Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Sistem Kelistrikan Kereta Listrik
#21
^^^
- setahu saya kekurangan motor induksi 3 fasa pas start awal nyedot arus listrik cukup besar (lebih besar dari motor DC malah) sekitar 6-7 kali dari arus nominal setelah berjalan

- kalau masalah HOLEC kayaknya sih dari inverter traksi atau kontrolnya bukan motor traksinya, buktinya krl Hitachi dan beberapa KRL eks-Tokyu yang juga pakai motor 3 fasa sampai sekarang jarang mogok (kalo KRL-I saya kurang tahu)
Yah mugkin suku cadangnya kurang atau spesifikasi yg kurang cocok di lintas jabotabek ditambah lagi iklim Indo yang lembab-panas berdebu

- Bisa saja dijalankan, tapi LAA AC yang seperti di negara2 eropa masih AC 1 fasa jadi KRLnya harus ditambahkan rectifier/penyearah
arus (semacam dioda gitu) menjadi DC untuk kemudian diubah lagi menjadi AC 3 fasa oleh inverter traksi.

CMIIW maklum sama2 masih belajar hehehe..

Untuk lebihnya kayakya Mas Charles yang lebih tahu..



Berharap Rangkas Jaya ditarik lokomotif listrik..
Reply
#22
Kita tahu KRL di Jabodetabek ambil listriknya dari PLN. Persoalannya, PLN membangkitkan listrik dengan arus bolak-balik (AC) sementara KRL di sini menggunakan sistem elektrifikasi 1500V DC (yang katanya bakal diganti jadi 15kV DC).

Beberapa pertanyaan saya nih,

1. Di gardu listrik mana saja listrik AC PLN ini diubah jadi listrik DC 1500V untuk KRL? Teknologi apa yang digunakan (thyristor dsb)?

2. Apakah grid LAA KRL bisa mensuplai balik ke grid AC PLN untuk konsumen lainnya (rumah tangga dan industri), mengingat beberapa KRL punya sistem pengereman regeneratif, atau daya dari pengereman regeneratif hanya didistribusikan sebatas di grid KRL saja?

3. Saat ini rencana elektrifikasi terdekat diberikan untuk jalur mana saja?

4. Adakah rencana resmi untuk modifikasi sistem kelistrikan LAA? Rasanya nanggung karena sistem 15kV DC ini tampaknya lumayan langka, jarang dipakai. Kenapa tidak 25kV AC sekalian... Bingung

Mohon pencerahannya... Terima kasih Xie Xie
visit my blog


Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api' Playboy

RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply
#23
No 3 setau saya sih yg lg dielektrifikasi ya citayam - nambo
Reply
#24
4. Kalau diubah, apakah KRL-KRL yang sebagian besar teknologi kelistrikannya tua masih bisa dioperasikan?
[Image: Siggy.jpg]
Reply
#25
sundul dulu

Citayam-Nambo elektrifikasi? Kapan itu? Jalurnya aja masih mati suri.
visit my blog


Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api' Playboy

RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply
#26
Sundul Xie Xie

Ternyata bener Citayam-Nambo mulai dielektrifikasi. Sipp deh, gak cuma hidup lagi tapi langsung sekalian dapat upgrade.

Btw pertanyaan poin satu.... tentang suplai arus DC dari PLN... Bingung
visit my blog


Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api' Playboy

RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply
#27
wah, mas loko dapat info dari mana soal upgrade voltase ke 15 kV DC?

btw, ternyata "penyetruman" alias eletrifikasi mahal juga ya biayanya. kalau diindonesia, dari berita2 yang ada dimedia, rata2 per km bisa habis 20-30 milyar. penyetruman nambo yang jaraknya sekitar 10 km habis kira2 300 milyar. padalarang-cicalengka yang 40 km kira2 habis 1.2 triliun katanya.

kalau dibandingkan di amerika yang pakai 25 kV AC, per 5-6 km bisa buat beli lok baru seharga 2.5 juta dollar. berarti kalo di rata2 sekitar 5 milyar rupiah per km.

apakah ada pengaruhnya dari sistem DC 1.5 kV? saya pernah baca, sistem voltase rendah arus tinggi memerlukan kabel yang lebih tebal dan gardu listrik yang banyak.

mohon pencerahannya...
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#28
(16-02-2011, 05:50 AM)jadrians Wrote: Kalau saya yg org awam bedain Rheo dan VVVF cuma dari suara sewaktu akselerasi..Kalau Rheo didahului bunyi.."cetok" kalau VVVF ada bunyi yg dinamis seperti kita naik motor matik..
Boleh saya koreksi sedikit. Kalau bunyi "cetok" memang benar ada di rheos/chopper, tapi tidak didahului bunyi "cetok" pada akselerasi awal. Bunyi nya itu ketika throttle masuk ke posisi idle. Maaf jika ada kesalahan, nama nya juga manusia hehehe
Reply
#29
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#30
Tak coba jawab ya..CMIIW...

No.1 setahu saya untuk penyearahan arus listrik yang jelas jaman sekarang teknologi yg dipakai semikonduktor (semacam dioda gitu), kalo jaman lok Bon-Bon masih berjaya dulu pakai teknologi tabung kaca vakum berisi air raksa (mercury arc rectifier) c/o GLAA Jatinegara & Ancol. Malah dulu sebelum dipakai teknologi air raksa, LAA. disupply langsung dari generator DC yg berukuran besar (rotary converter).

Lengkapnya bisa dilihat di sini:
http://listrikaliranatas.blogspot.com

No.4 Khusus untuk lintas2 jarak jauh yang belum terelektrifikasi, dari pada pakai tegangan 25kV AC lebih cocok pakai tegangan 20kV AC, lagi pula teg. 20kV sudah sama dengan sistem distribusi ketenagalistrikan PLN, jadi dapat langsung disupply dari gardu induk PLN yang sudah ada (tidak perlu bangun gardu baru). & sukur2 lagi dapat hibahan lok listrik JRF macam EH500 yang bertegangan 1,5kV DC / 20kV AC hehehe...
Berharap Rangkas Jaya ditarik lokomotif listrik..
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)