Posts: 1,488
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
27
03-12-2010, 09:47 PM
(This post was last modified: 04-12-2010, 07:09 AM by Ryzky_Widi.)
Kebahagian Seorang Penjaga Lintasan (Part 4)
* Cerita fiksi, nama, tempat, dan kejadian, hanya karangan belaka
Malam pun tiba. Pukul 20.05, Ridwan dan Sherly pun pulang. Petugas jaga lintasan malam ini hingga esok pagi diserahkan pada pak Wijiono yang sudah datang lebih awal. Karena mobil Sherly sudah hancur, maka Sherly dan Ridwan pulang dengan menggunakan Angkodes yang masih ada ketika malam hari, menuju rumah Sherly yang berada di pusat Kota Jember. Perjalanan dari daerah Gurah Sari menuju kota Jember ditempuh selama 1 jam. Di dalam Angkodes, mereka hanya berdua saja, mengingat malam hari, yang jarang ada penumpang.
Sesampainya di rumah Sherly, Ridwan dijamu oleh kedua orang tuanya dengan makan malam berupa nasi goreng dengan ayam panggang buatan ibu Sherly. Setelah makan malam, Ridwan menginap dikamar khusus tamu yang berada di lantai satu.
---------------------------------
Keesokan harinya ....
Karena Ridwan bertugas jaga perlintasan pada malam hari, maka dia menyempatkan diri untuk pulang dulu ke rumahnya di daerah Ledokombo. Ridwan diantar Sherly sampai rumah dengan sepeda motor, sekalian Sherly juga akan kuliah di Universitas Jember.
Singkat cerita ... Menjelang pukul 20.40. Ridwan dijemput Sherly kembali dengan sepeda motor untuk menuju pos perlintasan jalan Dahlia. Di pos itu ternyata ada Yusuf, 30 tahun, rekan Ridwan sesama profesi penjaga lintasan. Sementara, perlintasan jalan Mawar di handle oleh pak Syamsuri, dan perlintasan jalan Anggrek oleh pak Wijiono. Setelah bersalaman, Yusuf akhirnya pamit pulang dengan mengonthel sepeda, karena rumahnya memang tidak jauh dari perlintasan Dahlia. Karena malam hari selepas pukul 21.00 hingga sekitar pukul 01.00 dini hari, di wilayah Jember, tidak ada kereta api yang lewat, maka Ridwan dan Sherly pun mencoba istirahat di dalam rumah perlintasan. Sherly sengaja 'menginap' di rumah sangat - sangat sederhana itu untuk menemani Ridwan serta ingin merasakan menjadi penjaga lintasan pada malam hari.
"Tidurlah Sherly, malam sudah larut," kata Ridwan sambil menutup pintu rumah perlintasan.
"Aku tidak ngantuk. Aku akan menemanimu berjaga," balas Sherly.
"Tapi, apa kamu tidak dimarahi kedua orang tuamu, kalau kamu ikut berjaga di sini sampai besok pagi. Lagipula di sini dingin kalau malam."
"Tidak apa - apa, orang tuaku sudah mengizinkan aku. Dan, aku tahan dingin kok, jadi tidak masalah."
Tengah malam pun lewat, Ridwan terbangun karena digigiti nyamuk. Melihat Ridwan yang sibuk mengusir nyamuk - nyamuk nakal, Sherly membuka tas-nya.
"Nich, pakailah Lotion ini, biar nggak digigit nyamuk," kata Sherly sambil memberikan sebuah Lotion anti nyamuk kepada Ridwan.
"Terima kasih Sherly."
"Cepat oleskan di tanganmu."
Sesudah mengoleskan Lotion itu, Ridwan melihat sebuah jam dinding, dan jarum jam menunjukkan pukul 00.40.
"Syukurlah ..."
"Kenapa Ridwan ...?" tanya Sherly terheran - heran.
"Aku bangun tepat pada waktunya, dimana sebentar lagi kereta api akan melintas. Ternyata nyamuk - nyamuk tadi sengaja membangunkan aku," tandasnya sembari tersenyum simpul.
"Kamu ini aneh ih," canda Sherly sambil ikut tersenyum.
Ting Tong Ting Tong ...
