Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Keamanan di atas KA
#21
Solo (ANTARA News) - Simulasi pasukan antiteror dari Grup Dua Kopasus Kandang Menjangan Surakarta di Stasiun Balapan Solo, Senin, membuat tegang para penumpang kereta api (KA).

Bahkan, datangnya helikopter yang membawa pasukan antiteror dengan terbang rendah juga sempat menggemparkan pengunjung di sekitar stasiun.

Pasukan itu turun dari sebuah helikopter jenis BELL 205 milik TNI AD berhasil disimulasikan dengan cepat membekuk dan menyergap pembajak yang menguasai kereta api (KA).

Simulasi pembebasan sebuah KA yang sedang dibajak melintas di Stasiun Balapan Solo itu menurunkan enam personil pasukan antiteror dari sebuah helikopter yang terbang rendah dengan menggunakan tali.

Pasukan tersebut dengan cepat menuju sebuah KA dengan dua gerbongnya yang berjalan pelan dari arah timur ke barat dan saat itu sedang dikuasai pembajak. Mereka dengan cepat mendeteksi keberadaan pembajak di kereta itu.

Pasukan antiteror itu, berhasil membekuk seorang pembajak hanya dengan waktu sekitar lima menit. Pembajak itu, dengan pengawalan ketat dibawa ke sebuah mobil jeep dan kemudian dibawa ke markas.

Kepala Stasiun Balapan Solo, Sutrisno mengakui, kedatangan pasukan antiteror tersebut hanya melakukan simulasi penangkapan teroris atau pembajak di KA.

Menurut Sutrisno, pihaknya sangat mendukung kegiatan tersebut, sehingga dengan menyediakan satu jalur khusus untuk simulasi kereta yang dijadikan sasaran.

"Simulasi yang dilakukan pasukan antiteror dilakukan secara tertutup dan berlangsung cukup cepat," katanya.

Menurut dia, dengan kegiatan simulasi tersebut setidaknya untuk jasa angkutan KA merasa nyaman. Karena, rawan teroris melakukan aksinya sejumlah objek vital sarana prasarana tempat publik perlu diantisipasi.

Sementara sejumlah pengunjung di Stasiun Balapan Solo dan petugas KA yang sempat dibuat tegang menjadi tenang, setelah mereka mengetahui bahwa adegan tersebut hanya simulasi penyergapan. (K-BDM/A038)
Tut..tut..Gujes..gujes.... Bye Bye
Reply
#22
ada fotonya?
Reply
#23
Bagus dhe yang pasti tingkatkan keamanan di dalam gerbong....
Jangan sampe apra penumpang merasa ga nyaman dengan moda transportasi ini...

Jadikan kereta sarana yang paling aman untuk bepergian jauh.

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#24
Dulu klo g salah ada trit yg membahas tentang pembajakan ini.Adanya di sepur badug Tersenyuum
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Reply
#25
Wah bahaya th, trus ngatasinya gimana? Misal, kereta yang dipake rombongan S35ers dibajak? Apa yang kita lakuin?
Reply
#26
Kalau teroris kebanyakan tanpa ancaman kalau sudah di lokasi kejadian. Mereka langsung jalanin aksinya secara brutal. Enggak yang itu ngeledakin dirinya enggak juga yang langsung memberondong peluru seperti di Bank Niaga yang di Medan itu. Jarang sekali mrk ngelakuin apa yang dilakuin Gegana tiap kali simulasi anti teror. Ngancam segala pengen ngeledakin diri apalagi itu tuntutannya berupa uang.

Tapi yang ditayangan itu cukup seru juga lihatnya. Seolah2 beneran tapi dinamitnya kelihatan banget deh kayaknya bohongannya...

Reply
#27
mudah2an gak ngalamin kejadian kayak gitu.
tentang pembajakan serayu, kok saya baru denger beritanya yah?
setuju sama komennya illia, kenapa gak anggrek aja ya yang dibajak?apa karena di anggrek gak bisa nyamar jadi pedagang asongan????
Reply
#28
Jangan sampai saya mengalami yang seperti itu... Kalaupun memang terpaksa di kereta yang saya tumpangi ada pembajakan, saya akan melawan dengan bantuan teman setia saya ( Ruger P-89TX )...
Purwojaya mahal... Kutojaya tiketnya habis... Yo wes lah Sinar Jaya ae...
Reply
#29
(01-01-2010, 08:47 PM)bagus70 Wrote: Saya ingat betul di tahun 2004, ada segerombolan perampok yang menyaru sebagai pedagang asongan naik KA Serayu dari stasiun Bekasi. Setelah beberapa menit perjalanan mereka langsung beraksi dan merampok semua penumpang, setelah sebelumnya merampas handphone semua penumpang.
Bahkan mereka juga sempat berusaha merampok para masinisnya (walaupun masinis memohon belas kasihan karena mereka tidak bawa banyak uang).
Beberapa yang berusaha melawan langsung dilempar keluar dari KA yang berjalan.

Aksi mereka berhenti setelah KA dihentikan secara paksa di tengah hutan jati di daerah Cibungur (antara Cikampek-Purwakarta).

Aksi ini baru ketahuan setelah KA sampai di Kiara Condong, Bandung, beberapa penumpang keluar dari KA dengan menangis histeris (bahkan ada yang ngesot di lantai).

Beberapa pelakunya ada yang tertangkap kemudian.

