Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
KRDI Banyubiru
#21
Tadi aku lihat baca bagian depan dan samping KRDI Banyubiru banyak yg pecah.
Reply
#22
pengen denger raungan mesin dieselnya KRDI....

Reply
#23
(15-12-2009, 01:50 PM)eling Wrote: pengen denger raungan mesin dieselnya KRDI....

main aja ke semarang Wek
[Image: bannersaveourearth.png]

My Website Railway Photography www.flickr.com/photos/Agung_Ajunks

My videos on www.youtube.com/user/cc20409
Reply
#24
(16-12-2009, 12:10 AM)Agung Wrote:
(15-12-2009, 01:50 PM)eling Wrote: pengen denger raungan mesin dieselnya KRDI....

main aja ke semarang Wek

ke jauhan maen aja ke Slawi
Ngakak

Reply
#25
kapan ya ada Banyubiru/Pandanwangi dari Solo berangkat jam 07.00-09.00 dari Semarang 15.00-17.00....

jadwal Banyubiru/Pandanwangi sampai sekarang menurutku masih minim sekali.
Reply
#26
setuju..banyubiru minim bgt jadwalnya..knp smc-slo-sr cuma sekali dlm sehari???
Reply
#27
Semarang-Solo selama ini sehari 3 kali, Pandanwangi 2x, Banyubiru 1x. Padahal kalau dengar informasi awal waktu peluncuran Banyubiru pakai 2 rangkaian, tapi hingga sekarang cuma 1 rangkaian, coba kalau 2 kali seperti Pandanwangi, namun harus mengorbankan rute Solo-Sragen.
Reply
#28
Kabar terbaru tentang Banyubiru:

Quote:Senin, 18/01/2010
MULTIMODA
KA Banyubiru dioptimalkan


SEMARANG: PT Kereta Api Daop IV Semarang segera mengembangkan rute sejumlah KA, menyusul masih rendahnya tingkat okupansi angkutan itu.

Deputi VP PT KA Daop IV Semarang Maqsud Amroh mengatakan pengembangan a.l. akan dilakukan pada KA Banyubiru yang saat ini baru melayani rute Semarang-Surakarta-Sragen.

"Rute KA Banyubiru akan dikembangkan ke jurusan Yogyakarta pada kuartal pertama 2010, sekaligus untuk mengoptimalkan operasionalnya," katanya pekan lalu. (Bisnis/k43)

ini mau ditambah tidak rangkaian keretanya? kalau tidak ditambah Bethe apa nggak kasihan keretanya sudah melayani Sragen, masih pula melayani sampai Jogja, sementara jalur Solo-Semarang saja jadwalnya masih kurang terutama dari Solo, jadwalnya terlalu pagi dan terlalu siang. menurutku jalur Solo-Semarang-Solo ditambah dulu, karena jam dari Semarang yg lebih strategis, menguntungkan warga Semarang yg mau jalan2 ke Solo, menguntungkan Solo karena uangnya orang Semarang dibelanjakan di Solo, namun dari Solo mau ke Semarang susah, sulit
Reply
#29
[Image: 43167055.jpg]
kabar bagus akan ada rangkaian AC. semoga terealisasi, janji dahulu Banyubiru 2 rangkaian belum terealisasi
berhentilah di Purwosari........

sepi banget nih thread Sedih sampai mau update gak enak post berturut2 kalau tidak di up tidak ada yang tahu...

tambahan berita:

Transportasi Darat
PT KA Benahi dan Sehatkan Beberapa Kereta


Jumat, 5 Februari 2010 | 13:46 WIB

SEMARANG, KOMPAS - Untuk menarik minat masyarakat menggunakan kereta api sebagai pilihan transportasi di darat, PT Kereta Api menyatakan siap bersaing dengan moda transportasi darat lainnya. Oleh karena itu, pada tahun 2010 ini PT KA melakukan berbagai program pembenahan dan penyehatan kereta api.

Hal ini disampaikan Kepala PT KA Daerah Operasional (Daop) IV Septa T Ramadin, Kamis (4/2), di Semarang. Dia optimistis KA masih menjadi pilihan masyarakat. Selama ini jumlah penumpang eksekutif memang cenderung turun, tetapi penumpang ekonomi dan bisnis terus naik.

