Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Tiga Gerbong KA Logawa Terguling, Enam Tewas
#21
(29-06-2010, 06:15 PM)enrico Wrote: Ada kabar terbaru soal PLH ini? Yg sy denger korban jiwa bertambah 1 lg menjadi 7.

Semoga arwah mereka di terima di sisiNya...

Katanya sekarang jadi 8...tolong pantau perkembangannya...turut berduka cita atas jatuhnya korban....

[Image: a2vric.jpg]
Reply
#22
Selasa, 29/06/2010 18:26 WIB
KA Logawa Terguling
Lokasi Dipasangi Lampu karena Gelap, Perbaikan Rel Dikebut

Samsul Hadi - detikSurabaya
Nganjuk - Perbaikan rel yang rusak parah setelah insiden tergulingnya KA Logawa di Wilangan, Nganjuk yang menewaskan 6 orang itu terus dikebut. Hingga pukul 17.30 Wib, 4 lampu bersumber genset telah dipasang di lokasi untuk memberikan penerangan.

Sementara tenaga perbaikan dikerahkan mekanik dari sejumlah stasiun, mulai dari Walikukun, Ngawi hingga Stasiun Kediri Kota. Sedangkan 3 gerbong yang terguling belum dapat dievakuasi. Pelaksanaannya menunggu kedatangan kereta craine KA Kumbokarno dan perbaikan rel.

"Itulah sebabnya kenapa sekarang kami kebut perbaikan rel, karena memang KA Kumbokarno belum bisa datang kalau rel belum siap," ungkap Wakil Kepala Daops VII Madiun Nur Amin kepada detiksurabaya.com di lokasi, Selasa (29/6/2010).

Meski demikian Amin belum dapat memastikan berapa lama perbaikan rel bisa
diselesaikan. "Tentunya lebih cepat lebih baik, karena ini terkait juga dengan jadwal perjalanan kereta lainnya," imbuhnya.

Untuk teknis perbaikan, Amin menjelaskan, pihaknya mendatangkan bantalan rel sementara yang terbiat dari kayu dan didatangkan dari Stasiun Kertosono dan Nganjuk.

"Dengan bantalan sementara ini, kami memiliki istilah pemberian slogan. Masinis yang lewat akan diberikan aba-aba menjaga kecepatan keretanya, karena memang kondisi rel yang masih labil," jelas Amin.

(gik/gik)
http://surabaya.detik.com/read/2010/06/2...y991101465

Selasa, 29/06/2010 18:15 WIB
KA Logawa Terguling
Kedatangan Kereta Terlambat Hingga 4 Jam

Imam Wahyudiyanta - detikSurabaya

Surabaya - Tergulingnya KA Logawa jurusan Purwokerto-Jember menyebabkan keterlambatan kedatangan kereta yang berangkat dari Bandung dan Jakarta. Keterlambatan ini dikarenakan adanya pengalihan jalur. Keterlambatan kereta berkisar antara 2-4 jam.

"Yang dari Surabaya terlambat 2 jam, yang dari Malang terlambat 4 jam," kata pengawas seksi operasi wilayah Malang, Romi Prihandoko, saat dihubungi detiksurabaya.com, Senin (29/6/2010).

Romi yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Stasiun Gubeng mengatakan bahwa kereta jurusan Bandung-Jakarta yang berangkat dari Stasiun Gubeng akan berangkat melalui Stasiun Pasar Turi dengan dilewatkan Sidotopo. Tetapi penumpang tetap naik kereta dari Stasiun Gubeng, bukan dari Satasiun Pasar Turi.

"Kami mengutamakan pelayanan terhadap para penumpang," tutur Romi.

Nantinya, kata Romi, kereta akan dilewatkan jalur Utara melalui Semarang untuk jurusan Jakarta dan melalui Gambringan-Solo untuk jurusan Bandung. Kereta yang diberangkatkan dari Stasiun Gubeng adalah Bima (17.00 WIB), Turangga (18.00 WIB), Sancaka (15.00 WIB) dan Mutiara Selatan (16.30 WIB). Sedangkan kereta dari Malang yang diberangkatkan lewat jalur Utara adalah Mataremaja, Malabar dan Gajayana.