Genta perlintasan berbunyi 10x, dimana kereta api akan melintas keluar dari Stasiun Kalisat, dan akan menuju ke arah barat. Setelah menjawab dering telepon, 2 menit kemudian, pintu perlintasan pun tertutup, sementara sirine perlintasan pun memecah keheningan tengah malam nan sunyi. Sekali lagi, sebuah KA Mutiara Timur malam dari arah Banyuwangi menuju Surabaya melintas dengan cepat.
-------------------------
Di saat subuh menjelang, pukul 04.30. Ridwan mencoba keluar untuk menyalakan kran air yang berada di samping rumah perlintasan untuk melaksanakan Sholat Subuh di dalam rumah perlintasan, sementara si Sherly berada di luar, duduk - duduk sambil menikmati udara dan embun pagi hari. Fajar pagi mulai muncul, Ridwan mencoba keluar untuk membeli sarapan, sementara Sherly tetap menunggu di luar rumah perlintasan. Kemudian, ketika Ridwan sedang pergi itulah, genta perlintasan berbunyi 5x disertai dering telepon. Mendengar itu, Sherly yang gugup, segera masuk ke dalam rumah perlintasan, dan langsung menuju meja layanan persinyalan. Sherly lantas mengangkat telepon itu ...
"Kereta api Pertamina sebentar lagi akan melintas ...," kata seseorang di telepon itu.
Akhirnya, Sherly yang kebingungan mencoba menenangkan diri, dan mencoba melihat tombol - tombol di meja persinyalan, sementara KA Pertamina 1 menit lagi melintas, dan jalan raya Dahlia sudah mulai ramai akan kendaraan. Sementara, sorot lampu lokomotif sudah terlihat di kejauhan ...
Be continued ...
- R y z k y W i d i A T m a j a -
Posts: 71
Threads: 0
Joined: Jul 2010
Reputation:
1
ayo mas lanjutkan....
seru nih ceritanya...
my Pesbuk
my Blog
Berjuang lulus UN dengan nilai terbaik
Posts: 1,488
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
27
05-12-2010, 05:05 PM
(This post was last modified: 05-12-2010, 05:18 PM by Ryzky_Widi.)
Kebahagian Seorang Penjaga Lintasan (Part 5)
* Cerita fiksi, nama, tempat, dan kejadian, hanya karangan belaka
Sementara itu, melihat ada KA Pertamina dari balik tikungan bukit di sebelah timur perlintasan Dahlia, Ridwan yang panik bergegas untuk berlari, namun karena kedua kakinya masih belum sembuh, dia pun terjatuh. Melihat ada seseorang terjatuh, seorang pejalan kaki mencoba menolong Ridwan untuk berdiri. Setelah itu, Ridwan berjalan kaki dengan sangat pasrah, begitu terdengar S-35 KA Pertamina
Sesampainya di tikungan jalan Dahlia, Ridwan akhirnya merasa lega, akhirnya pintu perlintasan sudah ditutup, dan KA Pertamina yang membawa 10 gerbong itupun melintas dengan aman. Lantas, Ridwan sempat berpikir, siapa yang menutup perlintasan ...? Apakah Sherly yang manis itu ...? Akhirnya begitu pintu perlintasan dibuka, Ridwan segera mendatangi rumah perlintasan. Dan ternyata ...
Tebakan Ridwan tidak keliru. Ternyata Sherly-lah yang menutup perlintasan jalan Dahlia. Ridwan terlihat lega dan Sherly pun tersenyum simpul. Kemudian, mereka berdua makan bersama. Dan, menu makanan pagi ini adalah Pecel, makanan kesukaan Ridwan dan Sherly. Namun, ketika sedang asyik makan bersama itulah, datanglah seseorang di depan pintu rumah perlintasan. Dia adalah pak Syamsuri, petugas jaga lintasan selanjutnya.
Akhirnya, setelah selesai makan, Ridwan dan Sherly pamit pulang. Namun, sebelum mereka meninggalkan area perlintasan jalan Dahlia, pak Syamsuri mengingatkan mereka bahwa ditempat ini mereka berdua bertemu. Kemudian, pak Syamsuri menunjukkan tempat ketika Ridwan dan Sherly selamat dari maut, dimana ada sebuah batu yang besar di pinggir ReL kereta api. Itulah batu dimana Ridwan terbentur dan tidak sadarkan diri, sedangkan Sherly terlepas dari pelukan Ridwan yang berada di sampingnya. Mereka berdua pun mencoba memandangi batu besar tempat mereka 'bertemu' secara ikatan hati.
