Sleman/Klaten
(2). sumber pasir merapi terbesar di Kulonprogo ada di kali progo..yg setau saya sekarang sudah dibatasi penambangannya oleh pemkab
klo memang butuh pasir bangunan pasti pengusaha lebih memilih di tambang daerah Sleman/Klaten yg lebih melimpah pasirnya
kenapa ga pke TTW/YYW/GB?...klo diperjalanan kena air hujan bakal kaya apa tuh berat tiap gerbongnya?masih harus diterpal jg..sama aja klo pke GD,jd efisiensinya ga terlalu jauh beda,selain itu populasi TTW/YYW dan gerbong ballast itu tinggal berapa yg benar2 SO?beda dengan GD yg sekarang jumlahnya ada puluhan set
SAVE HARIMAU SUMATERA (PANTHERA TIGRIS SUMATRAE)
Posts: 605
Threads: 0
Joined: Mar 2014
Reputation:
4
Pabrik pengolahan pasir besi sudah beroperasi kah? Setahu saya pabrik pengolahan pasir besi di Kulon Progo belum beroperasi, bahkan belum dibangun...
IMO, tidak masalah pasirnya diambil dari langsung dari lereng merapi. Pengusaha dari Semarang, Kudus, Pati, dan sekitarnya saja rela jauh-jauh ngangkut pasir Merapi, apalagi kalo lokasinya cuma di Wates. Pemilihan sta.Wates sebagai titik awal relasi KA angkutan pasir dimungkinkan karena infrastrukturnya lebih mencukupi dibandingkan stasiun lainnya
Regards,
Public Transportation Enthusiast
Posts: 2,972
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
14
wah kalau mesti lewat utara ya nggak efektif menurut saya karena harus agak jauh memutar dan lagi di lintas jebres hingga semarang kan lintasnya terkena taspat karena jalur tua. kalau menurut saya lewat selatan ndak apa apa kok ! kalau hanya sedikit ngeden saya rasa dengan lok c 06 masih bisa narik ko ! namun jika bebannya cukup berat dan panjang ya saya rasa lebih masuk akal jika di dt saja lokonya daripada harus memutar.
Posts: 605
Threads: 0
Joined: Mar 2014
Reputation:
4
Itu sepertinya di Wates, kliatan rangkaian gerbong ballast-nya.
Ternyata proses angkutnya lebih simpel, tinggal diangkat pake forklif, bukan pakai  crane. Pantas saja pake GD, jadi SDM yang dibutuhin pas proses tersebut ga terlalu banyak
Regards,
Public Transportation Enthusiast
Posts: 425
Threads: 0
Joined: Nov 2013
Reputation:
3
Ya, menurut saya, itu lah alasan mengapa tidak menggunakan TTW, YYW, KKBW, dan semacamnya, karena, penggunaan gerbong jenis tersebutmembutuhkan sarpras yang memadai, dan hanya efisien untuk skala besar