12-05-2016, 11:08 PM
Seri 3
|
All About Argo Bromo & Argo Bromo Anggrek
|
|
12-05-2016, 11:08 PM
Seri 3
12-05-2016, 11:09 PM
Seri 4
12-05-2016, 11:12 PM
Seri 5
14-05-2016, 08:32 AM
Lebih nyaman mana, suspensi K9 versi retrofit atau K9 versi pertama? Air spring K9 retrofit terlihat lebih tipis ketimbang air spring versi dulu. Maklum saya belum pernah naik ABA dgn suspensi versi sekarang.
14-05-2016, 09:46 AM
(14-05-2016, 08:32 AM)b777 Wrote: Lebih nyaman mana, suspensi K9 versi retrofit atau K9 versi pertama? Air spring K9 retrofit terlihat lebih tipis ketimbang air spring versi dulu. Maklum saya belum pernah naik ABA dgn suspensi versi sekarang. Coba tanya aja sama orang ini, beliau kan udah sering naik ABA, juga sama orang ini yg udah sering naik dari jaman pinky boy, hehehe... Soalnya ane juga belum pernah nyoba naik ABA, hiks...
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
08-06-2016, 10:12 PM
Bro/Sis saya ingin bertanya. KA ABA saya lihat di youtube ada yang menggunakan k1-2016. Lebih nyaman mana suspensi K9 ABA atau k10ayng ada di K1-2016 sekarang(bagi yang pernah naik keduanya)?? Bagaimana perbandingannya dari segi kebisingan gerbong dan goncangan vertikal maupun horizontal(?)
(08-06-2016, 10:12 PM)deltaforcesquad Wrote: Bro/Sis saya ingin bertanya. KA ABA saya lihat di youtube ada yang menggunakan k1-2016. Lebih nyaman mana suspensi K9 ABA atau k10ayng ada di K1-2016 sekarang(bagi yang pernah naik keduanya)?? Bagaimana perbandingannya dari segi kebisingan gerbong dan goncangan vertikal maupun horizontal(?) Kalo menurut saya sih masih mending K1-2016, dari segi kebisingan dan goncangannya masih enak K1-2016. Meskipun saya belum pernah naik K1-2016 dan K9 ABA Eh, btw emang ABA ada yang pake trainset 2016
14-06-2016, 06:46 PM
^^
Pertanyaan yang sama dari saya, saya juga belum pernah ngerasain ABA dengan trainset 2016. Mungkin kalau nyoba Bima bisalah dapat kesempatan nyobain rangkaian KA terbaru ini.. (14-05-2016, 08:32 AM)b777 Wrote: Lebih nyaman mana, suspensi K9 versi retrofit atau K9 versi pertama? Air spring K9 retrofit terlihat lebih tipis ketimbang air spring versi dulu. Maklum saya belum pernah naik ABA dgn suspensi versi sekarang. emmm... secara umum versi retrofit masih belum ada keluhan dari saya.. so far masih nyaman dan diatas rata-rata dari K1 lainnya yang lewat jalur utara (BK + Sembrani)
14-06-2016, 08:08 PM
(12-06-2016, 08:20 AM)M. Naufal Farras Wrote:(08-06-2016, 10:12 PM)deltaforcesquad Wrote: Bro/Sis saya ingin bertanya. KA ABA saya lihat di youtube ada yang menggunakan k1-2016. Lebih nyaman mana suspensi K9 ABA atau k10ayng ada di K1-2016 sekarang(bagi yang pernah naik keduanya)?? Bagaimana perbandingannya dari segi kebisingan gerbong dan goncangan vertikal maupun horizontal(?) ABA sempet pake K1 2016 beberapa hari yg lalu soalnya rangkaian lamanya difumigasi ![]()
26-06-2016, 05:10 PM
KA2 GMR-SBI
13 Mei 2016
K1-3
Ceritanya pingin cepet2 sampai menuju Malang dan tiba disana sebelum pkl 06.00wib. Awalnya disuruh istri naik pesawat, tapi gak mau. Alasannya tak ada pesawat yang sampai ke Malang sebelum jam 06.00. Tapi alasan utamanya sih karna sudah kadung nyaman naik KA. Seenggak2nya kalau masih di pulau Jawa bakalan lama ini jadi pelanggannya PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Pilihan pertama awalnya jatuh pada KA Jayabaya, tiba di Malang beberapa kam sebelum tenggat waktu, amanlah pikir saya. Opsi kedua naik KA dari Jakarta menuju Yogyakarta kemudian oper dan naik KA Moleks. Pilihan jatuh pada KA Jayabaya, namun beberapa jam sebelum reservasi nasib berkata lain. Kenyataan ingin tiba lebih cepat akhirnya pilihan jatuh pada KA 2. Ini perjalanan saya yang pertama menggunakan KA2. Sebelum2nya naik ABA selalu berkesempatan dapat KA yang berangkat dari SBI dan GMR pada waktu malam hari. Skip, lanjut ke hari H. Berangkat dari Cikarang pagi hari pkl 05.00wib dan tiba sejam kemudian di halte Polda Metro. Disini saya sarapan lontong sayur dengan lauk telur rebus seharga Rp 10.000,00. Pikir saya pagi-pagi jam segini gak banyak pilihan tersedia untuk sarapan di GMR. Anggapan salah sebenernya, karena begitu tiba di GMR tak sampai sejam kemudian sudah banyak tempat makan yang buka disini. Suasana GMR kala itu tak begitu ramai di sisi selatan. Sedangkan disisi utara seperti biasanya nampak padat. Apalagi ada beberapa keberangkatan dan kedatangan KA kala itu. Sambil