Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Perlukah dibuatkan jalur baru?
#21
Gua sech setuju banget tp apakah sebaiknya diprioritaskan untuk pengadaan Lok Merah Biru dan gerbong dl... ,klo untuk bangun jalur baru kan jg perlu waktu yg kga bentar,tar focus jalur baru malah jalur yg lama kga bgitu diperhatiin bs2 kalah satu langkah dengan moda transportasi yg laen Huaaaa.....hik..hik

Klo saran dl mending dioptimalin jalur yg ada serta peremajaan sarana dan prasarananya dl Pisss ahhh...
Reply
#22
buat doble track dlu aja biar lancaaaaaarrrrrr..... OK...
Go Train Go Green
Reply
#23
joehan Wrote:Gua sech setuju banget tp apakah sebaiknya diprioritaskan untuk pengadaan Lok Merah Biru dan gerbong dl... ,klo untuk bangun jalur baru kan jg perlu waktu yg kga bentar,tar focus jalur baru malah jalur yg lama kga bgitu diperhatiin bs2 kalah satu langkah dengan moda transportasi yg laen Huaaaa.....hik..hik

Klo saran dl mending dioptimalin jalur yg ada serta peremajaan sarana dan prasarananya dl Pisss ahhh...

aq jg setuju dah ma sarannya mas joehan OK
-------------------------------------------------------------------------
I love ciamis station...Playboy
Reply
#24
(20-04-2009, 04:07 PM)sulovyo Wrote: ^^ yah tapi kita tetap harus punya visi dan harapan.....susahnya orang indonesia tuh jarang sekali punya visi kedepan.
masalah yang ada sekarang memang harus dihadapi dan diatasi tapi tetap tidak boleh mematikan visis kita akan masa depan.

sebenarnya saya punya visi ada pembangunan jalur KA baru di Jawa Timur :
1.Jatiroto-Lumajang(mati)-Pasirian-Dampit(mati)-SumberPucung(sudah ada)
2.SumberGempol(sudah ada)-Tulungagung Baru-Durenan-Trenggalek-Karangan-Pule-Panggul-Ngadirojo-Pacitan-Pracimantoro-Wonosari-Kalasan(sudah ada)-Maguwo(sudah ada)-Lempuyangan(sudah ada).
petanya menyusul ya.

Untuk proyek jalur 1 tinggal bikin track shortcut Lumajang-Dampit-Sumber Pucung.tingkat kesulitan di jalur ini termasuk dalam tingkat kesulitan menengah.

Untuk proyek jalur 2 Di dalam kota tulungagung tidak bisa langsung dibangun percabangan ke arah trenggalek karena kondisi pemukiman dan bangunan di sekitar st tulugagung sudah sangat padat dan semrawut.satu-satunya jalan adalah membuat percabangan dari arah blitar di sebelah barat stasiun Sumber Gempol dan berbelok ke arah selatan mulai kampus STAIN Tulungagung sampai di sekitar pool bus Pangeran dan Dahlia Indah.

Track Tulugagung-Durenan-Trenggalek-Karangan termasuk tingkat kesulitan rendah karena kondisi tanah yang datar.

Sedangkan track Karangan-Pule-Panggul-pacitan-pracimantoro termasuk tingkat kesulitan tinggi karena daerah ini adalah daerah pegunungan.tapi sebenarnya semuanya bisa diakali dengan membuat rute track yang menyisir aliran kali mulai dari daerah pule-sampai ngadirojo pacitan.kalaupun harus bikin jembatan dan terowongan pun harusnya indonesia harus bisa.lha wong dulu aja jaman "kerja paksa" bisa kok buat jalur Bandung-Banjar,Cikampek-Bandung,Bumiayu dll.emang sih insinyurnya belanda,tapi jaman segitu aja belanda "mau" dan bisa menaklukan jalur pegunungan di Jawa.

saya pernah mencoba jalur Okayama-Kurashiki-Niimi di perfektur Okayama Jepang Barat dan saya rasa medan trenggalek-pacitan tidak lebih parah dari Okayama-Niimi.karena kurashiki-niimi punya track yang menanjak dan menyusuri pegunungan dan pintarnya jepang,mungkin untuk meminimalisir jumlah terowongan mereka tidak memaksakan track lurus,mereka berusaha mengikuti aliran sungai di sepanjang lembah pegunungan yang ada jadi tidak banyak membuat terowongan.pasti ada yang bilang "ya iyalah jepang gitu loh masak dibandingkan dengan indonesia?".
tapi poin saya sebenarnya adalah jalur trenggalek-pacitan sebenarnya bisa dibangun kalau ada kemauan.kalau takut untuk mencoba kapan bisanya?