------------------------------------
4 hari kemudian, menjelang sore. Ridwan begitu kagetnya melihat ada sebuah sepeda motor yang masih kinclong dan gres di halaman depan rumahnya, padahal pagi hari ketika dia keluar rumah untuk bertugas jaga lintasan, masih belum ada sepeda motor itu. Setelah bertanya kepada kedua orang tuanya, ternyata sepeda motor itu adalah hadiah dari seseorang. Dan, beserta sepeda motor itu ada sebuah surat yang ditujukan kepada Ridwan.
" (Bersama dengan ini, aku memberikan sebuah motor untukmu, sebagai pengganti sepeda kesayanganmu yang hilang, dan sebagai tanda terima kasih dariku berkat pertolonganmu waktu itu.
Sudah seminggu lebih kita kenal, dan aku sangat suka pada kehidupanmu yang sederhana dan bersahaja. Entah kenapa, aku juga merasa damai begitu dekat denganmu, serta aku selalu menangis begitu mengingat dirimu dan keluargamu yang masih hidup seadanya. Karena itu, aku sengaja membelikan motor ini untukmu, semoga kamu bisa menerimanya.
Oh iya, kedua orang tuaku ingin kau ke rumah, karena ada sesuatu yang ingin mereka bicarakan padamu, dan sepertinya penting sekali.
Sekian surat dariku, maaf jika ada yang salah dalam surat ini. Sekali lagi, terima kasih banyak atas semua pertolongamu padaku, semoga Tuhan membalas semua kebaikanmu. Amin ...)
Sherly Novia Putri "
Be continued ...
- R y z k y W i d i A T m a j a -
Posts: 1,488
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
27
Kebahagian Seorang Penjaga Lintasan (Part 6.1)
* Cerita fiksi, nama, tempat, dan kejadian, hanya karangan belaka
Keesoka harinya, setelah bertugas jaga lintasan. Ridwan segera meluncur ke rumah Sherly dengan sepeda motor barunya. Di tengah perjalanan, hujan deras mengguyur. Karena, dia tidak punya jas hujan, maka Ridwan berhenti sejenak di sebuah mini market di daerah Arjasa, sembari menunggu hujan reda. Beberapa menit kemudian, sayup - sayup suara S-35 terdengar, entah kereta api apa yang melintas.
1 jam kemudian, pukul 14.45. Hujan mulai reda, dan Ridwan pun kembali memacu motornya melintasi jalanan yang masih licin menuju rumah Sherly, yang berada di pusat kota Jember. Setibanya di rumah Sherly yang sepi, Ridwan dipersilahkan istirahat dahulu sambil menunggu kedua orang tua Sherly pulang.
Singkat cerita, malam pun menjelang. Kedua orang tua Sherly datang. Mereka berdua mengajak Ridwan makan malam bersama.
"Nak Ridwan, bagaimana sepeda motornya, apa nak Ridwan suka ...?," tanya ayah Sherly sebagai pembuka pembicaraan,
"Alhamdulillah, saya senang sekali. Dan, terima kasih banyak atas segalanya," balas Ridwan sambil melihat Sherly yang ikut tersenyum manis.
"Syukurlah, kalau nak Ridwan menyukainya," kata ibu Sherly.
"Nak Ridwan, ada yang ingin saya bicarakan," kata ayah Sherly yang kemudian dibalas Ridwan dengan anggukan kecil.
Suasana hening sejenak. Kemudian ...
"Begini nak Ridwan. Saya sudah banyak mendengar kehidupan nak Ridwan dari Sherly. Dan, saya ingin menawarkan sebuah pekerjaan untuk nak Ridwan," kata ayah Sherly.
"Maaf, pekerjaan apa pak ...?," tanya Ridwan.