KA Logawa terguling pada pukul 14.30 WIB. Saat kejadian kereta membawa banyak penumpang. 6 orang tewas dalam kejadian itu dan 73 orang terluka dalam peristiwa itu.
(iwd/wln)

http://surabaya.detik.com/read/2010/06/2...y991102465

9 Juni 2010, 18:12:08| Laporan Eddy Prastyo
KA Logawa Terguling
PT KA Daop VIII Menduga Ada Rel Yang Putus


suarasurabaya.net| PT KA Daop VIII sementara menduga ada kerusakan pada rel di KM 133+0/5antara Sarada-Wilangan, Madiun yang menyebabkan tergulingnya gerbong KA Logawa. HERI WINARNO Koordinator Humas PT KA Daop VIII pada suarasurabaya.net mengatakan kecelakaan itu didahului anjloknya KA.

Akibatnya, 6 gerbong keluar dari jalur relnya, yakni di gerbong 6 hingga 11 yang berada di rangkaian paling belakang. Tiga gerbong kelas ekonomi paling belakang terguling ke sebelah kiri dan terlepas dari rangkaian utamanya.

“Sementara ini kita menduga ada rel yang terputus. Ini masih dugaan sementara, belum tahu apakah terputusnya sebelum atau saat dilewati KA Logawa. Untuk mengetahuinya, harus dilakukan pemeriksaan dulu di lapangan,” katanya.

Saat berita ini ditampilkan, upaya pembersihan jalur rel KA masih terus dilakukan. Menurut HERI, jalur KA Saradan diharapkan bisa bersih pada Rabu (30/06) pukul 03.30 WIB.(edy)
http://kelanakota.suarasurabaya.net/?id=...b201078617
.
Reply
#23
astagrifullahh...
kereta paporitt ane...
smoga tidak terjadi hal yg lebih burukk
...terus melangkah...
Reply
#24
Sedih Sedih

Turut berbela sungkawa aja deh buat korban yg tewas
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) harus bertanggung jawab atas insiden ini, ini jelas2 Human Error...
Sawunggalih Utama, Taksaka, Turangga, Argo Wilis, Lodaya, Kutut, Bogowonto AC, Kutsel and Malabar.
Reply
#25
Sad 
salam Semboyan 35...

saya RF baru disini...

kata PPKA-nya semua KA tujuan YK-JAKK lewat MN pindah lewat SBI(pasar turi)...
buat yang dari Kediri kemungkinan dibatalin...

Nangis
Reply
#26
denger di berita katanya 2 orang terjepit,tp akhirnya sudah bisa diselamatkan,3 gerbong masuk jurang sedalam 15meter,dugaan semntara katanya karena ada orang iseng nyolong baut sambungan kereta..
Reply
#27
Turut berbela sungkawa yang mendalam untuk para korban yang meninggal dunia semoga keluarga yang ditinggalkan mendapat kekuatan dan keteguhan hati. Amin.
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER

GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Reply
#28
Turut berduka cita.... semoga keluarga yang ditinggalkan mendapat kekuatan
.
Reply
#29
Korban tewas tambah lagi 1 jadi keseluruhan skrg ada 7 tapi masih perkiraan. Chabar selanjutnya menunggu

"Sumber Berita"

KA Logawa Terguling
Butuh Waktu 12 Jam Untuk Evakuasi Gerbong

Zainal Effendi - DetikSurabaya, 29 Juni 2010

Nganjuk - PT KA membutuhkan waktu sekitar 12 jam untuk melakukan evakuasi terhadap gerbong Logawa jurusan Purwokerto-Jember yang anjlok. Lamanya evakuasi karena kereta jatuh ke jurang.

"Proses evakuasi kita perkirakan selama 10-12 jam," kata Koordinator Humas PT KA Daops VIII, Herry Winarno kepada detiksurabaya.com saat dihubungi, Selasa (29/6/2010).

Lokasi kata Herry saat ini diguyur hujan. Meski hujan pihaknya tidak akan menghentikan evakuasi. Evakuasi gerbong yang anjlok tetap mereka lakukan.

Dalam kejadian kata Herry, KA Logawa membawa 11 gerbong. Dari 11 gerbong, 1 gerbong jatuh ke jurang dan 2 lainnya terguling sejauh 10 meter dari rel. Sementara 5 gerbong lainnya berada di atas bantalan rel. "Yang anjlok ada 6 gerbong, 3 diantaranya keluar dari bantalan rel," tandasnya.

