Posts: 2,798
Threads: 0
Joined: Aug 2009
Reputation:
25
Secara pribadi, sy kurang setuju dengan bola beton/pintu koboy. Bukan karena masalah HAM nya.
Biasanya ada asap krn ada api. Ada sebab ada akibat.
Maksudnya : selesaikan dahulu inti permasalahannya (kenapa mereka sampai hrs naik ke atap). baru cari jalan keluarnya
win win solution lah .....
Ku mau terbang dan tenggelam, menjalani semua ini .....
"Terbang Tenggelam" ~ song by NETRAL
Posts: 155
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
7
Saya mendukung langkah pt.kereta api dalam hal menertibkan penumpang di atap, perlu di ingat mungkin dari yang menentang kebijakan untuk mencegah para atapers sudah banyak dilakukan:
1. Mulai dari memperingatkan
2. Sosialisasi komunitas krl dan atapers
3. Memasang paku dan oli di atap kereta
4. Melakukan penyemprotan dengan zat pewarna
5. Memasang papan elastis
6. Mengadakan tausiyah dan marawis di stasiun
7. sampai yang terakhir memasang bola beton
Saya berpendapat jika penambahan armada PT.Kereta Api mungkin bisa saja melakukanya, tetapi apa sarana dan prasarananya sudah mendukung, seperti kereta yang berkualitas dan tidak mogok, kondisi persinyalan yang baik sehingga tidak ada gangguan perjalanan, jumlah masinis yang cukup, mengurangi jumlah perlintasan sebidang dengan membangun underpass atau flyover karena bayangkan jika intensitas kereta api menjadi sering maka kemacetan yang akan timbul akan semakin parah di sekitar perlintasan sebidang.
Masalah perkereta apian sebenarnya bukan hanya tanggung jawab dari PT.Kereta Api tapi di sini banyak pihak yang terlibat seperti, dinas PU dengan pembangunan flyover dan underpass, dan dari pemda dengan menyediakan transportasi bus dan angkutan lain yang memadai dan nyaman, serta dari pihak perusahaan dengan menyediakan antar jemput karyawan, jadi bukan hanya tanggung jawab kereta api sajakan dalam menertibkan penumpang
Posts: 2,096
Threads: 0
Joined: Dec 2011
Reputation:
33
(20-01-2012, 01:09 PM)evolution_inside Wrote: Saya mendukung langkah pt.kereta api dalam hal menertibkan penumpang di atap, perlu di ingat mungkin dari yang menentang kebijakan untuk mencegah para atapers sudah banyak dilakukan:
1. Mulai dari memperingatkan
2. Sosialisasi komunitas krl dan atapers
3. Memasang paku dan oli di atap kereta
4. Melakukan penyemprotan dengan zat pewarna
5. Memasang papan elastis
6. Mengadakan tausiyah dan marawis di stasiun
7. sampai yang terakhir memasang bola beton
Saya berpendapat jika penambahan armada PT.Kereta Api mungkin bisa saja melakukanya, tetapi apa sarana dan prasarananya sudah mendukung, seperti kereta yang berkualitas dan tidak mogok, kondisi persinyalan yang baik sehingga tidak ada gangguan perjalanan, jumlah masinis yang cukup, mengurangi jumlah perlintasan sebidang dengan membangun underpass atau flyover karena bayangkan jika intensitas kereta api menjadi sering maka kemacetan yang akan timbul akan semakin parah di sekitar perlintasan sebidang.
Masalah perkereta apian sebenarnya bukan hanya tanggung jawab dari PT.Kereta Api tapi di sini banyak pihak yang terlibat seperti, dinas PU dengan pembangunan flyover dan underpass, dan dari pemda dengan menyediakan transportasi bus dan angkutan lain yang memadai dan nyaman, serta dari pihak perusahaan dengan menyediakan antar jemput karyawan, jadi bukan hanya tanggung jawab kereta api sajakan dalam menertibkan penumpang 
Betul Tu
Make yourself usefull to other.
