Posts: 890
Threads: 0
Joined: Nov 2010
Reputation:
17
[spoiler= BRAKE.Emergency use only]
YAHOO!
nikimura.cellular
[/spoiler]
Posts: 2,477
Threads: 0
Joined: Jul 2010
Reputation:
25
Posts: 890
Threads: 0
Joined: Nov 2010
Reputation:
17
[spoiler= BRAKE.Emergency use only]
YAHOO!
nikimura.cellular
[/spoiler]
Posts: 1,781
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
27
(09-03-2011, 11:29 AM)sochdi Wrote: misi om bravo...numpang buat trit ya, kalo serasa ga perlu ada trit baru silakan digabung aja...tks
Quote:Rabu, 09/03/2011 11:15 WIB
Waduh! Tiket KA Eksekutif dan Bisnis Naik 10% Bulan Depan
Herdaru Purnomo - detikFinance
Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) bakal menaikkan tarif tiket untuk KA kelas eksekutif dan bisnis sebesar 5-10% mulai April 2011. Kenaikan tarif akibat biaya operasional yang terus meningkat.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama KAI Ignasius Jonan ketika ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (9/3/2011).
"Untuk kereta api bisnis dan eksekutif akan naik bulan depan. Rata-rata sebesar 5-10% untuk semua rute. Ini karena kereta bisnis dan eksekutif dalam 2 tahun terakhir belum pernah naik tarifnya," ujar Jonan.
Jonan menuturkan, kenaikan tarif perlu dilakukan karena biaya operasional terus naik, dan semua harga juga naik saat ini.
"Terutama kenaikan harga suku cadang. Gaji pegawai pun naik. Jadi mau tidak mau tarif bakal dinaikkan," imbuh Jonan.
Dijelaskan Jonan, selama ini kontribusi penjualan tiket penumpang ke pendapatan KAI mencapai 40%, 10% disumbang properti, dan 50% dari tarif angkutan barang.
"Target kita di 2011 atau 4 tahun ke depan, pendapatan bakal naik 60% itu untuk angkutan barang. Untuk angkutan barang naik 5-10%. Khusus dari eksekutifnya 5%," tuturnya.
Setiap tahun, biaya operasional yang harus dirogoh KAI mencapai Rp 6 triliun secara rata-rata.
Untuk kenaikan tiket KA kelas ekonomi, Jonan tak mau berbicara banyak. "Untuk tiket ekonomi itu domainnya Kementerian Perhubungan," tukasnya singkat.
(dnl/ang)
SUMBER
gimana dengan fasilitas? naik jugakah? 
mau berkomentar sedikit tentang pengalaman harga K1 dan K2 yang pernah ane naikin ke Daop VI.
Pertengahan tahun 2009 apa 2008, lupa ane, saat itu tarif KA 8 (Argo Lawu) adalah 200ribu weekdays, 220ribu weekend dan 240ribu Long Holiday hanya selisih 100ribu dengan Senja Utama Solo yang masih bertarif 100ribu All days. Tarif KA 9 Argo Dwipangga saat itu bahkan cukup terjangkau, 170ribu weekdays, 180ribu weekend dan 200ribu long Holiday. Saat itu Tuslah masih Ada . Menjelang Tuslah dihapus, harga memang sempat turun, sampai H+1 bulan tuslah dihapus harga cukup normal. Namun di tahun 2010, harga tiket KA mulai tak wajar. KA 8 weekdays mencapai 220ribu, Long Holiday mencapai 300ribu dan KA Senja Utama Solo yang naik menjadi 130ribu dengan fasilitas itu2 saja bahkan cenderung menurun. Di tahun 2011, KA 8 tarif mencapai 240ribu weekdays dan kalau Long holiday, tarif bakal saingan sama Bima dengan rute Bima yang "wajar" karena sampai Surabaya.