KA Logawa terguling pada pukul 14.30 WIB. Saat kejadian kereta membawa banyak penumpang. 6 orang tewas dalam kejadian itu dan 73 orang terluka dalam peristiwa itu. (ze/wln)


"Sumber Berita"

KA Logawa Terguling
Korban Tewas Tambah 1 Orang, Belasan Luka-Luka

Inilah.com

INILAH.COM, Madiun - Jumlah korban tewas akibat tergulingnya kereta api ekonomi Logawa jurusan Purwokerto-Jember, di perbatasan Desa Wilangan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, bertambah satu orang. Kini jumlah korban meninggal menjadi enam orang.

Empat korban di antaranya berhasil dievakuasi. Sedangkan dua korban tewas masih berada di lokasi kejadian lantaran terjepit di bawah gerbong. Hingga kini, keenam identitas korban belum diketahui.

Selain korban tewas, belasan penumpang mengalami luka-luka, baik ringan maupun berat. Dalam kecelakaan tersebut, satu dari tiga gerbong KA Logawa yang terguling, terpisah dari rangkaian dan masuk ke dasar sungai kering.

Hingga berita ini diturunkan, suasana di lokasi kejadian dibanjiri warga yang ingin menyaksikan dari dekat sehingga sedikit menyulitkan proses evakuasi yang dilakukan petugas kepolisian.

Selain itu, arus lalu lintas sempat macet lantaran banyak kendaraan di sekitarnya berhenti untuk ikut menyaksikan. [beritajatim.com/bar]


"Sumber Berita"

KA Logawa Terguling
Rel Sepanjang 300 Meter Terputus

Samsul Hadi - DetikSurabaya, 29 Juni 2010

Nganjuk - Tergulingnya KA Logawa jurusan Purwokerto-Jember di Wilangan, Nganjuk membuat satu sisi rel terputus sekitar 300 meter. Selain itu, bantalan rel di sepanjang jalur itu hancur.

Dari pantauan DetikSurabaya, Selasa (29/6/2010) petang, rel yang terputus berada di sisi utara. Sedangkan bantalan rel dari beton hancur berantakan sepanjang 500 meter.

Untuk mempermudah evakuasi, saat ini petugas sudah memasang lampu penerangan di lokasi kereta terguling. Bantalan rel yang hancur kini juga sudah mulai diganti.

Sementara salah satu petugas lapangan PT KA, Sulistiadi, menjelaskan kemungkinan patahnya rel akibat kencangnya laju kereta, serta akibat terkena pengait 3 gerbong paling belakang yang kendor.

"Dari analisa sementara, laju kereta saat kejadian kita perkirakan melaju dengan kecepatan 70-80 kilometer perjam, serta kemungkinan pengait gerbong paling belakang kendor yang membuat terlepas dan rel juga ikut goyang serta patah," ujarnya, kepada DetikSurabaya di lokasi. (ze/bdh)


"Sumber Berita"

KA Logawa Terguling
Enam Tewas, Satu Diantaranya Pelajar yang Sedang Liburan

Sugeng Harianto - DetikSurabaya, 29 Juni 2010

Madiun - Diantara para korban, 3 anak terdeteksi siswa kelas II SMP 8 Kota Madiun. Yoga Prasetyo (15) dan Gigih (15) selamat, namun rekannya, Rahmat Bayu Rianto (15), nyawanya melayang.

Mereka bertiga akan ke Kota Surabaya. Mereka berangkat dari Stasiun Besar Madiun pukul 12.30 WIB dengan maksud bertamasya ke beberapa tempat karena liburan.

"Kami mau rekreasi ke Surabaya," kata salah seorang rekan korban Yoga kepada DetikSurabaya di RSUD Panti Waluyo Jalan Ahmad Yani Kota Caruban, Madiun, Selasa (29/6/2010).

Baik Yoga dan Gigih tidak memperkirakan jika salah satu temannya tewas dalam kecelakaan tersebut. Padahal mereka bertiga selama perjalanan terus bersama-sama.