Posts: 2,477
Threads: 0
Joined: Jul 2010
Reputation:
25
Posts: 2,186
Threads: 0
Joined: Aug 2011
Reputation:
34
(19-01-2012, 11:18 PM)mas_bagus_ajah Wrote: (19-01-2012, 08:18 PM)Fajarutama Wrote: maksud saya agar segera memperbanyak armada, apabila armada sudah cukup kan mereka gak punya alasan lagi untuk naik ke atap, dan harus ontime tentunya
Saya sebenarnya cukup setuju dengan anda, walaupun penerapan di lapangan pasti akan mendapat kendala serius, karena:
-menambah frekuensi pasti mempengaruhi gapeka. Menyusun gapeka itu tidak mudah dan tidak bisa mendadak. Apalagi jalur KRL juga dipakai jalur KA konvensional, sebagian juga KA barang dan KA antar kota.
-memperpanjang rangkaian pasti akan tersandung masalah panjang peron. Jika yang diperpanjang peron halte tidak masalah. Tapi bagaimana jika itu peron stasiun yang ada perangkat sinyal di kedua ujungnya? Menyetel sinyal itu tidak mudah, dan pasti bisa mengganggu operasional
Yah walaupun ada kendala-kendala itu, saya tetap berharap semoga rangkaian diperpanjang dan frekuensi disesuaikan dengan kebutuhan.
Jangan lupa masalah perlintasan-perlintasan di Jakarta ini mas  Kalau kereta diperbanyak sekonyong-konyong, bisa-bisa kemacetan di jalan raya akan semakin parah di dekat-dekat PJL karena itu palang makin sering menutup. Dalam hal ini saya kasihan juga kalau terus-terusan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang menjadi pemain "tunggal" yang dituntut dan dipersalahkan terus.
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013
Posts: 402
Threads: 0
Joined: Sep 2011
(20-01-2012, 12:47 PM)Agus Riyanto Wrote: Biasanya ada asap krn ada api. Ada sebab ada akibat.
Maksudnya : selesaikan dahulu inti permasalahannya (kenapa mereka sampai hrs naik ke atap). baru cari jalan keluarnya
win win solution lah .....
Saya sebenarnya kurang setuju dengan argumentasi anda, karena nanti akan berlarut-larut, dan akan makin banyak waktu yang terbuang.
Membuang-buang waktu sama saja dengan membuang uang.
Seringkali apa yang ampuh untuk mengatasi penyakit masyarakat bukanlah apa yang enak untuk masyarakat.
Posts: 2,186
Threads: 0
Joined: Aug 2011
Reputation:
34
(20-01-2012, 06:02 PM)mas_bagus_ajah Wrote: (20-01-2012, 12:47 PM)Agus Riyanto Wrote: Biasanya ada asap krn ada api. Ada sebab ada akibat.
Maksudnya : selesaikan dahulu inti permasalahannya (kenapa mereka sampai hrs naik ke atap). baru cari jalan keluarnya
win win solution lah .....
Saya sebenarnya kurang setuju dengan argumentasi anda, karena nanti akan berlarut-larut, dan akan makin banyak waktu yang terbuang.
Membuang-buang waktu sama saja dengan membuang uang.
Seringkali apa yang ampuh untuk mengatasi penyakit masyarakat bukanlah apa yang enak untuk masyarakat.
Yaah, mirip-mirip dengan posting saya di trid lain lah, sesekali tindakan represif juga diperlukan untuk menyelesaikan masalah  Kalau terlalu "lemah lembut" terus menerus juga bisa-bisa akan "diremehkan" terus menerus juga ....
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013
Posts: 358
Threads: 0
Joined: Jul 2009
Reputation:
2
he..hee..geli jg sama alasan komnas HAM...kenapa yg dibela malah para penumpang atapers yg jelas2 atap kereta bukan mjd hak penumpang dan rawan celaka ,...ane lebih setuju klo komnas ham memperjuangkan nasib penumpang yg berdesak2an di dalam kereta, kerugian penumpang karena keterlambatan/kerusakan kereta dll yg memang seharusnya mjd hak penumpang...
hidupkan lagi jalur KTA - PWR & feeder purworejo..
Posts: 2,477
Threads: 0
Joined: Jul 2010
Reputation:
25
Posts: 358
Threads: 0
Joined: Jul 2009
Reputation:
2
20-01-2012, 08:48 PM
(This post was last modified: 20-01-2012, 08:50 PM by Hendrix.)
hidupkan lagi jalur KTA - PWR & feeder purworejo..
|