Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
PT KCJ impor KRL?
#31
kalo gw sih mending berdayakan aja krl yg mangkraak di by !

wong kereta baru 8 tahun udah mangkrak !

sebenarnya itu bisa di berdayakan lg, kalo dihitung2 ada 60-80 gerbong krl mangkrak di by mri, emang sih gw tau tu kereta semua bakalan dijadiin KRD-E, tapi knapa gk di aktyifin lg buat KRL !

paling kita cuma bisa beranngan-angan aja di forum ini, tapi coba kita liat polemik di tubuh PT KCJ. seperti yg anda tau, mungkin ada banyak masalah yg menjerat PT KCJ....

semua tanggapan dari kalian bakalan gw samPein ke pihak yg terkait dari PT KCJ (team negosiasi KRL).
Reply
#32
Sdr.Galuh,
KRL di BY MRI terutama Holec sudah tidak diproduksi lagi suku cadangnya, sementara untuk diakali dengan spare part KRL sejenis atau membuat suku cadang baru atau merombak kembali seluruhnya, akan lebih mahal biayanya ketimbang impor.
tolong Back on Topic ya,
tks.
Berat rasanya meninggalkan pekerjaan dibalik kabin yang baru kujalani 5 bulan ini...
tapi, aku harus meninggalkannya...
Reply
#33
iya, sdr ginza sy diceritakan dengan gamblang oleh ihak yg lebih terkait & terpengaruh di PT KCJ !

nanti suara rekan2 sy sampaikan ke mereka (team negosiasi KRL).

mungkin sdr ginza bisa bertemu sy besok ?

sy bsk mau ke dipo bukit duri dgn adam untuk bertemu anda... !
Reply
#34
Maaf sdr. Galuh,
saya saat ini sedang berada di Yogyakarta, menjenguk saudara yang sakit.
mohon maaf, saya tidak bisa bertemu anda besok di Dipo BUD.
Berat rasanya meninggalkan pekerjaan dibalik kabin yang baru kujalani 5 bulan ini...
tapi, aku harus meninggalkannya...
Reply
#35
Lebih baik kita kembali ke Topik.. Seharusnya KCJ bisa memperluas referensi KRL0nya ke negara selain Jepang. Misalnya dengan memesan KRL baru ke Afrika Selatan, yang kualitasnya tidak kalah dengan buatan Jepang, dan lebih murah dari buatan INKA. Malaysia juga menggunakan KRL buatan Afrika Selatan. Atau bisa juga kerjasama dengan perusahaan swasta Jepang, Keio. Saat ini Keio mempunyai beberapa unit KRL seri 3000 yang tidak terpakai. Sedangkan kontrak dengan perusahaan Jomo Tetsudo untuk membeli KRL tersebut sudah dihentikan oleh pihak Jomo. Ini berarti peluang bagi Indonesia. Atau bisa juga KCJ pesan ke INKA dengan spesifikasi KRL yang sederhana tapi nyaman, agar menekan biaya produksi (saya rasa KRL seperti KRL-I terlalu boros fasilitas, sehingga mahal).
Download konten BVE Indonesia di
http://gm-marka.web.id

Balai Yasa BVE GM-MarKA
Migrasi ke website baru...


[Image: 8807060_orig.jpg]
Reply
#36
oke,,,

semua masukan kalian gw jamin bakalan berguna buat referensi PT KCJ...

nanti gw kasih tau ke pihak yg lebih-lebih terkait...
Reply
#37
Kalo saya boleh usul, seperti kata Gilang, kalo memang pesan ke INKA, pesan dengan desain yang sederhana dan fitur seperlunya.
fitur yang pasti dibutuhkan AC, bangku empuk, interkom, dan display tujuan, jenis, dan no.KA.
tidak perlu fasilitas display elektronik di tiap pintu penumpang yang bikin boros biaya.
dan yang pasti, mesin dan sistem elektrikalnya harus OK punya, jangan kayak Holec...

[Image: photo.php?pid=379024&id=100000253048256&ref=fbx_album]

KCJ 7000 series-7117F
Reply
#38
Kita butuh KRL buatan Indonesia dengan spesifikasi Jepang.
Download konten BVE Indonesia di
http://gm-marka.web.id

Balai Yasa BVE GM-MarKA
Migrasi ke website baru...


[Image: 8807060_orig.jpg]
Reply
#39
Karena Spesifikasi Jepang cocok diterapkan di Indonesia
Berat rasanya meninggalkan pekerjaan dibalik kabin yang baru kujalani 5 bulan ini...
tapi, aku harus meninggalkannya...
Reply
#40
KRLnya buatan dalam negeri... tapi standar speknya punya Jepang.
Kriterianya:
- Mesinnya harus fit
- Suspensinya stabil dan getarannya kecil
- Kursinya empuk
- AC dingin
- Interkomnya jernih suaranya
- Display LCD info tujuan, tipe & no KA
- Surat kabar untuk bisnismen
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi

[Image: 2r56iya.jpg]

Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)