Sebelumnya, KA Logawa jurusan Purwokerto-Jember terguling di perbatasan Saradan-Nganjuk. Dari kecelakaan tersebut 6 penumpang tewas dan 73 orang lainnya mengalami luka serta mendapat perawatan di RSUD Panti Waluyo. (fat/fat)


"Sumber Berita"

KA Logawa Terguling
Lokasi Dipasangi Lampu karena Gelap, Perbaikan Rel Dikebut

Samsul Hadi - DetikSurabaya, 29 Juni 2010

Nganjuk - Perbaikan rel yang rusak parah setelah insiden tergulingnya KA Logawa di Wilangan, Nganjuk yang menewaskan 6 orang itu terus dikebut. Hingga pukul 17.30 WIB, 4 lampu bersumber genset telah dipasang di lokasi untuk memberikan penerangan.

Sementara tenaga perbaikan dikerahkan mekanik dari sejumlah stasiun, mulai dari Walikukun, Ngawi hingga Stasiun Kediri Kota. Sedangkan 3 gerbong yang terguling belum dapat dievakuasi. Pelaksanaannya menunggu kedatangan kereta crane KA Kumbokarno dan perbaikan rel.

"Itulah sebabnya kenapa sekarang kami kebut perbaikan rel, karena memang KA Kumbokarno belum bisa datang kalau rel belum siap," ungkap Wakil Kepala Daops VII Madiun Nur Amin kepada detiksurabaya.com di lokasi, Selasa (29/6/2010).

Meski demikian Amin belum dapat memastikan berapa lama perbaikan rel bisadiselesaikan. "Tentunya lebih cepat lebih baik, karena ini terkait juga dengan jadwal perjalanan kereta lainnya," imbuhnya.

Untuk teknis perbaikan, Amin menjelaskan, pihaknya mendatangkan bantalan rel sementara yang terbuat dari kayu dan didatangkan dari Stasiun Kertosono dan Nganjuk.

"Dengan bantalan sementara ini, kami memiliki istilah pemberian slogan. Masinis yang lewat akan diberikan aba-aba menjaga kecepatan keretanya, karena memang kondisi rel yang masih labil," jelas Amin. (gik/gik)

Gambar terkait:

Gerbong yg terguling

[Image: KA-1B.jpg]

Evakuasi korban tewas oleh polisi

[Image: KA-2B.jpg]

Rel hasil las-lasan putus akibat kecelakaan tersebut

[Image: KA-3B.jpg]

Korban luka di RS Caruban Madiun

[Image: KA-4B.jpg]

Seorang anak yg luka pd kakinya digendong bapaknya

[Image: KA-6B.jpg]

Foto diambil dari DetikSurabaya
Reply
#30
Quote:Kecelakaan KA Madiun KNKT Kirim Investor
Selasa, 29 Juni 2010 | 18:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bergerak cepat atas terjadinya kecelakaan kereta api Logawa di Kabupaten Madiun (Jawa Timur), Selasa siang.

Empat orang investigator langsung dikirim untuk menyelidiki kejadian yang menewaskan tidak kurang dari enam orang tersebut. Juru bicara KNKT, JA Barata mengatakan, empat investigator yang telah dikirim ke Madiun adalah Kartomo, Lucky Bintri, Rio Apriliani dan Wahyu.

"Mereka dikirimkan untuk menyelidiki kejadian tersebut," kata Barata saat dihubungi di Jakarta, Selasa (29/6/2010).

Selain empat investigator tersebut, jelas Barata, satu lagi akan diberangkatkan pada Rabu, yaitu Kun Sabdono. Kun yang juga Ketua Sub Komite Penelitian Kecelakaan Kereta Api KNKT akan bertindak sebagai investigator in command (IIC).

Namun demikian Barata tidak bisa menerangkan lebih lanjut mengenai kecelakaan tersebut. "Saya sedang di Bali dan belum bisa memberikan penjelasan mengenai kecelakaan itu. Para investigator akan langsung bekerja meneliti ke lapangan dulu. Selanjutnya nanti akan diberitahukan," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, KA Logawa jurusan Purwokerto-Jember terguling di desa Petung perbatasan Saragan©Nganjuk. Tiga dari tujuh gerbong terakhir terguling dan masuk ke jurang sedalam 15 meter. Enam orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Belum diketahui pasti penyebab kecelakaan. Saat ini polisi masih menyelidikinya.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)