Yang jadi pertanyaan ane, benarkah selama 2 tahun tarif KA Eksekutif dan Bisnis sudah tidak lama dinaikkan? Lalu selisih2 tiap tahun itu apakah bukan suatu kenaikan? Bukannya saya tidak setuju kalau tarif naik, toh terbukti dengan tarif Senja SLO yang sekarang mencapai 150ribu, fasilitas lumayan meningkat dengan adanya fasilitas tirai, OTC, Stopkontak, peminimalisir pedagang, tapi apakah rakyat menengah kebawah tidak berhak menikmati KA kelas bisnis? Tentu masyarakat akan lebih cerdas berpikir kritis di jaman serba sulit seperti ini dan lebih memilih moda transportasi lain yang dengan tarif sama namun fasilitas lebih. Tidakkah sebaiknya dikaji kembali masalah tarif ini, minimal menciptakan kepercayaan masyarakat terhadap KA, jangan profit oriented dulu. Maaf kalau agak frontal. Ini hanya pendapat...
Cobalah Cari tahu sendiri dulu baru bertanya bila benar - Benar Bingung dan tidak ada penjelasan, jangan maunya disuapin terus. Gak ada Nubie atau Master, semua sama, sama - sama belajar. 
Posts: 510
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
6
(10-03-2011, 02:22 AM)Dj_Dj_300791 Wrote: (09-03-2011, 11:29 AM)sochdi Wrote: misi om bravo...numpang buat trit ya, kalo serasa ga perlu ada trit baru silakan digabung aja...tks
Quote:Rabu, 09/03/2011 11:15 WIB
Waduh! Tiket KA Eksekutif dan Bisnis Naik 10% Bulan Depan
Herdaru Purnomo - detikFinance
Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) bakal menaikkan tarif tiket untuk KA kelas eksekutif dan bisnis sebesar 5-10% mulai April 2011. Kenaikan tarif akibat biaya operasional yang terus meningkat.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama KAI Ignasius Jonan ketika ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (9/3/2011).
"Untuk kereta api bisnis dan eksekutif akan naik bulan depan. Rata-rata sebesar 5-10% untuk semua rute. Ini karena kereta bisnis dan eksekutif dalam 2 tahun terakhir belum pernah naik tarifnya," ujar Jonan.
Jonan menuturkan, kenaikan tarif perlu dilakukan karena biaya operasional terus naik, dan semua harga juga naik saat ini.
"Terutama kenaikan harga suku cadang. Gaji pegawai pun naik. Jadi mau tidak mau tarif bakal dinaikkan," imbuh Jonan.
Dijelaskan Jonan, selama ini kontribusi penjualan tiket penumpang ke pendapatan KAI mencapai 40%, 10% disumbang properti, dan 50% dari tarif angkutan barang.
"Target kita di 2011 atau 4 tahun ke depan, pendapatan bakal naik 60% itu untuk angkutan barang. Untuk angkutan barang naik 5-10%. Khusus dari eksekutifnya 5%," tuturnya.
Setiap tahun, biaya operasional yang harus dirogoh KAI mencapai Rp 6 triliun secara rata-rata.
Untuk kenaikan tiket KA kelas ekonomi, Jonan tak mau berbicara banyak. "Untuk tiket ekonomi itu domainnya Kementerian Perhubungan," tukasnya singkat.
(dnl/ang)
SUMBER
gimana dengan fasilitas? naik jugakah? 
mau berkomentar sedikit tentang pengalaman harga K1 dan K2 yang pernah ane naikin ke Daop VI.
Pertengahan tahun 2009 apa 2008, lupa ane, saat itu tarif KA 8 (Argo Lawu) adalah 200ribu weekdays, 220ribu weekend dan 240ribu Long Holiday hanya selisih 100ribu dengan Senja Utama Solo yang masih bertarif 100ribu All days. Tarif KA 9 Argo Dwipangga saat itu bahkan cukup terjangkau, 170ribu weekdays, 180ribu weekend dan 200ribu long Holiday. Saat itu Tuslah masih Ada . Menjelang Tuslah dihapus, harga memang sempat turun, sampai H+1 bulan tuslah dihapus harga cukup normal. Namun di tahun 2010, harga tiket KA mulai tak wajar. KA 8 weekdays mencapai 220ribu, Long Holiday mencapai 300ribu dan KA Senja Utama Solo yang naik menjadi 130ribu dengan fasilitas itu2 saja bahkan cenderung menurun. Di tahun 2011, KA 8 tarif mencapai 240ribu weekdays dan kalau Long holiday, tarif bakal saingan sama Bima dengan rute Bima yang "wajar" karena sampai Surabaya.
