Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
PERKEMBANGAN JALUR MATI PANARUKAN KALISAT
#31
harus ada alasan kuat bwt hidupkan jalur itu, misal ada pelabuhan komoditi di panarukan, atw jember sbg kota besar di timur menjadi pusat perdagangan dan bisnis jd org2 bs komuter ke jember atw sebaliknya kalo operasikan railbus sy lebih setuju, tp kalo semua nya ga menjanjikan harus pake kereta uap ky ambarawa, perlu dicari lokomotif uap yang aslinya pernah dinas di jalur itu, gmn kawan2...
Reply
#32
kelihatanya tetap akan mati dan hanya tinggal kenangan saja

klo usul mengenai Pemkab untuk membiayai itu kita lihat KABUPATEN JEMBER,BONDOWOSO,MAUPUN SITUBONDO. dana APBD lebih besar dibandingkan dengan wilayah Probolinggo, Banyuwangi,Pasuruan
Topografi dari bondowoso sendiri aja seperti itu bukan merupakan kota perdagangan karena banyak orang menyebut adalah kota Mati.

mungkin sangat naif ya jika kita ngomongin masalah ini, tapi kita bisa melihat semuanya.
apakah perlu di hapus jalur kalisat -panarukan naik bis aja lebih murah dengan kopensasi kita usul aja tanah milik DAOP 9 sepanjang Kalisat sampai bondowoso dijual. dan dibuatkan jalur baru

probolinggo - situbondo - banyuwangi baru dengan pemberhentian stasiun lama dulu dengan membuka jalur lama dan menambahi jalur baru untuk KA yang bisa berhenti di stasiun kraksaan , pasir putih, panarukan, situbondo, panji, asembagus, bajul mati, banyuwangi baru lebih praktis ga usah lewat JR. dan jalur kabat (yang ditutup) masuk ke stasiun banyuwangi lama.
Reply
#33
kelihatanya tetap akan mati dan hanya tinggal kenangan saja

klo usul mengenai Pemkab untuk membiayai itu kita lihat KABUPATEN JEMBER,BONDOWOSO,MAUPUN SITUBONDO. dana APBD lebih besar dibandingkan dengan wilayah Probolinggo, Banyuwangi,Pasuruan
Topografi dari bondowoso sendiri aja seperti itu bukan merupakan kota perdagangan karena banyak orang menyebut adalah kota Mati.

mungkin sangat naif ya jika kita ngomongin masalah ini, tapi kita bisa melihat semuanya.
apakah perlu di hapus jalur kalisat -panarukan naik bis aja lebih murah dengan kopensasi kita usul aja tanah milik DAOP 9 sepanjang Kalisat sampai bondowoso dijual. dan dibuatkan jalur baru

probolinggo - situbondo - banyuwangi baru dengan pemberhentian stasiun lama dulu dengan membuka jalur lama dan menambahi jalur baru untuk KA yang bisa berhenti di stasiun kraksaan , pasir putih, panarukan, situbondo, panji, asembagus, bajul mati, banyuwangi baru lebih praktis ga usah lewat JR. dan jalur kabat (yang ditutup) masuk ke stasiun banyuwangi lama.
Reply
#34
sspraptama Wrote:kelihatanya tetap akan mati dan hanya tinggal kenangan saja

klo usul mengenai Pemkab untuk membiayai itu kita lihat KABUPATEN JEMBER,BONDOWOSO,MAUPUN SITUBONDO. dana APBD lebih besar dibandingkan dengan wilayah Probolinggo, Banyuwangi,Pasuruan
Topografi dari bondowoso sendiri aja seperti itu bukan merupakan kota perdagangan karena banyak orang menyebut adalah kota Mati.

mungkin sangat naif ya jika kita ngomongin masalah ini, tapi kita bisa melihat semuanya.
apakah perlu di hapus jalur kalisat -panarukan naik bis aja lebih murah dengan kopensasi kita usul aja tanah milik DAOP 9 sepanjang Kalisat sampai bondowoso dijual. dan dibuatkan jalur baru

probolinggo - situbondo - banyuwangi baru dengan pemberhentian stasiun lama dulu dengan membuka jalur lama dan menambahi jalur baru untuk KA yang bisa berhenti di stasiun kraksaan , pasir putih, panarukan, situbondo, panji, asembagus, bajul mati, banyuwangi baru lebih praktis ga usah lewat JR. dan jalur kabat (yang ditutup) masuk ke stasiun banyuwangi lama.

