Jepang siap bangun KA supercepat Jakarta-Surabaya
SEMARANG: Japan Transportation Consultant (JTC) siap merealisasikan pembangunan jalur kereta api supercepat Jakarta-Surabaya senilai
Rp15 triliun, yang dijadwalkan beroperasi pada 2020.
Pekerjaan fisik
proyek kereta api supercepat itu akan dimulai pada awal 2013, setelah survei lapangan, studi kelayakan, dan keperluan lainnya yang dilakukan pada 2009-2012 selesai.
Direktur Deputi Divisi Internasional JTC Keiichi Aoki mengatakan proyek itu diperkirakan menelan dana Rp15 triliun, termasuk untuk pembangunan seluruh infrastruktur dan pengadaan gerbong kereta.
"Untuk tahap kajian awal survei dan desain dasar serta pendampingan teknik pengoperasian, sumber dana diperoleh dari bantuan Japan Bank for International Cooperation [JBIC]," ungkapnya seusai sosialisasi proyek tersebut di Semarang, kemarin.
Dalam pembangunan infrastruktur tahap awal, lanjutnya, JBIC siap mengucurkan dana pinjaman lunak dengan bunga 0,1% dengan masa pengembalian 40 tahun. Pemerintah Indonesia juga akan mengalokasikan dana sebagai pendamping dengan mengajukan pinjaman kepada bank lain.
Menurut dia, pembangunan proyek kereta supercepat ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan JTC. Biaya pembelian rel baru sebagian ditanggung oleh pemerintah pusat dan kekurangannya akan ditanggung oleh pemerintah daerah.
Keiichi yang juga sebagai ketua tim studi proyek itu mengatakan seluruh komponen kereta yang akan didatangkan dari Jepang merupakan tanggung jawab pihaknya.
Komponen tersebut selanjutnya akan dirakit oleh PT Industri Kereta Api (Inka) di Madiun. Rel untuk kereta supercepat itu menggunakan struktur konstruksi khusus yang disebut
slab track. Konstruksi ini diklaim berdaya tahan tinggi karena menggunakan lapisan campuran beton dan aspal yang diletakkan di antara lapisan beton dasar dan beton penutup.
"
Jalur kereta ini dibangun berdekatan dengan jalur yang telah ada, bahkan tidak ada persimpangan pada jalur ini, sehingga tidak akan terjadi kecelakaan. N
amun, pada saat akan memasuki stasiun di Semarang, misalnya, kereta ini akan berjalan dalam terowongan selebar 72 m2," paparnya.
==========================================================================================
1. 2013 baru dibangun
2. Mau buat terowongan di semarang? lewat mana coba? yang ada air rob naik trus banjir de
kecuali kalau mau dilewatin daerah srondol lalu melewati terowongan di gombel baru tuh aman
3. Ga ada persimpangan tapi yang jemur pakaian banyak so...do u knowlah