Kendati demikian, menurut Septa, dibangunnya jalan tol Solo-Semarang merupakan tantangan berat. Oleh karena itu, PT KA akan menjawab tantangan tersebut dengan membenahi KA Banyubiru jurusan Semarang-Sragen, yaitu dengan menambah rute ke Yogyakarta mulai 1 Maret 2010.

Manajer Operasi PT KA Daop IV Semarang Heru Kuswanto menyatakan, selama ini jalur KA Banyubiru merupakan jalur yang tidak menguntungkan karena okupansinya hanya 20-30 persen dari total kapasitas 250 orang.

Oleh karena itu, jika sebelumnya Banyubiru berhenti di Stasiun Sragen, nanti akan dialihkan ke Stasiun Salem (yang juga di Sragen) dan menambah rute hingga Solo dan Yogyakarta. "Rute ini sangat strategis," kata Heru.

Agar bisa bersaing dengan bus, Banyubiru harus dapat menempuh jarak Solo-Sragen dalam waktu kurang dari tiga jam.

Pihak KA juga tengah menghitung beberapa jalur yang selama ini ditempuh maksimal dengan kecepatan 30 kilometer per jam dan menaikkan hingga 70 kilometer per jam. Agar nyaman, ke depan, kereta juga akan diberikan pendingin ruangan. "Kalau sudah demikian, kami yakin orang akan memilih naik kereta," tutur Heru.

Selain itu, di jalur utara KA Kaligung jurusan Semarang-Tegal juga kini tengah disehatkan. Selain diberi toilet, gerbong Kaligung kelas bisnis dibenahi. Jika pada tahun 2009 jumlah penumpang KA di wilayah Daop IV sebesar 4,5 juta, pada tahun 2010 ditargetkan naik menjadi 4,9 juta penumpang.

Integrasikan dengan BRT


Terpisah, pengamat transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno menyampaikan, transportasi massal berbasis rel dan jalan raya lebih murah dan ramah lingkungan. Pemerintah Kota Semarang seharusnya melihat potensi yang sudah ada, seperti rel wilayah Kendal, Ungaran, Semarang, dan Purwodadi sepanjang 139 kilometer yang dapat diintegrasikan dengan bus rapid transit Trans Semarang. (UTI)
.
Reply
#30
Kutipan dari harian/media cetak Seputar Indonesia kemarin (capek juga mengetiknya):

Quote:KA Semarang-Yogyakarta Buka 1 Maret
Harian Seputar Indonesia
Senin, 08 Februari 2010

SEMARANG(SI) – Alternatif pilihan angkutan umum yang melayani rute Semarang–Yogya bertambah. PT Kereta Api (KA) Daop IV Semarang siap membuka rute baru Semarang–Yogyakarta mulai 1 Maret mendatang untuk mengakomodasi kebutuhan transportasi masyarakat menuju Yogyakarta.

Junior Manager Public Relation PT KA Daop 4 Semarang Sapto Hartoyo menuturkan, kereta api yang diberi nama Joglosemar ini merupakan pengganti rangkaian kereta Banyubiru jurusan Semarang–Solo–Sragen yang kurang diminati masyarakat dan akan segera dibekukan operasinya. Sejak mulai beroperasi, kereta api Banyubiru tidak produktif karena tingkat okupansi penumpangnya rata-rata hanya 30% dari empat gerbong yang tersedia dalam satu rangkaiannya. "Mulai 1 Maret nanti rute kereta api Banyubiru kami bekukan, dan diganti dengan kereta api Joglosemar. Sedangkan untuk mengakomodasi penumpang yang hendak ke Sragen, Joglosemar akan berhenti di Stasiun Salam," ungkapnya kemarin.

Sapto menambahkan, tujuan beroperasinya kereta api Joglosemar nanti, salah satunya untuk mengakomodasi penumpang dari Solo yang tidak terangkut kereta api Prambanan Ekspres (Prameks) jurusan Solo–Yogyakarta. Apalagi jam pemberangkatan kereta Joglosemar dari Solo selisih waktunya dengan kereta api Prameks relatif lama dan dinilai cukup potensial menjaring penumpang. Nantinya kereta api Joglosemar dalam sehari akan berangkat sekali dari Semarang dan sekali dari Yogyakarta.

