Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Tenaga /Daya KRL
#21
(10-02-2010, 11:48 AM)hedwigus Wrote: 130 KW x 24 TM = 3120 KW = 3,120 MW.
Jika semua TM nyala terus selama 1 Jam, jadi 3120 KWH.
Mbayar tagihannya (Tariff R-1 untuk rumah sederhana) 3120 KWH x Rp. 495,- (diatas 60KWH) = Rp 1.544.000,- per pemakaian 1 Jam.
Sementara jika kena tariff industri akan lebih mahal lagi Tersenyuum

Back on Topic
=4182 HP....wah lebih kuat dari lok batubara, nggak salah ya?
Pantesan akselerasi lebih mantap KRL daripada KD.

tagihan segitu kalau full speed terus. Kalau KRL banyak berhentinya.
Reply
#22
(10-02-2010, 11:15 AM)Faris GM-MarKA Wrote: nih keluaran daya per TM dan jumlah TM nya per rangkaian.
eks-Jepang dulu ya:

-Tokyu 8500:
130 kW x 24 TM (8-cars)
-Tokyu 8000:
130 kW x 24 TM (8-cars)
-Tokyo Metro 5000:
100 kW x 24 TM (8-cars)
-Toyo Rapid 1000:
100 kW x 24 TM (8-cars)
-Toei 6000:
100 kW x 24 TM (6-cars)
100 kW x 32 TM
(8-cars)
-JR East 103:
110 kW x 8 TM
(4-cars)
110 kW x 16 TM
(2 x 4-cars)

ternyata KRL2 ex japan motornya banyak yang kecil2 ya dayanya. tidak seperti hitachi punya. cuma nya meskipun daya motor nya kecil, tapi kalo jumlah TM nya banyak ya sama juga boros nya. apakah ini yang sering jadi penyebab oglangan di LAA jabodetabek?
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#23
KRL I, Holec dan 6000 brp kW ya??
Tambah kecepatan kereta api agar tdk kalah bersaing setelah Toll Trans-Jawa rampung...
Reply
#24
(14-02-2010, 08:25 AM)ady_mcady Wrote:
(10-02-2010, 11:15 AM)Faris GM-MarKA Wrote: nih keluaran daya per TM dan jumlah TM nya per rangkaian.
eks-Jepang dulu ya:

-Tokyu 8500:
130 kW x 24 TM (8-cars)
-Tokyu 8000:
130 kW x 24 TM (8-cars)
-Tokyo Metro 5000:
100 kW x 24 TM (8-cars)
-Toyo Rapid 1000:
100 kW x 24 TM (8-cars)
-Toei 6000:
100 kW x 24 TM (6-cars)
100 kW x 32 TM
(8-cars)
-JR East 103:
110 kW x 8 TM
(4-cars)
110 kW x 16 TM
(2 x 4-cars)

ternyata KRL2 ex japan motornya banyak yang kecil2 ya dayanya. tidak seperti hitachi punya. cuma nya meskipun daya motor nya kecil, tapi kalo jumlah TM nya banyak ya sama juga boros nya. apakah ini yang sering jadi penyebab oglangan di LAA jabodetabek?

di bold itu apa ya ?Heran
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#25
^
oglangan=mati listrik bro. sori. kebanyakan kongkow sama cah jogja-solo jadi ikut2an bahasanya. Xie Xie

btt, berarti yang paling kuat power nya itu toei 6000 ya? biar motornya cuma 100KW, tapi tiap gandar ada motornya.

o, ya mau tanya sama pakar2 nya emu. itu hubungan tm ke as roda apa pakai gir pinion, atau yang model selubung ya?
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#26
Wah baru tahu kalo daya total maks. motor traksi KRL Tokyu 8500 (8 cars) sekitar 3 mega watt itupun belum termasuk AC dll CMIIW.
Kalo daya total 3120 kW (AC dll diabaikan) dengan tegangan 1500 volt berarti arus yang disedot dari LAA sekitar 2 ribu amper dong CMIIW
Wah kuat juga ya kawat cartenary LAA setipis itu bisa nanggung arus sampai ribuan amper blom lagi nanggung beban & gesekan mekanis dari pantograf selama ber-tahun2 Heran
Berharap Rangkas Jaya ditarik lokomotif listrik..
Reply
#27
skarang kawat LAA petak MRI-DP yg arah BOO dah diganti dgn yg baru tp tetap pake tiang besi yg lama hanya pengait kawatnya aja dibuat seperti tiang beton arah JAKK. Moga aja ditruskan dari DP-BOO jadi biar seragam!!
" R.I.P Bumi Geulis"[/i]
Reply
#28
Maaf..bukanya teknologi VVVF itu membuat penggunaan energi listrik lebih efisien ketimbang teknologi Rheostatik.Bingung
Kan KRL Rheo menggunakan rheostat/resistor untuk pengendalian kecepatanya, sedangkan sifat dari resistor sendiri menghambur2kan energi berupa rugi2 panas, untuk motor traksinya menggunakan motor DC yang kecepatanya terbatas karena adanya rugi2 mekanis dan elektris dari sikat/komutator.

Lain lagi dengan KRL VVVF, sistem pengendalian kecepatanya cukup memberikan sinyal frekuensi variabel 3 fasa dari kabin masinis ke rangkaian thyristor (teknologi semikonduktor sifatnya kayak transistor/penguat sinyal) yang merubah arus DC menjadi AC 3 fasa (inverter), inverter sendiri rugi2 energinya lebih kecil ketimbang rheostat karena yang sifatnya hampir seperti saklar.
Teknologi inverter juga berfungsi sebagai converter yaitu merubah arus AC 3 fasa (dari motor yang sedang berfungsi sebagai generator karena pengereman) ke arus DC kemudian dikembalikan ke LAA untuk di pakai energinya ke KRL lain
Karena menggunakan motor AC 3 fasa, maka bisa digeber sampai kecepatan penuh karena gak ada rugi2 mekanis dan elektris dari sikat/komutator cincin belah.

Berarti KRL hitachi bisa digeber sampe 170kW(228 HP)/TM sedangkan KRL Rheo cuma bisa digeber sampe 110kW(147HP)/TM (ini bukan konsumsi daya listrik lho tapi daya keluaran berupa daya mekanis dari motor yang kemudian dialirkan ke roda).

Kalo ada yang salah mohon dikoreksi ya, maklum saya juga masih belajarXie Xie

Referensi : http://finance.groups.yahoo.com/group/ke...ssage/3789
Berharap Rangkas Jaya ditarik lokomotif listrik..
Reply
#29
Jadi nambah pengetahuan nih...
Thx bro Tersenyuum
Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri Ngiler
Reply
#30
Kalo Holec itu daya traksinya 190 Kw bukan ya? CMIIW
[Classified]

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)