(02-01-2010, 09:32 PM)big bro Wrote: gara2 kang bagus, langsung ubek2 google

Quote:Lima Perampok di KA Serayu Tertangkap
Sabtu, 15 Mei 2004 | 20:17 WIB

[spoiler]
TEMPO Interaktif, Karawang:Jajaran Kepolisian Resort Karawang, Jawa Barat, Jumat (14/5) malam, berhasil membekuk lima pelaku perampokan yang terjadi di atas Kereta Api Serayu 168 CC 20197, jurusan Jakarta-Bandung-Kroya. Sepuluh orang lainnya masih dalam pengejaran.

Kelima orang itu berinisial At, Pl, An, Rd, dan Mm. Mereka ditangkap setelah polisi melakukan perburuan ke daerah Subang, Karawang, dan Cikampek. Hingga berita ini ditulis, kelimanya masih diperiksa intensif di Polres Karawang. Kasus perampokannya sendiri terjadi pada Kamis (13/5) malam.

"Begitu mendapat informasi tentang adanya perampokan di atas kereta, kita langsung berinisiatif untuk melakukan penyisiran. Kita naik ke kereta dari Jakarta sampai Karawang, dan menggali informasi dari para pedagang asongan. Sebab pelaku menyamar sebagai pedagang asongan," kata Kasat Reskrim Polres Karawang, Kapten Pol. Iwan R.S., Sabtu (15/5) malam.

Setelah mendapat ciri-ciri pelaku, polisi segera melakukan pengejaran dan berhasil menangkap lima orang. Informasi dari Polres Karawang menyebutkan, jumlah pelaku keseluruhan diperkirakan ada belasan orang. Kini, polisi masih terus memburu pelaku yang lain. "Berdasar informasi dan ciri-ciri yang kita miliki, pengejaran akan terus dilakukan, termasuk ke Jakarta," kata Iwan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, belasan perampok melakukan aksinya di atas kereta pada Kamis (13/5) tergolong sadis, pasalnya enam orang penumpang sempat dilemparkan keluar dari gerbong kereta.

Perampok mulai beraksi sekitar pukul 20.00 WIB. Drama perampokan itu dimulai setelah kereta api mulai berangkat dari Stasiun Cikarang Bekasi ketika gerbong kereta api disesaki oleh penumpang yang umumnya para pedagang.

Adapun modus yang digunakan pelaku itu, menurut Iwan, para pelaku berpura-pura menjadi penumpang. Bahkan, mereka juga memberi karcis seperti layaknya penumpang lainnya. Setelah itu, gerombolan perampok itupun mulai melakukan aksinya.

Dari keterangan Foni, salah seorang penumpang di gerbong enam, temannya bernama Usman, ditodong dengan menggunakan obeng oleh sekitar delapan pelaku. “Dua orang pelakunya berambut cepak,” ujar wanita asal Cilacap itu.

Karena melawan, lanjut Foni, Usman sempat dipukuli oleh para pelaku hingga babak belur. Setelah mengambil dompet dan uang di kantong Usman yang jumlahnya sekitar Rp 300 ribu, Usman dilemparkan keluar gerbong di daerah Cikarang. “Kalau nggak salah, kejadiannya di sekitar Cikarang,” kata Foni.

Foni sendiri juga menjadi korban perampokan. Mereka mengambil semua tas di bawah atap, tempat penyimpanan tas. Bahkan Foni sendiri sempat diancam mau diperkosa dan dilemparkan keluar dari gerbong apabila melakukan perlawanan. “Saya kehilangan Rp 500 ribu, alat kecantikan, dan pakaian,” ujarnya.

Seluruh harta benda milik penumpang di gerbong enam, kata Foni, juga dijarah oleh para pelaku. Bukan hanya di gerbong enam, di gerbong dua, tiga, empat, lima juga dijarah oleh perampok. Bahkan, lima orang, dua dari gerbong dua, tiga dari gerbong tiga, dikabarkan dilemparkan keluar dari gerbong.

Kondektur kereta api bernama Saepudin juga sempat disandera oleh perampok. Diperoleh keterangan, para perampok itu kabur di sekitar daerah Karawang setelah terlebih dahulu menghentikan kereta api dengan cara menginjak plute crane (membuka udara rem angin darurat).

Sementara itu, Iwan mengatakan, sampai saat ini petugas masih melakukan pengejaran terhadap sekitar 10 pelaku lainnya. Untuk mengejar pelaku, petugas gabungan dari Mapolres Bekasi, Mapolres Cikampek, Mapolres Karawang pun dikerahkan. “Kami akan terus mengejar, sekarang kami sedang di lapangan,” kata dia.

sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2...12,id.html

[/spoiler]

wah,keduluan.
pas liat judulnya pembajakan,jadi teringat peristiwa ini.

kalo gak salah situasinya 'didukung' dengan lampu interior kereta yang tidak menyala
693-5073-893-673
Reply
#30
Beberapa tahun silam, pastinya diatas 15 tahun yang lalu,
jika saya tidak lupa,
rangkaian Matarmaja pun, pernah dirampok sekitar 30-40 orang, dan kalau saya juga tidak lupa, kejadiannya disekitar Kutoarjo atau Kebumen gitu, dalam perjalanan menuju ML,
mesti bongkar-bongkar file lama nih.....Xie Xie
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)