menunggu jadwal boarding saya duduk dulu di GMR sisi selatan. Hingga sekitar pkl 08.30wib pintu boarding untuk KA 2 dibuka dan saya segera menuju ke peron di lantai atas. Suasana peron sangat padat karena terjadi keterlambatan keberangkatan beberapa KA yakni Gopar 22, Taksaka Pagi, dan Cireks 64L. Rata2 terlambat sekitar 30 menitan dari jadwal yang seharusnya. Bisa dibayangkan perka di antara petak GMR-JAKK kala itu, lengkap dengan Commuter Line yang tertahan di beberapa stasiun. Gopar 22 sendiri berangkat dari GMR sekitar pkl 09.10, Cireks seingat saya sekitar pkl 09.30wib. Sedangkan KA 2 masuk di stasiun GMR pkl 09.20wib dan berangkat sekitar 10 menitan kemudian. Kondisi KA yang saya naiki cukup bersih. Dalam satu kereta tersedia dua kamar mandi. Satu memiliki kloset duduk, dan yang satunya lagi seperti urinoir dan tanpa kloset sama sekali. Yang terakhir rupanya khusus untuk penumpang pria namun dapat pula digunakan untuk penumpang wanita, misalnya jika butuh untuk mengambil wudlu. Saya duduk di kursi no 13C, depan TV persis. Yang menyebalkan seat pitch tidak lega sama sekali. Hanya ada space selebar 20cm dari kursi dengan dinding kereta. Masih lebih lega dibanding Jayabaya, bisa ambil sela dengan kaki penumpang didepannya. Sepanjang perjalanan KA, saya hampir tidak menduduki kursi tersebut. Ambil kursi lain didalam K1-3. Inipun saya berstatus sebagai musafir, karena ketika KA tiba di Stasiun Cirebon dan Pekalongan saya berpindah mencari tempat duduk kosong. Beruntung saat itu masih ada lebih dari 190an tiket yang belum terjual. Satu hal lagi yang kurang nyaman dalam perjalanan KA kali ini yakni kondisi pendingin udara tidak berfungsi maksimal. Diatas 27 derajat celcius ketika KA berangkat dari Gambir hingga memasuki stasiun Cepu. Sejak berangkat dari Gambir menuju Manggarai laju KA2 banyak tertahan. Dibutuhkan waktu sekitar 15-20 menit untuk lepas dari Manggarai. Sesekali melihat kondisi peron stasiun Gondangdia, Cikini dan Manggarai dari dalam jendela. Terlihat ratusan atau mungkin ribuan calon penumpang commuter line jurusan Bogor masih sabar menunggu antrian. Laju kereta sempat kencang hingga memasuki Stasiun Bekasi sempat berhenti selama 5-10 menitan. KA2 sempat melewati KA Cireks di stasiun berkanopi diantara petak Cikampek-Cirebon(Jatibarang ane rasa). KA2 pada akhirnya tiba di Stasiun Cirebon pada pkl 12.40wib, dan diberangkatkan kembali beberapa menit setelahnya. Lumayan lah telatnya. Selepas CN, KA 2 sempat berhenti di Cirebon Kejaksaan selama kurang lebih 10 menit. Tak ada silang pada saat itu. KA ABA Pagi juga sempat berhenti pula di Stasiun Brebes selama 5-10 menit hingga tiba di Stasiun Pekalongan pada pkl 14.39wib. Selepas Pekalongan adalah waktunya menikmati pemandangan pantai utara, terutama ketika KA melaju di sekitaran Plabuan. Seumur-umur naik KA di jalur utara, ya kali ini bisa menikmati pemandangan pantai utara Pulau Jawa. Apalagi ketika naik KA, serasa disapu deburan ombak dari KA yang melaju beberapa meter dari bibir pantai. Kalau ada kesempatan lagi, mau lah saya naik KA pagi lagi, entah ABA Pagi, Jayabaya atau yang lainnya. Oh iya, selepas Brebes dan Pekalongan laju KA2 seolah tak tertahan. Lancar sekali. Maksudnya tidak ada hambatan berupa BLB, tertahan sinyal, dsb. KA 2 tiba di Stasiun Semarang Tawang pada pkl 15.53wib. Disini ada kejadian lucu, penumpang disebelah saya laki-laki (sebelumnya tante-tante yang turun di Pekalongan), setelah melihat seat pitch di kursi 13D langsung geleng2 kepala dan enggan mendudukinya. Jadilah dia menduduki kursi kosong di belakang. Oalah KAI, INKA, ini bisa menjadi masukan/kritikan berarti. Next time kursi K1 yang paling depan seperti ini berilah ruang lebih lega daripada yang sekarang ini. Tak sampai 5 menit singgah di SMT, KA 2 diberangkatkan kembali menuju SBI. Tak ada momen istimewa kali ini, laju KA sangat cepat dan suhu ruangan perlahan2 turun hingga 25an derajat celcius (masih kurang dingin dibandingkan ketika perjalanan saya naik ABA Malam sebelum2nya). KA2 akhrinya tiba di Stasiun Surabaya Pasar Turi pada pkl 19.17wib. Dari sini saya langsung keluar stasiun, jalan ke sebelah kiri dan naik bus kota P5 dari perempatan Pusat Grosir Surabaya. Credit thanks to Arwah Kelaparan aka HungrySoul dan teman2 lainnya yang udah nunjukin jalannya. Foto2 ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
|
« Next Oldest | Next Newest »
|