Yang jadi pertanyaan ane, benarkah selama 2 tahun tarif KA Eksekutif dan Bisnis sudah tidak lama dinaikkan? Lalu selisih2 tiap tahun itu apakah bukan suatu kenaikan? Bukannya saya tidak setuju kalau tarif naik, toh terbukti dengan tarif Senja SLO yang sekarang mencapai 150ribu, fasilitas lumayan meningkat dengan adanya fasilitas tirai, OTC, Stopkontak, peminimalisir pedagang, tapi apakah rakyat menengah kebawah tidak berhak menikmati KA kelas bisnis? Tentu masyarakat akan lebih cerdas berpikir kritis di jaman serba sulit seperti ini dan lebih memilih moda transportasi lain yang dengan tarif sama namun fasilitas lebih. Tidakkah sebaiknya dikaji kembali masalah tarif ini, minimal menciptakan kepercayaan masyarakat terhadap KA, jangan profit oriented dulu. Maaf kalau agak frontal. Ini hanya pendapat... 
 Bingung sama pernyataan pa Jonan. masa K1 sma K2 selama 2 thn ga pernah naik, ane stuju sma pendpt yg satu ini. contoh senjut Slo yg naik 10 sampae 20 rb thn kemaren. Gmn mo maju KA klo harga barang ato operasional naik, tarif ikut naik tp tdk melihat kondisi ekonomis masyarakat. Klo menurut ane cr dulu sumber pndptan (yakni masyarakat) sebyk2nya dengan tarif yg relatif lbh murah dr pesaing. jgn sampe mereka beralih dengan alasan sudah mahal terlambat pula dan tidak nyaman. jd rangkul dulu masyarakat dengan tarif murah maka dengan jumlah penumpang byk otomotasi biaya operasional bisa tertutup. Nasibb..... nasib... kereta q kapan bs maju klo bgini trus yg ada bs bubar PT. KA.
Suara lokomotif C201 yg bikin kangen
Posts: 833
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
12
saya beli tiket KA Bima 33 hari minggu ini harganya 340 ribu, padahal kemarin-kemarin paling mahal 310 ribu. lha kalau april mau dinaikin lagi 10 persen berarti jadi 110% kali 340 ribu = 370an ribu, busyeettt
KA Sumber Kentjono
Posts: 2,344
Threads: 0
Joined: Dec 2008
Reputation:
8
10-03-2011, 09:07 AM
(This post was last modified: 10-03-2011, 09:08 AM by bonbon.)
makin ga kesampean ngajak family ke PWT naik purwojaya exe  , udeh nasib cuman mentok di K2...nyoba Bogowonto aja lah
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
Posts: 214
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
6
Trus Senjut Solo mau tiketnya mau naik berapa lagi? Kemaren terakhir naik Senjut Solo weekend tiketnya aja udah 160 rb. Mending naek Prameks-Bogowonto kalo mau ekonomis atau Lodaya bisnis-Gopar bisnis, tiket mungkin sama tapi fasilitas lebih baik.
Posts: 248
Threads: 0
Joined: Sep 2010
Reputation:
1
hmm...makin mahal tiketnya, makin turun fasilitas dan pelayanan
ini karena ptkai ga punya pesaing! jadinya semau mereka menaikkan tarif bisnis=eksekutif tanpa mengiringi dengan kenaikan fasilitas dan pelayanan...
kapan ya ada saingannya? biar terjadi kompetisi sehat di dunia perkeretaapian...
btw rel masih punya negara kan, bukan ptkai?
Posts: 417
Threads: 0
Joined: Nov 2010
Reputation:
6
PAYAH !!!! PAYAH !!!!!!
Bukan nya memperbaiki pelayanan / fasilitas, koq malahan tarif yg dinaikan......
K2 aja udh srasa K3.... pedagang, pengamen, ngodong.....
blm lg K1 yg tkadang AC nya ga dingin......
|