wah... sepertinya juga menarik... tapi akan menganaktirikan moda transportasi di Jember... jadi gak asik nih Jember..
"Lebih baik aku tidak bepergian daripada harus tanpa Kereta Api"
Reply
#35
weleh kalau memang jalurnya belum bisa nguntungin,itu jalur lebih baik dijaga aja ,siapa tahu berguna buat anak incu kita kelak tul guk?????
:mikir:gitu aja kok repot
DD5203Heran
Reply
#36
ide dari Mas SS Praptama saya terima, tapi saya sendiri tdk mau jika lintas Jember akan dihapus jalurnya. Kalau Anda ngomong aja dan g ada uangnya(dananya) sama aja. Kan kasihan PT. KAI. Dan rupanya ide Anda akan tidak diterima sama PT. KAI. Karena Pak DIRJEN hari ini meninjau lintas KALISAT-PANARUKAN dan KIRA2 TAHUN 2009 ini bisa2 akan dihidupkan kembali. Karena permintaan masyarakat dan Pemerintahan setempat yang cukup banyak. Thanks.
Reply
#37
Tadi pagi saya melihat salah satu tv swasta yang menginformasikan kalau lintas Kalisat - Panarukan diaktifkan kembali. Mungkin ada rekan2 railfans yang mengetahui detailnya?
Reply
#38
Ya benar sekali. Saya hari itu yang meliput Pak Dirjen ke Jember. Pada hari itu memang banyak wartawan yang meliput Pak DIrjen. Dia mengatakan bahwa akan membuka jalur Kalisat-Panarukan, tetapi jika itu menguntungkan. Karena masih akan banyak pengembangan di beberapa daerah.
Reply
#39
Bukannya naif or g soalnya kita lihat DAOP 8 SB, telah mulai membangun jalur lama yaitu sidoarjo tarik, sekarang paling g kita hidupkan PB-kraksaan bahkan sampai PAiton, qt belum berani mencoba apa itu masalahnya
ketika saya survey di lapangan tanah yang dimiliki PT KA itu jadi tanah hak pakai(tanah pinjem). lintas utara itu juga bagus dengan adanya pasir putih. dan kecenderungan adanya badai g ada soalnya terapit dengan pulau madura. Topografi di lintas utara dominan datar jadi untuk dikembangkan KA-KA bendera akan lebih MantaB. saya setuju dengan dibuatnya jalur wisata. tetapi di Bondowoso aja.
potensi bondowoso memiliki banyak potensi wisatam seperti Gunung ijen dan sebagainya.

kita bisa lihat juga potensi wilayah Situbondo. g kalah banyak tetapi ketika saya juga tinjau daerah Panarukan pelabuhannya pun sekarang SUDAH MATI (apa yang bisa dibanggakan sekarang). dengan nyaman orang ke Denpasar dari SGU 09.15 (or 08.15) sampai BW pukul 14.15 (13.45) atau paling gak 14.30 orang ke Denpasar juga lebih enjoy. melihat sunrise

Tinggal kita sebagai masyarakat bisa menertibkan semuanya itu.PT.KA adalah perusahaan monopoli, masak g bisa maju?????????????????????
kemana SEMUA??????????
Reply
#40
Alhamdulillah... kemarin ada info di TV Swasta dan info dari radio Situbondo, bahwa PT KA mulai tahun 2009 ini mulai menghidupkan kembali jalur lintas Kalisat (KST) - Panarukan (PNK). tapi pengoperasiannya tahun 2010, asyik......

Tapi kalo KST - PNK masih pake BB ya percuma, minimal CC 201 donk.. untuk menarik animo/selera konsumennya...
semoga CC 204 14 dan seterusnya dikasih ke DAOP IX JR ya..
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)