"Di perusahaan saya, ada lowongan pada bagian keuangan. Saya bermaksud untuk menawarkan lowongan pekerjaan itu pada nak Ridwan. Bagaimana menurut nak Ridwan, apa berkenan ...?." tanya ayah Sherly sekali lagi.
Ridwan pun terdiam, sambil menggerakkan bola matanya ke segala arah yang menunjuknya bahwa dia sedang berpikir. Lantas ...
"Maaf bapak, sepertinya saya tidak bisa menerima lowongan itu," balas Ridwan dengan nada pelan.
"Kenapa ...?," tanya balik ayah Ridwan.
"Saya tidak mampu berada di bagian keuangan, saya takut kalau ada apa - apa nantinya. Jadi, saya minta maaf kalau sudah mengecewakan bapak dan semuanya."
"Ehm ... Jadi nak Ridwan ingin tetap menjadi penjaga lintasan ...," tanya ibu Sherly.
"Benar bu, saya tidak bisa meninggalkan pekerjaan itu, karena sudah 6 tahun saya jalani, dan sudah menjadi bagian dari hidup saya, meskipun upahnya tidaklah seberapa banyak, tapi kenangan - kenangan selama menjalani pekerjaan itu sangatlah banyak bagi saya," jelas Ridwan sembari melihat kedua orang tua Sherly.
Keadaan kembali menjadi sunyi sejanak.
"Baiklah, saya mengerti. Itu memang hal yang sulit, kalau kita harus meninggalkan apa - apa yang sudah kita cintai dan berharga buat kehidupan kita," kata ayah Sherly.
"Lagipula kami tidak memaksa, dan hanya menyarankan saja," tandas ibunda Sherly.
"Dan, bapak juga ingin membicarakan sesuatu yang penting sekali. Semoga nak Ridwan jangan terkejut karenanya," kata ibunda Sherly sekali lagi.
Suasanya menjadi sunyi kembali. Ayah Sherly tampak menghela nafas sejenak, sementara ibu Sherly terdiam, dan Sherly memandangi kedua orang tuanya dengan penuh penasaran. Apa yang akan dibicarakan lagi oleh ayahnya.
"Begini nak Ridwan. Kami selaku orang tua, tentunya sangat ingin Sherly mempunyai pasangan hidup, apalagi sebentar lagi Sherly lulus sarjana. Sementara Sherly juga sudah menemukan orang yang pantas untuk menjadi pasangan hidupnya kelak. Dan, orang itu adalah Ridwan Setiawan."
"Saya ...?" kata Ridwan terheran - heran.
"Ya. Anda pemuda yang dipilih oleh Sherly. Dia sangat bahagia dengan kehadiran nak Ridwan. Kami berencana, setelah Sherly lulus sarjana, kami akan menikakannya dengan nak Ridwan. Bagaimana menurut nak Ridwan sendiri ...? Apa berkenan ...?" tanya ayah Sherly.
"Maaf, bagaimana ya ...? Saya ini kan orang tidak mampu, apa pantas bersanding dengan keluarga bapak ...?" balas Ridwan.
"Kalau itu kan tidak masalah. Nanti, semua biaya akan kami tanggung. Bagaimana ...?" tanya ayah Sherly sekali lagi.
Be continued to Part 6.2 ...
- R y z k y W i d i A T m a j a -
Posts: 29
Threads: 0
Joined: May 2010
Reputation:
0
adjeebb....!!!!!
cerita ini memang adjeebb..., coba kalo fakta.., hhmm....tambah mantabb, bisa di film kan.., hohohooo....
sundul dahh...
sundul dahh...
Posts: 1,488
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
27
06-12-2010, 11:04 AM
(This post was last modified: 06-12-2010, 11:05 AM by Ryzky_Widi.)
Kebahagian Seorang Penjaga Lintasan (Part 6.2 - Ending)
* Cerita fiksi, nama, tempat, dan kejadian, hanya karangan belaka
---------------------------------------
Akhirnya, 2 bulan kemudian. Seorang penjaga lintasan ditakdirkan untuk bersanding dengan seorang gadis berparas manis nan kaya raya. Pesta pernikahan Ridwan dan Sherly dilangsungkan di sebuah Convention Hall besar yang berada di pusat kota Jember. Di depan pintu masuk ruangan, terpampang sebuah foto Ridwan dan Sherly dengan memakai gaun pengantin, bermesraan, di atas Lokomotif CC 20103, yang ketika itu sedang berhenti cukup lama untuk sesi pemotretan.
