Maaf..bukanya teknologi VVVF itu membuat penggunaan energi listrik lebih efisien ketimbang teknologi Rheostatik.
Kan KRL Rheo menggunakan rheostat/resistor untuk pengendalian kecepatanya, sedangkan sifat dari resistor sendiri menghambur2kan energi berupa rugi2 panas, untuk motor traksinya menggunakan motor DC yang kecepatanya terbatas karena adanya rugi2 mekanis dan elektris dari sikat/komutator.
Lain lagi dengan KRL VVVF, sistem pengendalian kecepatanya cukup memberikan sinyal frekuensi variabel 3 fasa dari kabin masinis ke rangkaian thyristor (teknologi semikonduktor sifatnya kayak transistor/penguat sinyal) yang merubah arus DC menjadi AC 3 fasa (inverter), inverter sendiri rugi2 energinya lebih kecil ketimbang rheostat karena yang sifatnya hampir seperti saklar.
Teknologi inverter juga berfungsi sebagai converter yaitu merubah arus AC 3 fasa (dari motor yang sedang berfungsi sebagai generator karena pengereman) ke arus DC kemudian dikembalikan ke LAA untuk di pakai energinya ke KRL lain
Karena menggunakan motor AC 3 fasa, maka bisa digeber sampai kecepatan penuh karena gak ada rugi2 mekanis dan elektris dari sikat/komutator cincin belah.
Berarti KRL hitachi bisa digeber sampe 170kW(228 HP)/TM sedangkan KRL Rheo cuma bisa digeber sampe 110kW(147HP)/TM (
ini bukan konsumsi daya listrik lho tapi daya keluaran berupa daya mekanis dari motor yang kemudian dialirkan ke roda).
Kalo ada yang salah mohon dikoreksi ya, maklum saya juga masih belajar
Referensi :
http://finance.groups.yahoo.com/group/ke...ssage/3789
Berharap Rangkas Jaya ditarik lokomotif listrik..