16-04-2012, 09:04 PM
|
Sta. Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschapij (B-OS)
|
|
17-04-2012, 05:48 AM
Quote: Sumber : republika.co.id
17-04-2012, 05:31 PM
yang saya nggak habis pikir ialah, itu kaca pemisah peron/platform yang membagi 2 area di peron maksudnya apa ya? terutama di peron/platform jalur 9-10. karena dibuat kaca pemisah, area peron jadi makin sempit. dulu waktu nggak ada kaca pemisah, peron lumayan lega.
kasus yang sama terjadi juga di stasiun pasar senen. hanya saja, kalau di pse masih mendingan. karena peronnya lebar banget kira2 sampai 15 m, dibagi 2 pun masih cukup lapang buat penumpang untuk menunggu. kasus di beos, lebar peron cuma 5m dibagi 2, jadi penumpang jalur 10 hanya kebagian jatah 2.5m area. sangat sempit apalagi krl yang singgah di jalur 10 lumayan banyak.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
17-04-2012, 08:38 PM
(17-04-2012, 05:31 PM)ady_mcady Wrote: yang saya nggak habis pikir ialah, itu kaca pemisah peron/platform yang membagi 2 area di peron maksudnya apa ya? terutama di peron/platform jalur 9-10. karena dibuat kaca pemisah, area peron jadi makin sempit. dulu waktu nggak ada kaca pemisah, peron lumayan lega. Bener banget om . Tapi kalo di PSE juga ribet om jadinya
[spoiler]
[/spoiler]
18-04-2012, 06:03 PM
(17-04-2012, 05:31 PM)ady_mcady Wrote: yang saya nggak habis pikir ialah, itu kaca pemisah peron/platform yang membagi 2 area di peron maksudnya apa ya? terutama di peron/platform jalur 9-10. karena dibuat kaca pemisah, area peron jadi makin sempit. dulu waktu nggak ada kaca pemisah, peron lumayan lega. mencoba menganalisa,Oom jalur 10 itu KRL jalur Bekasi kan ya? Jalur 9 itu kalo nggak salah dipake KA AKAP macam Gajayana mungkin untuk membatasi gerak gerik demi 100%
693-5073-893-673
14-08-2012, 05:31 PM
Ada yg tau gak gimana KA berlokomotif berbalik arah di stasiun Jakarta kota?
kan stasiun ini stasiun ujung & tidak ada jalur untuk memindahkan lok dari satu ujung KA ke ujung lainnya, ni gambarnya
14-08-2012, 06:44 PM
(This post was last modified: 14-08-2012, 06:45 PM by kuli bangunan.)
Ga ada lokomotif yg balik arah di sta jakk (beos)...secara jakk adalah stasiun ujung. Ka lokal rangkas/ merak mundur dulu ke sta kpb baru kemudian maju menuju sta angke, ka lokal pwk n ka akap didorong dulu ke arah dipo baru lepas lok terus pakai lok langsir ditarik ke peron sta jakk baru kemudian sambung dengan lok aslinya...
14-08-2012, 07:51 PM
(14-08-2012, 06:44 PM)kuli bangunan Wrote: Ga ada lokomotif yg balik arah di sta jakk (beos)...secara jakk adalah stasiun ujung. Ka lokal rangkas/ merak mundur dulu ke sta kpb baru kemudian maju menuju sta angke, ka lokal pwk n ka akap didorong dulu ke arah dipo baru lepas lok terus pakai lok langsir ditarik ke peron sta jakk baru kemudian sambung dengan lok aslinya... oh gitu ya caranya, terima kasih atas infonya
20-08-2012, 06:30 AM
dulu sekitar dekade 80 an waktu saya masih kecil, saya pernah lihat disetiap ujung rel dekat sepur baduk ada wessel silangnya. persis dengan yang ada di stasiun tanjung priuk atau surabaya kota. jadi lok2 bisa putar tanpa ada gerakan mundur dari seluruh rangkaian.
ada yang tahu kapan wesel2 silang itu dicabut?
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
20-08-2012, 12:04 PM
Dicabut sktr th 95an mas wkt itu ada wesel kan krn Parahiyangan brkt dr kota stlh brktnya dr Gambir weselnya dicabut bareng sm pemasangan sinyal elektrik
RF bambangwitjak, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Nov 2010.
|
|
« Next Oldest | Next Newest »
|
Users browsing this thread: 1 Guest(s)





[/spoiler]

kan stasiun ini stasiun ujung & tidak ada jalur untuk memindahkan lok dari satu ujung KA ke ujung lainnya, ni gambarnya 