Dengan adanya penambahan rute ini, maka akan dilakukan penambahan satu rangkaian kereta api lagi. Sedangkan satu rangkaian lainnya akan menggunakan bekas rangkaian kereta api Banyubiru. "Rencananya akan ada penambahan satu rangkaian kereta api lagi untuk Joglosemar yang merupakan bantuan dari pemerintah dengan jumlah gerbong dalam satu rangkaian sebanyak empat gerbong kapasitas 60 orang penumpang per gerbong," papar Sapto. Dengan kereta api Joglosemar, PT KA berharap mampu memperpendek waktu perjalanan penumpang dari Semarang–Yogyakarta. Rute Semarang–Solo–Yogyakarta dengan naik "kereta besi" ini bisa ditempuh hanya dalam waktu tiga jam tanpa kekhawatiran kemacetan arus lalu lintas seperti jika memakai angkutan umum lainnya.

Selain itu, kereta ini diharapkan mampu memuat penumpang minimal rata-rata 75% dari kapasitas yang tersedia dalam setiap harinya. Hanya,saat ditanya berapa tarif tiket kereta api Joglosemar dan jam keberangkatannya, Sapto menyatakan belum mengetahui dengan pasti.Alasannya, Daop IV masih menunggu keputusan dari manajemen PT KA pusat. Saat dikonfirmasi terpisah,Humas Daop 6 Yogyakarta Eko Budiyanto mengungkapkan, pihaknya sudah mendengar rencana akan dioperasikannya KA rute Semarang–Solo–Yogyakarta tersebut. Masalahnya, sampai saat ini pihaknya belum menerima surat resmi dari Daop 4 Semarang atau PT KA pusat.

"Kami masih menunggu teleks (surat resmi)," ucapnya kemarin. Eko menambahkan, pihaknya menyambut baik rencana itu dengan catatan kereta yang digunakan bisa diandalkan seperti ketepatan waktu dan lainnya.Apalagi rute tersebut merupakan rute "gemuk" atau potensial."Sehingga ketepatan waktu harus menjadi hal yang penting", kata dia. Kereta yang ditawarkan juga harus lebih bagus dengan moda transportasi lain seperti bus, terutama yang berkaitan dengan durasi tempuh. Jika jarak Semarang–Yogyakarta dengan naik bus butuh waktu 3,5 jam, maka dengan kereta tersebut maksimal hanya 3 jam saja.

"Seperti Kereta Prameks jarak Yogyakarta– Solo hanya 52 menit, sedangkan kalau naik bus butuh waktu sekitar 2 jam," ungkapnya. Pengamat transportasi dari Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang Joko Setijowarno mengungkapkan, pembukaan rute perjalanan baru Semarang–Yogyakarta dengan waktu tempuh tiga jam cukup baik. Sebab, kereta api Banyubiru selama ini memang tidak efektif karena waktu tempuh ke Solo saja hingga tiga jam lebih lama dari memakai bus. PT KA diharapkan memberikan fasilitas memadai seperti AC dan tarif yang terjangkau, yaitu maksimal Rp30.000–35.000 untuk Semarang– Yogyakarta, dan Rp20.000 Semarang–Solo.

"Pangsa pasar Joglosemar nanti saya kira bagus. Hanya saja PT KA harus berinovasi misalnya kondekturnya semua perempuan yang cantik-cantik.", kata dia. Joko menambahkan, jam operasi Joglosemar diharapkan pukul 07.00, baik dari Semarang maupun dari Yogyakarta atau lebih pagi lagi. Hal ini dimaksudkan untuk membidik segmen warga yang pada jam tersebut berangkat kerja dan akan mengadakan kegiatan bisnis.

"Akan lebih baik lagi kalau bisa beroperasi empat kali perjalanan dalam sehari, dan terutama untuk dioperasikan pada malam hari," tandasnya.
(m abduh/ridwan anshori)

Apakah benar okupansi KA Banyubiru sangat rendah seperti tertulis dalam berita di atas, sehingga membuat KA ini terancam bernasib sama seperti Maleks, Cantik dan Prieks?

Bagaimana pendapat rekan-rekan mengenai prospek okupansi KA Joglosemar ini?
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi
[Image: 2r56iya.jpg]
Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 5 Guest(s)