Dalam pesta pernikahan itu, dihadiri oleh banyak kerabat serta kawan - kawan dari kedua mempelai, termasuk juga mengundang kepala Stasiun Jember, dan kepala Stasiun Kalisat. Mereka semua terlihat bahagia, apalagi kawan - kawan Ridwan sesama penjaga lintasan menyempatkan diri hadir, dan mereka sudah mendapat izin untuk meninggalkan pos perlintasan yang seharusnya mereka jaga. Di atas kursi pelaminan, Ridwan dan Sherly tampak serasi dibalut pakaian dan gaun pengantin yang indah. Rentang sosial dan ekonomi seakan runtuh saat itu juga melihat mereka berdua begitu dekat dan hangat.
Tuhan memang Maha Adil. Ridwan yang merupakan orang tidak mampu dan serba kekurangan, akhirnya ditutupi oleh Tuhan, dengan menghadirkan Sherly yang merupakan orang dari keluarga kaya, dan mereka berdua akan mengisi kepingan - kepingan hidup seperti sebuah Puzzle.
Semua kejadian di dunia ini memang sebuah pilihan dan semuanya tinggal melihat hasil dari pilihannya. Andai Ridwan dulu tidak menolong Sherly, pasti dia tidak akan bertemu dengan gadis yang menjadi istrinya itu. Dan, berkat keikhlasan hati Ridwan sebagai penjaga lintasan, akhirnya suami dari Sherly itupun diangkat menjadi PPKA Stasiun Bandung, serta menempati rumah dinas pemberian PT. KA - DAOP II Bandung.
Selamat menempuh hidup baru, dan semoga bahagia ...
Ridwan Setiawan & Sherly Novia Putri
--------------------- F I N ----------------------------
- R y z k y W i d i A T m a j a -
Posts: 71
Threads: 0
Joined: Jul 2010
Reputation:
1
cerita nya keren bgt,
my Pesbuk
my Blog
Berjuang lulus UN dengan nilai terbaik
Posts: 890
Threads: 0
Joined: Nov 2010
Reputation:
17
08-12-2010, 10:47 PM
Hallo RF semua yuuk kita berintermizzooo, tp yg benar2 km alamin ya selama kamu melakukan perjalanan dengan menggunakan Kereta Api..khusunya ekonomi...(*kereta paling komplit)
"Apa sih yg kamu liat waktu km duduk di dalam gerbong ekonomi saat malam hari "
Ini kejadian nyata prend tp dah lamaa banget ..(*ssttt waktu ane masih ting-ting),kalo sekarang namanya"senja bengawan",waktu itu seberang tempat duduk ane (*dibatasi jalan) duduklah seorang cewek cakep banget, sama simbahny bawa ayam jago di bungkus daun kelapa ditaruh dirak atas (*dulu raknya masih diatas tempat duduk gk kayak sekarang, kursinyapun rotan), En- tuh cewek tampangnya judes banget, tiap dilirik buang muka, pokoknye gt deh......(*  kereta bunyi )...(*situasi kereta ekonomi lewatin pjl)
Singkat kata KA crossing... gak berhenti2 akhirnya penumpang ngantuk nih GAn, Ane sendiri yg masih mlotot ma ntuh cewek maklum jaman dulu blom ada fb ma hp jadi yg ditangan cuma TTS goepekan..
Ane perhatiin tuh cewek dah ngantuk berat, ane juga ngantuk akhirnya.. (lajunya kereta membuat semua penumpang gerak2 sendiri badannya), disaat mau bablas terlelap (antara setengah sadar dan tidak), ntuh Ayam yg dibawa simbahnya jatuh prend ke atas pangkuannya si cewek, kontan saja si cewek kaget teriak2 (*mungkin ngimpie dapet rejeki nomplok kali ya) tp ane malah gak nolongin Gan.. Ane malah ketawa kenceng banget  (*maklum deh Sri mulat mania ketawanya reflek) sampe penumpang semua pada bangun .(*dlm hati ane sukur dilirik judes banget sekarang dicium ayam lo..)... dan akhirnyee tuh ayam ditaruh dibawah kursi truss ane tertidur...