Masak iya sih dari kontraktor2 handal se Indonesia (Murinda,Wika,Waskita,Total,PP,Jaya,adhi karya,amec berca,pulau intan,bealfour betty,kajima dll) gak ada yang bisa bikin proyek jembatan dan terowongan? Kapan ya...

kalau jalur itu benar-benar dibangun (mimpi kali yee.. Ngeledek ) maka perekonomian daerah jawa timur bagian selatan plus jateng bagian tenggara (pracimantoro) dan gunung kidul (DIY) bisa meningkat pesat dan daerah-daerah itu yang selama ini jadi kantong-kantong kemiskinan di pulau Jawa bisa mengejar ketertinggalan dengan daerah daerah lain.

tapi ya itu tadi semua tergantung dari kemauan dari birokrat kita di atas sana......hmmm coba saya jadi gantinya pak de karwo ya.... Ngeledek

Kalau dari Dampit ke Sumberpucung, berarti menghidupkan kembali sebagian jalur Trem tuh Mas? Termasuk mungkin mengaktifkan lagi jalur Gondanglegi-Kepanjen. Jika melihat kondisi bekas jalur trem yang sekarang banyak beralih jadi kawasan tempat tinggal, apakah mungkin? Apalagi Stasiun Dampit pada saat ini juga dimanfaatkan jadi rumah oleh tiga keluarga.
Jadi Dampit-Sb Pucung rutenya mungkinkah Dampit-Turen-Gondanglegi-Kepanjen-Sumberpucung? Jika menghidupkan lagi jalur bekas trem, apakah perlu stasiun percabangan untuk rel dari Sengguruh (kepanjen) ke Sumberpucung?
Reply
#25
Saya mau usul......

gymana lok di buat jalur penghubung antara pulau bali n pulau jawa?????
kan selat bali g lebar2 bner?????
Lok Merah Biru
f : meko.prasetyo@facebook.com
t : @mekoprzt

+628993814254
Reply
#26
(04-05-2009, 04:24 PM)meko prasetyo Wrote: Saya mau usul......

gymana lok di buat jalur penghubung antara pulau bali n pulau jawa?????
kan selat bali g lebar2 bner?????

kayaknya semua orang di pulau jawa setuju dengan usul ini.

masalahnya, orang bali kabarnya tidak setuju. soalnya bisa merusak nilai2 budaya bali yang masih asri itu kalo ada jembatan jawa-bali. Khawatir

cmiiw
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#27
yang belum menghubungkan jalur Deandles Probolinggo - Situbondo - Banywangi yang belum tersambung
Reply
#28
(06-05-2009, 10:13 AM)sspraptama Wrote: yang belum menghubungkan jalur Deandles Probolinggo - Situbondo - Banywangi yang belum tersambung

Setuju sekali, jalur ini sangat vital untuk menghubungkan pesisir utara Jawa timur. Banyak kota besar dan vital di daerah ini yang perlu dihubungkan dengan rel kereta api.

Soni
Reply
#29
perlu banyak ahli geologi untuk mengidentifikasi jalur tersebut. agar bisa di lewati oleh KA. bisa saja lewat laut kaya di Plabuan gitu deh.........
Reply
#30
(06-05-2009, 12:23 PM)sspraptama Wrote: perlu banyak ahli geologi untuk mengidentifikasi jalur tersebut. agar bisa di lewati oleh KA. bisa saja lewat laut kaya di Plabuan gitu deh.........
Setuju Bro...Kalo lintas utara jawa terutama..mengurangi kepadatan jalur darat pantura...Bikin Double track jalur utara jawa dari Cn ke SBI dan pembukaan kembali jalur SMT-Demak-Kudus-Pati-Lasem-Tuban, kalo bisa terus ke SBI...

[Image: th_IMG_0864.jpg][/URL]
Dilarang keras membawa klonengan di Atas kereta api
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)