Tau-2 subuh Gan...ane bangun pesen kopi susu..(*kaga sikatan Gan maklum ekonomi air mahal harus deketin gerbong restorasi dulu baru ada air) Eh ane ngakak lagi Gan sampe mau keselek(*pas niup kopi susu) pas denger ayamnya bunyi Kukuruyuukkkk... (*inget kejadian semalem),
Trus ane ngelirik ke cewek itu eh dia tersenyum Gan..... Tapi Ane udah gak bisa suka lagi  liat dia karena senyumnya dia dimata ane udah berganti sama "patoknye ayam  " Ckckckckk... ekonomi2 ada2 aja dipelihara banyak yg komplain dibuang sayang....
[spoiler= BRAKE.Emergency use only]
YAHOO!
nikimura.cellular
[/spoiler]
Posts: 283
Threads: 0
Joined: Nov 2010
Reputation:
2
hahaha....luchu..
>> SEMBRANI
>>> TURANGGA
>>>> MUTIARA TIMUR
Harus selalu di HATI QU  tuutuuutt
Posts: 111
Threads: 0
Joined: Mar 2010
(08-12-2010, 10:47 PM)nikmuracell Wrote: [spoiler=Hallo RF semua yuuk kita berintermizzooo, tp yg benar2 km alamin ya selama kamu melakukan perjalanan dengan menggunakan Kereta Api..khusunya ekonomi...(*kereta paling komplit)
"Apa sih yg kamu liat waktu km duduk di dalam gerbong ekonomi saat malam hari "]
Ini kejadian nyata prend tp dah lamaa banget ..(*ssttt waktu ane masih ting-ting),kalo sekarang namanya"senja bengawan",waktu itu seberang tempat duduk ane (*dibatasi jalan) duduklah seorang cewek cakep banget, sama simbahny bawa ayam jago di bungkus daun kelapa ditaruh dirak atas (*dulu raknya masih diatas tempat duduk gk kayak sekarang, kursinyapun rotan), En- tuh cewek tampangnya judes banget, tiap dilirik buang muka, pokoknye gt deh......(* kereta bunyi )...(*situasi kereta ekonomi lewatin pjl)
Singkat kata KA crossing... gak berhenti2 akhirnya penumpang ngantuk nih GAn, Ane sendiri yg masih mlotot ma ntuh cewek maklum jaman dulu blom ada fb ma hp jadi yg ditangan cuma TTS goepekan..
Ane perhatiin tuh cewek dah ngantuk berat, ane juga ngantuk akhirnya.. (lajunya kereta membuat semua penumpang gerak2 sendiri badannya), disaat mau bablas terlelap (antara setengah sadar dan tidak), ntuh Ayam yg dibawa simbahnya jatuh prend ke atas pangkuannya si cewek, kontan saja si cewek kaget teriak2 (*mungkin ngimpie dapet rejeki nomplok kali ya) tp ane malah gak nolongin Gan.. Ane malah ketawa kenceng banget (*maklum deh Sri mulat mania ketawanya reflek) sampe penumpang semua pada bangun .(*dlm hati ane sukur dilirik judes banget sekarang dicium ayam lo..)... dan akhirnyee tuh ayam ditaruh dibawah kursi truss ane tertidur...
Tau-2 subuh Gan...ane bangun pesen kopi susu..(*kaga sikatan Gan maklum ekonomi air mahal harus deketin gerbong restorasi dulu baru ada air) Eh ane ngakak lagi Gan sampe mau keselek(*pas niup kopi susu) pas denger ayamnya bunyi Kukuruyuukkkk... (*inget kejadian semalem),
Trus ane ngelirik ke cewek itu eh dia tersenyum Gan..... Tapi Ane udah gak bisa suka lagi liat dia karena senyumnya dia dimata ane udah berganti sama "patoknye ayam " Ckckckckk... ekonomi2 ada2 aja dipelihara banyak yg komplain dibuang sayang.... [/spoiler]
Huahahahahahaahahahaha asli lucu bgt gan......
Ngakak gua bacanya....
|